Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 30


__ADS_3

Di dalam mobil terjadi suasana hening sesaat setelah Kiki mengomeli Rena yang dia anggap ingkar janji.


Kata maaf berulang kali terucap dari mulut Rena,namun Kiki seolah tidak tertarik sedikit pun untuk membalas nya.


Suasana hati Kiki memang sedang kesal dan juga marah,tapi percayalah ini tidak akan berlangsung lama,karena sejati nya jiwa Kiki sangat lah asyik tanpa suka menyimpan dendam terlalu lama.


Setelah menempuh waktu sekitar 15 menit saja,mobil yang di kendarai oleh Rena telah sampai di depan alamat yang di beri oleh Kiki.di depan rumah itu nampak lah seorang wanita paruh baya sedang menyapu halaman dengan menggunakan kain penutup kepala berwarna coklat.sedangkan di depan rumah itu bisa Rena lihat ada 5 orang pria bertubuh kekar sedang berjaga dengan jarak aman.


" Silahkan Nona muda." Ucap Rena sambil membukakan pintu untuk Kiki.


" Hm." jawab Kiki melangkah keluar membawa semua barang-barang nya.


Mata Rena masih terus tertuju kepada 5 sosok pria yang sangat dia kenali.


" Hai." lambaian tangan dari pria bertubuh kekar itu membuat Rena refleks ikut membalas.


Awal nya Rena mengira bahwa penglihatan nya sedang terganggu karena merasa salah melihat,namun dengan kode yang di berikan oleh pria bertubuh kekar itu membuat dia yakin, jika 5 lelaki itu pasti adalah orang suruhan Tuan muda.


" Ternyata Tuan muda juga menempatkan mereka di sini." gumam Rena sambil tersenyum kepada lawan berinteraksi nya.


" Sttt." kode kedua kembali di berikan oleh lelaki yang berdiri dengan jarak 4 km dari rumah Kiki.


Mereka meminta supaya Rena diam dan tidak membocorkan tentang keberadaan mereka kepada Nona muda.


" Sip." balas Rena dengan mengacungkan kedua jempol nya.


Suara Kiki tiba-tiba saja membuat Rena terbatuk-batuk karena merasa kaget.


" Rena.." panggil Kiki cukup keras karena sejak tadi Rena selalu diam dan malah melihat ke arah lain.


" Khuk..Khuk.. Khuk.." wajah Rena sampai berwarna merah karena tersedak oleh Saliva nya sendiri.


" Kamu kenapa Rena? Kenapa malah batuk begini?" tanya Kiki melangkah menghampiri Rena yang menurut nya sangat aneh siang ini.


" Tidak apa-apa Nona muda.Saya hanya batuk biasa." jawab Rena gugup sambil berusaha meredakan rasa batuk yang menjalar di tenggorokan nya.


" Ya sudah...Ikut Aku masuk."ajak Kiki melangkah terlebih dahulu menuju pintu gerbang rumah nya, sedang kan Rena terlihat mengikuti dari belakang.


" Ibu..." Kiki berlari menghampiri Ibu Ratna yang masih menyapu halaman.


Wajah kedua nya nampak berseri-seri dengan sudut mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kiki." balas Ibu Ratna ketika melihat sang putri datang mengunjungi nya.


" Kiki kangen banget sama Ibu." ujar Kiki sambil memeluk wanita yang paling berharga dan berjasa dalam hidup nya.


"Ibu juga sangat kangen sama Kamu Nak,pagi hari sudah tidak ada lagi yang bisa Ibu marahi karena telat bangun." ujar Ibu Ratna pelan dengan sudut mata yang sudah sangat basah.

__ADS_1


" Ahhh...Ibu.." Kiki semakin mengeratkan pelukan nya di pinggang sang Ibu.


" Itu siapa Nak?" tanya Ibu Ratna ketika menyadari ada kehadiran orang asing di sekitar mereka.


" Dia Rena, Bu!" jawab Kiki tanpa memperjelas kan posisi Rena yang sesungguhnya.


Rena yang tau sedang di perhatikan oleh Ibu Ratna langsung melangkah maju satu langkah sambil membungkuk kan badan nya.


" Selamat siang Ibu, perkenalkan nama Saya Rena,sopir sekaligus bodyguard untuk Nona muda." ujar Rena yang kembali memperjelas status nya.


" Kenapa dia selalu saja suka memperkenalkan diri nya seperti ini." gumam Kiki yang tidak habis pikir dengan tingkah Rena.


" Huft.." Kiki menghela nafas gusar nya.


Ibu Ratna langsung tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya.


" Ternyata Teguh begitu pandai menjaga putri kecil ku." batin Ibu Ratna sambil mengusap lelehan haru dari air mata nya.


" Ibu! Kenapa ibu menangis? Apa Rena melukai perasaan Ibu?" tanya Kiki khawatir.


Rena yang merasa tidak berbuat kesalahan apapun langsung gelapan sambil melambaikan tangan kanan nya.


" Bukan Saya Nona muda." Rena berusaha membela diri nya.


" Terus kenapa Ibu bisa menangis seperti, setelah Kamu ajak berbicara tadi." ketus Kiki yang tidak terima melihat Ibu nya mengeluarkan air mata.


"Awas saja kalau ternyata benar ini ulah Kamu .. Rena!" ancam Kiki dengan mata yang berkobar- kobar.


Kaki Rena bergetar hebat melihat tatapan membunuh dari Nona muda nya.


" Kiki! Ibu tidak apa-apa Nak,ini bukan karena ulah Rena." Ibu Ratna langsung menengahi perselisihan yang terjadi di antara Kiki dan juga Rena.


