
" Bos! Akhir nya Bos datang juga,sudah sejak tadi Saya mencoba menghubungi ponsel Bos, tapi tidak ada satupun yang mendapatkan balasan." ujar Bimo ketika melihat Teguh sudah datang di perusahaan nya.
" Ada apa Bimo? Kenapa Kamu terlihat khawatir begitu?" tanya Teguh sambil melepas kancing jas nya yang terasa menyesakkan dada.
" Saya mau minta berkas yang akan di gunakan untuk meeting nanti, Saya harus menyalin nya dengan jumlah yang banyak." jawab Bimo dengan cepat, waktu mereka sudah tidak banyak lagi,10 menit lagi mereka sudah harus masuk ke dalam ruangan meeting.
" Aduh! Bagaimana bisa Aku sampai lupa tentang berkas itu." ujar Teguh sambil menepuk jidat nya.
" Masih ada waktu 10 menit lagi Bos,kita masih punya waktu untuk menyalin nya." jawab Bimo dengan tenang, walaupun sejujur nya dalam hati nya saat ini mengumpat kasar.namun apa boleh buat, seorang Bos tidak akan pernah bisa di salah kan oleh bawahan nya.berbeda jika karyawan nya yang melakukan kesalahan,sang Bos dengan sesuka hati nya melampiaskan rasa marah nya kepada mereka yang melakukan kesalahan.
" Waktu 10 menit tidak akan cukup Bim,karena berkas itu ketinggalan di rumah.kondisi jalan juga sedang macet-macet nya." jawab Teguh berputus asa.untuk menjemput ke rumah pun rasa nya percuma saja,mobil nya pasti akan terkena jebakan macet parah.
" Hm... Bagaimana ya?" ucap Bimo sambil berjalan memegang dagu nya mencari solusi terbaik nya.
Sedang kan Teguh yang sedang lelah dan lapar hanya bisa menghela nafas berat nya.lagi dan lagi yang maha kuasa menegur nya dengan cara lain ketika dia terus saja membohongi istri nya.
"Kenapa setiap hari ada saja balasan yang Aku terima, Aku tau ini salah dan sangat fatal sekali, tetapi percaya lah Aku terpaksa melakukan nya." Gumam Teguh sambil mengusap kasar permukaan wajah nya.
" Bagaimana kalau kita minta bantuan Nona Kiki untuk mengirimkan melalui ponsel,cara seperti ini akan lebih baik dari pada kita harus menjemput nya.Aku akan mengetik ulang dan langsung mencetak menjadi banyak." ujar Bimo menjelaskan ide yang dia temukan.
" Minta bantuan Kiki? Apa kamu yakin?" tanya Teguh dengan wajah gelisah nya.bagaimana mungkin dia meminta bantuan kepada istri yang sedang dia bohongi dan sedang dia abaikan, untuk berbicara saja Teguh rasa nya tidak akan sanggup melakukan nya.
" Saya sangat yakin Bos! Ini adalah jalan terbaik dan jalan pintas nya." jawab Bimo sangat yakin.
" Tapi Bim.."
"Telepon Nona Kiki sekarang juga Bos,waktu kita sudah tidak banyak lagi." Bimo langsung memotong ucapan Teguh yang masih menggantung di udara.
Dengan sangat terpaksa Teguh mengeluarkan ponsel yang sengaja dia senyap kan di dalam saku celana nya,banyak sekali riwayat panggilan masuk yang tidak di terima oleh dia, begitu juga dengan kotak pesan nya yang masih berwarna merah menunjukkan ada pesan yang belum di baca oleh Teguh.
Di saat dia memilih nama kontak Kiki, berbagai macam pesan yang di kirim oleh Kiki sejak tadi malam, akhir nya terbaca sekilas oleh Teguh yang sedang mengutuk keras kesalahan yang telah dia perbuat.
" Banyak sekali pesan yang di kirim oleh Kiki,tapi tidak satupun Aku membalas nya."
__ADS_1
" Maafkan Aku sayang, Aku ngga sanggup menahan rasa bersalah ini seorang diri, Aku janji akan menyelesaikan semua ini." batin Teguh sambil memejamkan mata nya.
Satu persatu isi pesan yang di kirim oleh Kiki mulai menghantui nya.
" Mas, Kamu pulang jam berapa?"
" Mas Kamu lagi di mana sih? Kamu makan malam di rumah kan?"
" Mas kenapa telepon ku ngga di angkat-angkat?"
" Mas,jangan lupa untuk makan malam jika Kamu sedang sibuk bekerja di sana."
Ini lah deretan kata-kata yang di kirim oleh Kiki dari ponsel nya.
" Bagaimana Bos? Apa sudah di kirim?" tanya Bimo yang mengagetkan Teguh dari arah belakang.
" Be-belum Bim, teleponnya belum tersambung." jawab Teguh gugup,mau tidak mau dia terpaksa harus menghubungi sang istri detik ini juga.kelancaran meeting nya ada di tangan sang istri.namun 10 kali panggilan dia lakukan,tidak ada satu pun yang tersambung ke ponsel Kiki.
" Nomor ponsel Kiki sedang tidak aktif Bim." ucap Teguh bernafas lega.Teguh sama sekali belum menceritakan rahasia yang dia simpan kepada Bimo yang merupakan sahabat sekaligus orang kepercayaan nya, rahasia ini dia simpan seorang diri tanpa mau berbagi akibat menerima perintah dari sang Bunda.
