Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 107


__ADS_3

Pagi-pagi sekali sebelum berangkat ke bandara terdekat,Rangga menyempatkan waktu nya sebentar untuk melihat jagoan yang sudah dia anggap seperti putra kandung nya sendiri.Rangga hanya mencium dan mengusap kepala Noah yang masih terlelap di alam mimpi nya.


" Hati-hati ya Bang,kalau ada apa-apa segera kabari." ucap Kiki ketika mereka berdua sudah keluar dari kamar Noah.


" Iya,titip Noah ya, kalian berdua jaga diri baik-baik.Aku titip perusahaan selama Aku belum kembali." jelas Rangga mengusap kepala Kiki dengan tatapan mata yang sulit untuk di jelas kan.


" Boleh Aku mencium kening mu untuk yang terakhir kali nya." pinta Rangga lalu bertindak sesuka hati nya tanpa menunggu balasan dari Kiki.bukan hanya mencium kening saja, tetapi Rangga juga mencium seluruh wajah Kiki dengan getaran jantung yang berada di batas kewajaran.


Kiki tergugu dengan mengangguk kan kepala nya pelan.dia sangat menikmati hangatnya sentuhan bibir dan juga aroma maskulin yang hinggap di wajah nya.kiki sejenak terbuai namun kembali merubah raut wajah nya kala menyadari kedatangan Adnan yang secara tiba-tiba.


" Maaf Bos,kita harus segera berangkat ke bandara." ucap Adnan yang bertugas untuk mengantar Rangga,dan setelah itu dia akan kembali ke perusahaan untuk mengganti kan posisi Rangga.


" Baiklah,Aku akan turun." ucap Rangga tanpa melihat ke arah Adnan.


" Kamu harus tau kalau Aku sangat mencintaimu.Aku pergi ya! Masuk lah, kasihan Noah kalau Kamu biarkan tidur sendirian." Rangga lalu membalikkan badannya secara perlahan, meskipun berat rasa nya untuk pergi meninggalkan Kiki dan menjemput kedua orang tua nya, tetapi Rangga hanya bisa pasrah demi kebaikan hubungan mereka berdua.


Sebenar nya Kiki tidak setuju jika Rangga menjemput kedua orang tua nya secara khusus, tetapi dia tidak berani mengatakan nya secara langsung,padahal selama ini kedua orang tua Rangga sudah terbiasa datang dengan sendiri nya di tanah air tanpa harus di jemput atau di antarkan.


" Apa Rangga sudah berangkat Nak?" tanya Pak Agus ketika baru pulang dari pasar menemani istri nya.


" Sudah Yah, sekitar satu jam yang lalu,tadi Abang Rangga mau pamit tapi Ayah sama Ibu belum pulang juga.Bang Rangga cuman minta doa dan restu nya aja Yah." jawab Kiki dengan perasaan gundah nya.entah kenapa sejak kepergian Rangga hati Kiki menjadi tidak tenang dan tidak menentu seperti ini.


" Tadi Ayah sama Ibu mampir di isi bensin dulu,Tanpa kalian minta pun,doa Ayah akan selalu bersama kalian."jawab Pak Agus tersenyum.


" Apa cucu Ayah belum bangun juga?" imbuh Pak Agus mencari keberadaan penyemangat hidup nya.


" Belum Yah, seperti nya dia sangat mengantuk sekali.lalu Ibu di mana Yah?" Kiki segera beranjak masuk ke dalam dapur dan mendapati sang Ibu dan Bi Mus sedang tertawa melucu sambil menyiapkan bahan makanan.


" Bu! Pesanan Kiki tadi mana?" Kiki yang sedang ingin memakan bubur ayam yang kemarin di beli kan oleh Riko langsung meminta Ibu nya membeli dan sekalian pulang dari pasar.


" Ada di lemari samping kulkas Nak." jawab Ibu Ratna lalu menghentikan pekerjaan nya.


Kiki lalu membuka pintu lemari dengan di dampingi sang Ibu yang sudah berada di samping nya.


" Kok ada tiga Bu?" tanya Kiki mengernyit heran.

__ADS_1


" Sengaja Ibu beli lebih supaya Kamu dan juga Noah puas memakan nya.tadi untuk Bi Mus sudah Ibu kasih juga." Ibu Ratna meninggal kan Kiki yang tengah memindahkan bubur nya ke dalam sebuah piring,lalu kembali masuk ke kamar demi membangun kan buah hati nya yang tidak kunjung bangun juga.


Setelah beberapa saat kemudian Kiki keluar dari kamar sambil menggendong Noah dalam pangkuan nya.dahi Kiki mengernyit heran melihat banyak nya panggilan yang tidak terjawab yang datang dari Om Dewa.


Pak Agus dan Ibu Ratna yang menyadari raut wajah berbeda dari Kiki menatap penuh curiga.tidak lama setelah itu ponsel milik Ibu Ratna juga terdengar berbunyi dari dalam kamar.ketika Ibu Ratna ingin mengambil nya panggilan tersebut sudah terlebih dahulu terputus.


" Om Dewa? Kok tumben-tumbenan telfon di jam segini? Tidak biasa nya?"batin Kiki bingung lalu meminta tolong Bi Mus untuk menyuapi Noah makanan yang sudah dia siap kan tadi.


" Ada apa Nak?" tanya Pak Agus sambil menghampiri cucu nya.


" Ah ini Yah, barusan Om Dewa telfon Kiki sampai 10 kali." jawab Kiki memperlihat kan layar ponsel nya.


" Dewa juga menelfon nomer Ibu." sahut Ibu Ratna yang baru keluar dari kamar dan masih menggenggam ponsel pemberian Rangga.


" Sana hubungi balik,siapa tahu ada yang penting." titah Pak Agus kepada Kiki dan langsung di turuti.


