
Kiki berlari pelan menyusuri setiap jalan dan pepohonan yang rimbun.danau ini menjadi saksi cinta mereka berdua.dulu Kiki dan Teguh sering datang kesini menghabiskan waktu dengan saling bercerita tentang masa lalu dan juga masa depan.di danau ini juga lah Kiki dan Teguh sering menangis sesenggukan menceritakan berat nya perjuangan kisah cinta tanpa restu orang tua.Kiki semakin terisak kala mengingat foto yang dikirim dari orang tidak di kenal tadi. wajah Teguh terlihat bahagia menikmati makanan yang ada di depan nya sedang kan di samping nya ada seorang wanita cantik yang sedang tersenyum menatap wajah Teguh. rumah pohon berwarna biru itu menjadi saksi bisu kesedihan Kiki untuk hari ini.
" Siang ini Aku datang sendirian tanpa ada dia lagi yang menemani Aku." batin Kiki menengadah kan kepala nya dengan kedua tangan yang menutupi seluruh wajah nya.
Selang beberapa menit kemudian, ponsel Kiki kembali berdering pelan pertanda jika sebuah pesan telah masuk lagi.
Dada Kiki semakin tersayat pilu kala melihat pesan dari nomer yang sama seperti tadi pagi.
3 buah foto masuk kembali dan semakin membuat hancur hati Kiki.
" Kamu punya waktu untuk orang lain,tapi tidak untuk Aku."
" Bodoh nya Aku yang terlalu percaya jika cinta Kamu masih tetap untuk ku."
"Aku sadar siapa diri ku ini! Hanya seorang menantu yang tidak di harapkan.dan bukan tandingan keluarga kalian." ucap Kiki lirih.
Ekor mata nya tidak sengaja melihat sepasang kekasih sedang berpelukan mesra dengan menggunakan gaun pengantin.pikiran Kiki kembali menerawang jauh ke belakang mengingat pernikahan nya yang di gelar dadakan,mewah dan tanpa kehadiran kedua mertuanya.
"Hari itu Aku merasa orang yang paling beruntung di muka bumi ini,tapi hari ini ternyata Tuhan membuka semua tabir kepalsuan yang berusaha Kamu tutup."
Air mata Kiki semakin mengalir deras membasahi seluruh wajah nya.tangisan Kiki membuat semua pengunjung danau indah ini menatap iba dan juga kasihan kepada nya.
Sejak awal Kiki memasuki kawasan danau ini ada sepasang mata yang terus memperhatikan nya.mata tajam itu tidak berkedip sedetik kala mendapati sosok yang sangat dia rindukan tiba-tiba saja berjalan sambil menangis sesenggukan.
" Seperti nya Kamu sedang butuh tissue." ujar pria itu sambil menyerah kan sebungkus tissue yang baru saja dia beli di warung tepi jalan.
Kiki memelankan suara isakan nya kala merasa mendengar suara yang tidak asing bagi telinga nya.perlahan dia angkat wajah nya demi bisa melihat siapa yang sedang berdiri di samping kursi nya.
__ADS_1
" Ab-abang Rangga." tebak Kiki membulat kan mata nya yang sudah bengkak itu.Kiki pun langsung berdiri menatap intens wajah teman bermain nya dulu.
Rangga pun mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum hangat.
" Ternyata Kamu masih mengenali Abang! Walaupun sudah terpisah cukup lama wajah tampan Abang ini ternyata masih lengket di kepala Kamu." ucap Rangga si pria pemberi tissue tadi.dia lantas mengulur kan tangan nya sebagai tanda perjumpaan setelah beberapa tahun terpisah karena Rangga harus ikut kedua orang tua nya ke luar negeri.
" Abang! Jangan meledek seperti itu.Aku masih menunggu penjelasan dari Abang kenapa pergi tanpa berpamitan kepada ku." Kiki tidak membalas uluran tangan Rangga melainkan langsung memeluk tubuh kekar Rangga yang lebih berisi dan berotot dari sebelumnya.
" Nanti akan Abang jelaskan, sekarang hapus dulu air mata Kamu ,wajah cantik Kamu ini tidak cocok di basahi oleh air bening ini." ucap Rangga langsung membantu mengelap air mata Kiki menggunakan tissue pemberian nya.
" Terimakasih kasih Bang." balas Kiki namun sedetik kemudian kembali menetes kan air mata.perlakuan manis yang Rangga berikan kepada nya membuat Kiki teringat kembali kepada sosok sang suami.
