
" Nona muda! Apa sebaiknya kita ke rumah sakit dulu? Saya khawatir terjadi sesuatu kepada Nona muda ." bujuk Rena,yang sudah tidak tega melihat sang Nona muda terus muntah dan merasakan pusing di kepala nya.
" Ngga usah berlebihan Ren, Ini sudah biasa dan sering terjadi pada setiap ibu hamil,bukankah Kamu juga mendengar kan apa yang di katakan oleh dokter kandungan ku kemarin."tolak Kiki.
" Apa Nona muda mau cari makan dulu atau beli yang lain nya." tawar Rena saat mereka masih berada di tengah jalan.
" Nggak perlu Ren,kita langsung pulang ke rumah saja,Aku lagi ngga bernafsu untuk memakan apapun." jawab Kiki sambil terus memijat kening nya yang semakin berdenyut hebat.
Rena langsung terdiam tidak berani berkata apa-apa lagi.melihat Kiki yang sedang memijat kening nya,Rena jadi teringat dengan Tuan muda nya tadi malam.
" Oh..Iya Nona muda,tadi malam Saya sempat bertemu dengan Tuan muda." ujar Rena menceritakan kabar bahagia kepada Kiki.mungkin saja rasa pusing di kepala Kiki akan langsung sembuh mendengar kabar tentang sang suami.
" Kapan Ren?" tanya Kiki dengan mata yang sudah menyipit.
" Tadi malam Tuan muda pulang pada pukul 01 dini hari,beliau sangat sibuk sekali di kantor,Pak Amin juga mengatakan seperti itu.pada saat sampai di rumah wajah Tuan muda saja terlihat lelah sekali ." ucap Rena menjelaskan.
" selarut itu? Terus suami ku bilang apa lagi?" tanya Kiki semakin penasaran dan dengan terpaksa membuka mata nya.rasa mual dan pusing tadi langsung pudar tanpa jejak lagi.
" Benar Nona muda,Mpok Nur juga ikut melihat,Tuan muda ngga bilang apa-apa lagi,Tuan muda langsung naik berjalan menuju ke kamar."
" Sebaiknya Nona muda antar kan makan siang untuk Tuan muda agar bisa bertemu dengan Tuan muda,kalau Tuan muda sibuk,harus nya Nona muda yang datang ke kantor menghampiri Tuan muda agar bisa melepaskan beban rindu yang menghimpit dada Nona muda." sambung Rena lagi dengan sedikit bercanda.
" Rena! Jangan bercanda." tegur Kiki yang merasa malu menjadi bahan ledekan Rena.
" Maaf Nona muda, Saya hanya ingin menghibur saja,tidak ada maksud lain." jawab Rena merasa bersalah.
Kiki langsung menyandarkan kembali kepala nya di kursi mobil sambil menimang saran yang diberikan oleh Rena.
Bagaimana Nona muda?" tanya Rena yang masih menunggu kata iya keluar dari mulut Kiki.sejujur nya Rena bisa menebak apa isi hati Kiki saat ini.dengan gregetan Rena terus memancing Kiki agar cepat mengeluarkan isi hati nya.Rena tidak ingin di anggap terlalu mengatur kehidupan Nona muda nya walaupun dia sangat ingin melakukan nya demi kebaikan hubungan sang Nona muda dan juga Tuan muda.
" Baiklah Ren! Kita langsung ke kantor Mas Teguh saja.sebelum itu mampir sebentar di restoran untuk membeli bekal makan siang nya." Kiki akhirnya membuka mulut nya dan menyetujui saran yang di berikan oleh Rena.
Dia Juga harus berkorban untuk memperbaiki hubungan diantara mereka berdua.menjadi seorang istri pengusaha muda tidak seenak yang mereka bayangkan.harus mau menjadi madu dari berkas-berkas penting.harus mau di tinggal jauh keluar kota.dan harus mau merelakan mata suami tercemar karena setiap hari bertemu dengan wanita cantik dan juga seksi-seksi.
