Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 98


__ADS_3

" Lanjut kan pekerjaan yang sudah Kamu tinggal tadi,jangan sampai kecerobohan mu itu kembali membuat Tuan muda marah." titah Mpok Nur lalu pergi meninggalkan Tania yang sedang menggerutu kesal.


Tania mengabaikan tatapan mengejek dari semua anak buah Teguh.lalu berjalan cepat menuju kolam renang untuk melanjutkan kembali tugas nya yang belum selesai dia kerjakan.Tania yang tidak terbiasa bekerja keras seperti ini hanya bisa pasrah melakukan perintah Teguh tanpa berani melawan atau pun membantah.tidak jarang tubuh nya sering sakit dan juga pegal-pegal akibat kelelahan mengerjakan pekerjaan rumah.


Beberapa minggu tinggal di rumah Teguh, membuat tubuh Tania semakin terlihat kurus dan tidak glowing lagi seperti dulu.


" Lain kali! Jangan gunakan lagi pakaian kurang bahan mu itu,Tuan muda tidak menyukai cara berpakaian mu." sahut Mpok Nur yang sudah berdiri di dekat Tania.


" Memang nya kenapa dengan pakaian yang Aku gunakan? Ada yang salah?" balas Tania cuek.


" Ini bukan tempat memamerkan tubuh seksi! Dan harus Kamu ingat juga kalau Kamu di rumah ini adalah pembantu.di sini banyak para lelaki yang juga bekerja.jika Kamu ingin aman dan tenang.maka ubah lah cara berpakaian mu Sebelum Tuan muda kembali memarahi mu." jawab Mpok Nur lalu pergi setelah menyampaikan pesan yang di titipkan oleh Teguh sebelum berangkat tadi.


" Akh....." Tania berteriak dengan meremas rambut nya dengan kedua tangan.


" Ini salah!Itu salah...Terus Aku harus bagaimana lagi?" sungut Tania merasa tidak nyaman lagi hidup di dalam rumah yang terlalu banyak tekanan.


Tania terdiam berdiri diujung kolam menatap setiap rekan kerja nya yang lalu-lalang di depan nya dengan menggunakan pakaian tertutup dan sangat kuno sekali.


" Apa dia meminta Aku berpakaian seperti mereka?" batin Tania dalam hati nya.wanita ini lagi-lagi menggeleng kepala nya tidak mau mengikuti gaya pakaian mereka yang di anggap nya terlalu ketinggalan zaman.


" Aku harus keluar dari rumah ini,tapi bagaimana cara nya?" imbuh nya mulai mencari cara agar bisa terlepas dari cengkraman Teguh.dia sudah tidak perduli lagi dengan segala bentuk ancaman yang di berikan oleh Teguh.walaupun video itu harus tersebar sekali pun Tania tidak akan pernah perduli lagi.yang terpenting saat ini dia harus bebas dan menikmati kehidupan masa muda yang sangat berharga sekali.


Setelah selesai menemani Kiki menghabiskan sarapan pagi nya dan segelas susu hamil,Rangga bergegas pamit ke kantor karena sebentar lagi ada meeting penting yang harus dia laksanakan dengan pihak perusahaan B membahas proyek baru mereka yang akan segera di mulai.


Rangga menyelesaikan acara meeting nya hampir 2 jam lebih karena ada banyak hal penting yang harus mereka bahas sebelum proyek itu benar-benar di jalan kan.


" Nan!Apa laporan keuangan untuk proyek yang ada di pulau p sudah selesai?" tanya Rangga sambil berjalan menuju ruangan nya dan tidak lupa melonggarkan dasinya yang terasa menyesakkan dada.


" Seperti nya belum Bos,nanti akan Saya konfirmasi kan lagi sama bagian keuangan." jawab Nanda lalu membuka kan pintu untuk Rangga dan meletakkan tas kerja milik Rangga di atas meja kerja.


" Baiklah,minta mereka untuk segera menyelesaikan karena proyek itu sudah hampir selesai dan harus segera di resmikan." titah Rangga yang mulai fokus membuka satu persatu berkas yang ada di atas meja kerja nya.


" Siap Bos,Saya permisi keluar dulu." jawab Nanda masuk ke dalam ruangan nya mengambil ponsel untuk menanyakan tentang laporan keuangan kepada pihak yang bersangkutan.


