
Sesampai nya di rumah,Kiki langsung bergegas menuju ke lantai atas.dia sudah tidak sabar sekali ingin mencoba benda pipih yang masih tersegel rapi di dalam bungkus nya.
" Apa Aku coba sekarang aja ya?" gumam Kiki sambil menggigit kuku nya.
" Ah...Dari pada Aku mati penasaran,lebih baik Aku coba satu dulu,besok pagi Aku coba lagi untuk memastikan nya." Kiki langsung beranjak menuju kamar mandi, tanpa mengganti baju nya terlebih dahulu.rasa penasaran nya sudah terlanjur mengubur kan segalanya.
Dengan rasa gelisah yang tidak menentu.Kiki menampung urine yang akan menjadi alat uji coba nya.
" Semoga saja hasil nya bagus." gumam Kiki sambil mencelupkan benda pipih itu ke dalam wadah kecil yang berisi urine.
Satu detik...Dua detik....Tiga detik...Hingga sampai ke menit 10 Kiki tetap setia menunggu mendapatkan hasil nya.
Tangan Kiki nampak bergetar mengangkat benda pipih itu ke atas.dengan mata yang sengaja di pejamkan.
"Satu..Dua ..Tiga.." Kiki langsung membuka sempurna kedua bola mata indah nya.dua garis yang berwarna merah jelas terlihat dari benda pipih panjang ini.
" Ya tuhan.. Ternyata Aku benaran hamil." ucap Kiki lirih sambil membekap mulut nya.
Sepersekian detik air mata kebahagiaan Kiki turun begitu saja.dia teringat dengan masa-masa kecil nya dulu,baru saja rasanya dia menikmati masa remaja dan dewasa nya , tetapi sekarang dia harus bersiap menjadi seorang istri sekaligus ibu bagi calon buah hati yang sedang dia kandung.
" Terimakasih sudah hadir dalam kehidupan Mama Nak.semoga saja dengan kehadiran Kamu bisa mempersatukan kembali dua keluarga yang belum akur 100 persen." bisik Kiki sambil mengelus perut nya yang masih rata.
" Aku harus segera mengabari Mas Teguh.pasti suami ku sangat bahagia sekali mendengar kabar baik ini." Kiki langsung berjalan cepat mencari ponsel yang masih tersimpan di dalam tas nya.
" Aduhh..mana ya? " gumam Kiki yang langsung menuang kan semua isi tas nya ke atas ranjang.
Baru saja dia hendak memencet tombol panggilan,namun sebuah ide tiba-tiba terlintas di kepala nya.
" Sebaiknya Aku jangan memberitahu kabar baik ini dulu kepada Mas Teguh,5 hari lagi Mas Teguh akan berulang tahun.ini akan menjadi salah satu kado terindah untuk dia." Kiki kembali menyimpan benda pipih itu ke dalam sebuah kotak segi panjang.karena tidak ingin ketahuan oleh suami nya, Kiki langsung memasukkan ke dalam laci paling bawah.
"Aku harus periksa ke dokter kandungan, tetapi bagaimana cara nya? Aku tidak mungkin mengajak serta Mas Teguh! Bisa - bisa surprise ini akan gagal total karena ketahuan." keluh Kiki yang bingung sendiri mencari jalan keluarnya.
Sudah 10 menit Kiki habiskan untuk mondar mandir menyusun strategi demi mensukseskan acara kejutan ulang tahun untuk suami nya.
" Sebaiknya Aku minta antar Rena dulu, supaya bisa memastikan kebenaran hasil testpack ini." ujar Kiki yakin.
__ADS_1
Hingga sore menjelang,Kiki masih betah duduk di dalam kamar nya sambil mencicil tugas kampus yang sudah menumpuk.
" Duh...Capek nya." gumam Kiki sambil merentangkan kedua tangan nya ke atas udara lalu mematikan laptop nya.
Demi menyambut kepulangan suami nya, dengan cepat Kiki masuk ke dalam kamar mandi dan bersiap untuk menyambut kedatangan suami nya pulang bekerja.
Namun siapa sangka,karena keasyikan berendam di dalam bathtub,Kiki akhirnya kembali tertidur menikmati hangatnya berendam dengan menggunakan air panas.
Aroma lemon dari sabun yang dia pakai semakin menyejukkan suasana hati nya.
" Loh Kok Aku malah ketiduran sih! Dasar tukang tidur." keluh Kiki pada diri nya sendiri ketika tidak sengaja terbangun karena merasa ingin membuang gas beracun nya.
Kiki langsung membilas tubuh nya dengan cepat di bawah guyuran air shower yang menyala.setelah selesai dia langsung bergegas memakai kembali jubah mandi nya dan berjalan keluar menuju ruang ganti.
