Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 74


__ADS_3

" Apa yang kalian mau sebenar nya? Dasar manusia licik.berani-berani nya kalian mengganggu rumah tangga cucuku."umpat Nenek Kamila dengan dada nya yang naik turun menahan amarah.


" Rima! Bawakan ponsel ku ke sini sekarang juga." suara Nenek Kamila menggelegar memanggil nama Asisten sekaligus tangan kanan nya saat berada di rumah.


Dengan sangat tergopoh-gopoh wanita bernama Rima ini mengantarkan ponsel milik Nenek Kamila.lalu berdiri di samping nya menunggu perintah berikut nya.


Kali ini Nenek Kamila akan turun langsung membantu cucu nya membereskan masalah ini sampai tuntas.


" Aku tidak akan pernah membiarkan kalian menikmati kegaduhan yang telah kalian ciptakan."


" Heru!" Nenek Kamila langsung berteriak setelah panggilan nya di terima oleh Putra nya yang tidak lain adalah ayah kandung Teguh.


" Mana istri mu yang tidak tahu diri itu?" tanya Nenek Kamila dengan menggebu-gebu.


" Ada apa Ma?" tanya Pak Heru bingung.


" Istri mu itu...Nenek Kamila pun mulai menceritakan kejadian yang di alami oleh cucu kesayangan nya.dengan licik nya wanita gempal itu menipu cucu nya bahkan sampai merusak rumah tangga mereka."


Rahang Pak Heru seketika mengeras mendengar apa yang di ceritakan oleh Mama nya.berarti selama ini dia telah di tipu mentah-mentah oleh teman hidup nya itu.


" Kurang ajar Kamu Yeni!" teriak Pak Heru dalam ruangan.


Bruk..Pak Heru menggebrak meja kerja sehingga membuat gelas kopi jatuh pecah hingga tak berbentuk lagi.


"Surya! Titip perusahaan sebentar,Saya ada urusan penting." ujar Pak Heru lalu pergi keluar menuju mobil nya.


Rasa nya Pak Heru ingin sekali cepat sampai ke rumah mereka.memberikan pelajaran yang tidak akan pernah di lupakan oleh Istri badung nya itu,sudah puluhan kali bahkan ratusan juta kali Pak Heru mengingat kan istri nya agar tidak lagi mengganggu kehidupan putra mereka yang sudah bahagia bersama keluarga kecil nya.Pak Heru tak habis pikir lagi dengan tingkah jahat istri nya yang seperti nya sudah mendarah daging dan susah untuk di sembuhkan lagi.


" Berani -berani nya Kamu membohongi Aku dengan alasan merawat orang tua mu." geram Pak Heru memegang erat setir kemudi nya.


" Wanita macam apa sih Kamu ini? Apa lagi yang mau Kamu cari,semua nya sudah Kamu hancur kan akibat sikap ceroboh Kamu itu." batin nya merasa gagal telah mengubah istri nya ke arah yang lebih baik.


Tidak butuh waktu yang lama,mobil milik Pak Heru sudah terparkir cantik di depan pekarangan rumah nya.Pak Heru keluar dengan tergesa-gesa bahkan sampai berlari demi bisa menemui wanita nya yang merupakan otak dari semua masalah yang sudah terjadi.

__ADS_1


Tok...


Tok...


Tok...


" Yeni.." Pak Heru terus menggedor pintu rumah nya sampai berkali-kali.


Bunda Yeni yang kebetulan sedang menikmati cemilan sambil bersantai ria di dalam kamar nya terjingkat kaget mendengar suara hantaman keras di pintu rumah nya.


Deg..


" Apa Ayah.." Bunda Yeni sibuk menetralkan detak jantung nya yang terasa mau lepas sekarang juga.wanita gempal ini sibuk mencari cara agar bisa menyelamatkan hidup nya.


" Yeni.. Cepat buka pintu nya." teriak Pak Heru sangat keras sekali.


" Bagaimana ini." gumam Bunda Yeni maju mundur ketika ingin membuka kan pintu.


Dengan memejamkan mata nya,Bunda Yeni menarik kunci pintu lalu memutar nya secara perlahan.


Bruk...


Pak Heru langsung mendorong kasar pintu panjang yang memiliki warna hitam ini.


Plak...


Plak..


" A-a-ayah!" seru Bunda Yeni menahan rasa panas di sekujur wajah bulat nya.


