Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 56


__ADS_3

Mobil hitam milik Rangga berhenti tepat di depan pintu gerbang rumah yang di tunjuk oleh Kiki,ada banyak para penjaga yang berdiri di dekat pintu gerbang utama itu.


" Waww ..Rumah Kamu besar banget Ki, bodyguard nya juga banyak." sahut Rangga ikut kagum dengan apa yang dia lihat.padahal rumah orang tua nya di luar negeri sama besar nya dengan rumah milik suami Kiki.


" Bukan punya ku Bang,Aku hanya untuk menumpang sementara waktu disini." ucap Kiki mengingatkan Rangga yang sedang menatap penasaran siapa wanita Maco yang sedang menatap jeli kepada mereka.


" Bang! Kiki masuk duluan ya,Kiki minta maaf nggak bisa ngajak Abang mampir." ucap Kiki menyudahi acara nongkrong mereka di depan pintu gerbang,Kiki tidak ingin di anggap wanita murahan memasukkan laki-laki lain ke dalam rumah mereka di saat sang suami sedang sibuk bekerja.meskipun merasa sakit hati dengan kelakuan Teguh, Kiki memilih diam dan tidak punya maksud untuk membalas dendam kepada suami nya.


"Eh..Iya.. Abang juga mau langsung pulang,nggak papa santai aja! Toh besok kita masih bisa bertemu." jawab Rangga terpaksa mengiyakan ucapan Kiki karena tidak ingin Kiki mendapatkan masalah besar dalam rumah tangga nya.


"Hati-hati ya Bang, terimakasih sudah mau mengantarkan Kiki pulang."


" Siap Tuan putri ." balas Rangga dan melajukan mesin mobil nya meninggalkan pekarangan rumah Kiki yang sangat luas sekali.


Melihat mobil Rangga yang sudah menjauh dari tempat nya,Kiki berjalan masuk karena malam sudah semakin larut.


" Ya ampun! Jacket nya Bang Rangga ketinggalan sama Aku!" seru Kiki saat hendak memeluk tangan nya tidak sengaja dia mendapati ada sebuah jacket tebal berwarna coklat menutupi tubuh kurus nya.


." Aku simpan saja dulu! Besok pagi saja Aku kembalikan." imbuh nya merasa berdosa sudah lupa mengembalikan barang pinjaman nya.


Rena yang sejak tadi mengintip penasaran dengan siapa Nona muda nya pulang di buat kecewa lantaran seseorang yang ada di dalam mobil itu tidak kunjung turun dari dalam mobil nya.


" Rena!" panggil Kiki kala tidak sengaja memergoki Rena berdiri di balik tembok pagar.


" Eh..Nona muda." jawab Rena gelagapan.


" Kamu ngapain disini?" tanya Kiki curiga.

__ADS_1


" Itu tadi Saya sedang cemas menunggu Nona muda pulang,baru saja Saya ingin menyusul ke tempat tadi tetapi Nona muda ternyata sudah sampai duluan di rumah." jawab Rena sedikit mengarang cerita.tidak mungkin dia berkata jujur tentang rasa penasaran nya yang belum tuntas kepada Kiki yang terlihat dingin dan sudah tidak menangis lagi.


" Oh." jawab Kiki singkat lalu berlalu meninggalkan Rena yang masih berdiri mematung di tempatnya.


Suasana rumah mereka tampak sepi sekali.semua para pekerja sudah mulai masuk ke kamar mereka masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka setelah lelah seharian bekerja,hanya ada Mpok Nur yang sedang sibuk mengecek ulang hasil pekerjaan para bawahan nya.


" Selamat malam Nona muda." sapa Mpok Nur.


" Malam Mpok,Kiki ke atas dulu ya Mpok." jawab Kiki sambil tersenyum manis.


"Baik Nona muda,apa Nona muda ingin makan malam? Biar Saya panas kan kembali masakan yang sudah di siap kan oleh para asisten rumah tangga tadi." tanya Mpok Nur.


"Aku sudah makan di luar tadi Mpok, terimakasih sudah menyiapkan nya untuk ku,Mpok Nur sama Rena langsung istirahat saja." Kiki sebenarnya tidak tega mendengar pernyataan Mpok Nur, tetapi apa boleh buat saat ini perut Kiki benar-benar masih kenyang dan tidak butuh lagi makanan tambahan.


Mpok Nur pun mengangguk mengerti.


" Selamat beristirahat Nona muda." ucap Mpok Nur tulus.


Sedangkan Rena dan Mpok Nur sudah masuk ke dalam kamar mereka setelah merasa tenang melihat Nona muda mereka sudah pulang dengan selamat dan tidak kekurangan apapun.


Kiki membuka handle pintu dan meraba saklar lampu untuk dia hidup kan.karena dia sudah tahu pasti pria yang sudah menjadi suami nya itu belum pulang kerumah.


