
Pagi ini Rangga memilih berangkat ke kantor dari rumah Kiki. dan semua perlengkapan kantor nya sudah di antar oleh Nanda sebelum Bos nya terbangun dari tidur.
Sebelum berangkat kerja,Rangga terlebih dahulu menyempatkan diri untuk menemani Kiki jalan-jalan pagi mengitari perumahan yang terdapat di belakang ruko nya.
" Udah capek belum?" tanya Rangga penuh perhatian.
" Belum sih,Aku masih mau jalan ke pasar sana Bang,boleh ya!" pinta Kiki dengan menunjuk ke sebuah tempat yang sedang ramai oleh pengunjung.
" Boleh,jalan nya hati-hati ya,jangan di paksa kan kalau sudah tidak sanggup lagi,nanti biar Aku hubungi Nanda untuk menjemput kita di sini." jawab Rangga lembut tetap siaga memperhatikan kondisi kaki dan juga kesehatan Kiki.
Kiki nampak bersemangat meskipun tubuh nya sudah tidak bisa lagi berjalan selincah dulu lagi.dengan di bantu oleh Rangga akhirnya mereka berdua sampai juga di sebuah pasar tradisional yang tidak terlalu besar tapi sangat padat oleh pembeli.
" Kamu mau beli apa Ki?" tanya Rangga ketika melihat Kiki tidak kunjung menentukan pilihan nya.padahal mereka sudah berjalan mengelilingi seluruh pasar ini.
" Mmm..." Kiki nampak mengetuk dagu nya memikirkan apa yang sedang dia inginkan saat ini.
" Aku mau beli lontong sayur,telor asin,kue lapis legit,sama itu ... Bubur sum-sum." ucap Kiki menyebut kan semua yang dia inginkan kepada penjual yang sedang menatap kepada nya.
" Baik Dek, tunggu sebentar ya." jawab ibu penjual itu dan mulai memasukkan satu persatu pesanan Kiki.
Rangga yang mengetahui jika selera makan Kiki sudah meningkat hanya diam memperhatikan dan tidak punya niat sama sekali untuk melarang nya.
" Tambah kue yang warna hijau itu juga ya Buk,Saya mau semua nya." imbuh Kiki yang juga ingin mencicipi kue klepon yang di siram dengan kelapa parut.
" Iya Dek." jawab Ibu penjual nya sambil tersenyum ramah kala melihat dagangan nya hampir habis terjual.hati ibu ini sungguh sangat senang sekali karena dia bisa pulang lebih cepat dari biasa nya.
"Abang mau apa Bang?" tanya Kiki menoleh kan kepala kepada Rangga yang sedang sibuk memainkan ponsel.
" Ha.." Rangga mengangkat wajah nya karena sejak tadi dia tidak terlalu menyimak pembicaraan yang di lakukan oleh Kiki dan juga ibu yang berada di depan mereka.
" Abang mau beli yang mana?" tanya Kiki sekali lagi karena dia sangat yakin bahwa Rangga pasti sedang sibuk dengan urusan pekerjaan nya.
Rangga pun mulai meneliti setiap kue dan makanan jadul yang sedang di jajakan di depan mata mereka.
Meskipun sudah sering memakan kue yang ada di toko kue Kiki tetapi mereka berdua tetap ingin mencoba jajanan yang lain nya.
" Abang yang paling ujung aja." pinta Rangga sambil menunjuk keranjang hijau yang terdapat kue talam di dalam nya.
" Dua ya Buk." imbuh nya lalu mengambil dua lembar uang ratusan dari dalam dompet nya.
Kiki juga tidak lupa membeli kan untuk semua pegawai nya yang sedang bekerja menjaga toko kue nya yang sedang ramai pengunjung.
Setelah semua pesanan mereka di bungkus dan Rangga memaksa untuk membayar semua jumlah belanjaan mereka,Rangga langsung membawa Kiki untuk segera pulang kerumah karena waktu nya pun sudah tidak banyak lagi.
" Mau jalan atau naik mobil saja?" tanya Rangga dengan mengambil alih semua kantong kresek yang ada di genggaman tangan Kiki.
__ADS_1
" Kita jalan aja Bang,kata Dokter Ema untuk mempermudah proses kelahiran sebaiknya memang harus banyak jalan kaki dan kurangi naik mobil."sahut Kiki menerang kan.
