
" Selamat siang ." sapa Kiki ramah kepada kedua tangan kanan suami nya.
" Selamat siang juga Nona Kiki, kenapa Nona Kiki ada di sini? Bukan kah Bos sudah pergi sejak dari tadi untuk makan siang?" ujar Bimo secara gamblang karena dia memang belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
" Ah iya.. Aku...Aku itu." Kiki menjawab dengan terbata-bata karena bingung harus berkata apa.
" Ada apa Nona Kiki?" tanya Bimo penasaran melihat gelagat mencurigakan dari raut wajah Kiki.
"Ti-tidak apa-apa Asisten Bimo! Aku harus segera pergi, mungkin saja suami ku sudah sampai di rumah saat ini." jawab Kiki asal ceplos.dia tidak tau lagi harus berkata apa,lidah nya terasa sangat kelu untuk berucap.
" Baiklah, hati-hati di jalan nya Nona,semoga kami berdua segera mendapatkan keponakan yang lucu karena mengingat Bos selalu datang telat dan pulang cepat.kami mengerti kok mungkin Bos sedang gencar nya menanam benih." ucap Asisten Bimo panjang lebar.
Deg!!
" Apalagi ini? Kenapa semua nya tidak sama seperti yang Aku harapkan." batin Kiki sambil menahan bendungan di sudut mata nya.
" I-Iya terimakasih.Aku harus pergi sekarang juga." ucap Kiki lalu berjalan keluar masih menenteng plastik yang dia bawa tadi.
Tak ingin makanan yang dia beli terbuang sia-sia,Kiki memutuskan untuk memberi makanan itu kepada seorang office boy yang kebetulan sedang lewat di depan nya.
" Ini untuk makan siang Mas." ucap Kiki sambil memberi kantong plastik hitam itu.
" Ini beneran untuk Saya Nona muda?" tanya Office boy itu sedikit kaget.hari ini dia benar-benar ketiban rezeki nomplok bisa bertemu dan mendapatkan makan siang gratis dari istri pemilik perusahaan besar ini.
" Iya Pak,ini untuk Bapak semua, Bapak boleh bagi makanan ini kepada teman Bapak atau di bawa pulang untuk keluarga Bapak di rumah." jawab Kiki lalu pergi menuju mobil nya.
Office Boy itu langsung berbinar sambil memegang perut nya yang sudah keroncongan,di tanggal tua seperti ini ada seorang bidadari yang menyelamatkan perut nya dari rasa lapar.
" Sebaiknya Aku bawa pulang saja untuk istri dan juga anak-anak." batin Office boy menatap haru makanan yang belum pernah dia makan.
Kiki terus berjalan dengan segala kegundahan nya.
Aksi Kiki memberi makanan kepada Office boy tadi tidak luput dari mata tajam Rena.
"Kenapa makanan nya malah di kasih sama Bapak Itu? " batin Rena ikut berjalan menghampiri mobil.
Asisten Bimo dan Sekretaris Ken terus berjalan menuju kantin untuk segera makan siang.kedua nya terlihat sangat kompak sekali.paras tampan yang mereka berdua miliki mampu mengalihkan semua atensi para karyawan wanita yang juga sedang makan siang di dalam kantin.namun Bimo dan Ken terlihat cuek dan santai saja dalam menanggapi nya.
" Sekretaris Ken! Apa pendapatmu tentang kedatangan Nona muda? Apa Kamu tidak merasa curiga dengan kejadian hari ini?" tanya Asisten Bimo yang sejak tadi sibuk memecahkan sendiri misteri besar ini di dalam kepala nya.
" Ada rahasia besar yang di sembunyikan oleh Bos dari kita berdua dan juga Nona Kiki,tapi Saya belum tau apa itu! Saya sangat merasa aneh dan bingung dengan sikap Bos beberapa hari terakhir." jawab Sekretaris Ken.
__ADS_1
"Pemikiran kita sama,kita harus menyelidiki nya lebih halus lagi supaya Bos tidak curiga,Aku belum siap kehilangan pekerjaan jika saja Bos melakukan sebuah kesalahan dan Nyonya besar bisa marah besar dan menendang kita semua dari perusahaan ini."
" Kita tidak boleh gegabah, sebaiknya kita makan siang dulu,nanti kita pikirkan bagaimana caranya." sahut Sekretaris Ken yang langsung melahap makanan yang sudah di antar oleh petugas kantin.
" Buka pintu nya Ren?" seru Kiki ketika mendapati pintu mobil nya masih terkunci rapat.
"Ah iya Nona muda." jawab Rena langsung menekan remote control nya.
Kiki lalu masuk dan langsung menduduk kan bokong nya sambil menahan rasa mual yang kembali terasa.
" Jalan Rena!" pinta Kiki ketika melihat Rena hanya diam tanpa menghidupkan mesin mobil nya.
Tanpa berkata-kata lagi,Rena pun menjalankan mobil nya sambil mencuri pandang ke arah Kiki yang terlihat sedih dan kecewa.
" Apa yang sudah terjadi Nona muda?" tanya Rena dalam hati nya,tanpa berani bertanya langsung kepada orang nya.
Hiks..Hiks..
Kiki menangis sesenggukan bersandar kepala di kursi mobil.
