
Rangga yang sudah mendapatkan kabar tentang pernikahan Teguh dari anak buah nya merasa sangat lega.kali ini tidak akan ada lagi orang yang bisa memisahkan mereka berdua.
" Semoga pernikahan mu langgeng sampai selamanya." gumam Rangga dalam hati nya.dan bergegas mengambil kunci mobil menuju ruko tempat tinggal Kiki.
Hari ini Rangga sengaja menyetir sendiri mobil nya.karena sopir pribadi nya terpaksa dia standby kan di rumah Kiki untuk mengantar Kiki kemana pun dia pergi, sedang kan yang satu nya lagi sedang izin pulang kampung karena istri nya melahirkan.
Rangga mengemudi kan mobil nya dengan bersiul-siul riang sepanjang jalan.entah kenapa dia merasa begitu bahagia sekali mendengar kabar pernikahan Teguh dengan wanita lain.sejujurnya di dalam hati nya selama ini Rangga masih merasa takut dan gundah kalau saja Teguh berhasil menemukan keberadaan Kiki dan merebut Kiki kembali dari samping nya, apalagi di antara mereka berdua ada anak yang akan menyatukan mereka kembali.
Butuh waktu 15 menit saja bagi Rangga untuk sampai di ruko milik Kiki.Rangga turun dengan menenteng sebuah paper bag yang berisi baju-baju hamil yang sengaja dia pesan secara online khusus untuk Kiki.
" Ririn! Dimana Kiki?" tanya nya saat melewati pegawai Kiki yang sedang berbenah.
" Mbak Kiki ada di atas Pak." jawab Ririn gugup.ketampanan wajah yang dimiliki oleh Rangga membuat semua pegawai Kiki sering kali merasakan tidak nyaman atau grogi jika Rangga sudah datang mengunjungi Kiki.
" Hm." Rangga hanya berdehem lalu melewati begitu saja ke lima pegawai Kiki yang sedang sibuk membereskan semua etalase toko kue.
Rangga berjalan tergesa-gesa menuju lantai atas.Bi Mus yang hendak turun menuju teras belakang di buat kaget oleh kedatangan Rangga.
" Den!" sapa Bi Mus sedikit menunduk kan badan nya.
" Kiki lagi ngapain Bi?" tanya Rangga dan menghentikan langkah kaki nya.
" Non Kiki lagi tidur di atas sofa depan Tv Den,tadi nggak sengaja ketiduran di saat kami sedang menonton film." jawab Bi Mus.
" Ya ampun Bi! Kenapa di tinggal pergi?" Rangga berlari menghampiri Kiki agar ibu hamil ini tidak terjatuh dari sofa yang dia tempati.
" Bibi nggak kuat kalau harus mengangkat ke kamar Den,jadi Bibi kasih bantal aja untuk menjadi penyangga nya." sahut Bi Mus agar Rangga tidak marah.
Rangga di buat geleng kepala dengan cara tidur Kiki yang menurut nya begitu ekstrim.seharus nya ibu hamil ini bisa tidur dengan posisi kalem tanpa harus mengangkat kedua kaki nya.
Rangga lalu memperbaiki posisi kaki Kiki dan sengaja duduk di tepi sofa besar ini untuk menahan supaya Kiki tidak terjatuh ke atas lantai.
" Bibi pamit mau angkat jemuran dulu ya Den." ucap Bi Mus sebelum turun ke lantai bawah.
" Iya Bi." jawab Rangga masih fokus menatap wajah terlelap Kiki.tangan Rangga tiba-tiba saja terulur mengelus perut Kiki yang semakin membesar dan sangat bulat sekali.
Dug...
__ADS_1
Tiba-tiba saja pergerakan tangan Rangga langsung mendapat respon dari bayi yang ada di dalam sana.
" Kamu bisa merasa kan ya Nak, jangan rewel ya sayang,kasihan Mama." bisik Rangga lembut tanpa menempelkan wajah nya di perut Kiki.
Lagi-lagi Rangga di buat takjub dan merasa terharu saat ucapan nya kembali mendapat kan respon positif dari anak yang berada di perut Kiki.
Dug..
Dug..
Dug..
Perut Kiki bergerak begitu lincah nya kesana kemari akibat tendangan kuat dari bayi mungil penghuni rahim nya.
" Awh..." rintih Kiki terbangun dari tidur nya akibat guncangan kuat yang dia rasakan.
Tangan Kiki lalu mengelus lembut perut nya dan perlahan mulai mendudukkan tubuhnya untuk bersandar dengan baik.
" A-abang kapan sampai nya ?" tanya Kiki terbata-bata karena kaget melihat keberadaan Rangga.
" Tidur nya keganggu ya gara-gara tendangan si adek?" tanya Rangga.