" Ibu bahagia bisa melihat hidup putri Ibu bahagia seperti ini, Kamu di perlakukan sangat baik oleh Suami dan juga keluarga suami mu Nak, ingat lah selalu pesan Ibu agar tetap menjadi diri sendiri dan jangan pernah melawan atas segala perintah yang keluar dari mulut suami mu." nasehat Ibu Ratna setelah selesai menghapus air mata nya.


" Iya Bu." jawab Kiki kembali memeluk sang ibu,kepala nya sengaja dia rebahkan di bahu renta milik ibu nya.dekapan hangat seorang ibu mampu menenangkan buah hati nya.


" Andai saja Ibu tau bagaimana jahat nya kedua orang tua Mas Teguh kepada ku,pasti Ibu tidak akan pernah mau memuji mereka seperti ini." gumam Kiki dalam hati nya.


Ingatan Kiki kembali ke masa-masa di mana Bunda Teguh selalu berusaha menjatuhkan harga diri nya dengan cacian kasar yang sangat menusuk jantung nya.


Tes...


Air mata Kiki ikut keluar membasahi pipi beserta baju sang Ibu yang menjadi sandaran kepala nya.


Karena tidak ingin ketahuan oleh sang Ibu,Kiki dengan cepat mengelap air mata supaya tidak lagi jatuh membasahi baju sang Ibu.


Rena yang berdiri di dekat mereka ikut terhanyut dalam suasana haru ini.

__ADS_1


" Beruntung sekali Nona muda memiliki keluarga yang utuh seperti ini.tidak seperti Aku yang tidak di harapkan kehadiran nya di muka bumi ini." ucap Rena dalam hati nya.dia sengaja menengadah kan kepala nya ke atas supaya air mata bening nya tidak tumpah membasahi bumi Pertiwi.


Rena adalah anak yatim piatu yang di temukan oleh Kakek Teguh di pinggir jalan sewaktu beliau sedang dalam perjalanan bisnis ke pulau terpencil.


Rena kecil sedang menangis di tepi jalan karena bingung mencari ibu nya.waktu itu umur Rena masih sekitar 3 tahun,masih sangat kecil untuk di ajak berdiskusi,3 hari lamanya anak buah Kakek Teguh mencari keberadaan orang tua Rena,namun hasil nya tetap nihil.karena merasa kasihan dan prihatin, Kakek Rizaldi langsung membawa Rena ikut serta dalam mobil beliau menuju ibu kota.


Rena di sekolah kan dan di didik seperti teman - teman nya yang lain.Rena di tempatkan di sebuah rumah besar yang di dalam nya juga terdapat banyak anak-anak yang di buang oleh orang tua nya tanpa alasan yang jelas.


Bersama teman-teman nya Rena di latih ilmu beladiri agar bisa melindungi diri sendiri dan juga orang sekitarnya.


Karena ingin membalas budi kepada keluarga Rizaldi,Rena memilih menjadi seorang bodyguard untuk ikut menjaga keselamatan keluarga Rizaldi.


" Rena!Apa Kamu baik-baik saja?" tanya Kiki ketika menyadari raut wajah Rena tidak seperti biasa nya.


" Oh..Saya baik-baik saja Nona muda." jawab Rena sambil berusaha mengelap tetesan terakhir yang keluar dari sudut mata nya.


" Kamu menangis?" tanya Kiki terheran -heran.


Sosok garang dan perkasa seperti Rena ternyata bisa juga menangis dan bersedih hati seperti ini.


" Tidak Nona muda, Saya tidak sedang menangis." kilah Rena sambil menunduk menyembunyikan wajah sendu nya.


" Jangan berbohong,jujur saja."hardik Kiki berusaha membungkam Rena.


" Benar Nona muda."


"Rena! Jujur..Aku tidak suka orang yang munafik seperti ini?"Kiki mulai mengeluarkan taring nya.agar Rena mau membuka suara nya.


" Maaf Nona muda! Saya..Saya hanya terharu melihat hidup Nona muda yang begitu sempurna di kelilingi dengan keluarga yang lengkap,tidak seperti Saya yang di buang begitu saja oleh orang tua Saya tanpa ada rasa kasihan sedikit pun." tutur Rena kembali mengenang masa sedih nya.


Kiki langsung iba melihat wajah sedih dari Rena.dari cerita yang Rena berikan saja bisa dia bayangkan bagaimana hancur nya perasaan Rena ketika mendapat kan perlakuan kurang pantas dari orang yang sudah melahirkan nya.


Hati Kiki ikut tersayat mendengar masih ada orang yang tega membuang darah daging nya sendiri.


"Jangan bersedih seperti ini,anggap saja Ibu ku adalah Ibu mu juga." tawar Kiki tanpa berpikir panjang.


Mata Rena langsung berbinar mendengar betapa mulia nya sosok Nona muda nya.


" Iya Nak.jangan di ingat lagi masa lalu mu yang tidak mengenakkan itu, Ibu sangat senang jika Kamu mau menjadi bagian dari keluarga kami." sahut Ibu Ratna sambil tersenyum manis.


" Terimakasih Bu." Rena langsung berhambur memeluk Ibu Ratna,air mata yang sempat dia sembunyikan kini dia pertontonkan tanpa malu-malu lagi.


" Terimakasih Ibu! Terimakasih Nona muda."


ujar Rena dengan rasa yang sulit untuk di jelas kan.


Setelah puluhan tahun lama nya , akhir nya Rena kembali bisa merasakan hangatnya dekapan dan belaian lembut seorang wanita yang bergelar Ibu.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan komen ya guys 🥰😍🥰🥰


__ADS_2