Kiki lalu mengambil posisi duduk di atas sofa menyerahkan urusan sarapan pagi Noah kepada kedua orang tua dan juga Bi Mus.


Dia sangat yakin pasti ada yang sangat penting sampai Dewa menghubungi nya sepagi ini. selama ini Dewa selalu datang kerumah jika hanya sekedar rindu dan ingin melihat wajah Noah.


Kiki sangat kaget sekali,dia berusaha menahan tangis nya saat mendengar dari Om Dewa.kedua kaki nya berasa seolah jadi lemes tidak punya tenaga lagi.kepala nya mendadak berat dan sangat pusing sekali.


Kiki lalu berdiri dengan Isak tangis yang bermunculan hebat.


" Yang sabar ya Nak." ucap Ibu Ratna lalu berdiri memeluk putri nya.


" Ibu sudah tahu?" tanya Kiki geleng kepala.


" Hm.." angguk Ibu Ratna.


" Ada apa?" tanya Pak Agus yang belum mengetahui tentang kabar buruk ini.


Kiki bingung bagaimana cara menjelaskan nya,dia benar-benar merasa tidak sanggup lagi dan hati nya sangat hancur sekali.


" Kenapa pada diem?" Pak Agus menatap Kiki dan Ibu Ratna secara bergantian dan penuh tanda tanya.

__ADS_1


" Yah! Ibu dan Kiki baru dapat kabar kalau..." Ibu ragu-ragu untuk menjelaskan nya dan melirik ke arah Kiki yang sudah terisak sambil menelungkup kan wajah nya.


" Apa Bu?" Pak Agus yang semakin penasaran lalu mendesak Ibu Ratna untuk mengatakan yang sejujurnya.


Mata Pak Agus membulat sempurna dengan nafas yang terasa sesak.pria paruh baya ini sangat syok sekali mendengar apa yang sudah di sampaikan oleh istri nya barusan.


" Tarik nafas pelan-pelan Yah! Lalu keluar kan secara perlahan." Ibu Ratna lalu mengajak duduk suami nya di samping Kiki yang sedang berduka.


" Apa ini serius Bu?" tanya Pak Agus dengan suara lirih.


" Benar Yah,Dewa sendiri yang mengabarkan kepada Ibu." Pak Agus lalu di minta untuk meminum air putih agar dada nya terasa lapang.


" Nggak ada yang selamat satu orang pun dalam kejadian itu." imbuh Ibu Ratna dengan perasaan campur aduk.Kiki yang tidak sempat mendengar kan penjelasan dari Om Dewa hampir saja roboh ketika mendengar kabar ini.untung saja Bi Mus yang baru keluar dari kamar Noah langsung sigap menahan bobot tubuh nya agar tidak sampai tersungkur ke atas lantai.


" Kamu harus kuat Nak."ujar Pak Agus dengan berlinangan air mata.


" Apa Om Dewa sedang mempermainkan lelucon nya Bu,Yah! Ini sungguh sangat tidak lucu sekali."Kiki terlihat kecewa dan masih belum bisa percaya dengan kabar buruk ini.


" Ini kenyataan nya Nak, pesawat yang di tumpangi Rangga jatuh ke dasar laut sampai tidak bisa di selamatkan lagi.tidak mungkin Dewa membawa kabar kematian ini sebagai bahan ledekan nya."Ujar Ibu Ratna meyakinkan.dia berusaha terlihat kuat dan tegar agar putri nya tidak terpuruk akan ujian yang dia dapat kan pagi ini.Ibu Ratna benar-benar tidak sanggup melihat Kiki seperti ini dan kembali tenggelam dalam masalah dan juga kesedihan yang berkepanjangan.lagi-lagi Ibu Ratna tidak ingin terlihat lemah karena beliau sangat yakin bahwa Kiki saat ini sangat membutuhkan dukungan dari mereka sekeluarga.


" Bu,Yah! Tolong bilang kalau semua ini bohong dan tidak sedang terjadi dalam hidupku." ucap Kiki dengan suara serak dan juga wajah sembab nya.


" Tapi...Ini benaran terjadi Mbak." sahut Riko yang sudah berada di tengah -tengah mereka semua, sedang kan Noah sudah di bawa oleh Bi Mus bermain di dalam kamar nya.


Riko lalu memeluk tubuh rapuh sang Kakak, Riko sengaja pulang setelah mendapatkan kabar dari Dewa tepat di saat pesawat Rangga di nyatakan hilang dari jangkauan.


" Nggak mungkin Dek,nggak mungkin Bang Rangga pergi ninggalin Mbak dengan cara seperti ini,Mbak nggak akan pernah bisa terima, padahal baru saja Mbak mau menerima pinangan nya untuk melangkah lebih jauh lagi, tetapi kenapa dia tega meninggalkan Mbak sendirian." Kiki semakin menjerit dengan suara bergetar nya.


Mendengar perkataan Kiki yang di iringi linangan mata nya, benar-benar membuat Riko merasa sedih sekali,di atas sofa ujung ada Ibu Ratna dan juga Pak Agus yang terdiam dengan linangan air mata yang membasahi wajah nya.


Lagi dan lagi kehidupan Kiki kembali di uji dengan cobaan yang sangat berat sekali.Baru saja wanita ini berniat melanjutkan kembali kehidupan nya setelah sempat terpuruk dengan masa lalu yang tiada habisnya.


" Kalau saja Aku tahu kejadian ini akan terjadi,tidak akan pernah Aku biarkan Bang Rangga pergi meninggalkan Aku untuk selamanya." ucap Kiki lirih.


Air mata keluarga semakin mengalir deras mendengar ucapan Kiki yang begitu menyayat hati setiap orang yang mendengar nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰😍


__ADS_2