" Dulu ! Kamu yang sering membantu menghapus air mata ku ini,Namun sekarang kebalikan nya,Kamu yang menjadi alasan kenapa Air mata ini bisa jatuh sebanyak ini."
Rangga yang melihat Kiki kembali menangis langsung mengernyit kan dahi nya dan membawa kembali Kiki ke dalam pelukan nya.
Sewaktu masih bertetanggaan dulu, Rangga yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama menyimpan rasa kepada Kiki,namun karena sebuah alasan Rangga memilih menyimpan rasa itu di dalam hati nya sampai menunggu waktu yang tepat untuk mengungkap kan nya.bertahun- tahun lama nya menunggu mendapatkan kesempatan emas itu,namun semua nya harus kandas saat mengetahui Kiki sudah menikah dengan seorang pria kaya raya dan merupakan pilihan nya sendiri.
" Hiks...Hiks..Hiks." Kiki semakin nyaman menumpahkan segala kekecewaan nya di dalam dekapan Rangga,kaos polos yang Rangga pakai sudah basah kuyup oleh air mata kesedihan nya.
" Apa yang sudah membuat Kamu sedih seperti ini?" tanya Rangga dalam hati nya dan tidak ingin menganggu Kiki yang masih meratapi nasib hidup nya.
" Bang! Kiki kangen banget sama Abang." ucap Kiki setelah merasa tenang dan melepas pelukan tangan nya dari tubuh Rangga.
" Jangan bohong! Abang tau Kamu tidak mungkin merasakan itu karena Kamu sudah melupakan Abang.bukti nya setiap Abang kirim pesan ke sosial media Kamu tidak pernah mendapatkan balasan." ucap Rangga sambil kembali membantu membersihkan Air mata Kiki yang masih mengalir.
" Aku jarang bermain sosial media Kak,kalau pun pas main dan nggak pernah buka pesan yang masuk,isi nya suka aneh-aneh." balas Kiki sambil menatap wajah tampan Rangga yang sudah lama dia rindukan.
__ADS_1
" Jadi maksudnya banyak cowok-cowok yang suka menganggu Kamu dan mengajak berkenalan lewat sosial media?"
" Hm." Kiki berdehem membenarkan ucap Rangga.
" Ibu sama Ayah apa kabar nya Ki? Mereka masih tinggal di tempat lama 'kan?" tanya Rangga semakin jauh.Rangga juga sudah sangat dekat dengan kedua orang tua Kiki.lama hidup bertetanggaan membuat kedua keluarga ini sudah seperti saudara kandung saja.
" Alhamdulillah baik Bang,iya Bang masih tinggal di sana kok."
" Sekarang cerita kan kepada Abang,apa yang sudah membuat Kamu sampai sesedih ini dan mengeluarkan banyak air mata?"tanya Rangga sambil memegang wajah sembab Kiki yang sudah sangat kacau.
Kedua insan ini di buat salah tingkah dengan apa yang sedang terjadi.Kiki langsung memutuskan kontak mata nya lalu menatap lurus ke arah depan.
" Abang jangan liatin Aku kayak gitu! Malu." keluh Kiki merengek manja kepada Rangga yang tidak berhenti menatap wajah sembab nya.waktu kecil dulu Rangga sering menggendong Kiki karena Kiki terus merengek takut di kejar binatang peliharaan punya tetangga yang berada di pojok rumah mereka.Rangga dengan senang hati selalu menuruti nya.karena terlalu nyaman berteman membuat Rangga menaruh rasa cinta yang besar untuk Kiki yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
" Sikap Kamu ternyata tidak pernah berubah,hanya wajah Kamu saja yang berubah semakin cantik dan cantik." tutur Rangga sambil menggenggam tangan Kiki.
Bermain berdua adalah waktu yang paling di tunggu- tunggu oleh Rangga,dia bisa melihat sepuas hati nya wajah Kiki saat tertawa lepas.dia juga sangat menyukai sifat manja Kiki kepada nya.
"Ternyata lama tinggal di luar negeri membuat Abang semakin pintar dalam urusan menggombal."
Hahahaha...Rangga tertawa mendengar ucapan Kiki.
" Sekarang cerita kan kepada Abang,kenapa Kamu menangis di tempat ini."
" Aku..."
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰
__ADS_1