" Kamu pergi kemana sih Mas? Di mana Kamu lembur selama ini?" batin Kiki mulai curiga dan berpikir yang buruk tentang suami nya.
Fakta-fakta baru yang keluar dari mulut anak buah suami nya membuat Kiki semakin curiga dengan suami nya yang semakin berubah dan jauh dari jangkauan mata nya.
" Apa yang sudah Kamu lakukan di belakang Aku Mas? Dari rumah Kamu selalu berangkat pagi buta,dan pulang larut malam." Kiki memijit kepalanya yang kembali terasa pusing.
" Apa mungkin Mas Teguh beneran pulang ke rumah ya?" Kiki menimang-nimang kemungkinan kecil itu.
Tidak ingin berspekulasi terlalu jauh, meskipun fakta yang dia temui sudah begitu jelas,Kiki memutuskan untuk menghubungi Mpok Nur untuk menanyakan tentang kepulangan suami nya.
" Mpok Nur! Apa Mas Teguh sudah pulang ke rumah?" tanya Kiki tanpa mengucap kan salam terlebih dahulu.
" Belum Nona muda, Tuan Teguh masih di kantor." jawab Mpok Nur apa adanya.
Setelah mendengar jawaban mengecewakan dari Mpok Nur,Kiki langsung mematikan ponsel nya lalu kembali menangis sejadi-jadinya.hanya dengan cara ini lah dia mampu meluapkan rasa emosi nya yang tidak terbendung kan lagi.tidak perduli Rena melihat nya melalui kaca spion.
Rena yang sedang menyetir pun langsung menepikan mobil nya di pinggir jalan dan keluar lalu masuk ke bagian belakang.
" Ini tissue nya Nona muda."Rena menyerah kan beberapa lembar tissue bersih kepada Kiki.
" Terimakasih." ucap Kiki menerima beberapa lembar tissue itu lalu mengusap kasar di wajah nya.
__ADS_1
Rena pun mengangguk kan kepala nya lalu mengusap pelan punggung Kiki yang masih bergetar.
" Ada apa Nona muda? Kenapa Nona muda menangis histeris seperti ini.ibu hamil tidak boleh stres dan tertekan seperti ini,bahaya untuk kesehatan mental dan juga bayi yang ada di dalam rahim Nona muda." ucap Rena menenangkan Kiki yang terisak dengan linangan air mata yang tidak berhenti menetes.
" Aku tidak apa-apa Ren! Ayo jalan kan mobil nya." titah Kiki sejenak menghirup udara banyak -banyak untuk melonggarkan dada nya yang terasa sempit.
" Nona muda yakin baik-baik saja? Saya siap menjadi teman curhat untuk Nona muda." ujar Rena menawarkan diri nya sebagai tanda perduli.
" Ti-tidak apa-apa Rena! Kamu kembali saja ke tempat mu,Aku baik-baik saja." tolak Kiki yang masih ragu untuk menceritakan semua masalah nya kepada Rena.hati Kiki tidak yakin jika Rena adalah orang yang tepat,karena Rena bekerja atas perintah Tuan muda nya ,gaji yang dia terima pun berasal dari rekening Tuan muda nya.
" Baik Nona muda." jawab Rena dan kembali masuk ke kursi depan.
Kiki tidak bisa berpikir jernih lagi, kepala nya terasa sangat pusing, perut nya kembali terasa di aduk -aduk.
Huft....Huft...Huft..
Kiki menarik nafas nya dalam - dalam lalu mengeluarkan nya melalui hidung.berulang kali dia melakukan hal yang sama agar pikiran dan perasaan bisa tenang tak lagi memikirkan laki-laki yang sudah menorehkan luka di hati nya.
" Rena! Tolong antar kan Aku ke jalan Kenangan." ucap Kiki dengan deru nafas yang sudah tenang.
" Baik Nona muda."jawab Rena patuh,tidak ada lagi yang bisa dia jawab selain iya dan baik Nona muda, walaupun sebenarnya Rena sangat mencemaskan keadaan Kiki yang sedang tidak baik-baik saja dan ingin melarang nya untuk bepergian dulu, tetapi lagi dan lagi status Rena tidak lah sekuat itu.
Mobil yang di kendarai oleh Rena mulai memasuki kawasan jalan yang di ucapkan oleh Kiki.
" Lurus saja Ren! Sampai buntu." ujar Kiki memberi petunjuk jalan kepada Rena yang sedang bingung mencari tempat tujuan.
Rena melaju kan mobil nya sangat pelan saat menyadari tempat yang di tunjuk oleh Kiki sudah sangat dekat.
Ponsel Kiki berdering singkat di dalam tas nya sebagai pertanda ada pesan yang masuk.
Kiki langsung membuka kotak pesan yang dikirim oleh Nomer baru itu.
Jleb!! Pesan itu...
" Mas!" ucap Kiki lirih.
Kiki langsung membekap kuat mulut nya dan mata nya kembali mengeluarkan cairan bening.
" Seperti nya Aku memang tidak pantas hadir dalam kehidupan Kamu Mas." gumam Kiki pasrah dan hati nya semakin sakit.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys..
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐ nya jangan lupa di pencet juga ya.
Terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