" Cantik." gumam Kiki setelah selesai merias wajah nya dengan sedikit sentuhan make up.
Dress rumahan yang dia gunakan juga terlihat sangat lucu dan pas sekali di badan mungil nya.
Kiki turun melalui lift dan keluar menuju ruang makan.
Sebelum naik ke kamar nya tadi siang,Kiki menitipkan sebuah pesan kepada para asisten rumah tangga agar di masakkan ayam bakar bumbu rujak.
" Enak nya..." gumam Kiki menatap lapar potongan ayam yang ada di hadapan nya.
Sudah hampir 3 jam Kiki menunggu Teguh namun sang suami tak juga kunjung datang,bahkan pesan serta telepon yang dia lakukan tak juga mendapat kan balasan.sudah 3 kali Kiki turun naik dari lantai 3 menuju lantai 1.namun sang suami masih belum juga sampai di dalam rumah.
Waktu makan malam bahkan sudah lewat dari jam biasa nya.
" Aku makan duluan atau tungguin Mas Teguh pulang dulu?" batin Kiki ragu untuk menyentuh santapan lezat yang sudah di siap kan untuk nya.
Karena sudah merasa sangat lapar sekali Kiki pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu ,namun dia sengaja makan hanya satu piring saja karena berniat ingin makan lagi nanti bersama sang suami.
Sedang kan di tempat lain, Teguh sejak pukul 4 sore tadi sudah pamit keluar dari dalam kantor nya.
" Bim! Aku pulang duluan ya.tolong handle perusahaan dulu." ucap Teguh berlalu meninggalkan perusahaan nya menuju tempat yang akan menjadi saksi pertemuan nya dengan sang Bunda.
__ADS_1
Waktu Teguh terkuras habis ketika harus ikut terjebak dalam kemacetan panjang yang ada di jalan raya menuju hotel tempat Bunda nya menginap.
Meskipun hanya duduk di kursi penumpang, tetapi ini sangat melelah kan bagi Teguh yang tidak terbiasa bermacet-macetan.
" Apa masih jauh Pak Amin?" tanya Teguh sembari terus bermain ponsel.
" Sebentar lagi kita akan sampai Tuan muda,hotel gajah itu terletak di persimpangan lampu merah depan." jawab Pak Amin yang terus mengikuti petunjuk jalan dari ponsel yang berdiri di depan.
" Baiklah." jawab Teguh kembali menyandarkan tubuh nya ke kursi.
Entah apa yang ada dipikiran nya saat ini,yang jelas dia sangat takut ketika mendengar kata sakit dari mulut sang Bunda.
" Aku belum mengabari Kiki." batin Teguh ketika bayangan wajah istri tiba-tiba melintas di kelapa nya.
" Kabari ..Jangan..Kabari .. jangan.ahhkk sebaiknya jangan dulu, Aku harus menyelesaikan dulu masalah ini, setelah itu baru nanti Aku akan membawa Kiki pelan-pelan menemui Ayah dan juga Bunda." Teguh akhirnya memutuskan untuk tidak mengabari sang istri, terlebih lagi pesan dari Bunda nya juga masih terngiang-ngiang di kepala Teguh agar jangan memberi tahu siapapun tentang pertemuan dan pembicaraan yang terjadi di antara mereka berdua.
" Kita sudah sampai Tuan muda." ucap Pak Amin yang langsung membuka pintu untuk Teguh.
" Oh....Iya Pak." jawab Teguh yang tengah sibuk mengecek ponsel nya berharap ada pesan yang masuk dari sang istri.dia bahkan sampai rela harus mengecek sosial media Kiki demi bisa mengetahui kegiatan istri nya satu hari ini. Tidak saling bertukar kabar membuat Teguh kelimpungan sendiri mengatasi rasa gelisah nya.
" Kamu lagi ngapain sayang." gumam Teguh dengan langkah ragu mencari keberadaan Bunda nya.
Huft...
Teguh menghela nafas panjang nya sebelum melangkah masuk ke dalam restoran hotel.
" Selamat malam Pak Teguh." sapa pegawai restoran sambil membungkukkan badan nya.
" Malam." jawab Teguh singkat.
" Anda sudah di tunggu di ruang khusus yang terletak di lantai dua.mari Saya antar." ucap pegawai laki-laki ini.
" Oke." jawab Teguh mengikuti langkah kaki pegawai ini sampai menuju sebuah ruangan yang begitu besar dan sangat nyaman.
" Teguh.." panggil Bunda Yeni sambil berlari kecil memeluk tubuh sang putra.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys.😍🥰😍🥰