
" Kenapa kami di usir dari rumah ini Ma? Kami juga ahli waris dari Mama." ucap Bunda Yeni tidak tahu malu.
Pak Heru langsung memijit pelipisnya ketika mendengar pertanyaan yang tidak berbobot keluar dari mulut sang istri.
" Saya tidak perlu menjawab pertanyaan Kamu! Dan perlu Kamu ketahui sekali lagi supaya Kamu tidak pikun,jika ahli waris dari semua harta Saya adalah cucu tunggal keluar Rizaldi bukan kalian berdua." jawab Nenek Kamila dengan wajah marah nya.
" Keluar dari kamar Saya sekarang juga!" bentak Nenek Kamila dengan volume suara tinggi.
Pak Heru langsung keluar tanpa berani membantah lagi.sedang kan Bunda Yeni berlari bertekuk lutut dihadapan Nenek Kamila.
" Ma,Yeni mohon! Jangan usir kami dari rumah ini,kami tidak punya tempat tinggal lagi selain rumah ini Ma."Bunda Yeni memohon ampun dan mencoba meraih Nenek Kamila.
Mereka tidak boleh sampai pergi dari rumah mewah ini.
Namun Nenek Kamila beringsut menjauhi menantu nya.
"Saya tidak butuh lagi penyesalan dan permohonan dari mulut racun Kamu itu! Kenapa kalian tidak tinggal di rumah orang tua Kamu saja,jika tidak ingin hidup di jalanan." hardik Nenek Kamila.
" Ma ,Yeni janji tidak akan mengulangi nya lagi,kami tidak mungkin tinggal di rumah sempit milik Mama.dan lagian rumah itu tidak akan cukup untuk menampung banyak orang."Bunda Yeni kembali merengek meminta belas kasihan mertua nya.
" Jadi benar 'kan, alasan sakit kemarin hanya lah alibi Kamu semata! Kenapa Kamu tega berbuat jahat kepada darah daging Kamu sendiri,tidak kah Kamu ingin melihat dia hidup bahagia dengan pilihan nya sendiri?"
Bunda Yeni terdiam,dia tidak mungkin berkata terus tentang semua kelicikan nya selama ini.
" Yeni mohon Ma,beri kami kesempatan lagi." ujar Bunda Yeni kembali memohon,namun dia memilih bungkam dengan pertanyaan yang di berikan oleh mertua nya.
" Untuk apa lagi Saya mempertahankan kalian di rumah ini jika selalu saja membuat masalah.masih banyak orang yang tidak mampu yang membutuhkan bantuan Saya, Ketimbang kalian yang tidak tau diri."ujar Nenek Kamila tidak memberikan kesempatan.
Pak Heru terus berdiri di dekat pintu, Menguping pembicaraan yang terjadi di antara sang istri dan juga Mama nya.
" Heru! Bawa istri Kamu keluar dari sini.dan jangan lupa tinggalkan rumah ini secepat mungkin."tegas Nenek Kamila tanpa ampun.
Yeni langsung menggebrak meja yang terletak tidak jauh dari posisi Nenek Kamila berada.
Dia merasa tersinggung dengan pengusiran yang di lakukan oleh mertua nya.
" Benar,ngga sadar diri Kamu." bentak Nenek Kamila dengan tatapan nyalang nya.
" Yeni!" teriak Pak Heru sekuat mungkin ketika melihat istri nya mulai tidak sopan kepada sang Mama.bahkan Pak Heru sampai memanggil dengan nama lengkap,bukan lagi menggunakan panggilan sehari-hari.
" Kamu jangan mencari masalah terus dengan Mama." berang Pak Heru menatap penuh emosi istri nya.
__ADS_1
Pak Heru sudah sering mewanti-wanti istri nya agar tidak bertindak di luar batas, tetapi istri nya seakan acuh dengan peringatan yang dia berikan.
" Bawa dia keluar dari sini! Sebelum para bodyguard datang untuk menyeret paksa dia keluar hingga tidak bisa masuk lagi untuk mengambil barang yang kalian miliki."
Pak Heru langsung membawa istri nya keluar dari kamar Nenek Kamila.
" Bukan Bunda yang salah Yah! Bunda ngga mau keluar." Bunda Yeni tidak terima dengan sikap Pak Heru.
" Terus siapa yang harus di salah kan? Bukan kah semua ini terjadi atas ide yang keluar dari mulut Bunda ! Sedikit saja Bunda mau menurunkan ego di hati Bunda,ini semua tidak akan terjadi." hardik Pak Heru kepada istri nya yang masih kekeuh tidak ingin di salahkan.
Perkataan yang keluar dari mulut Pak Heru di abaikan saja oleh Bunda Yeni yang langsung berlari kembali masuk ke dalam kamar Nenek Kamila yang hampir di tutup rapat oleh asisten nya.
"Ma,Yeni tidak bersalah,wanita itu memang tidak pantas menjadi pendamping hidup Teguh,Yeni akan mencarikan Teguh sosok istri yang sempurna dan lebih segala-galanya dari wanita miskin itu." Bunda Yeni masih saja berteriak mengeluarkan pendapat yang menurut nya sangat benar.
"Keluar! Jangan pernah masuk dan berbicara lagi di depan Saya,sampai kapan pun Saya tidak akan sudi berbicara dengan menantu kurang ajar seperti Kamu!" tegas Nenek Kamila yang sudah sangat marah melihat sikap tidak sopan dari menantu nya.