Karena terlalu fokus membaca satu persatu berkas yang butuh tanda tangan nya.Rangga bahkan sampai tidak menyadari jika saat ini sudah menunjukkan pukul 18.00 wib.


Rangga meregangkan otot -otot kaku nya lalu mematikan laptop nya dan tidak lupa mengemasi barang-barang yang tergeletak di atas meja kerja.


" Ayo pulang Nan." ajak Rangga sambil berlalu meninggalkan Nanda yang terperangah melihat tingkah Bos nya.sejak tadi Nanda sudah ingin mengajak Bos nya pulang, tetapi karena melihat Rangga sangat fokus dengan pekerjaan nya membuat Nanda mengurungkan niat nya dan kembali ke meja nya berniat untuk lembur sampai malam.

__ADS_1


" Kita tidak jadi lembur, Bos?" tanya Nanda heran.


" Tidak! Memang nya siapa yang meminta Kamu untuk lembur? Cepetan jalan." titah Rangga meninggalkan begitu saja Nanda yang sedang kalang kabut membereskan meja dan juga mematikan laptop nya.


" Baru aja mau mulai ngetik,eh! Udah dia ajak pulang sama Bos,tapi nggak papa lah,Aku pun lagi malas untuk lembur." batin Nanda secepat kilat mematikan lampu ruangan nya lalu berlari menuju ke tempat parkiran sebelum dia di tinggal pergi oleh Bos nya.kebetulan hari ini Nanda tidak membawa mobil karena sejak kemarin dia selalu menggunakan mobil Rangga untuk mengantar jemput Rangga kemanapun dia pergi.


Jarak tempuh dari kantor Rangga menuju rumah nya tidak terlalu memakan waktu yang lama.hanya butuh waktu 20 menit saja Rangga sudah sampai di depan rumah nya.


" Terimakasih Nan,Kamu boleh langsung pulang." ucap Rangga lalu turun dari mobil nya.


" Baik Bos.Saya permisi dulu." Nanda lalu menjalankan mobil nya meninggalkan pekarangan rumah Rangga,malam ini dia bisa bertemu dengan kekasih nya yang sudah lama tidak dia temui karena pekerjaan yang sedang menumpuk.


" Yes.... Akhir nya malam ini Aku bisa pergi kencan juga." sorak Nanda di dalam mobil nya sambil bersiul-siul membayangkan wajah sang kekasih yang sudah lama dia rindukan.


Rangga yang sudah merasa lelah memilih pulang terlebih dahulu ke rumah nya sebelum pergi mengunjungi Kiki.karena sudah merasakan gerah yang terlampau amat menyiksa diri nya.Rangga langsung menerobos masuk tanpa mengucap kan kata permisi.


Langkah kaki Rangga terpaksa berhenti mendadak saat melihat kedua orang tua nya sudah duduk manis di meja makan.dengan tatapan mata kedua nya yang seolah sedang marah dan ingin menguliti habis diri nya.


" Mama...Papa.." ucap Rangga dengan lirih.


Kepulangan kedua orang tua nya benar-benar tidak terbaca oleh Rangga,dia bahkan belum sempat menjelaskan semua yang sudah terjadi kepada kedua orang tua nya.


" Lebih baik Kamu mandi dulu! Nanti kita bicarakan lagi." sahut Pak Budi memperingati putra nya.


Rangga yang juga sudah merasakan tidak nyaman dengan keadaan tubuh nya mengangguk menyetujui.


" Baik Pa, Ma! Rangga mandi dulu ya." Rangga berlari menaiki anak tangga menuju kamar nya.


Ibu Nahla yang sudah tidak sabar lagi ingin meminta penjelasan kepada anak nya tentang apa yang sudah dia dengar nampak menggerutu tidak menentu.jika bukan mengingat anak nya baru pulang bekerja sudah sejak tadi Ibu Nahla memarahi putra nya yang sudah membohongi mereka berdua.


Rangga bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Lima menit kemudian Rangga sudah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi.pria ini lantas membuka lemari mengambil kaos polos dan juga celana pendek.


Sadar sudah meninggal kan kedua orang tua nya terlalu lama,Rangga segera turun ke lantai bahwa sebelum kedua orang tua nya menyusul dia ke kamar ini.


" Kapan Mama sama Papa sampai di tanah air?" tanya Rangga lalu mencium punggung tangan kedua orang tua nya secara bergantian.


