
"Teguh! Besok malam tolong antarkan Bunda pergi berobat untuk beberapa hari ya Nak?" pinta Bunda Yeni dengan memasang wajah memelas nya.malam ini Teguh kembali datang seperti biasa nya.tanpa di sadari oleh Teguh dia sudah terlalu jauh melangkah dan melampaui batas aman nya,kedua wanita di depan nya ini sudah merencanakan sebuah rencana besar untuk Teguh dan juga rumah tangga nya.malam besok bertepatan dengan malam yang sangat spesial untuk Teguh.karena besok adalah malam bertambah nya usia Teguh.Bunda Yeni dan Cindy sudah menyiapkan kejutan luar biasa dengan alasan meminta Teguh menemani beliau pergi berobat.
" Besok malam? Kenapa ngga pagi atau siang saja Bun?" tanya Teguh merasa heran, Sebenarnya Teguh sudah memiliki rencana ingin menghabiskan waktu nya bersama sang istri dan sekalian merayakan pertambahan usia nya.Teguh bahkan sudah meminta Bimo menyiapkan jet pribadi yang akan membawa dia dan Kiki pergi ke sebuah pulau kecil yang sangat indah dan cocok untuk menghabiskan waktu berdua sambil bermesraan.namun lagi-lagi harus gagal karena Teguh tidak kuasa menolak permintaan sang Bunda.
" Dokter nya cuman bisa nya malam Nak,karena dari pagi hingga sore Dokter Bunda kebetulan sedang banyak pasien." ujar Bunda Yeni berusaha mencari alasan yang paling tepat.
" Oh...Harus malam besok ya Bun? tanya Teguh lagi.
" Iya Nak,Bunda harus tepat waktu pergi berobat dan therapy nya,ngga boleh telat walaupun cuman satu hari." Bunda Yeni terus berusaha menyakinkan Teguh agar mau mengikuti kemauan dan masuk ke dalam rencana yang sudah mereka rancang sedemikian rupa.
" Hanya satu malam saja Nak,dan mungkin akan sampai pagi, Kamu bilang saja sama istri Kamu kalau besok Kamu ada kunjungan mendadak ke luar kota." sambung nya sambil mengajar kan Teguh cara untuk membohongi sang istri.
Huft...
Teguh menghela nafas gusar nya sambil meremas kuat kertas yang ada di tangan nya,rasa nya sangat sulit untuk membohongi Kiki lebih besar lagi.dan dia tidak akan mampu mengatakan nya.
" Baiklah Bun,Teguh bisa." jawab Teguh pada akhirnya dia harus kembali mengalah saat mengingat penyakit parah yang sedang menggerogoti tubuh sang Bunda.
" Yes.." kedua wanita licik ini bersorak gembira dalam hati mereka masing-masing.kedua kaki mereka yang terletak di bawah meja saling bersenggolan memberi kode.
Berbeda sekali dengan Teguh yang sudah tidak bernafsu lagi untuk menyantap makanan yang ada di depan dia.
" Bun! Teguh langsung pulang ya." ucap Teguh dan berlalu begitu saja meninggalkan kedua wanita ini yang masih ingin menahan dia lebih lama lagi.Cindy yang semula ingin menumpang kembali dalam mobil Teguh terpaksa mengurungkan niat nya ketika melihat Teguh sudah pergi dan mobil nya pun sudah melaju keluar dari parkiran hotel.
" Bunda rasa nya sudah tidak sabar lagi menunggu besok malam." ucap Bunda Yeni menampilkan wajah bahagia nya.
" Wahai alam cepat lah berganti waktu.Aku sudah tidak sabar lagi menunggu kehancuran rumah tangga putra ku bersama wanita miskin itu."begitu tega nya wanita paruh baya ini mengharapkan keburukan untuk sang putra,bahkan dia sampai memohon seperti ini.Ibu macam apa ini yang tega melihat anak nya hancur dan gagal dalam rumah tangga nya.