" Baiklah Mama Kiki.mari kita mulai perjalanan nya.sebentar lagi Abang harus berangkat ke kantor." ajak Rangga mulai menuntun Kiki dengan tetap menggenggam erat tangan Kiki agar tidak hilang kendali ketika melewati panjang nya perjalanan menuju ke rumah nya.
Ketika melewati penjual sayuran Kiki tidak lupa berhenti dan membeli beberapa sayuran dan juga bahan dapur lain nya.
Rangga yang baru berjalan beberapa langkah lalu berbalik dan menatap ke arah Kiki yang juga sedang menatap ke arah depan.
" Ada apa Bang? Masih ada yang mau di beli lagi?" tanya Kiki dan langsung membulat kan mata nya ketika tangan Rangga sudah menyentuh dahi nya dan mengelap keringat yang sudah mulai membasahi seluruh wajah nya.
" Astaga , Abang! Ini kan kita lagi di pasar,malu di lihat sama orang lain." keluh Kiki lalu ibu hamil ini menatap ke sekeliling nya dan berharap tidak ada para warga dan ibu-ibu yang melihat keromantisan yang di lakukan oleh Rangga barusan.
" Biar saja,biar mereka semua tahu kalau kita ini adalah pasangan yang sangat serasi dan cocok sekali."ucap Rangga,dia mencolek dagu Kiki yang sedang di runcing kan sebelum berbalik dan kembali melanjutkan perjalanan.
Kiki tersenyum dan tersipu malu dengan perlakuan manis Rangga kepada nya.bunga-bunga di dalam hati nya mulai kembali bermekaran karena terus di pupuk dan di sirami oleh Rangga yang merupakan sahabat masa kecil nya.
Sedang kan di tempat yang berbeda tepat nya di depan rumah pribadi Teguh.Pak Man yang sedang memanas kan mesin mobil di buat kaget oleh suara keras milik Teguh.
Menyadari ada kesalahan yang terjadi di bagian depan mobil nya.mata Teguh membulat sempurna dan sangat menyayangkan jika mobil kesayangan nya harus lecet dan tergores sangat panjang sekali.
" Pak Man! Ada apa dengan mobil ku ini?" tanya Teguh dengan suara lantang nya.
Pak Man yang takut mendengar suara menggelegar milik Teguh terjingkat kaget sambil mengelus dada.
" Saya kurang paham Tuan,Saya hanya memanaskan mesin nya saja, sedang kan mobil ini sudah berada di sini sebelum Saya datang." jawab Pak Man yang memang tidak mengetahui kenapa ada bagian kerusakan yang terdapat di bagian depan, setahu dia selama ini mobil ini masih mulus tanpa ada kerusakan sedikit pun.
" Panggil wanita ****** itu sekarang." teriak Teguh kepada Mpok Nur yang baru saja datang dari dalam rumah.
" Ba-baik Tuan muda." jawab Mpok Nur gelagapan.
Mpok Nur pun berlari mencari keberadaan Tania,bahkan sampai harus mengitari seluruh bagian rumah.
" Akhir nya ketemu juga!" seru Mpok Nur dengan nafas tersengal-sengal ketika mendapati Tania sedang membersihkan kolam renang.
" Kamu di panggil sama Tuan muda sekarang juga, cepat datang ke teras depan." ucap Mpok Nur merasa lelah harus ikut menyelesaikan setiap masalah yang di perbuat oleh Tania.
" Memang nya ada apa?" tanya Tania judes.
" Aku tidak tahu,yang jelas saat ini Tuan muda sedang marah besar dan jangan Kamu tambah dengan keterlambatan Kamu.aku sudah memperingatkan." ucap Mpok Nur lalu berlalu ninggalin Tania yang sedang terpaku di tempat nya.
Tania langsung melempar sapu kolam yang dia pegang dan mengelap kasar tangan nya yang masih basah menggunakan baju yang dia pakai.
" Ada apa lagi sih?" batin Tania dengan rasa cemas nya.
" Kenapa lagi lelaki itu marah? Padahal ini masih sangat pagi sekali untuk menumpahkan kemarahannya." imbuh nya lalu berjalan dengan langkah besar menemui Teguh.