Dengan semangat 45 Rena langsung memutar balikkan mobil nya menuju arah kantor Tuan muda.
Kiki yang duduk di bagian belakang sedang menahan rasa gelisah nya akan bertemu dengan sang suami yang sudah membuat dia sedih dan juga kangen.banyak sekali pertanyaan yang akan di tanyakan oleh Kiki jika dia sudah bertemu dengan Teguh nanti.
" Berhenti di restoran depan ya Ren!" seru Kiki saat menemukan sebuah restoran khas Timur Tengah yang menjadi favorit suami nya.
Sebelum turun dari mobil, Kiki terlebih dahulu membenahi penampilan nya .mulai dari riasan wajah nya, pakaian dan rambut nya tidak terlewati oleh mata jeli Kiki, walaupun sedang hamil Kiki harus tetap menjaga penampilan nya agar tetap terlihat menarik di mata sang suami atau pun orang lain.
" Nasi kebuli,Falafel sama kebab ya Mbak." ucap Kiki menyebut kan nama pesanan nya kepada pegawai perempuan yang datang menghampiri nya.
__ADS_1
" Baik Nona, silahkan tunggu sebentar." sahut pegawai itu sambil membawa semua daftar makanan yang sudah dia tulis.
" Iya.. Terimakasih." jawab Kiki ramah.
Sambil menunggu pesanan nya siap, Kiki duduk di kursi makan sambil memainkan ponsel bertukar pesan dengan ketiga sahabat lawak nya.
Saat Kiki mengangkat pandangan nya karena merasa perih terus menatap layar ponsel, tidak sengaja Kiki melihat mobil yang mirip dengan mobil suami nya melintas di depan restoran itu dan menuju tol luar kota.
" Mas Teguh." batin Kiki terus memperhatikan mobil itu yang semakin hilang dari jangkauan mata nya.di saat dia ingin melihat kembali plat mobil nya, sayang sekali mobil hitam itu sudah tidak terlihat lagi.
" Cepat banget sih hilang nya." imbuh nya membatin hebat.
Tidak ingin salah menduga Kiki berusaha menenangkan pikiran nya yang semakin over thinking kepada sang suami.
" Tenang Kiki,suami mu sedang bekerja dan berjuang demi menafkahi Kamu." sugesti positif itu Kiki ucapkan untuk menenangkan dirinya sendiri.
Di saat Kiki tengah berperang dengan pikiran nya sendiri, seorang pegawai restoran sudah datang membawa kantong plastik besar yang berisi pesanan Kiki.
" Permisi Nona,ini pesanan nya sudah siap." ujar Pegawai wanita tadi sambil tersenyum ramah.
" Oh iya." Jawab Kiki merasa di kaget kan.di kantong plastik itu telah lengket sebuah kertas yang berisi jumlah total yang harus di bayar oleh Kiki.setelah melihat total belanja nya,Kiki langsung mengeluarkan kartu sakti nya dan menyerah kan kepada pegawai wanita tadi.
Dari arah luar restoran datang lah Rena yang masuk hendak membantu membawakan kantong makan yang tidak seberapa ini.
" Rena! Kamu ngagetin Aku aja deh." keluh Kiki sambil memegang dada nya yang semakin berdetak kencang.
" Maaf Nona muda! Saya tidak sengaja." jawab Rena sambil menunduk.
" Jangan seperti itu lagi! Lagian ini cuman sedikit,biar Aku saja yang membawanya ke mobil.Kamu tidak perlu repot-repot datang ke sini." ucap Kiki memperingati Rena yang di anggap nya terlalu berlebihan.
" Ini berat Nona muda,anda tidak di perbolehkan untuk mengangkat beban yang berat.apa Nona muda lupa dengan pesan yang di katakan oleh dokter kemarin?" sahut Rena menjelaskan.