" Sebentar lagi Aku lah yang akan menjadi Nyonya Rizaldi yang sesungguhnya,bukan lagi wanita miskin dan udik itu." batin Cindy tersenyum simpul membayangkan kehidupan glamor di depan mata nya.dengan berhasil nya rencana besar ini, berarti perusahaan Papa Cindy yang sedang down bisa bangkit lagi dengan bantuan Teguh.
" Besok Kamu jangan lupa pakai baju yang lebih seksi lagi ,agar Teguh lebih tertarik lagi kepada Kamu sayang." titah sang sutradara Yeni kepada pemain sandiwara nya Cindy Claudia.
" Siap Bun.Aku akan dandan secantik mungkin dan Teguh tidak akan mampu menolak pesona ku." jawab Cindy berbangga diri.
Mobil yang di kemudikan oleh Rangga sampai di rumah Kiki tepat pada pukul 7 malam.meski sudah puas mengobrol pada siang hari tadi, tetapi Kiki masih enggan beranjak dari rumah ini.
" Nak! Kamu ngga pulang ke rumah kalian? Kasihan suami mu pulang kerja malah ngga ada siapa-siapa yang menyambut nya!" Seru Ibu Ratna mengingat kan sang putri agar segera pulang kerumah suami nya.
__ADS_1
"I-Iya Bu, sebentar lagi....Kiki masih pengen menikmati suasana rumah ini." jawab Kiki yang langsung berhambur memeluk tubuh renta sang Ibu.tangis Kiki pecah begitu saja di dalam pelukan sang ibu.
" Dia tidak butuh Aku lagi Bu! Untuk apa lagi Aku menunggu nya sedangkan waktu nya selalu dia habiskan bersama wanita lain."
" Jika saja Ayah dan Ibu tahu bagaimana cara dia memperlakukan Aku,mungkin Ayah dan Ibu tidak akan lagi mengingat kan Aku untuk menghormati dan menghargai suami yang tidak pantas Aku hargai lagi Bu."
Ayah dan Ibu Kiki saling menoleh dan mengernyit kan dahi.sikap Kiki benar-benar aneh untuk hari ini.
" Kamu kenapa menangis Nak? Apa terjadi masalah dalam rumah tangga mu?" tanya Pak Agus penuh selidik.
Deg..
Pertanyaan yang di berikan oleh sang Ayah membuat Kiki ketar-ketir.sangat mudah sekali bagi mereka untuk menebak ini.tetapi mulut Kiki belum siap untuk mengatakan iya dan alasan lain nya.
" Ngga Yah.tidak ada apa-apa,Kiki hanya masih rindu saja dengan Ayah dan juga Ibu,jangan khawatir kan Kiki.semua nya baik-baik saja." jawab Kiki dan bergantian memeluk sang Ayah yang juga sudah ikut menitikkan air mata.firasat kuat seorang Ayah tidak perlu di ragukan lagi.Pak Agus menyadari itu.tetapi beliau tidak ingin memaksa Kiki untuk berbicara.
Rangga,Riko dan Rena duduk diam menyaksikan drama pertumpahan air mata ini.
" Nak ! Pulang lah ini sudah larut malam." Ibu Ratna Kembali mengingat kan sang putri yang masih betah duduk santai di teras depan.
" Hati-hati ya Nak." ujar Ibu Ratna saat Kiki mencium punggung tangan nya dan di belakang ada Rangga dan juga Rena yang melakukan hal yang sama.
"Iya Bu.kiki pamit ya." Kiki langsung masuk ke dalam mobil nya.begitu juga dengan Rangga.
" Dada Ibu ..Dada Ayah.." Kiki melambaikan tangan nya ketika Rena mulai melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah nya.di belakang mobil Kiki masih ada Rangga yang selalu mengikuti mereka.
Sebenar nya Kiki malas sekali untuk pulang kerumahnya, tetapi dia tidak punya keberanian untuk melakukan nya.kedua orang tua nya pasti akan mencecar habis dia kalau sampai menginap tanpa di temani suami nya.
Setelah melihat mobil Kiki sudah masuk ke dalam gerbang rumah mewah nya.Rangga pun melajukan mobil nya kembali menuju hotel tempat dia menginap.ingin sekali rasanya dia menculik Kiki dan membawa jauh-jauh Kiki dari tangan Teguh, tetapi Rangga belum memiliki kesempatan itu.