" Ren! Tolong antarkan Aku pergi sebentar ya." pinta Kiki sambil beranjak untuk mengambil tas dan ponsel genggam milik nya.
" Baik Nona muda! Tetapi... Makanan nya belum Nona habiskan." jawab Rena begitu perhatian.
" Aku sedang tidak selera makan Ren! Melihat nasi saja rasa nya ingin sekali muntah, tetapi Aku berusaha menahan nya agar tidak sampai keluar lagi." ujar Kiki sedikit berbagi beban pikiran kepada Rena.
" Apa Nona muda masih mengalami sakit perut, sebaiknya Saya antar ke rumah sakit saja,wajah Nona muda sangat pucat sekali,dan sejak tadi pagi Nona muda tidak berhenti muntah-muntah." tawar Rena yang sudah bersiap untuk mengantar kan kemana pun Nona muda nya akan pergi.
" Memang ke sana lah tujuan Aku Ren, Aku ingin memastikan kembali bagaimana kondisi janin ku saat ini, setelah dua kali Aku menemukan hasil yang sama pada benda pipih yang Ku celup kan di dalam urine." ucap Kiki yang hanya keluar dalam hati nya.seperti rencana dia sebelum nya, kehamilan ini akan menjadi kado spesial untuk ulang tahun sang suami yang tinggal 3 hari lagi.
"Tidak apa-apa Ren, Aku sudah baik-baik saja, terimakasih Kamu sudah mau merawat dan menemani Aku sampai sekarang ini."
" Tidak perlu berterima kasih Nona Muda,ini sudah menjadi tugas Saya sebagai orang yang sudah di amanat kan untuk menjaga Nona muda."
__ADS_1
Dengan bantuan lengan Rena,Kiki akhirnya sampai juga di lantai bawah meskipun keringat dingin membasahi seluruh wajah nya.tubuh Kiki benar-benar masih lemah dan dia berusaha menguat kan demi bisa pergi ke rumah sakit.
"Rena! Dengar kan Aku baik-baik,jangan sampai rahasia ini bocor kepada orang lain selain kita berdua." pinta Kiki di saat mobil mereka mulai memasuki area rumah sakit.
" Siap Nona muda." jawab Rena patuh.
" Baiklah, sekarang ikut Aku ke dalam,jangan sampai ada orang lain yang melihat kedatangan kita, Aku ingin ini benar-benar menjadi kejutan yang sempurna untuk Mas Teguh."
" Apa maksud anda Nona muda?" tanya Rena yang belum paham.
" Nanti Kamu akan tahu sendiri apa yang Aku maksud,diam dan simpan rapat rahasia ini,kalau sampai bocor sedikit saja, Aku tidak mau lagi berteman dengan Kamu." ancam Kiki tidak main-main.sorot mata bulat nya membuat Rena langsung memundurkan posisi tubuh nya.
" Ba-baik Nona muda, Saya berjanji tidak akan membongkar nya." sahut Rena gelapan.
Karena belum membuat janji dengan dokter yang akan memeriksanya,Kiki terpaksa harus ikut mengantri di antara puluhan pasien yang lain nya.bau menyengat yang tertiup oleh hembusan angin membuat Kiki langsung berlari menuju toilet umum untuk memuntahkan isi perutnya.
Hoek..Hoek
" Apa itu arti nya Nona muda sedang hamil? Mual-mual yang di alami oleh Nona muda merupakan gejalanya,dan sekarang Nona muda meminta Saya untuk menemani nya mengantri di poli kandungan." Rena berusaha menyatukan semua serpihan puzzle yang telah dia temui.perlahan tapi pasti sebuah jawaban dia temukan dengan sendirinya setelah bersusah payah menyusun setiap kepingan yang terlihat.
"Apa Nona muda sedang hamil?" tanya Rena penuh selidik.
Kiki yang masih mengeluarkan sisa isi perut nya hanya bisa mengangguk kan kepala yang terasa lebih pusing dari sebelumnya.
"Kamu benar Ren,tolong jaga rahasia ini seperti yang Aku ucap kan tadi." pinta Kiki dengan suara lemah nya.
" Baik Nona muda,anda tidak perlu khawatir, Saya bukan lah tipe orang yang suka bergosip.rahasia Nona muda akan aman di tangan Saya." jawab Rena sambil membantu membersihkan mulut Kiki yang masih basah oleh air.
" Terimakasih,bantu Aku untuk jalan keluar Ren,rasa nya Aku sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan.tubuh ku terasa tidak bertulang lagi." ujar dengan air mata yang sudah menggenang.
" Lebih baik Saya gendong saja Nona muda ke tempat tadi,jangan di paksa untuk berjalan." jawab Rena yang tanpa menunggu jawaban yang keluar dari mulut Kiki langsung menggendong Kiki menuju kursi tunggu nya.semua mata para perawat,dokter dan pasien yang sedang mengantri tertuju kepada kedua wanita muda ini.mereka seperti adik kakak yang sesungguhnya.
" Nona Kiki Amalia." panggil sang perawat dari arah pintu yang bertuliskan poli kandungan.
__ADS_1
Kiki dengan di bantu oleh Rena langsung berdiri dan masuk ke dalam ruangan pemeriksaan itu.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys.🥰😍🥰😍