Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 54


__ADS_3

"Ceritakan Ki!" pinta Rangga yang sudah tidak sabar lagi mengetahui alasan di balik ini semua.


" Aku ...Aku sedang bersedih karena...Suami ku beberapa hari terakhir ini berubah dan ternyata dia sering menghabiskan waktu nya bersama orang lain."tutur Kiki yang sukses membuat wajah Rangga berubah menjadi sangat menyeramkan.


" Bajingan." batin Rangga sambil mengepalkan kedua tangan nya.


" Aku merelakan dia hidup bersama Kamu, tetapi malah kamu sia-siakan seperti ini."


" Sejak kapan Kamu mengetahui dia menduakan cinta Kamu?" tanya Rangga lagi.


" Sejak hari ini, tepat pas makan siang tadi." jawab Kiki menjelaskan.


"Keparat! Sudah Aku duga laki-laki itu tidak akan bisa membahagiakan Kamu." ucap Rangga lirih yang membuat Kiki penasaran apa maksud dari ucapan nya.


" Abang kenal sama suami Aku?" tanya Kiki dengan alis yang sudah menyatu sempurna.


" Abang tidak kenal,hanya tahu wajah nya saja.sebelum Kamu menikah sampai Kamu sudah sah menjadi istri dari pria itu! Abang sering mencari tahu informasi tentang Kamu dan juga orang yang sangat dekat dengan Kamu.awal nya Abang datang ingin menemui Kamu,tapi setelah Abang lihat Kamu bahagia dan nyaman hidup bersama dia Abang memutuskan untuk tidak lagi mencari tahu tentang kehidupan Kamu.Abang juga tahu bagaimana buruk nya perlakuan kedua mertua mu selama satu ni terhadap Kamu." papar Rangga menjelaskan semua yang dia ketahui.


" Sungguh? Kenapa Abang ngga menemui Kiki langsung Bang,Sudah lama Kiki menunggu kedatangan Abang ke negara ini lagi.Kiki sama sekali ngga punya nomor ponsel yang bisa Kiki hubungi." Kiki merasa nyaman bisa melepaskan beban kepala nya kepada Rangga yang sudah dia anggap seperti Abang kandung nya sendiri.


Entah kenapa dia berbicara begitu lancar tanpa ada yang perlu dia takuti.


" Abang ragu untuk datang kembali,tapi sekarang Abang akan selalu ada di samping Kamu.jangan khawatir Kamu tidak akan sendirian menghadapi kisah buruk ini."sahut Rangga sambil menggenggam kembali tangan Kiki yang sudah berkeringat.Rngga tidak tahu ekspresi apa yang harus dia tunjukkan saat ini,harus kah dia berbahagia saat mengetahui rumah tangga wanita yang dia sukai ternyata sedang goyah dan mungkin akan hancur.atau dia harus kasihan karena tidak tega melihat wanita kesayangan nya menangis kesakitan seperti ini.


" Kalau saja Aku tahu menikah tanpa restu orang tua itu tidak akan mampu membuat kita hidup bahagia dan juga tenang,Aku tidak akan mau melangkah sampai sejauh ini.lebih baik Aku gagal di awal dari pada gagal di pertengahan jalan dan mengorbankan bayi yang sedang Aku kandung." sahut Kiki yang menatap lurus ke arah garis danau yang membentang luas.sebenar nya dia merasa malu menceritakan kegagalan rumah tangga nya sendiri kepada Rangga, tetapi dia sangat yakin Rangga adalah orang yang tepat untuk di ajak bercerita.


" Bayi yang ada di kandungan Kamu? Kamu hamil?" tanya Rangga tidak percaya.


Kiki mengangguk pelan sembari tersenyum tipis menatap Rangga yang masih tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan.


" Kamu beneran sedang hamil?" Rangga kembali bertanya untuk memastikan bahwa telinga nya tidak salah dengar.


" Iya Bang,baru 2 Minggu usia nya.niat nya Aku ingin membagi kabar bahagia ini nanti bertepatan dengan ulang tahun dia,tapi...Aku tidak yakin lagi untuk melakukan nya, Aku takut dia tidak akan mau menerima anak ini dan meminta Aku untuk melenyapkan bayi yang tidak berdosa ini." Kiki langsung mengelus perut nya sambil menitikkan kembali air mata kesedihan nya.sungguh tragis sekali hidup nya saat ini,Kiki sangat butuh sekali support dari kedua orang tua nya,namun dia sadar tidak mungkin menceritakan kisah buruk rumah tangga nya kepada kedua orang tua nya yang akan membuat mereka kepikiran dan semakin membuat penyakit ibu nya bertambah parah.mungkin ini teguran yang di berikan sang pencipta karena dia tidak pernah jujur kepada orang tua nya tentang pernikahan nya yang terjadi tanpa mendapatkan restu dari kedua mertuanya.

__ADS_1


" Aku akan menyimpan rapat rahasia kehamilan ini demi menyelamatkan anak ku." imbuh nya sambil menolehkan kepala nya agar bisa menatap wajah Rangga yang sedang serius mendengarkan cerita nya.