" Maafkan Abang yang belum bisa membantu Kamu keluar dari masalah ini Ki." batin Rangga sambil memukul setir mobil nya.
Keadaan Rumah ini tampak sepi seperti biasa nya,malam ini Kiki pulang sedikit lambat dari hari kemarin.namun sebagai manapun dia telat pulang tidak akan pernah bisa bertemu dengan sang suami yang sibuk nya luar biasa.
Kiki masuk ke dalam kamar nya dan bergegas bergantian pakaian.Kiki sudah mulai membiasakan diri nya untuk tidak lagi perduli dengan suami nya.mau pulang atau pun tidak.itu tidak akan lagi menjadi masalah untuk Kiki.
Keesokan pagi nya,Kiki mulai mengerjap kan mata nya ketika bunyi alarm di ponsel nya berbunyi nyaring,namun mata nya langsung membulat ketika melihat bayangan Teguh sudah duduk manis di sofa ujung kamar.
__ADS_1
Karena merasa masih mimpi dan tidak percaya Kiki kembali menggosok mata nya .
" Astaga! Jangan pernah pikir kan dia lagi Kiki." batin nya lalu berjalan hendak masuk ke dalam kamar mandi.
" Pagi sayang!" suara berat Teguh terdengar menyapa Kiki yang masih belum sadar juga.
" Hah.." Kiki langsung berjingkat kaget mendengar suara itu seperti nyata masuk ke dalam telinga nya.
" Jadi Aku ngga sedang bermimpi." batin Kiki menoleh kan wajah nya agar bisa melihat ke arah sana.
" Dia benaran Mas Teguh? Tumben jam segini masih di rumah? Biasa nya sudah pergi menghabiskan waktu panjang bersama sang kekasih hati." batin Kiki terlihat cuek dan sama sekali tidak membalas sapaan dari Teguh.
Baru sampai di ujung pintu, perut Kiki tiba-tiba kembali terasa berputar-putar.
Hoek.. Hoek..Hoek..Kiki memuntahkan semua isi perut nya.karena tidak ingin Teguh mendengar dan melihat kejadian ini,Kiki bergegas mengunci pintu kamar mandi agar rahasia nya aman terkendali.
" Maaf kan Aku sayang,Aku tahu Kamu pasti marah dan kecewa sekali sama Aku."
" Aku akan menjelaskan semua nya kepada Kamu nanti.maafkan Aku yang sudah menyakiti Kamu dengan kebohongan ini." batin Teguh menatap nanar punggung Kiki yang berjalan masuk ke kamar mandi.
" Suara apa itu?"
" Seperti suara orang sedang..." Teguh langsung berdiri dari sofa dan berlari menuju pintu kamar mandi.Teguh dengan sengaja menempelkan daun telinga nya di pintu putih itu agar bisa mendengar dengan jelas asal suara itu.
"Itu suara Kiki." gumam Teguh mulai merasa khawatir,pasal nya suara itu tidak kunjung berhenti sejak tadi.
" Sayang.....Sayang..Sayang." panggil Teguh sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi..namun sayang Kiki tidak berniat menjawab sepatah kata pun.
" Duh..Gawat ini! Apa dia dengar ya suara muntah Aku tadi." Kiki langsung menghidupkan air shower dan segera menyiram jejak muntah nya.
" Aku ngga boleh ketahuan." batin Kiki sambil menggosok kan sabun ke seluruh tubuh nya.
Sedangkan di luar pintu sana,Teguh masih setia menguping apa yang sedang terjadi di dalam kamar mandi itu. setelah mendengar suara gemericik air yang saling bersahutan, Teguh mulai merasa tenang dan di tambah lagi suara seseorang sedang muntah pun sudah tidak terdengar lagi.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.🥰😍🥰😊😊
harap bersabar cerita nya masih bersambung kok.jangam terlalu cepat menghakimi karena sejati nya author juga manusia biasa.kalau suka silahkan baca jika tidak pun tidak masalah.
__ADS_1