
Empat bulan telah berlalu, kandungan Kiki juga semakin membesar dan sudah mulai terlihat meskipun dia menggunakan baju longgar,
Seperti kesepakatan yang telah mereka sepakati berdua, hubungan nya bersama Rangga semakin lebih dekat lagi.surat keputusan pengunduran diri yang Rangga ajukan juga sudah mendapatkan persetujuan dari atasan nya,kini fokus Rangga hanya tertuju kepada perusahaan dan juga Kiki.
Dewa yang sudah mengetahui kelanjutan hubungan mereka berdua pun mendukung seratus persen terhadap keputusan yang sudah mereka ambil.Dewa menerima dengan tangan terbuka kehadiran Kiki di tengah keluarga nya.
Untuk masalah kedua orang tua Rangga,mereka memilih menyembunyikan nya sampai anak Kiki lahir,karena Rangga dan Kiki berencana mengunjungi mereka di London sekalian sebagai ajang bulan madu untuk Rangga dan juga kiki.semua rencana indah itu sudah Rangga susun dengan sangat apik dan sudah mendapatkan persetujuan dari Kiki.
Awal nya Ayah dan Ibu Kiki menolak mentah-mentah hubungan yang mereka jalani,bahkan Dewa sampai harus turun tangan mendatangi keluarga Kiki di ibukota sana.berkat kegigihan Dewa dan Rangga yang terus menyakinkan kedua nya, membuat Pak Agus dan Ibu Ratna menyerah dan luluh dengan apa yang mereka lakukan.meskipun ada sedikit keraguan di hati mereka, tetapi Pak Agus cukup percaya dengan Rangga karena mereka sudah saling mengenal puluhan tahun lama nya.
Komunikasi Kiki dan ketiga sahabat nya juga sudah berjalan seperti biasa nya,mereka bertiga sudah semakin sering bertukar pesan tetapi tidak pernah berniat membocorkan rahasia keberadaan Kiki kepada Teguh yang mereka anggap sudah lalai dan sudah sengaja menyakiti sahabat dekat mereka.
" Sayang! Aku berangkat ke kantor dulu ya." ujar Rangga setelah menemani Kiki menghabiskan sarapannya.
" Iya Bang, hati-hati ya." jawab Kiki belum terlalu cair seperti Rangga.
" Nak!" Rangga sengaja berjongkok agar bisa mengajak anak yang berada di perut Kiki mengobrol.dia sama sekali tidak merasa keberatan menganggap anak ini menjadi anak nya juga.
" Papa berangkat kerja dulu ya, tolong jaga Mama." bisik nya lembut di depan perut buncit Kiki.
" Iya Papa." jawab Kiki dengan menirukan suara anak kecil.
Hahahaha...
" Gemesin banget sih."
Cup...
Rangga mencium habis pipi Kiki yang semakin membulat seperti bakpao isi coklat.
" Dada sayang." ucap nya melambaikan tangan setelah duduk manis di dalam mobil nya.
__ADS_1
Kiki pun ikut melambaikan tangan nya sampai mobil Rangga sudah tidak terlihat lagi.
Sedang kan di ibu kota sana, berbulan-bulan lama nya merenungi kesalahan nya , membuat Teguh semakin merasa bersalah telah menelantarkan istri dan anak nya.
Hari-hari nya selalu di isi dengan bekerja dan bekerja.banyak pengusaha lain yang mengundang dia untuk datang ke pesta atau sekedar mengajak makan malam, tetapi Teguh selalu menolak nya dengan alasan yang sama.
Di antara pengusaha itu bahkan ada yang sengaja ingin menjodohkan putri nya dengan Teguh , tetapi Teguh menolak keras perjodohan itu.
Saat ini pria yang sudah genap menginjak usia 28 tahun ini sedang duduk menyendiri di ruang kerja nya.alunan lagu mellow menemani aktivitas nya.sering kali pria ini bahkan sampai menitikkan air mata nya saat isi lagu yang di keluarkan sesuai dengan perjalanan hidup nya.
Di saat dia tengah sibuk menatap foto gambar diri nya sedang memeluk Kiki, Tiba-tiba saja pintu ruang kerja nya ada yang mengetuk dari arah luar dan membuat dia tersadar dari tatapan mata kosong nya.
" Masuk." ucap Teguh meletakkan kembali kembali foto itu pada tempat nya.
Mpok Nur pun masuk dengan membawa segelas kopi dan sebuah amplop besar yang berada di tangan nya.
" Selamat pagi Tuan muda." sapa Mpok Nur,hari libur ini sengaja di isi oleh Teguh dengan mengurung diri nya di ruang kerja.