" Iya... Tendangan nya terlalu kuat,apa karena anak cowok kali ya Bang." jawab Kiki masih mengelus perut nya.
" Bisa jadi sih,karena dia terlalu aktif dan sangat pintar sekali,saat Aku membisikkan sesuatu di depan dia aja,dedek nya langsung membalas dengan tendangan kuat nya." ucap Rangga terharu.meskipun anak yang di kandung oleh Kiki bukan merupakan darah daging nya sendiri, tetapi Rangga begitu bahagia melihat nya dan menanti kelahiran nya dengan sangat deg-degan.
" Sungguh?" tanya Kiki tidak percaya.
" Hm.." Rangga mengangguk.
" Boleh Abang ikut mengelus perut mu?" imbuh nya meminta izin.
" Boleh." jawab Kiki santai lalu berdiri agar Rangga dengan bebas bisa mengelus perut buncit nya.
Hahahaha...
Rangga tertawa bahagia merasakan tendangan demi tendangan yang di berikan oleh bayi mungil itu kala tangan nya menyentuh perut besar Kiki.
__ADS_1
" Lucu ya Ki." ujar Rangga masih setia mengelus lembut perut yang sebentar lagi akan berubah menjadi kempes.karena menurut perkiraan dokter kurang dari 4 minggu lagi Kiki akan menghadapi yang nama nya persalinan.
" Iya Bang." jawab Kiki yang sudah berkaca-kaca merasa beruntung bisa mendapatkan sosok lelaki seperti Rangga.
Tania yang merasa terkekang dengan penjagaan ketat yang di lakukan oleh anak buah Teguh memilih menidurkan kepala nya di ranjang usang sambil menatap langit -langit kamar yang dia tempati.
Pagi-pagi sekali Tania di paksa harus bangun pagi ikut membersihkan rumah seperti art lain nya.Mpok Nur yang mendapatkan tugas untuk mengawasi Tania sebenarnya merasa kasihan melihat nasib Nona muda kedua nya.tetapi melihat sikap Tania yang begitu angkuh dan sangat sombong sekali membuat Mpok Nur menghilang kan rasa perduli nya dan seakan masa bodoh dengan apa yang di alami oleh wanita itu.
Tania benar-benar merasa jenuh tanpa bisa berbuat apa-apa.hari- hari nya hanya di habiskan bersama sapu dan kain pel saja.sedangkam ponsel nya sengaja di sita oleh Teguh agar Tania tidak bisa menghubungi keluarga dan juga sahabat nya.
" Mpok Nur! teriak Teguh begitu sampai di dalam rumah nya.
" Iya Tuan muda." jawab Mpok Nur berlari ke arah depan,Rena yang kebetulan baru keluar dari arah gudang juga ikut menghampiri Tuan muda nya.meskipun Kiki tidak lagi berada di dalam rumah ini, tetapi Rena masih saja di pertahankan oleh Teguh untuk melakukan pekerjaan yang lain nya.
" Tolong siapkan Aku air panas berikut dengan baju dan jas yang akan Aku gunakan untuk menghadiri pesta malam ini." titah Teguh begitu tegas nya, semenjak kepergian Kiki beberapa bulan yang lalu kepribadian Teguh berubah drastis dan tidak pernah lagi berbicara dengan nada pelan atau pun lembut.
" Baik Tuan,akan Saya laksanakan." jawab Mpok Nur lalu mengambil tas kerja dari tangan Teguh dan membawa nya menuju kamar Teguh dan beralih menuju kamar mandi.
" Dimana wanita itu Rena?" tanya Teguh saat melihat Rena hendak pergi meninggalkan dia.
" Sedang beristirahat di dalam kamar nya Tuan.apa mau Saya panggil kan?" tanya Rena.
" Tidak perlu,apa dia berbuat kesalahan hari ini?" tanya nya lagi.Teguh sama sekali tidak bisa menerima pernikahan ini.dia melakukan semua ini hanya untuk memberikan pelajaran kepada semut-semut kecil yang sudah berani mengganggu ketenangan hidup nya.
" Seperti nya tidak Tuan." jawab Rena lagi.
" Suruh dia untuk mencuci mobil ku sampai bersih,kalau belum selesai... Dia di larang keras bisa makan dan juga istirahat malam ini!" titah Teguh begitu tega nya.
"Kapan Tuan?" tanya Rena belum mengerti.
" Tahun besok saja tunggu sampai kiamat."
" Ya sekarang lah Rena!." bentak Teguh dengan mata tajam nya.
" Maaf Tuan,akan Saya lakukan." Rena berjalan terbirit-birit menuju kamar Tania.tatapan mata tajam dari teguh membuat Rena sedikit trauma.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya Allah 🥰😍🥰🥰
__ADS_1