
Pagi-pagi sekali Kiki sudah terjaga dari tidur lelap nya, sebelum matahari terbit dia sudah harus membantu karyawan nya mengaduk adonan kue yang akan diperjualbelikan.mengingat hari ini dia akan pergi keluar rumah dalam waktu yang agak lama, sehingga Kiki mempersiapkan semua kebutuhan toko nya sebelum dia tinggal pergi.
Dengan di bantu oleh 3 orang karyawan dan satu art nya, semua jenis kue itu akhirnya selesai juga tepat pada pukul 07.00 pagi.
Sekarang giliran mereka untuk beberes dan menyusun di etalase kue.hari ini toko kue Kiki juga menyediakan berbagai macam gorengan yang sangat menggugah selera.
" Aku titip toko ya Rin,Aku mau siap-siap dulu." pamit Kiki yang hendak membersihkan tubuh nya dan berganti pakaian.
" Iya Mbak." jawab Ririn yang bertugas menjaga kasir.
Kiki lalu segera naik ke kamar nya karena jam sudah menunjukkan pukul 07.30.sedangkan dia sudah terlanjur membuat janji pada pukul 10 nanti.
Kiki turun dari kamar begitu mengetahui jika Rangga sudah sampai untuk menjemput nya.waktu satu jam tadi dia pergunakan untuk tidur mengistirahatkan tubuh nya yang mudah sekali merasakan lelah.
" Di mana Abang Rangga nya Bi?" tanya Kiki kepada Bi Mus.
" Lagi ke toilet sebentar Non." jawab Bi Mus sambil menunjuk kan toilet bagian belakang.
Kiki mengangguk dan memilih menunggu di depan ruko saja.wanita hamil ini tengah sibuk berbalas pesan dengan sahabat-sahabat yang jauh berada di pulau seberang.bibir Kiki tidak berhenti melukis kan sebuah senyuman ketika membaca pesan balasan yang cukup menohok dari sahabat nya.
" Udah siap?" tanya Rangga mengagetkan Kiki yang sedang sibuk dengan ponsel nya.
" Eh .. Abang! Sengaja kan mau ngagetin Kiki?" tebak Kiki yang memang sudah mengetahui sifat usil pria yang berada di belakang nya.
" Dikit! " seru Rangga sambil nyegir.
" Lagian serius amat sih,lagi balas pesan dari siapa?" imbuh nya merasa penasaran.
" Sama lusi,Hana dan juga Gita." jawab Kiki jujur.
" Pantesan lupa nengok ke belakang." ujar Rangga asal.lalu bergegas membukakan pintu mobil untuk wanita hamil ini karena waktu janjian mereka dengan dokter kandungan sudah hampir dekat.
" Langsung berangkat?" tanya Kiki menoleh ke arah Rangga.
" Hm... Abang nanti siang masih ada meeting,lagian kemarin si Adnan bikin janji nya jam 10 sama Dokter Ema." jawab Rangga lalu berlari menuju ke pintu sebelah kanan.
__ADS_1
Rangga lalu menghidupkan mesin mobil nya setelah memastikan bahwa Kiki sudah memakai sabuk pengaman nya dengan benar.pria ini cukup berhati-hati membawa mobil karena takut mencelakai Kiki.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit lebih sedikit, akhir nya mobil milik Rangga sampai juga di parkiran rumah sakit Ibu dan anak.
Rangga langsung menggandeng mesra tangan Kiki menuju ke ruangan yang sudah biasa mereka datangi.
Tok..Tok..
Rangga mengetuk pintu ruangan itu dan muncul lah seorang suster dari balik pintu berwarna putih bersih itu.
" Selamat siang Pak, silahkan masuk." ucap suster membukakan pintu lalu mempersilahkan mereka berdua untuk menemui Dokter Ema.
" Makasih sus." jawab Kiki sambil tersenyum.sedangkan pria yang berada di samping nya hanya diam sambil menatap lurus kearah depan.
" Selamat siang Mbak Kiki, bagaimana kabar nya?" tanya Dokter Ema menyambut kedatangan Kiki dan juga Rangga.
" Siang juga Dok, Alhamdulillah baik." jawab Kiki lalu duduk di depan kursi Dokter Ema.
" Apa ada keluhan?" tanya Dokter Ema sebelum mereka memulai pemeriksaan.
Dokter Ema tersenyum menanggapi penuturan Kiki.