" Ini saya sengaja membuatkan kopi panas untuk Tuan muda sekalian mau mengantarkan titipan surat yang di antar oleh Kurir pegawai KNE." jawab Mbok Jum meletakkan beberapa amplop yang sengaja di satukan ke dalam sebuah kantong plastik putih.
Jantung Teguh berpacu dengan cepat,wajah nya berubah menjadi semakin dingin ketika Mpok Nur meletakkan amplop tebal itu ke hadapan nya,Teguh berubah menjadi diam menahan amarah nya.pikiran - pikiran negatif nya bertebaran di kepala nya.
Dengan rasa keingintahuannya yang tinggi Teguh menerima amplop itu.
" Silakan keluar Mpok." pinta nya ketika melihat Mpok Nur masih berdiri di dekat pintu.
" Baik Tuan muda." jawab Mpok Nur yang memang tidak punya niat untuk mengganggu ketenangan batin Tuan muda nya.
Perlahan Teguh membuka amplop coklat yang terdapat lambang sebuah instansi pemerintah.
Meskipun sudah mengetahui apa isi amplop coklat itu, tetapi Teguh tetap merasa takut untuk membuka nya.
__ADS_1
"Tidak! Aku nggak mau pisah sayang." teriak Teguh dengan meremas kuat rambut nya.seluruh harta benda yang terdapat di atas meja sudah dia sapu menggunakan tangan nya.
" Jangan lakukan ini sayang,Aku masih sangat berharap kita bisa memperbaiki hubungan ini. " teriak nya lagi saat mendapati apa yang selama ini dia takuti ternyata benar-benar menjadi kenyataan sekaligus mimpi buruk untuk hidup nya.
Dada nya terasa sangat sesak sekali.air mata kelelakian nya akhir nya kembali jatuh sebagai bukti bahwa saat ini dia benar-benar sedang rapuh dan sangat kacau.
Amplop coklat itu berisi salinan putusan cerai mereka berdua.empat bulan berpisah tanpa ada nafkah yang diterima oleh Kiki serta banyak nya bukti yang di berikan oleh Kiki membuat pengadilan dengan mudah menyetujui permintaan perceraian yang di ajukan oleh pihak Kiki.
Setelah membaca nya dengan seksama dan benar terdapat nama mereka berdua.Teguh langsung merobek kasar surat putusan cerai itu.meski pun demikian apa yang telah di tetapkan oleh pengadilan tidak bisa di ganggu gugat lagi.
Teguh menjerit histeris di dalam ruangan ini.penampilan nya bahkan sudah tidak seperti manusia pada umumnya.tragis nya kisah percintaan nya membuat hidup Teguh berubah drastis.mata nya memerah menahan rasa marah yang luar biasa.di saat dia tengah fokus mencari keberadaan sang istri,ternyata Kiki diam-diam bergerak maju mengurus semua surat perpisahan mereka tanpa terendus oleh Teguh dan sejumlah anak buah nya.
Teguh melempar ke udara potongan kertas salinan perceraian nya.tangan nya kembali membuka amplop yang lain nya.sejumlah ATM lengkap dengan buku tabungan nya,sengaja di kembalikan Kiki.di dalam amplop besar itu juga terdapat cincin pernikahan berikut dengan ponsel yang pernah di beli kan oleh Teguh untuk istri nya.
" Kenapa Kamu mengembalikan semua ini sayang? Apa Kamu kamu sudah tidak cinta lagi kepada Aku? Siapa yang sudah menolong Kamu selama ini?" teriak Teguh kembali meluapkan semua isi hati nya.
Teguh membuka amplop kecil yang sengaja di selip kan di tengah-tengah buku tabungan.
Dear Mas Teguh.
Apa kabar Mas,semoga keadaan mu selalu baik-baik saja.Aku datang untuk mengembalikan semua harta yang pernah Kamu berikan kepada Aku dulu,maafkan Aku yang sudah terlanjur memakai sejumlah uang mu,jangan khawatir suatu hari nanti Aku akan datang untuk mengganti nya.terimakasih atas kebaikan mu selama ini,maafkan Aku yang belum bisa membahagiakan Kamu seperti keinginan mu dan juga keluarga mu.semoga hidup mu lebih bahagia dari sebelumnya Mas.
Salam Hormat dari Aku mantan istri mu
Kiki Amalia.
Setelah membaca surat itu,Teguh terduduk pasrah di atas lantai dengan tatapan mata tajam nya.kali ini tujuan hidup nya benar-benar sudah hilang dan tidak akan kembali lagi.dunia nya seakan berhenti berputar dari peredaran nya.kaki nya bahkan sudah tidak sanggup lagi berdiri menerima kenyataan pahit ini.
" Aku tidak boleh kalah! Aku harus melakukan sesuatu." gumam nya mengumpulkan semua tenaga untuk berpikir mencari solusi terbaik.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍
__ADS_1