
Pagi hari Kiki terbangun dari tidur nya setelah sang Surya menyelinap masuk ke dalam kamar melalui celah-celah kecil.
" Pantesan aja Aku ngga merasa kedinginan, selimut nya ternyata masih lengket." ucap Kiki lirih.
" Apa Mas Teguh ya yang memasang nya lagi?" Kiki mulai menimbang-nimbang tentang dugaan nya.karena selama ini Kiki selalu tidur dengan kaki yang sangat lasak sekali.tidak heran lagi jika dia sering mengalami masuk angin karena selimut yang seharusnya di pakai untuk menutupi tubuh nya malah di tendang dan akhir nya menutupi lantai keramik yang begitu dingin.
Wajah Kiki langsung berubah sendu ketika dia menatap ranjang di sebelah nya sudah kosong seperti biasa nya.tidak aneh lagi,karena dari hari kemarin juga seperti itu.
Kiki lantas berdiri dari ranjang sambil menatap nanar foto-foto pernikahan mereka yang terpajang rapi di dinding kamar.
" Apa kehadiran ku menambah beban berat dalam perekonomian keluarga kita? Sampai-sampai Kamu harus bekerja terus tanpa mengenal waktu lagi?" Kiki berbicara kepada sosok Teguh yang ada di dalam bingkai foto berukuran besar itu.tak terasa air mata jatuh di pelupuk matanya.
" Sampai kapan Mas? Aku rasa nya sudah tidak tahan lagi menjalani pernikahan yang seperti ini! Aku tidak butuh uang dan harta yang banyak,Aku butuh kehadiran mu sebagai pendamping hidup ku." imbuh nya lagi.
Kiki mengusap kasar air mata dan ingus nya yang keluar secara bersamaan.dia lalu mengambil ponsel yang di simpan di atas meja kecil di dekat sofa dengan hati dag dig dug dan penuh harap.namun wajah cantik itu berubah menjadi sendu tatkala melihat pesan yang dia kirim masih dengan garis dua berwarna abu-abu.
" Apakah Kamu benar-benar sibuk sekali Mas? Sampai - sampai untuk membaca dan membalas pesan yang Aku kirim saja Kamu tidak punya waktu lagi?" tanya Kiki sambil menerka-nerka apa yang sedang di lakukan oleh suami nya saat ini.
Karena sudah tidak punya waktu banyak lagi,Kiki pun beranjak dari tempat tidur nya lalu masuk ke dalam kamar mandi.setelah selesai membersihkan tubuh nya,Kiki keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi nya ,lalu masuk ke ruang ganti untuk mengambil pakaian nya yang masih berada di dalam sana.
" Selamat pagi Nona muda!" sapa Mpok Nur ketika Kiki sudah sampai di lantai bawah.
" Pagi Mpok Nur! Rena di mana?" tanya Kiki sambil celingukan mencari keberadaan Rena.
" Mbak Rena lagi di depan Nona muda,katanya mau panaskan mobil dulu." jawab Mpok Nur sambil menggeser kan segelas susu ke hadapan Kiki.
" Oh.." Kiki mengangguk sambil tersenyum menatap Mpok Nur.
" Ini susu yang baru itu 'kan Mpok?" tanya Kiki sebelum dia meneguk habis susu hamil itu.
" Iya Nona muda,susu yang ada di kotak warna pink itu." jawab Mpok sangat lengkap.
" Oke.." sahut Kiki langsung menghabiskan isi gelas yang berukuran besar.
__ADS_1
" Mmm Mpok..Aku hari ini mau makan roti tawar saja, 'kan kemarin ngga jadi " ujar Kiki sambil nyengir.
" Baiklah Nona muda,apa Nona muda butuh yang lain lagi?" tanya Mpok Nur.
" Tidak perlu,ini sudah cukup." Kiki langsung melahap habis 2 helai roti tawar yang menurut Kiki sangat enak sekali.selera makan Kiki sejak kemarin berubah drastis.semua makanan yang dulu tidak dia sukai sudah menjadi makanan pokok nya saat ini.
" Makanan ini di bagi sama karyawan lain aja Mpok,sayang kalau di buang,Aku sama sekali belum menyentuh nya." ujar Kiki memberi saran,Kiki bahkan sudah 2 hari ini tidak menyentuh makanan yang di masak oleh para asisten nya, padahal mereka masak bukan dengan jumlah yang sedikit.
" Baik Nona muda,apa Nona muda tidak mau membawa bekal,biar saya siap kan?"
" Tidak perlu Mpok Nur,karena hari ini jadwal kuliah ku sampai jam 10 nanti." Kiki langsung menolak saran yang di berikan oleh Mpok Nur,jika ingin makan Kiki akan mencari nya di sekitar kampus, selera makan nya yang suka aneh-aneh membuat Kiki urung membawa nya.
" Aku berangkat dulu ya Mpok,titip rumah ."
Mpok Nur pun mengangguk.
