Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 83


__ADS_3

Setelah selesai mengurus semua keperluan Teguh mulai dari urusan perut dan juga badan nya.Bimo akhir nya pamit kembali ke kantor karena sejak tadi Ken sudah menelpon meminta dia untuk segera datang karena ada client yang mencari nya.


Baru saja Mpok Nur menutup pintu rumah.tiba-tiba saja terdengar suara deru mesin mobil memasuki pekarangan rumah dan berhenti tepat di depan pintu rumah ini.Mpok Nur langsung menghentikan langkah kaki nya lalu kembali memegang gagang pintu dengan sedikit bertanya-tanya.


" Mobil siapa itu? Apa Asisten Bimo yang kembali lagi?" tanya nya dengan rasa penasaran yang tinggi.


Karena bingung ingin bertanya kepada siapa lagi, akhirnya Mpok Nur terpaksa membalikkan badan nya lalu bergegas membuka kembali pintu berwarna putih ini untuk melihat siapa yang datang bertamu ke rumah ini.


" Nyonya besar." seru Mpok Nur saat melihat Nenek Kamila sedang turun dari mobil.Mpok Nur langsung bergegas menghampiri sang Nyonya dan membantu membawakan semua benda yang ada di tangan beliau.


Sedang kan di bagian belakang ada sopir yang sedang sibuk menurunkan dua koper besar milik Nenek Kamila.


" Nur! Dimana cucu ku berada saat ini? Apa dia masih hidup?" tanya Nenek Kamila dengan gaya khas nya.Mpok Nur dan juga Rima saling melirik aneh lalu sedetik kemudian mengangguk sambil menahan tawa geli mendengar ucapan sang Nyonya besar.


" Tuan muda ada di dalam kamar nya Nyonya,Tuan muda sampai saat ini Alhamdulillah masih bernafas dengan tenang dan baru saja selesai makan." jawab Mpok Nur menjelaskan agar Nenek Kamila tidak lagi berprasangka buruk terhadap cucu nya.


" Masih bisa makan juga dia ternyata? Aku pikir badan nya sudah habis berdarah karena rasa frustasinya."ujar Nenek Kamila langsung masuk ke dalam.


" Antarkan Aku ke kamar dia,Aku ingin melihat secara langsung bagaimana cara dia menutupi kesedihan nya."imbuh nya begitu mereka sudah melewati ruang tengah.


" Baik Nyonya." Mpok Nur pun langsung mengarah kan Nenek Kamila agar menuju ke lift yang akan membawa mereka ke lantai 3.kondisi tubuh Nenek Kamila yang sudah sangat renta menyulitkan dia untuk menaiki satu persatu anak tangga.


Selang beberapa menit kemudian,Nenek sudah sampai di depan kamar cucu nya dan langsung mengetuk pintu kamar itu dengan sangat kuat sekali.


" Teguh! Buka pintu nya." ucap Nenek Kamila di sela kesibukan tangan nya.


" Hey! Buka pintu nya." teriak nya lagi di sertai gedoran yang sangat kuat.


Ceklek.


" Ada apa Nenek datang kesini?" tanya Teguh dengan wajah datar nya.

__ADS_1


" Apa Aku sudah tidak boleh lagi untuk menginjak kan kaki di rumah cucu ku sendiri? Sejak kapan itu semua mulai berlaku?" tanya nya dengan nada sinis.


" Bukan begitu Nek, Teguh lagi nggak mau di ganggu dulu,berikan Teguh waktu untuk menyendiri dulu sebelum kembali bekerja lagi." tutur nya menyela ucapan sang Nenek.


" Nggak mau di ganggu tapi Kamu sendiri yang datang mengganggu ketenangan ku? Hebat sekali filosofi mu itu?" hardik nya begitu kesal padahal Teguh lah yang datang mengemis meminta bantuan kepada nya, setelah dia datang menemui nya malah kehadiran nya tidak di hargai sama sekali oleh cucu kesayangan nya.


" Terserah sama Nenek saja,Teguh lagi pusing." ujar Teguh lalu masuk ke dalam kamar nya meninggalkan Nenek,Rima dan juga Mpok Nur yang masih berdiri di depan pintu.


" Untuk apa Kamu mengurung diri seperti ini? Apa dengan mengurung diri Kiki akan kembali kepada lelaki bodoh seperti Kamu ini?" tanya nya lagi ikut masuk ke dalam kamar yang sudah rapi karena baru saja di bersihkan oleh Mpok dan asisten rumah tangga lain nya saat Teguh sedang sibuk mandi di kamar mandi sana.


" Ckk..." Teguh berdecak kesal meremas kuat rambut nya yang sudah rapi itu.apa yang di ucapkan oleh Nenek nya sebenarnya ada benarnya juga.tapi tubuh nya masih sangat lemah untuk berpikir keras.tidak ada lagi yang bisa dia lakukan selain mengurung dirinya dalam keadaan kamar yang gelap tanpa ada cahaya yang masuk.


