Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 41


__ADS_3

" Kamu Kenapa sih Mas? Jangan bikin Aku khawatir begini? Apa Aku ada salah sama Kamu?" Kiki mulai bertanya-tanya dalam hati nya.


Ketika kembali mengingat nama suami nya, perut Kiki kembali bergejolak hebat minta ingin di muntah kan kembali.


" Hoek..Hoek..Hoek.." Kiki kembali mengeluarkan semua isi perut nya tanpa ada yang tersisa lagi.


" Sabar ya Nak." gumam Kiki dalam hati nya sambil mengelus perut nya yang masih rata.


" Nona muda! Anda kenapa?" tanya Rena.


" Saya tidak apa-apa Ren,tolong bantu Saya jalan ke kamar ya." pinta Kiki dengan suara yang sangat pelan sekali.


Tubuh nya sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk berjalan menuju ke kamar.pikiran nya bercabang memikirkan suami nya yang berubah drastis.


" Apa Aku coba telpon saja ya." Kiki mulai menimbang-nimbang dengan matang.


Ketika hendak memencet tombol panggilan,Kiki langsung mengurung kan kembali niat nya ketika melihat pesan yang dia kirim tadi sore sampai malam tadi saja belum di buka sama sekali oleh sang suami.


" Sebaiknya tidak usah." gumam Kiki sambil terduduk di ujung ranjang.


Rena yang melihat raut muka sedih yang terpancar di wajah Kiki ikut prihatin menyaksikan nya.namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


" Kemana sebenar nya pergi Tuan muda? Kenapa Tuan muda pergi tanpa berpamitan dulu kepada Nona muda?" gumam Rena dalam hati nya.


" Aku mau mandi dulu ya Ren,nanti untuk sarapan Aku tolong bawakan ke kamar saja." ujar Kiki yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.


" Apa Nona muda mau Saya bantu mandi nya? Saya khawatir takut terjadi sesuatu kepada Nona muda."


" Tidak perlu Ren,Aku sudah tidak apa-apa, sebaiknya Kamu langsung turun saja."


" Saya tunggu di depan pintu ini saja Nona muda,nanti kalau Nona muda sudah selesai mandi baru Saya keluar dari sini." jawab Rena kekeuh masih ingin menunggu di depan pintu.


" Tidak perlu Ren, Aku baik-baik saja."


" Izin kan Saya tetap berada di sini Nona muda,wajah Nona muda masih sangat pucat sekali, Saya takut terjadi yang tidak-tidak di dalam kamar mandi."

__ADS_1


"Baiklah." jawab Kiki pasrah.karena merasa badan nya juga masih lemah akhirnya Kiki menerima apa yang di sarankan oleh Rena.


Sedang kan di bagian kota yang tersembunyi sana,Teguh sudah sampai di tempat tujuan nya.Dengan langkah cepat , Teguh memasuki restoran tempat pertemuan mereka tadi malam.di meja ujung sana,nampak lah sang Bunda bersama wanita mantan masa lalu nya sedang duduk menunggu kedatangan nya.


Ck..Kenapa wanita itu masih berada di tempat ini." batin Teguh berdecak kesal.


Sejak tadi malam,kedua wanita licik ini tidak berhenti tertawa lepas ketika merasakan Teguh sudah mulai masuk ke dalam jebakan mereka.


" Teguh sudah datang Bun." ujar Cindy memberi kode dengan suara pelan.


Bunda Yeni langsung mengangguk kecil sambil mengedipkan mata nya.


Kedua wanita ini mulai memainkan acting mereka ketika Teguh sudah dekat dengan meja makan yang mereka duduki.


" Bunda! Di makan dong nasi nya,Bunda harus makan biar bisa minum obat." Cindy mulai memainkan sandiwara palsu nya.wajah sendu dan air mata kepalsuan menjadi andalan mereka berdua.


" Bunda lagi ngga selera Cin,Kamu makan duluan aja." jawab Bunda Yeni dengan wajah lemah yang di buat-buat.


" Tapi Bun! Ini demi kesembuhan Bunda,sini biar Cindy suapin aja Bunda makan nya." acting Cindy kali ini sangat sempurna sekali.sisi lemah lembut nya dia keluar kan dengan sangat bagus sekali.namun selembut apapun tutur bahasa nya ,hati Teguh masih belum tersentuh oleh drama kelembutan yang di mainkan.


" I- ini Bunda ngga mau makan, padahal sudah sejak tadi Aku membujuk Bunda agar mau makan." jawab Cindy sedikit takut.Teguh yang sekarang bukan lagi Teguh yang dia kenal dulu,sifat dan emosi Teguh benar-benar berubah kepada Cindy.