" Terserah Kamu saja Rena! Aku ikut saja." jawab Kiki langsung pergi menuju mobil setelah menerima kembali kartu nya tadi.
Rena juga ikut berlari di belakang Kiki sambil membawa kantong putih itu.
Setelah memastikan Nona muda nya duduk dengan aman dan sudah memakai sabuk pengaman,Rena mulai menjalankan mobil menuju Perusahaan Sentosa group yang gedung nya yang sudah mulai nampak dari kejauhan.
" Silahkan Nona muda." ucap Rena sambil membukakan pintu.
"Hm." jawab Kiki yang semakin merasa gelisah.
Dengan langkah ragu-ragu Kiki turun sambil membawa makanan kesukaan suami nya.
__ADS_1
" Kamu tunggu di sini dulu ya Ren! Aku mau masuk sebentar." ucap Kiki mengingat kan Rena yang selalu suka membuat dia kesal.
" Siap Nona muda,jika terjadi sesuatu segera kabari Saya." balas Rena selalu dengan perintah yang sama.
Dengan senyuman manis Kiki menyapa setiap karyawan yang berpapasan dengan nya.sebelum naik ke lantai atas ,Kiki berhenti terlebih dahulu di meja receptionist untuk menanyakan keberadaan sang suami.
" Selamat siang Nona Kiki." sapa kedua petugas wanita itu begitu ramah dan senyum manis di bibir.
" Siang juga Mbak,apa Mas Teguh ada di ruangan nya?" tanya Kiki langsung pada tujuan nya.
Kedua pegawai wanita itu saling melirik dan detik berikutnya menggeleng kan kepala.
Melihat wajah kedua pegawai wanita itu,Kiki mulai merasa awas dan tidak tenang.
" Tuan muda baru saja keluar dari kantor, mungkin 10 menit yang lalu." jawab nya lagi.
" Jangan-jangan mobil yang tadi itu benar punya nya Mas Teguh." batin Kiki sambil mengingat kembali mobil yang melintas di hadapan nya tadi.
" Kalau boleh tau Mas Teguh pergi kemana ya Mbak?" tanya Kiki semakin penasaran.
" Kami juga kurang tahu Nona ,biasa nya Tuan Teguh selalu pergi di jam makan siang seperti ini dan akan kembali 2 jam lagi." jawab teman nya yang berambut sebahu.
" Selalu pergi makan siang di luar? Kemana pergi nya Mas Teguh,Aku saja tidak pernah di ajak makan bersama? Lalu dengan siapa dia selalu menghabiskan waktu nya." batin Kiki semakin merasa sakit mendengar fakta yang di ucapkan oleh pegawai suami nya.
" Makan siang bersama Client Ya Mbak?" tanya Kiki dengan suara yang sudah bergetar.
" Tidak Nona Kiki,siang ini Tuan Teguh tidak memiliki jadwal meeting,setahu kami Tuan Teguh akan meeting jam 4 sore nanti." balas mereka secara gamblang tanpa menyadari jika Kiki sedang mengorek informasi dari mereka berdua.
" Oh.. Seperti itu, kalau begitu Saya langsung pulang saja." jawab Kiki yang sudah tidak sanggup lagi berlama-lama di dalam perusahaan ini.
Di saat Kiki hendak memutar badan nya,dari arah belakang terdengar suara yang sedang memanggil nama nya.
" Nona muda."
Kiki langsung menatap wajah lelaki yang sedang memanggil nama nya.
" Asisten Bimo! Sekretaris Ken." jawab nya sambil tersenyum getir.genangan air mata nya semakin menutup indra penglihatan nya.
tidak ingin kedua lelaki ini melihat tangisan nya Kiki sengaja memalingkan wajah nya ke arah lain,lalu dengan cepat menyeka air mata yang hampir jatuh membasahi pipi nya.
" Nona Kiki." panggil Asisten Bimo sambil menyentuh sedikit bahu Kiki yang terlihat bergetar.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰
__ADS_1