
" Bagaimana ya kabar Ibu,Ayah sama Riko?" gumam Kiki setelah terbangun dari tidur nya.
" Maafkan Kiki yang belum bisa cerita semua nya kepada Ibu dan juga Ayah." imbuh nya sudah berlinangan air mata.
Kiki masih betah duduk bersandar di kepala ranjang nya, air mata yang membasahi pipi nya semakin banyak berjatuhan dan semakin membuat mata nya susah untuk melihat lagi.bayangan perselingkuhan Teguh kembali menari di kepala nya.ingin sekali rasanya Kiki turun dari ranjang ini supaya pikiran nya tidak melulu ingat tentang masalah rumah tangga nya.namun sayang nya tubuh nya masih terlalu lemah untuk di ajak berdiri apalagi untuk berjalan.
" Ki! Kenapa?" tanya Rangga ketika baru masuk ke dalam kamar nya yang di tempati oleh Kiki.
" Nggak papa kok Bang." jawab Kiki malu merasa ketahuan sedang menangis oleh Rangga.
" Jangan bohong! Cerita saja,Aku akan mendengar kan nya." ujar Rangga sudah menduduki bagian tepi ranjang.
" Kiki cuman sedang kangen sama Ibu dan juga Ayah Bang,nggak lebih." jawab Kiki singkat.
" Masa sih? Bukan karena kangen sama orang lain kan?" goda Rangga tersenyum tipis.
Pipi Kiki langsung merah karena ketahuan sedang berbohong.
" Nggak..." kilah Kiki langsung memalingkan wajah nya.
" Ini apa Bang?" tanya Kiki mengalihkan atensi Rangga terhadap diri nya.
" Surat pengunduran diri." jawab Rangga sambil membuka isi map merah itu lalu memperlihat kan nya kepada Kiki.
" Surat pengunduran diri?" beo Kiki mengucapkan kata yang sama.
" Hmmm." jawab Rangga tersenyum seolah tidak memiliki beban.
Kiki yang mengetahui bagaimana keras nya keinginan Rangga ingin menjadi seorang Polisi di buat bertanya-tanya tentang surat yang ada di depan mata nya.
" Kenapa Abang mengundurkan diri ?" tanya Kiki mengernyit kan dahi nya.
"Ini sudah menjadi keputusan Abang,sudah sangat lama Abang ini mengajukan surat pengunduran ini, tetapi selalu saja ada kendala,Abang hanya ingin fokus dengan perusahaan yang Abang bangun." jawab Rangga menjelaskan.dia tidak ingin memberikan alasan lebih rinci lagi karena tidak ingin Kiki merasa tidak nyaman dengan keputusan yang dia ambil.
" Sayang banget loh Bang!" seru Kiki yang mengetahui betul bagaimana perjuangan Rangga merawat seluruh badan nya agar bisa lolos menjadi seorang polisi.
" Abang rasa semua nya cukup sampai disini, Abang ingin terbebas dari beban yang ada di pundak Abang,Papa sama Mama juga sudah sering meminta Abang untuk mengundurkan diri karena tidak sanggup lagi melihat Abang yang selalu bepergian jauh tanpa mengenal waktu." ujar Rangga.
" Om sama Tante sudah tahu masalah ini?"
__ADS_1
" Iya...Karena desakan dari mereka juga akhirnya membuat Abang membulat kan tekad." jawab Rangga tersenyum kepada Kiki.
" Dedek bayi nya apakabar? Apa Kamu masih mual-mual juga?" tanya Rangga penuh perhatian.
" Alhamdulillah dia anteng, setelah minum obat tadi Kiki udah ngga merasa mual lagi." jawab Kiki.
" Apa Kamu sering mengalami mual seperti ini?" tanya Rangga lagi.
" Hm... Hampir setiap hari dan setiap pagi?" ucap Kiki kembali merasa sesak saat perhatian ini datang dari orang lain bukan dari suami nya sendiri.wanita ini berusaha untuk tidak menjatuhkan air mata nya.dia tidak ingin lagi terlihat lemah di depan Rangga.
" Oh ya...Terus! Teguh nggak pernah curiga gitu?"
" Setahu Aku nggak pernah,karena kita nggak pernah bertemu secara langsung,dia berangkat saat Aku masih tidur,dan pulang nya saat Aku juga sudah tidur." jawab Kiki.
" Apa dia sama sekali belum mengetahui tentang kehamilan Kamu?"