" Sini biar Aku saja. Kamu lanjutkan saja makan mu." ujar Teguh yang langsung menarik kasar piring milik Bunda nya.


Bunda Yeni langsung menutup senyum licik yang keluar dari wajah nya ketika melihat Teguh mulai bersimpati meskipun masih terkesan dingin.


" Bunda harus banyak makan,biar bisa minum obat dan juga melawan rasa sakit ini!" ucap Teguh penuh perhatian.


" Tapi Nak,Bunda lagi ngga selera makan, semenjak sakit ini selera makan Bunda berkurang drastis." tutur Bunda Yeni dengan wajah yang sangat meyakinkan.


" Pintar banget si gendut ini berbohong, padahal jelas-jelas sebelum Teguh datang tadi nasi ini sudah habis 2 piring dia lahap." umpat Cindy dalam hati nya sembari memutar malas kedua bola mata nya.


Wanita gempal ini sengaja makan terlebih dahulu sebelum Teguh datang mengunjungi nya,karena pagi ini dia akan menjalankan acting tidak nafsu makan.


" Sempurna." gumam wanita bertubuh gempal ini ketika melihat putra nya terus berusaha membujuk dia.

__ADS_1


" Satu sendok saja Bun,Teguh mohon." pinta Teguh sambil menyodorkan sendok yang sudah dia isi dengan nasi beserta potongan ikan salmon.


"Buka mulut nya Bun! Nanti siang Teguh janji akan datang lagi untuk menemani Bunda makan siang, tetapi kalau Bunda ngga makan, gimana Teguh mau datang lagi!"ucap Teguh terus berusaha membujuk sang Bunda untuk makan,padahal dia sudah makan terlebih dahulu.


" Baiklah, Bunda akan paksa makan meski pun tidak punya selera, tetapi Kamu harus janji akan datang setiap jam makan ." jawab Bunda Yeni sambil tersenyum tipis.inilah yang di inginkan oleh wanita yang di panggil Bunda oleh Teguh itu, Teguh akan masuk sendiri dengan permainan yang dia buat.


" Iya Bun, Teguh janji." karena tidak tega melihat sang Bunda yang kata nya tidak berselera makan, Teguh akhirnya berinisiatif ingin menyuapi langsung Bunda nya.meskipun harus mengorbankan waktu nya yang sangat berharga sekali.


" Bunda! Teguh harus pamit sekarang.satu jam lagi Teguh ada meeting." ujar Teguh setelah selesai menyuapi habis makanan yang ada di piring besar tadi.


Meskipun sudah makan sebanyak 2 piring sebelum kedatangan Teguh,nyata nya nasi yang berada di piring ketiga ini habis juga di lahap oleh wanita yang memiliki badan gempal.


" Baiklah,tapi jangan lupa untuk datang lagi siang nanti, Bunda senang sekali bisa makan bersama dengan Kamu."


" Iya Bun."Teguh langsung berdiri dan mencium tangan sang Bunda.dia bahkan sampai lupa untuk memakan sarapannya sendiri.


" Nak, tunggu dulu,izin kan Cindy untuk ikut bersama dengan Kamu, kebetulan mobil nya Cindy sedang di bawa ke bengkel oleh sopir nya." ujar Bunda Yeni yang berusaha mendekatkan Teguh kepada Cindy.


" Teguh ngga bisa Bun, suruh saja dia naik taksi.Teguh sedang sibuk ngga sempat ngantar orang." jawab Teguh sambil berlalu meninggalkan kedua wanita ini.


" Sial!" gumam Cindy ketika mendengar penolakan dari Teguh.


" Teguh..Teguh.." panggil Bunda Yeni yang berusaha menghentikan langkah kaki sang putra,namun Teguh mengabaikan saja panggilan itu.


" Kamu yang sabar ya sayang, Teguh masih perlu waktu untuk menerima kehadiran Kamu, Bunda yakin sebentar lagi Kamu akan berhasil mendapatkan hati nya." ucap Bunda Yeni menenangkan Cindy yang terlihat kecewa.


" Iya Bun." jawab Cindy dengan muka lesu nya.namun di dalam hati nya segala sumpah serapah sudah terbang keluar dari mulut nya untuk Teguh dan juga Bunda nya.


" Jalan Pak, Aku sudah di tunggu di tempat meeting." ucap Teguh ketika sudah masuk ke dalam mobil.


" Baik tuan muda."jawab Pak Amin.


Mobil ini langsung tancap gas meninggalkan parkiran hotel dan bersiap menuju ibu kota.


Beruntung saat ini kondisi jalanan tidak sedang macet, sehingga mobil yang di kendarai oleh Pak Amin dengan leluasa bisa melaju dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys.🤭😍🥰😍


__ADS_2