" Sebaik nya Aku langsung mandi saja." ucap Kiki berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Kiki memilih mempersingkat acara mandi nya , berganti pakaian lalu naik ke atasnya ranjang berharap tidak melihat wajah sang suami untuk saat ini.hati nya masih terasa sakit sekali mengingat pengkhianatan yang sudah di Lakukan Teguh secara diam-diam di belakang dia selama ini.


Suara ponsel Kiki berbunyi ketika Kiki hendak menutup tubuh nya menggunakan selimut.

__ADS_1


" Selamat istirahat Tuan putri,semoga Kamu bisa kuat lagi melewati badai ujian ini." pesan yang di kirim oleh Rangga mampu membuat Kiki mengukir senyum di bibir tipis nya.


" Manis banget sih." gumam Kiki lalu segera mengirim pesan balasan.


" Terimakasih untuk hari ini Bang, selamat malam dan semoga mimpi indah." Kiki langsung meletakkan kembali ponsel nya dan segera masuk ke alam mimpi agar tidak bertemu dengan orang yang sedang dia hindari.


Di lain tempat, setelah menemani Bunda nya makan malam seperti biasa nya, Teguh langsung kembali ke kantor nya dan memeriksa setiap berkas yang sudah sangat menumpuk menunggu tanda tangan nya. pria ini nampak serius sekali menyelesaikan setiap helai berkas yang ada di depan mata nya,semua para karyawan nya sudah pulang terlebih dahulu termasuk sang Asisten dan juga Sekretaris pribadi nya.


" Kiki lagi ngapain ya?" gumam Teguh yang tidak sengaja teringat dengan sang istri yang sudah terlalu lama dia abaikan.Teguh menatap bersalah foto pernikahan mereka yang terletak di atas meja kerja nya.Teguh mengambil nya lalu mendekap erat Foto yang terdapat wajah Kiki di dalam nya.


" Maafkan Aku sayang,Aku akui Aku salah,Aku mohon Kamu mau mengerti posisi Aku." gumam Teguh sampai menitikkan air mata penyesalan nya.karena belum siap memberitahu sang istri tentang yang sebenarnya sudah terjadi,tanpa Teguh sadari dia sudah menanam kan bom waktu yang kapan - kapan bisa meledak dan membakar dia sendiri sebagai pemilik nya.


Sadar akan waktu sudah begitu larut,Teguh segera membereskan meja kerja nya lalu bergegas keluar menuju mobil nya yang sudah siap membawa dia pulang ke rumah.di bawah mata Teguh nampak jelas lingkaran hitam yang menandakan bahwa dia kekurangan istirahat.


Pak Amin langsung melajukan mobil nya meninggalkan perusahaan raksasa ini dan menuju kediaman pribadi Tuan muda nya.


Teguh masuk setengah berlari menuju kamar nya.seperti biasa pria ini tidak pernah lupa memperbaiki selimut sang istri,lalu mengecup kening nya secara diam-diam dan bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya.


Pagi ini Kiki sengaja bangun pagi-pagi untuk mengintip segala sesuatu yang di lakukan oleh sang suami di pagi buta ini.


Bunyi gemericik air di dalam kamar mandi membuat Kiki yakin bahwa Teguh saat ini sedang mandi di dalam sana.tidak ingin aksi nya di ketahui oleh Teguh,Kiki sengaja mengintip kecil dari lubang selimut yang sengaja dia buat untuk bisa mengintip semua pergerakan suami nya.sudah satu Minggu ini Kiki tidak pernah lagi menyiapkan semua kebutuhan suami nya,selama itu juga dia tidak lagi pernah mendapatkan nafkah batin dari Teguh. Kiki bisa melihat sendiri bagaimana kerepotan nya Teguh menyiapkan sendiri pakaian kerja nya.Kiki memilih tetap diam di balik persembunyian dan tidak mau ikut turun tangan.


Sebelum Pergi meninggalkan kamar mereka, seperti biasa Teguh selalu mengecup kening Kiki dan membantu membenarkan selimut nya.


Andai saja Kiki belum mengetahui perbuatan jahat Teguh di belakang nya, pasti Kiki akan merasa sangat bahagia mendapatkan perlakuan manis ini.namun saat ini hati Kiki sudah terlanjur beku dan sangat sakit mengetahui pengkhianatan yang sudah Teguh lakukan di belakang dia.


" Rapi sekali permainan mu Mas,Kamu rela pergi di pagi buta dan pulang saat Aku sudah tertidur hanya demi menutupi perselingkuhan mu itu."

__ADS_1


" Jahat banget sih Kamu jadi orang,Aku tidak akan pernah lagi menunggu kedatangan Kamu."


Jangan pernah Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍


__ADS_2