" Belum,dan Aku nggak akan pernah memberi tahu nya sampai dia tahu sendiri tentang anak nya.toh selama ini dia juga tidak pernah perduli kepada kami."jawab Kiki cuek. dia sudah tidak mau lagi berharap banyak kepada orang yang tidak menghargai dirinya.
Rangga yang tidak ingin membuat Kiki kembali terpuruk memilih diam dan tidak lagi melanjutkan pembicaraannya.kedua nya sama - sama terdiam dengan pikiran masing-masing.
" Bahagia itu tidak selalu harus bersama." gumam Kiki dengan sekelebat perasaan nya.
" Abang mau ngapain?" tanya Kiki menengadah kan kepala nya agar bisa menatap kepada Rangga yang sedang berdiri di belakang dia.
" Biar Abang sisir rambut nya." jawab Rangga lalu mulai mengayunkan sisir di rambut Kiki.
" Oh.." jawab Kiki pasrah.
Kiki yang kebetulan sedang malas ngapa-ngapain membiarkan saja Rangga berbuat semau nya saja.Rangga nampak sangat lihai dalam mengurus Kiki.bahkan dia tahu betul mengikat rambut wanita agar terasa lebih nyaman.
" Udah siap, sekarang ibu hamil ini sudah tambah cantik." ujar nya sambil tersenyum manis.
Lidah Kiki tiba-tiba saja terasa kelu lantaran mendapatkan perhatian lebih dari sosok yang dia anggap sebagai Abang nya.
" Kenapa Abang Rangga bisa melakukan itu?" tanya Kiki dalam hati nya.
Rangga lalu menyimpan kembali sisir itu ke atas meja rias dan mengambil baju ganti nya yang ada di dalam lemari pojok.
" Ini kamar Abang ya?" tanya Kiki menebak.
__ADS_1
" Iya...Dan mulai sekarang akan menjadi kamar Kamu." jawab Rangga kembali duduk di depan Kiki.
" Terus Abang tidur di mana?" tanya Kiki merasa bingung.
"Ya di sini juga." jawab Rangga asal.
Kiki langsung melotot kan mata setelah mendengar jawaban dari Rangga.
Antara mereka berdua tidak ada hubungan yang mewajibkan mereka tidur dalam satu kamar dan di atas ranjang yang sama.
" Jangan ngarang Bang,Kiki nggak mau." tolak Kiki tegas dengan mengerucutkan bibirnya.
Haahahaha...
" Gemas banget sih ini bibir." Rangga langsung menyentil pelan bibir Kiki menggunakan jari telunjuk nya.
" Bodoh amat! Pokok nya Kiki nggak mau tidur satu kamar,lebih baik Kiki tidur di luar saja." tutur nya memberikan penolakan tegas.
" Santai dong Ki! Abang cuman bercanda doang.malah di tanggapi serius sama Kamu nya."
" Abang tidur di kamar sebelah,kalau ada apa-apa Kamu bisa panggil Abang di kamar sebelah kanan." imbuh nya menjelaskan sebelum ibu hamil yang ada di depan nya semakin marah besar.
" Jangan! Abang tetap di sini aja, biar Kiki aja yang pindah ke kamar sebelah." Kiki merasa malu karena sudah mengusir pemilik kamar yang sah.dia tidak akan nyaman menempati kamar ini sementara Rangga harus berada di kamar yang bukan merupakan kamar nya.
" Nggak papa,Kamu tetap di sini aja.nggak boleh pindah kemanapun termasuk ke rumah lain." ucap Rangga tegas.
" Sampai kapan pun Kamu dan anakmu akan tetap tinggal di sini selama nya." sambung nya mengingat kan sebelum Kiki memiliki rencana ingin keluar dari rumah nya.
" Kenapa?" tanya Kiki.
" Karena satu langkah saja Kamu keluar dari rumah ini,Abang pastikan Teguh akan mengetahui keberadaan Kamu." ancam Rangga berharap Kiki mau mendengar kan nya.
" Sadis amat sih ancaman nya."Kiki langsung bergidik ngeri mendengar penuturan Rangga.
Kiki sangat tahu betul bahwa Rangga tidak akan sampai hati melakukan ini semua kepada diri nya.
" Ini khusus untuk Kamu yang keras kepala." jawab Rangga sambil nyengir.
Kiki dan juga Rangga langsung tertawa bersama mengetahui kekonyolan mereka berdua.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