" Siap Nona muda, hati-hati di jalan nya Nona muda."ucap Mpok Nur melepas kan kepergian Nona muda nya.
Kiki berjalan menghampiri Rena yang sudah berdiri tegak di samping mobil nya yang masih menyala.penampilan Rena tidak pernah gagal untuk membuat para musuh nya ketakutan.
" Silahkan Nona muda." ujar Rena sambil tersenyum tipis.sebenarnya Rena ini sangat cantik jika dia berdandan ala wanita,namun sayang nya jiwa kelelakian itu menutupi semua kecantikan nya.apalagi Rena sangat suka sekali berpakaian seperti kaum pria pada umumnya.
" Aduh! Tas sama ponsel Aku ketinggalan." ucap Kiki ketika Rena hendak menginjak pedal gas nya.
" Tolong buka pintu nya sebentar Ren,Aku mau masuk dulu."titah Kiki sambil gelisah melirik ke arah jam tangan nya.waktu Kiki hanya tinggal 30 menit lagi untuk bisa sampai ke kampus,masuk kuliah pagi membuat Kiki khawatir akan terjebak macet nya ibu kota.
" Biar Saya saja yang akan mengambil kan nya Nona muda, sebaiknya Nona muda tunggu di dalam mobil saja." jawab Rena menahan tangan Kiki yang hendak membuka pintu.
" Baiklah." sahut Kiki pasrah, wanita ini cukup sadar dengan kondisi tubuh nya saat ini,tidak mungkin bagi dia untuk berlari menuju lantai 3 sedang kan di dalam perut nya sudah ada calon anak nya yang sedang tumbuh di dalam sana.
Kiki menunggu Rena sambil melukis asal di kaca mobil, tidak butuh waktu lama bagi Rena untuk sampai dan kembali lagi ke dalam mobil.
Sambil berlari cepat Rena datang membawa tas beserta ponsel Kiki yang tertinggal di dalam kamar.
__ADS_1
" Ini Nona muda." ujar Rena menyerah kan barang itu ke tangan Kiki.
" Terimakasih Ren, lagi-lagi Aku merepotkan Kamu." jawab Kiki sungkan.
" Tidak apa-apa Nona muda,ini sudah menjadi tugas Saya." ujar Rena kembali fokus dan mulai menginjak kembali pedal gas nya.
" Yang cepat ya Ren,Aku lagi buru-buru." sahut Kiki dari kursi belakang.
" Baik Nona muda,sabuk pengaman nya jangan lupa di pasang." Rena langsung mengingat kan Nona muda nya karena mungkin saja mobil ini tiba-tiba akan melaju dengan kecepatan tinggi.
Kiki sampai di kampus tepat pada waktunya, meskipun terjebak dalam kemacetan tetapi bisa teratasi dengan kepintaran Rena dalam mengemudikan mobil.Kiki sama sekali tidak bisa menyetir mobil karena Teguh selalu melarang dia ketika hendak meminta di ajarkan cara menyetir yang benar. Teguh bahkan sampai mengancam keras Kiki jika dia sampai nekat belajar menyetir di belakang nya.karena tidak ingin menambah masalah akhirnya Kiki menurut patuh.alhasil dia selalu tergantung dengan sopir.
Kiki mengikuti kuliah nya seperti biasa nya,masalah rumah tangga nya tidak menggangu konsentrasi Kiki dalam menyerap ilmu yang di ajarkan oleh dosen nya.hingga tepat pada pukul 10,jam kuliah pun berakhir.Kiki dan kedua teman langsung memutuskan untuk pulang karena Lusi dan Hana masih ada kesibukan lain.
" Bye Kiki." ucap Hana ketika mau masuk ke dalam mobil nya.
" Iya Han." balas Kiki yang juga hendak masuk ke dalam mobil milik nya.
Tin..Tin..
Klakson milik Lusi terdengar menggema keras.
" Aku duluan ya! Lagi buru-buru." ujar Lusi dan langsung melajukan mobil nya meninggalkan kedua sahabat nya.
Di tengah perjalanan menuju ke rumah, perut Kiki kembali terasa mual,karena sudah tidak tahan lagi menahan hingga sampai ke rumah.Kiki meminta Rena untuk segera menepikan mobil nya.
" Hoek..Hoek..Hoek.." Kiki mengeluarkan semua isi perut nya.pagi ini hanya roti selai dan segelas susu hamil yang baru masuk ke dalam perut nya.itu pun sudah dia keluar kan saat ini.
" Ini minum nya Nona muda." ujar Rena sambil menyerahkan botol minuman yang sudah terbuka tutup nya.
Glek..Glek...Glek..
Kiki langsung meneguk separuh isi botol minuman itu.lalu mengelap mulutnya menggunakan tissue yang di bawa oleh Rena.
__ADS_1
" Jalan lagi Ren,Aku sudah pengin cepat - cepat sampai di rumah,kepala ku pusing sekali." ujar Kiki yang langsung menyandarkan kepalanya di kursi mobil.
Jangan Lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