" Kami baru sampai tadi siang,kami sengaja pulang ke sini untuk meminta penjelasan dari Kamu." sahut Pak Budi dengan wajah tegas.

__ADS_1


Dewa sudah menceritakan semua nya kepada mereka berdua saat kedua orang tua Rangga menghubungi Dewa satu Minggu yang lalu.mereka sangat kecewa tetapi mereka berdua tidak bisa membenci Kiki karena Kiki sudah mereka anggap seperti anak mereka sendiri.


" Papa sama Mama mau mendengar kan apa lagi? Rangga sangat yakin kalau Papa sama Mama pasti sudah tahu semua nya dari Om Dewa." ucap Rangga.


" Kiki pergi dari suami nya bukan karena Kamu kan?" hardik Ibu Nahla dengan tatapan tajam nya.


Rangga pun menggeleng kan kepala nya dengan cepat.


" Bukan Ma! Kiki yang meminta supaya di bawa pergi jauh dari kota tempat mereka tinggal,Aku hanya menolong saja dan tidak pernah punya rencana untuk merebut Kiki dari suami nya , meskipun rasa cinta ku sangat besar kepada dia." jawab Rangga menjelaskan dengan sangat serius.


"Begitu Aku mengetahui Kiki tidak bahagia dan selalu di sakiti oleh bajingan itu,Aku dengan senang hati menyelamatkan dia dan tidak akan pernah Aku biarkan lagi bajingan itu menyakiti Kiki." imbuh nya menatap seksama kepada kedua orang tua nya.


" Mama tidak pernah melarang Kamu berhubungan dengan siapapun itu, termasuk juga Kiki,Mama dengan senang hati menerima Kiki di dalam keluarga kita.tapi selesai kan dulu masalah dia dengan mantan suami nya." jawab Ibu Nahla yang langsung membuat Rangga tersenyum lebar.


" Mereka sudah resmi bercerai Ma." ucap Rangga.


" Sebenar nya apa yang sudah di lakukan oleh Mantan suami nya sampai membuat Kiki meminta pergi dan berpisah?" tanya Ibu Nahla penuh selidik.


Sejujur nya jauh di dalam lubuk hati kedua orang tua Rangga mereka juga sempat ingin menjodohkan putra mereka dengan Kiki,namun semua itu tertahan setelah mendengar kabar jika Kiki sudah memiliki seorang kekasih dan bahkan sebentar lagi akan menikah.


Rangga menghela nafas panjang nya sebelum memulai menceritakan semua kejadian beberapa bulan yang lalu.


Rangga menceritakan semua nya sesuai dengan apa yang di ketahui nya dan apa yang di sampaikan oleh Kiki tanpa ada yang dia lebih kan dan dia kurangi.


Ibu Nahla terlihat mengangguk pelan.wanita paruh baya ini seolah sedang memahami sesuatu.pandangan mata nya kemudian beralih kepada sang suami yang juga nampak mengangguk kan kepala nya.


" Kasihan Kiki,besok tolong antarkan Mama untuk bertemu dia.Mama ingin sekali memeluk dia." ucap Ibu Nahla.


" Baik lah Ma,Rangga rencana nya juga ingin meminta Ibu sama Ayah untuk datang kesini karena sebentar lagi Kiki akan melahirkan." sahut Rangga yang membuat Pak Budi bersorak gembira.


" Yes...Aku sebentar lagi akan bertemu sahabat karib ku dan setelah cucu ku lahir nanti dia akan menjadi besan ku." ujar Pak Budi tersenyum miring.


" Apaan sih Pa!" Ibu Nahla sengaja menyentil paha suami nya agar tidak lagi melanjutkan khayalan tingkat tinggi nya.


Rangga merasa sangat senang sekali ternyata hubungan yang dia jalin bersama Kiki di terima oleh kedua orang tua nya dan mereka sama sekali tidak menenangkan keputusan itu meskipun mereka sudah mengetahui bagaimana keadaan Kiki saat ini.


" Secepat nya pesan kan tiket pesawat untuk mereka,dan jangan dulu kasih tahu masalah ini kepada Kiki,biar kan kedatangan kedua orang tua nya menjadi surprise untuk dia." jawab Ibu Nahla yang sebenarnya juga sudah tidak sabar ingin bertemu tetangga rasa keluarga.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰

__ADS_1


__ADS_2