__ADS_1
Teguh berkacak pinggang berdiri di depan mobil nya.sudah 5 menit dia menunggu tetapi Tania tetap saja belum menampakkan diri nya.
" Di mana dia Mpok? Kenapa belum datang juga." tanya Teguh dengan volume suara tinggi.
" Tadi..." ucapan Mpok Nur terhenti ketika melihat kedatangan Tania dari arah belakang.
Tania berjalan dengan wajah tanpa bersalah.celana hot pant dengan baju kaos berwarna putih melengkapi penampilan nya pagi ini.
Teguh yang baru melihat penampilan Tania kembali berdecak kesal melihat tingkah Tania yang tidak tahu sopan santun,baju yang wanita itu pakai sangat pas sekali di tubuh nya sehingga dua gunung kembar nya tercetak jelas menyembul keluar.
" CK... Dasar wanita murahan!" seru Teguh dengan suara lirih.
Mpok Nur,Pak Man dan sejumlah penjaga lain nya tersenyum dalam hati menanggapi umpatan yang Teguh lontarkan.
" Cepetan jalan nya! Waktu ku sudah tidak banyak lagi." hardik Teguh menatap tajam kepada wanita yang berada di depan nya.
" Ada apa?" tanya Tania ketus.
" Jaga cara bicara mu kepada ku,Kamu hanya pembantu di rumah ini! Jangan pernah sekali-kali Kamu melawan perintah ku." ucap Teguh berapi-api.
"Mpok Nur? Siapa yang membersihkan mobil ku tadi malam?" tanya Teguh melipat tangan di dada dengan kaki yang di silang kan dan tubuh sengaja di sandarkan di body mobil nya.
" Tania Tuan." jawab Mpok Nur tidak lagi menggunakan panggilan Nona, karena sedari awal Teguh sudah melarang keras semua art nya memanggil Tania dengan sebutan itu.
" Bagus! Sekarang coba Kamu lihat ini." Teguh menarik paksa tangan Tania dengan cengkraman tangan yang sangat kuat sekali.suara kesakitan terdengar jelas dari mulut Tania.
" A-ku Aku tidak sengaja Teguh.Aku tidak tahu kenapa bisa seperti itu." jawab Tania memohon dan menggoyang kan tangan nya agar terlepas dari genggaman Teguh.
" Panggil Aku ,Tuan! Aku bukan kerabat atau teman mu.dan ingat selalu di kepala bulat mu itu kalau Aku adalah majikan Kamu." sergah Teguh tidak terima hanya di panggil nama oleh Tania.
" Maaf." jawab Tania ketakutan.
" Sekarang Kamu harus bertanggung jawab atas kerusakan yang telah Kamu perbuat,Aku tahu Kamu pasti tahu betul berapa harga mobil ku ini.tubuh mu yang jelek ini saja tidak akan bisa mengganti kerusakan yang telah Kamu perbuat." jawab Teguh mengangkat dagu nya menyombongkan diri dengan apa yang dia miliki saat ini.
Tania membulatkan mata nya melihat bagian yang di tunjuk oleh Teguh.wanita ini mulai merasa gentar dan tidak lagi berani beradu tatapan dengan mata Teguh.
" Ini mobil kesayangan ku,lecet sedikit saja ada banyak pundi rupiah yang harus Aku keluarkan.Aku harap Kamu bisa mengerti dan segera mengganti kerusakan ini.kalau tidak... Bersiap-siap lah menerima hukuman yang setimpal dengan kerusakan ini." ujar Teguh lalu masuk ke dalam mobi yang lain karena tidak tega memakai mobil nya yang sedang tergores.
Mobil itu sangat jarang sekali di pakai oleh Teguh.hanya di waktu tertentu saja dia bersedia memakai nya karena takut rusak dan warna nya memudar.
" Jalan Pak Man." titah Teguh sebelum pergi meninggalkan Tania.
Wanita ini mendengus kesal sambil mengumpat di dalam hati.karena merasa begitu sial masuk ke dalam kehidupan pria asing yang sangat arogan, pemarah dan selalu berkata kasar kepada dia.
" Papa! Mama! Tolongin Tania..Entah apa lagi nanti yang akan di lakukan kepada ku Ma,Pa." pekik Tania dengan jantung yang berdetak tak karuan.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