
Tidak ada satu pun seorang Ibu yang tega melihat anak nya hidup kesusahan,atau bahkan kekurangan.
Tetapi Nenek Kamila terpaksa harus melakukan semua ini untuk menyadarkan putra nya atas kesalahan besar yang telah dia perbuat.
" Terimakasih Ma,atas kesempatan yang Mama berikan,tidak masalah jika gaji nya tidak sama seperti dulu." jawab Pak Heru sendu.
Nenek Kamila mengangguk kan kepala nya,dengan tangan yang di lipat di dada.
" Dan satu lagi, jangan pernah sekalipun kalian mengusik rumah tangga cucu ku,jika masih ingin menikmati enak nya pegang uang." ancam Nenek Kamila.
Pak Heru hanya mengangguk,tidak berani berkata apa-apa.
***
3 hari menginap di villa mewah ini, Teguh selalu saja mengurung Kiki di dalam kamar mereka, Kiki sama sekali tidak di beri kesempatan berkeliaran bebas diluar.jika ingin makan,maka Teguh akan memesan makanan lewat ponsel nya.
" Mas, sampai kapan sih Kamu mengurung Aku di sini? Bosan! Lebih baik kita pulang saja, dari pada ngga ngapa-ngapain." wajah Kiki terlihat sangat kesal.
" Besok pagi kita akan pulang ke ibu kota,jadi nikmati saja hari terakhir kita bersenang-senang tanpa ada yang mengganggu." ucap Teguh sambil mengecup bibir Kiki yang di monyongin.
" Awas Mas, Kamu ngga capek apa? Aku loh mau jalan-jalan, mau main ke kebun teh dan juga air terjun.ya setidak nya menikmati pemandangan indah yang menyegarkan mata sebelum kembali ke ibu kota."jawab Kiki.
Ketika Teguh mengatakan jika mereka akan menginap di villa ini selama beberapa hari,Kiki sudah menyusun rencana tempat wisata apa saja yang akan dia kunjungi, tempat kuliner enak termasuk ke salah satu rencana nya,namun nyatanya rencana yang di susun oleh Kiki tinggal lah sebuah rencana.jangan kan untuk mencari makan enak,masuk ke kamar mandi saja di ikuti oleh suami bucin nya.
" Lain kali kita akan kembali datang ke sini untuk liburan,tapi untuk sekarang, khusus di kamar dulu." Teguh langsung menyerang tubuh Kiki yang sedang tidur di samping nya.
Dari pagi hingga sore menjelang,entah sudah berapa ronde mereka memadu kasih.
"Mph.." Kiki berteriak kaget.karena Teguh menyerang ketika dia sedang menatap langit-langit kamar yang sudah mereka tempati selama 2 hari.
" Stt sayang! Jangan berteriak." perintah Teguh langsung mengecup seluruh wajah istri nya.
" Mas kenapa sih? Kaget Aku nya?" ucap Kiki yang berusaha melepas kan dirinya dari Teguh.
Namun bukan nya melepaskan, Teguh justru mengunci tubuh Kiki yang berada di bawah nya.
" Mas,tadi 'kan udah."Kiki semakin panik.baru saja dia siap keramas, sekarang Teguh malah kembali mengajak dia berolahraga panas.
" Jatah sore nya belum sayang." balas Teguh dengan enteng nya.Kiki mendongak kaget menatap suami nya yang tengah menatap dia dengan tersenyum devil.
__ADS_1
" Tadi kan udah Mas, sekarang baru jam setengah 6, berarti baru 1 jam setengah kita beristirahat."Kiki masih berusaha melepaskan diri nya dari suami nya yang sangat menyebal kan.
" Tubuh Kamu selalu merayu Aku untuk menyentuh nya."Teguh sangat pandai mencari alasan untuk menggoda istri nya.
" Kamu jangan mengarang cerita deh Mas!Aku mau istirahat." balas kiki yang hendak menyelimuti tubuh nya, namun karena Teguh masih berada di atas tubuh nya,Kiki akhirnya hanya bisa mendesah kesal.
" Kamu ini kelebihan hormon ya Mas,jadi cowok kok mesum banget."celetuk Kiki saking kesal nya.
" Dosa loh sayang,nolak permintaan suami! Kamu ngga mau kan menjadi istri yang durhaka." sela Teguh ketika melihat istri nya yang sudah emosi.
" Ikhh...Kamu ngesellin banget sih Mas." balas Kiki sambil mencubit bibir Teguh yang hendak melahap habis bibir nya.
Teguh langsung menepis tangan kiki dari bibir nya.lalu terjadi lah olahraga panas di sore hari untuk yang kedua kali nya.
Kiki menahan nafas saat Teguh menunduk dan meraup bibir nya.Teguh ******* pelan bibir kiki yang tadi nya menolak kini mulai ikut membalas ciuman dari Teguh.
