
Wajah Teguh seketika langsung pucat pasi mendengar kata hamil yang di ucapkan oleh Gita.
" Siapa yang sedang hamil?"tanya Teguh meminta penjelasan.
" Siapa lagi kalau bukan Kiki,itu lah.. Gara-gara jarang bersama istri jadi lupa kalau udah ngebobolin gawang anak orang." hardik Gita menyindir secara terang-terangan.
" Apa maksud Kamu Git? Aku nggak paham?" tanya Teguh masih belum mengerti meskipun Gita sudah menjelaskan dengan urat-urat yang menonjol keluar.
"Bego banget sih jadi orang." Gita memutar jengah bola mata nya.
" Dengerin baik-baik ya,Aku nggak mau ngulang lagi, Kiki itu lagi hamil.pernah tidak Mas Teguh lihat dia mual di pagi hari? Pernah tidak Mas Teguh lihat dia minum susu hamil? Pernah tidak Mas Teguh melihat dia minum vitamin dan resep dokter segala macam? Hah? Aku yakin sih, nggak pernah." Gita terpaksa membuka semua rahasia yang di tutupi oleh Kiki agar pria yang berada di depan nya saat ini semakin merasa bersalah dan segera menyadari kesalahannya.
" Kiki hamil? Kiki hamil anak Aku!" seru Teguh berurai air mata.
Hiks..Hiks..Hiks..
" Sayang! maafkan Aku..Aku gagal menjadi suami yang baik untuk Kamu." teriak Teguh tertunduk lesu.nasi sudah menjadi bubur Teguh terpaksa harus menelan semua kenyataan pahit ini secara sendirian,tidak ada lagi sosok wanita idaman yang mendampingi kisah hidup nya,dia telah pergi bersama calon buah hati mereka.
" Jadi itu alasan kenapa Kamu mual kemarin pagi." tebak Teguh yang memang baru satu kali melihat Kiki muntah-muntah.tetapi aneh nya lagi Kiki tidak memberikan alasan apa-apa kepada dia.
" Anak ku..." Teguh terus meracau tidak menentu, lelehan air mata nya kian deras mengalir membasahi wajah dan juga lantai rumah Gita.
Kedua pasangan suami istri yang berdiri di depan dia hanya bisa menyaksikan tapi tidak mau menenangkan atau pun memberikan semangat, mereka berdua sudah terlanjur kecewa dengan sikap bodoh Teguh.
" Jangan teriak-teriak di rumah ku ,cari istri mu sampai dapat,kalau Aku tahu Kamu gagal menemukan dia,Aku sendiri yang akan mencari nya dan nggak akan pernah lagi membiarkan Kamu untuk bertemu dia walau hanya dalam mimpi sekali pun."
" Sana pulang! jangan cuman bisa nangis doang! Bisa menyakiti tapi nggak mau di tinggal pergi,aneh Kamu tu." bentak Reza secara kasar dan mengusir Teguh agar segera pergi dari rumah nya.
" Apa benar Kamu sedang hamil sayang? Kenapa Kamu nggak cerita sama Aku? Kenapa? Kalau saja Aku tahu fakta bahagia itu,Aku tidak akan menyakiti Kamu lagi."
__ADS_1
" Bodoh...Bodoh... Bodoh Kamu Teguh." batin Teguh mengumpat kesal untuk diri nya sendiri.
Teguh pun melangkah keluar dari rumah Reza dengan tubuh yang terluka,bukan hanya hati nya yang terluka, tetapi batin nya juga.niat hati ingin mencari tahu keberadaan sang istri, tetapi Teguh malah mendapat hadiah tamparan dan juga pukulan dari kedua pasangan alien itu.
" Kamu di mana sayang?"Teguh merasa sangat bersedih setelah mengetahui tentang kehamilan Kiki yang dia dengar dari orang lain.
Para penjaga yang ingin menyapa Teguh terpaksa mengurungkan niat nya saat melihat raut wajah tidak bersahabat dari Teguh.
Teguh terus menjalankan mobil nya mengitari semua tempat yang pernah mereka datangi selama ini, tetapi Kiki masih belum bisa dia temukan juga.
" Aku harus apa lagi sayang?" teriak Teguh frustasi.
Jam saat ini bahkan sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, tetapi Teguh masih saja berkelana mencari keberadaan Kiki.
" Dulu...Danau ini menjadi tempat kita berbagi keluh dan kesah, tapi kenapa saat ini Kamu malah tidak datang kesini Sayang?"
Teguh terdiam sejenak untuk berpikir keras di mana dia bisa menemukan sosok wanita tercinta nya.namun detik berikutnya mengeluarkan suara mengerang keras karena merasa buntu dan tidak punya tanda-tanda keberadaan sang istri.