" Teguh nggak tahu lagi kemana harus mencari Kiki,anak buah Teguh saja sampai saat ini belum bisa menemukan keberadaan nya." ucap Teguh lirih.


" Untuk apa Kamu punya banyak anak buah,tapi satupun tidak berguna." sergah Nenek Kamila kesal.kalau sudah menyangkut cinta dan hati,cucu nya akan selalu seperti ini tanpa bisa dicegah lagi.otak nya seakan buntu selain meratapi kepergian istri nya.


"Mereka kesulitan untuk melacak nya Nek,entah siapa yang sudah membantu menutupi identitas Kiki,yang jelas semua nya bersih tanpa adanya jejak sedikit pun." jawab Teguh tenang.


"Bangkit lah,jangan terus-terusan seperti ini, bagaimana jika Kiki sudah bisa di temukan sedang kan Kamu sudah terlanjur gila karena terus di temani keadaan yang gelap seperti ini." tutur Nenek Kamila memberikan semangat.


" Nenek nggak mau lihat lagi Kamu mengurung diri seperti ini,sana berangkat ke kantor." imbuh nya lalu pergi setelah merasa cukup melihat keadaan cucu nya.


Teguh tidak lagi menjawab ucapan sang Nenek,pria ini lebih fokus ke ponsel nya.dia tidak akan pernah bisa memberontak karena sudah pasti akan kalah telak dan Nenek Kamila lah yang menjadi pemenang nya.


Mpok Nur dan juga Rima kembali membantu memapah Nenek Kamila turun ke lantai bawah.


" Aku tidak habis pikir dengan cucu ku itu,asyik bersembunyi tetapi lupa mencari keberadaan istri nya." gerutu nya menahan kesal yang menyelimuti hati nya.


Sedangkan di pulau K sana,sudah tiga hari ini Kiki selalu di temani oleh Rangga melewati morning sikcness nya yang begitu melelahkan.setiap kali berada di dekat Rangga,entah mengapa rasa mual itu langsung menguap begitu saja.


"Sudah enakan?" tanya Rangga setelah Kiki berhasil menghabiskan satu gelas jahe panas untuk menghangatkan perut nya.

__ADS_1


" Sudah Bang, makasih." ucap Kiki lalu meletakkan kembali gelas itu ke meja nakas yang ada di samping nya.


" Abang!"panggil Kiki sambil meremas jemari nya.


Rangga langsung mengalihkan pandangan nya kepada Kiki.


" Kiki boleh pinjam ponsel Abang nggak?" tanya Kiki pelan-pelan.


" Boleh, memang nya untuk apa?" tanya Rangga heran.


" Kiki sudah sangat rindu sekali sama Ayah dan juga Ibu,Kiki ingin menceritakan semua nya kepada mereka agar mereka tidak cemas memikirkan keadaan Kiki.boleh ya Bang!" pinta Kiki dengan tatapan mata memohon nya.


" Ya boleh dong Ki,Abang malah senang kalau Kamu sudah punya keberanian untuk menceritakan nya,memang nya ponsel Kamu kemana?" ujar Rangga yang tahu kalau selama ini Kiki punya ponsel canggih dengan harga selangit.


" Kartu nya sengaja Kiki buang ke closed hotel,Kiki takut Mas Teguh akan dengan mudah melacak Kiki melalui ponsel Kiki,makan nya Kiki putus kan untuk membuang saja nomer cantik itu."


" Oh..." jawab Rangga sambil tersenyum tipis,ternyata wanita yang berada di depan nya ini cukup cerdas juga untuk menutupi dirinya dari kejaran lawan berat.Rangga kemudian mengambil ponsel nya dari dalam saku jas lalu memberikan nya kepada Kiki.


"Kamu pakai aja dulu, Abang mau langsung pamit ke kantor ya." ucap Rangga setelah ponsel nya berada di tangan kiki.pria ini begitu mempercayai ponsel pribadi nya di tangan Kiki tanpa merasa curiga atau pun takut.


" Loh! Terus Abang kerja nya nggak bawa ponsel gitu?"


" Di kamar Abang masih ada satu lagi, Kamu pakai aja yang ini." jawab Rangga berdiri dan tidak lupa mengusap lembut kepala Kiki.


" Banyak banget ponsel nya Bang! pasti selingkuhan nya juga banyak." gumam Kiki pelan tapi masih bisa didengar oleh Rangga.


" Kalau ada perempuan yang menelpon ke nomer Abang,bilang aja kalau Kamu adalah istri sah Abang." seloroh Rangga mengedipkan sebelah mata nya kepada Kiki yang sedang terkejut dengan keadaan mulut yang menganga lebar.


" Abang berangkat ya! Jangan lupa sarapan dan minum vitamin yang di berikan oleh dokter kandungan mu kemarin." imbuh nya berlalu pergi tanpa memikirkan perasaan Kiki yang sedang was-was takut di kira pelakor.


" Bagaimana mungkin Aku mengaku sebagai istri sah nya,sedangkan wanita itu adalah kekasih asli nya." batin Kiki merasa bego dengan ide yang di ucap kan Rangga.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰😍


__ADS_2