Di saat nafas kedua nya hampir habis ciuman Itu pun langsung berakhir, sedikit saliva entah milik siapa, nampak membasahi dagu Kiki.Teguh mengelap nya tanpa ragu.
Jleb! Pusaka panjang dan berukuran besar itu masuk ke rumah yang sangat dia nikmati,rumah yang mampu memberikan sejuta rasa ketika di goyang kan.
Semakin lama gerakan Teguh semakin cepat sehingga menimbulkan suara paha yang beradu serta nyanyian merdu dari kedua insan yang sedang memadu kasih.
Kedua nya mengatur nafas yang tersengal hebat.
"Terimakasih istri ku." ucap Teguh lembut.
Muach...
Satu kecupan hangat mendarat cantik di kening basah Kiki.
" Hm.." balas Kiki sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos yang bermandikan peluh.karena merasa kan lelah di sekujur tubuh nya,Kiki langsung terlelap indah dalam mimpi nya tanpa mempedulikan lagi suami nya yang terus memeluk pinggang nya dari belakang.
***
Mobil milik Pak Heru tampak keluar dari pekarangan rumah keluarga Rizaldi. Bunda Yeni yang berada di samping Pak Heru terus meronta-ronta dan berteriak ingin turun.
" Yah, henti kan mobil nya,Bunda ngga rela pergi dari rumah kita." ujar Bunda Yeni dengan sedikit berteriak.
" Hentikan tingkah konyol Kamu itu! Itu bukan rumah kita.kalau Kamu masih ingin ikut dengan Ayah,diam dan duduk manis di tempat Kamu.jangan mengganggu konsentrasi Ayah yang sedang menyetir."Kesabaran Pak Heru mulai menipis menghadapi istri nya yang keras kepala.
__ADS_1
" Kenapa Ayah malah membentak Bunda seperti itu?Apa Bunda salah jika tidak mau keluar dari rumah yang sudah lama kita tempati,kita juga punya hak di dalam nya Yah!" Bunda Yeni berbicara dengan tangis yang mulai pecah.di tambah lagi dia harus mendapatkan bentakan kasar dari suami nya.
Hiks.. Hiks...
" Diam! Jangan katakan apapun lagi,jika tidak ingin Ayah turun kan di tengah jalan." ucap Pak Heru dengan raut wajah tajam.
" Kenapa? Apa Ayah mulai berubah pikiran?" tanya Bunda Yeni yang terus meracau tanpa perduli dengan amarah suami nya yang sudah memuncak.
" Kamu itu sakit jiwa atau beneran sudah pikun?" sindir Pak Heru lalu keluar dari mobil nya.
" Ngga Ibu ngga anak sama saja kelakuan nya.ngga ada yang mau mengerti kemauan Aku." umpat Bunda Yeni kesal,lalu keluar dengan membanting keras pintu mobil.
" Mau kemana lagi sih ini?" gerutunya tetapi terus mengikuti kemana pun langkah suami nya berpindah.
Dari kejauhan Bunda Yeni melihat jika suami nya sedang mengobrol dengan seorang laki-laki paruh baya. kedua nya tampak berbincang sangat serius.
" Siapa lelaki tua itu?" gumam Bunda Yeni terdiam di tempat yang agak jauh.
Pak Heru nampak mengeluarkan dompet lalu memberikan sejumlah uang kepada lelaki paruh baya yang tidak di kenali oleh Bunda Yeni.selang beberapa menit laki-laki paruh nya itu masuk ke dalam rumah nya lalu keluar dengan membawa dua buah kunci di tangan nya.
" Ini kunci rumah nya Pak,semoga betah tinggal di rumah ini." ucap pria dewasa itu.
" Terimakasih Pak." jawab Pak Heru sambil menjabat tangan orang yang berada di depan nya.
Karena merasa panas dan gerah dengan cuaca yang terik, Bunda Yeni memilih kembali masuk kedalam mobil mewah yang tidak ikut disita oleh mertua nya.karena mobil ini murni hasil kerja keras milik suami nya selama bekerja di perusahaan keluarga.
" Ayo turun Bun,dan bantu Ayah membawa semua koper ini." ujar Pak Heru dari bagian belakang.
" Turun ? Bawa barang? Maksud nya apa Yah?" tanya Bunda Yeni yang masih belum paham.
" Mulai hari ini,kita akan tinggal di kontrakan ini." jawab Pak Heru santai lalu menurunkan semua koper-koper milik mereka berdua.
" Tinggal di kontrakan?" Bunda Yeni mulai merasa sesak di saluran pernapasan nya,dalam hitungan detik,tubuh gempal nya sudah lemas tak sadarkan diri.
Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰
__ADS_1