" Penjaga! Bawa dia keluar dari kamar Saya." pinta Nenek Kamila kepada para bodyguard yang sudah lama mengabdi kepada keluarga Ahmad.
" Siap Nyonya." jawab para bodyguard yang berjumlah 2 orang.
" Jangan sentuh Aku." teriak Bunda Yeni dengan suara yang tidak kalah kencang.namun kedua bodyguard itu tetap membawa paksa dia keluar kamar utama.
" Sombong sekali wanita tua itu,mentang -mentang dia kaya yang punya segala nya,bisa mengusir Aku sesuka hati nya." batin Bunda Yeni menatap kesal ke arah kamar utama yang sudah di tutup rapat.
" Pokok nya Bunda tetap tidak akan keluar dari sini! Sampai kapan pun." Bunda Yeni tipikal orang yang keras dan tidak tahu malu.
Jiwa nya seolah seperti terkena gangguan mental.
" Terserah Bunda saja!" jawab Pak Heru segera membawa keluar koper yang berada di tangan.
" Akh...." Bunda Yeni kembali berteriak seperti orang yang sedang kesetanan.kaki nya yang tertutup celana panjang di bentur ke tiang tangga.
" Aw.."desis Bunda Yeni ketika merasakan sakit di ujung kaki nya.
" Kurang ajar." Bunda Yeni malah menyalahkan tiang tangga yang tidak bersalah.bahkan mata besar nya menatap geram ke tiang tangga yang menjadi korban tendangan maut nya.
Nenek Kamila memilih duduk diam di dalam kamar nya, ketimbang meladeni menantu nya yang gila harta dan haus kekuasaan.
" Rima! Suruh para bodyguard itu menyeret paksa wanita itu sekarang juga." pinta Nenek Kamila kepada Asisten nya.
Rima langsung mengangguk dan segera menelpon para pengawal yang sedang berjaga di luar.
__ADS_1
" Kenapa Saya seperti merasa jika mental dia memang agak terganggu, bagaimana menurut kamu?"tanya Nenek Kamila kepada asisten nya.
" Seperti nya benar Nyonya,Nyonya Yeni seperti orang yang mengalami gangguan kejiwaan." jawab Rima berhati-hati.
" Apa di keluarga beliau ada yang mempunyai keturunan yang mengalami gangguan jiwa?" sambung nya lagi.
"Saya tidak tahu,karena Saya tidak pernah mau tau dengan keluarga benalu itu." tutur Nenek Kamila yang sudah merasa bosan harus kembali berhadapan dengan keluarga besan nya.
Enam orang bodyguard sedang membawa paksa Bunda Yeni yang masih berteriak tanpa henti.
Kedua kaki nya di tendang ke udara supaya terlepas dari cengkraman tangan kekar para penjaga.
" Bawa dia masuk ke mobil." pinta Pak Heru langsung membuka pintu mobil nya.
" Bunda ngga mau Yah,kita akan tetap tinggal di sini saja, Bunda ngga akan bisa tinggal di luar dengan rumah kecil dan juga sempit." tolak Bunda Yeni ketika para bodyguard itu hendak mendorong masuk tubuh nya ke dalam mobil.
" Masuk kan saja!" pinta Pak Heru mengabaikan permohonan istri nya.
Bunda Yeni akhir masuk juga ke dalam mobil milik suami nya,dengan cepat pak Heri langsung mengunci pintu nya supaya sang istri tidak kabur dan kembali meminta masuk ke dalam rumah.
" Jangan pernah lagi membawa istri Kamu ke rumah ini,dia sangat berbahaya." ucap Nenek Kamila sambil berjalan keluar mendekati putra nya.
Sejahat apapun putra nya, dia tetap lah darah daging nya sendiri, semenjak menikah dengan Yeni kepribadian Pak Heru mulai perlahan berubah.bahkan sangat kontras dengan kepribadian nya sejak kecil.
Nenek Kamila menjadi menyesal karena telah menikah kan putra nya dengan orang yang salah.bahkan sangat salah.
" Coba Kamu bawa istri Kamu ke psikiater atau rumah sakit jiwa.seperti nya mental nya tidak baik-baik saja." nasehat Nenek Kamila kepada putra yang tertunduk malu.
" Kenapa Heru harus membawa Yeni ke sana Ma?" tanya Pak Heru bingung.
" Dia seperti bukan orang normal, tingkah nya menunjukkan gejala yang tidak biasa." jawab Nenek Kamila.
" Nanti Heri akan mencoba membujuk nya,apa Heru masih boleh tetap bekerja di perusahaan cabang?" tanya Pak Heru sedikit cemas.jika dia tidak bekerja di perusahaan cabang, otomatis tidak ada lagi pemasukan untuk keluarga nya.hanya dari perusahaan cabang itu lah dia mengandalkan hidup nya dan kehidupan keluarga istri nya.
"Kamu masih boleh bekerja di sana, tetapi dengan gaji yang tidak sama seperti dulu lagi.mulai bulan besok! Kamu akan menerima gaji sebagai seorang presiden direktur,bukan lagi dari hasil bagi keuntungan." balas Nenek Kamila dengan hati yang berusaha di kuat kan.
Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
__ADS_1
Terimakasih semuanya 😍😍😍🥰