" Bimo!" seru Teguh langsung mengeluarkan ponsel nya untuk meminta bantuan Bimo agar melacak di mana keberadaan Kiki.
" Lacak keberadaan Kiki sekarang juga,suruh anak buah mu berpencar mencari nya."setelah mengatakan itu Teguh langsung mematikan sambungan telepon nya dan meletakkan kembali ponsel nya di samping dia.
Sambil menunggu Bimo membalas pesan nya, Teguh masih betah duduk menatap air danau yang sedang tenang tanpa pergerakan.mata pria ini bahkan sama sekali tidak terasa mengantuk walaupun bulan hampir berganti menjadi matahari.
Sementara seorang pria yang bernama Bimo itu langsung mengerang kesal merasa tidur nyenyak nya sangat terganggu dengan perintah yang di berikan oleh Bos nya.
Mata Bimo masih terasa sangat lengket sekali,tadi malam dia baru sampai di rumah pada pukul 00.15 WIB karena di paksa lembur bersama Sekretaris Ken untuk menghandle pekerjaan yang di tinggal pergi oleh Bos mereka.
" Nasib...Nasib.." umpat Bimo menyalahkan takdir hidup nya yang hanya menjadi seorang asisten pribadi.
__ADS_1
Bimo langsung menghubungi anak buah nya dan meminta mereka berpencar setelah menemukan titik terang keberadaan Kiki.
" Apa yang sudah terjadi? Tidak mungkin Nona Kiki pergi tanpa pamit atau.... Jangan -jangan mereka sedang berantem hebat,maka nya Nona Kiki memilih pergi?" ucap Bimo dengan lirih.kepala nya di paksa harus bekerja keras lagi pagi ini, padahal matahari saja belum menampakkan diri nya.
" Aduh Bos! Maka nya jangan yang aneh-aneh deh,kalau sudah begini yang repot siapa?"
" Aku juga.." keluh Bimo lalu memilih membuka laptop nya karena rasa kantuknya sudah menguap begitu saja setelah di kaget kan oleh Teguh.
Di dalam hotel yang di tempati oleh Rangga dan Kiki, saat ini mereka berdua sedang bersiap-siap hendak menuju lantai atas hotel ini.Rangga sudah mempersiapkan semua nya dengan sangat matang, dia tidak ingin kepergian Kiki bersama dengan dia sampai terendus oleh pihak lain.
" Sudah ?" tanya Rangga menatap Kiki sambil tersenyum.
" Sudah Bang." jawab Kiki pelan.
" Kamu ragu? Kalau Kamu ingin membatalkan kepergian ini masih ada banyak waktu, sebelum jet pribadi nya lepas landas." ujar Rangga mengingat kan Kiki yang nampak gelisah dengan beban pikiran nya.
" Nggak Bang, Kiki sudah yakin dengan keputusan yang Kiki ambil.Kiki ingin memulai hidup baru meskipun harus membesarkan sendirian janin yang ada di perut Kiki. insya Allah Kiki kuat." jawab Kiki sudah mantap dan tidak ingin goyah lagi.saat ini yang ada di pikiran nya adalah bagaimana cara menjelaskan semua nya kepada kedua orang tua nya nanti.Kiki tidak ingin membuat Ibu nya semakin sakit mendengar fakta kehidupan nya.Kiki akan menyingkir untuk sementara waktu untuk menenangkan hati dan juga pikiran nya.dia tidak ingin akibat guncangan batin yang dia terima berakibat buruk untuk kandungan nya.
" Ayo naik." suara Rangga menyadarkan Kiki yang masih menatap dengan kosong, padahal kaki mereka sudah melangkah masuk ke dalam jet pribadi yang sudah siap membawa mereka terbang.
" Iya Bang." jawab Kiki lalu berjalan mencari tempat duduk yang dia rasa sangat aman untuk dia tempati.
" Jangan sedih,kalau Kamu masih ngantuk, tidur aja lagi! Kamu nggak sendirian lagi, Abang akan selalu menemani Kamu." bisik Rangga mendekat ke telinga Kiki.seketika jantung Kiki terasa mau meledak.
" Terimakasih Bang." ucap Kiki menatap dalam sosok penyelamat nya.
" Iya..Ayok tidur lagi." Rangga langsung merebahkan kepala kiki di pundak nya.sebenar nya,Rangga sudah menawarkan Kiki untuk beristirahat di kamar saja, tetapi Kiki menolak dan tetap memilih ingin duduk di kursi saja.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍
__ADS_1