" Rasa mual itu memang akan hilang seiring bertambah nya usia kehamilan, tetapi kadang ada juga yang mengalami mual sampai proses melahirkan datang,jangan di tahan kalau selera makan nya datang ya! Jangan takut badan nya melar atau gendut,nikmati saja karena proses ini tidak akan terulang untuk kedua kali nya." jawab Dokter Ema menjelaskan.
" Nah itu Dok,ini kalau di suruh makan lagi selalu takut gendut,padahal untuk ukuran wanita hamil bobot badan seperti ini hal yang biasa kan Dok?" sahut Rangga yang memang kadang suka geram mendengar Kiki bilang tidak ingin makan karena takut badan nya semakin melar.
" Abang!" keluh Kiki merasa malu karena rahasia nya di bocor kan oleh Rangga.
" Tidak apa-apa,jangan di paksa atau jangan di tahan selera makan nya,kasihan dedek bayi nya,padahal dia sudah sangat menginginkan asupan makanan itu." papar Dokter Ema begitu lembut nya.
Setelah suster selesai mengecek semua kondisi kesehatan Kiki,dia langsung di tuntun untuk merebahkan tubuh nya di atas brankar pemeriksaan,lalu suster mulai mengolesi perut Kiki dengan gel dingin.
" Mau lihat jenis kelamin nya nggak?" tanya Dokter Ema sambil tersenyum.
" Memang nya sudah kelihatan ya Dok?" tanya Rangga antusias.
__ADS_1
" Sudah." jawab Dokter Ema sambil memainkan alat yang dia pegang di atas perut Kiki.
"Kondisi dedek nya sehat,dan panjang nya semakin bertambah,detak jantung nya juga normal.dan ternyata jenis kelamin dedek nya sama seperti....Papa nya." sambung Dokter Ema yang selama ini memang mengetahui kalau Rangga adalah suami dari Kiki.
" Serius Dok?" tanya Rangga terlihat begitu sumringah karena sebentar lagi akan memiliki sahabat kecil yang berjenis kelamin sama seperti dia.
" Iya..Ini menara nya nampak berdiri." goda Dokter Ema yang sukses membuat wajah Rangga bersemu merah.
Setelah di rasa cukup, Dokter Ema lalu meminta Kiki untuk duduk dan mulai menulis kan resep Vitamin yang harus dia konsumsi.
" Jangan terlalu capek,jangan banyak pikiran, semakin besar usia kandungan semakin besar pula tanggung jawab Kita.semoga semua nya baik-baik saja,sampai ketemu lagi bulan depan."
ucap Dokter Ema.
" Terimakasih Dokter,kami permisi dulu." sahut Kiki yang di bantu oleh Rangga untuk berdiri dari kursi nya.
Setelah mendapatkan vitamin dan juga obat-obatan lain nya,Rangga bergegas membawa Kiki masuk ke dalam mobil nya.
" Kamu mau kemana lagi Sayang?" tanya Rangga begitu mobil nya keluar dari area rumah sakit.
" Langsung pulang aja Bang, pinggang Kiki rasa nya pegal-pegal sekali." jawab Kiki sambil mengusap pinggang nya.
" Baiklah,tapi sampai di ruko nanti ! Abang nggak mau lagi melihat Kamu membantu karyawan mu, kondisi perut Kamu sudah semakin besar dan sudah tidak bisa seperti dulu lagi." ujar Rangga mengingat kan.
" Iya Bang! Tapi Kiki kadang kasihan melihat mereka harus kelelahan melayani pembeli yang tidak ada habisnya,belum lagi mereka harus bolak balik masuk ke dapur untuk mengecek kue yang sedang mereka masak."
" Apapun keadaannya pokok nya Kamu sudah tidak boleh lagi membantu mereka,nanti Abang akan mengirim kan dua pegawai Abang untuk membantu toko kue Kamu." jawab Rangga tegas.
" Ini semua demi kehamilan dan juga kesehatan Kamu." imbuh nya menatap dalam wanita yang ada di samping nya.
" Iya Bang, makasih." balas Kiki tidak ingin protes lagi,jika sudah mendengar suara tegas milik Rangga keluar,Kiki sudah tidak berniat untuk membantah lagi sebelum peringatan keras kembali keluar dari mulut Rangga.
Sedangkan di sebuah hotel di ibu kota sana,seorang pria tengah menyesali apa yang telah dia perbuat semalam suntuk.penampilan nya terlihat kacau begitu mengetahui jika dia sudah menghabiskan malam yang panjang bersama wanita lain.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰😍
__ADS_1