" Kamu yakin ingin merahasiakan ini semua dari dia? Kenapa tidak mencoba dulu ?"


Kiki mengangguk kan kepala nya.


" Sangat yakin Bang." jawab Kiki sambil tersenyum getir.


" Suatu hari nanti dia akan menyesal telah mencampakkan Kamu seperti ini,Jika Kamu butuh bantuan atau apapun itu hubungi Abang."


" Terimakasih Bang."


" Abang akan membantu Kamu melewati semua ini,jika Kamu sudah tidak sanggup lagi menjalani hidup bersama dia,maka jangan terlalu di paksakan,mental Kamu butuh ketenangan.jangan sampai bayi Kamu pun ikut tertekan di dalam sana."


" Tentu Bang,Aku tidak akan sanggup hidup dengan orang yang sudah membuat Aku sakit dan kecewa.Aku butuh waktu untuk melepas kan semua nya."


" Boleh Abang minta nomer ponsel Kamu?" tanya Rangga sambil menyerah kan ponsel nya yang sudah menyala agar Kiki bisa mencatat nomer ponsel yang bisa dia hubungi.


" Sudah Bang." jawab Kiki dan mengembalikan ponsel itu ke tangan Rangga.


" Abang tinggal di mana sekarang?" tanya Kiki memulai membuka obrolan tentang mereka dan meninggalkan kehidupan rumah tangga nya.


" Abang menginap di hotel yang ada di dekat sini, kebetulan tadi Abang baru pulang dari apel siang dan tidak sengaja melihat bayangan wajah Kamu ." tutur Rangga memaparkan.


" Kenapa ngga menginap di rumah Abang saja, sombong banget sih mentang-mentang sudah menjadi bule.udah ngga mau lagi tidur di rumah sendiri." Kiki kembali terlihat ceria dan berusaha tersenyum meskipun suasana hati nya sedang kacau.dia juga masih ingin tetap waras tanpa ada beban pikiran yang menghantui.


" Bukan Begitu! Dengerin dulu penjelasan dari Abang,ngga boleh menjudge seseorang tanpa tahu kisah cerita nya." ujar Rangga menghentikan praduga buruk yang ada di dalam benak Kiki.


" Ya makanya cepetan ceritain." desak Kiki yang juga sudah tidak sabar mendengar cerita hidup Rangga selama terpisah jauh dari nya.


" Sebenar nya Abang datang karena sedang ada tugas negara di kota ini.hanya beberapa hari saja dan setelah itu akan kembali lagi ke tempat dinas Abang yang lama.tidak mungkin Abang menginap di rumah lama sedang kan rumah itu dalam keadaan kotor dan butuh waktu lama untuk membersihkan nya.maka nya Abang memutuskan untuk menginap di hotel saja."


" Tugas negara? Dinas? Abang seorang abdi negara?" tanya Kiki penasaran.

__ADS_1


" Hm."


" Abang beneran mewujudkan cita-cita Abang waktu masih sekolah dulu?" tebak Kiki yang masih ingat dengan cerita Rangga jika sudah tamat sekolah tidak ingin bekerja di perusahaan Papa nya melainkan ingin menjadi seorang Polisi.


" Iya.." jawab Rangga sambil tersenyum penuh arti menatap wajah Kiki yang berada di depan mata nya.


" Terus Abang tugas dimana sekarang?"


"Pulau Kalimantan.Abang juga masih ingat tentang cita-cita Kamu yang ingin menjadi seorang pegawai bank." sahut Rangga membuka semua kisah bahagia mereka dulu.


" Aaaa...." Kiki merengek manja dan langsung memeluk kembali tubuh Rangga.kedua nya semakin terbawa ke suasana kecil dulu.Kiki dan Rangga dulu bagaikan sayur tanpa garam.kemana- mana selalu berduaan.


Krucukk... Krucukk.


Bunyi perut Kiki mengusik suasana kedua sahabat yang sedang melepas rasa rindu.


Hahahaha...


" Kamu lapar?" tanya Rangga sambil mendorong pelan tubuh Kiki lalu menatap dalam wajah cantik nya.


" Iya...Sejak tadi Aku belum makan lagi setelah muntah tadi." ucap Kiki sambil memajukan bibirnya.


Rangga melongo mendengar kan penuturan Kiki, gara- gara bersedih dia bahkan sampai lupa mengisi perut nya sedangkan di dalam sana ada bayi nya yang menunggu asupan gizi dari makanan yang dia makan.Rangga juga kagum dengan ketegaran Kiki dalam menjalani hubungan nya yang sudah rumit ini, setidaknya Kiki masih berada di jalan yang lurus dan tidak melampiaskan ke hal-hal negatif.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.


Mampir juga di novel baru Aku.


" Mahkota Yang Di Renggut Paksa."


" Terpaksa menjadi istri kedua."


" Rumah Tangga Ku Hancur di Tangan Ibu Mertua."

__ADS_1


Terimakasih semuanya 😍😍😍🥰


__ADS_2