" Kamu ini sebenarnya waras apa tidak sih? Kok tega-teganya Kamu menghancurkan hidup anak mu sendiri,hanya karena gengsi dan ego Kamu semata."


" Apa yang ada di dalam otak Kamu ini? Hah?" hardik Pak Heru sampai mengeluarkan kata-kata pedas nya.raut wajah memohon ampun dari Istri nya di abaikan saja oleh Pak Heru.saat ini dia benar-benar kecewa berat kepada istri nya.

__ADS_1


" Apa maksud Ayah?" tanya. Bunda Yeni pura-pura tidak mengerti.


" Jangan pura-pura lupa Kamu! Aku sangat yakin Kamu masih ingat bagaimana Kamu memainkan sandiwara licik itu di depan putra ku."


" Bu-bunda nggak salah Yah, Bunda cuman di jebak sama Cindy." ucap Bunda Yeni menetes kan air mata buaya kadaluarsa.


" Cindy yang merencanakan semua nya." sambung nya lagi di tengah usaha nya menetes kan sebanyak mungkin air mata palsu.


" Kamu atau dia sama saja,sudah jelas -jelas Teguh itu putra kandung Kamu sendiri, tetapi kenapa masih juga mau Kamu ganggu hidup nya,apa yang sudah di berikan wanita pengecut itu kepada Kamu sampai Kamu rela merusak rumah tangga putra mu...Putra mu Yeni."


" Akh..." Pak Heru menjambak kasar rambut pendek nya lalu mengarah kan gumpalan tangan nya ke arah dinding keras.wajah Pak Heru menunjukkan sebuah keputusasaan.selama ini Pak Heru pikir istri nya sudah berubah menjadi lebih baik dan sudah bisa menerima pernikahan putra nya, ternyata diam nya Bunda Yeni selama ini sedang merencanakan sebuah kejutan besar untuk hidup putra nya.


" Semua yang Kamu ucap kan sudah di dengar sama yang maha kuasa.bagaimana licik nya Kamu membawa nama orang tua mu dan juga penyakit serius itu.semua nya akan ada balasan nya Yeni,semoga saja tuhan secepatnya memberikan Kamu penyakit yang Kamu minta itu." kata Pak Heru menunjuk wajah Bunda Yeni yang sudah kusut bagaikan sebuah benang merah.


" Gara-gara Kamu rumah tangga anak ku hancur berantakan,Aku tidak bisa menebak lagi apa yang akan di lakukan Teguh nanti kepada Kamu! Mama juga tidak akan mungkin tinggal diam saja.sebaik nya Kamu siap kan mental Kamu untuk menghadapi mereka berdua."


Bruk...Rasa emosi nya yang sangat tinggi membuat Pak Heru melampiaskan kepada benda yang ada di sekitar nya.


" Kemasi semua barang-barang Kamu sekarang juga.dan segera lah angkat kaki dari rumah ini."ucap Pak Heru pada akhir batas kesabaran nya.


" Ja-jangan Yah, Bunda nggak mau pergi, Bunda akan tetap berada di samping Ayah."


" Bunda minta maaf Yah,ini semua bukan salah Bunda."wanita gempal ini dengan susah payah bersujud demi memohon ampun dari laki-laki yang sudah menikahi nya selama 25 tahun ini.dia bahkan rela membalikkan fakta yang ada demi bisa menyelamatkan diri nya sendiri.


" Aku sudah tidak sanggup lagi menghadapi kegilaan Kamu! Sana pulang lah kerumah orang tua mu,dan rawat lah mereka sesuai dengan permintaan mu sendiri." Pak Heru langsung masuk ke dalam kamar membuka pintu lemari dan memasukkan asal semua baju istri nya ke dalam sebuah koper.


" Pergi!" teriak Pak Heru melempar koper yang terisi penuh kehadapan Bunda Yeni yang masih terduduk di atas lantai.


" Bunda mohon..Jangan usir Bunda Yah." pinta Bunda Yeni namun sudah tidak didengar kan lagi oleh Pak Heru yang sudah pergi meninggalkan rumah ini.


" Aku harus bagaimana ini...Tidak mungkin Aku pulang kerumah Mama Kamila, bisa-bisa tubuh bahenol ku ini di cincang habis menjadi santapan makan singa nya." Wanita bertubuh gempal ini langsung menghentikan tangis nya dan mulai memikirkan langkah berikutnya.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys..😍🥰😍🥰

__ADS_1


__ADS_2