
Teguh mengemudikan mobil nya dengan cepat tanpa perduli dengan keberadaan pengguna jalan lain.pria ini sangat ingin sampai dengan cepat ke rumah nya dan menjelaskan semua dengan lengkap tanpa ada yang di tutupi lagi.
" Sayang..Aku mohon tunggu Aku." gumam Teguh meremas kuat setir mobil nya.jalan yang mulai lengang membuat Teguh bisa bernafas lega setidak nya dia tidak perlu berteriak lagi saat mobil nya harus terjebak dalam kemacetan panjang.
Saat ini Kiki sudah sampai di depan rumah nya, begitu mobil berhenti Kiki langsung turun dan berlari menuju kamar nya.tujuan nya adalah untuk memasukkan semua baju-baju nya dan dan beberapa barang berharga milik nya.
Setelah selesai mengemas semua pakaian nya ke dalam sebuah koper besar,Kiki kembali turun terburu-buru ke lantai bawah melewati semua asisten rumah tangga yang sedang menatap bingung kepada dia.
" Mari saya antar Nona muda." ucap Rena .
" Tidak perlu,Aku sudah memesan taksi." jawab Kiki lalu berjalan ke depan menghampiri taksi pesanan nya yang sudah datang.
" Apa yang sudah terjadi Mbak Rena?" tanya Mpok Nur menatap penuh tanya kepada Rena yang dia yakini mengetahui semua nya.
" Saya juga tidak tahu pasti Mpok,tadi Nona muda meminta Saya untuk mengantar kan beliau ke sebuah alamat apartemen yang letaknya sangat jauh dari ibu kota.setelah kami sampai dan Nona muda langsung turun,tapi tidak berapa lama Nona muda kembali turun sambil menangis, sedang kan di belakang sana ada Tuan muda yang juga berlari mengejar Nona muda.seperti nya terjadi kesalahpahaman di antara mereka."jawab Rena menjelaskan.
" Oh.. Seperti itu, mudah-mudahan saja tidak terjadi apa-apa kepada mereka berdua."
" Saya juga berharap seperti itu Mpok.Saya mau menyusul Nona muda dulu."
Rena berlari keluar hendak menyusul Kiki,namun Sayang nya Kiki sudah terlebih dahulu masuk ke dalam sebuah taksi Hitam dan taksi itu pun sudah melaju pesat meninggalkan kediaman rumah pribadi Teguh.
Di saat Rena hendak kembali ke dalam rumah,mobil milik Teguh tampak masuk ke dalam gerbang dan langsung di tinggalkan begitu saja tanpa menutup pintu nya.
" Sayang...Sayang.." Teguh berlari meninggalkan kerumunan sejumlah art nya yang masih berkumpul.Mpok Nur yang ingin menjelaskan sesuatu terpaksa mengurungkan niat nya saat melihat Tuan muda sudah berlari kencang menaiki anak tangga tanpa menggunakan lift .
" Sayang.." Teguh sampai di depan pintu kamar dengan nafas yang ngos-ngosan lalu membuka pintu dengan tidak sabaran.
" Sayang!" Teguh melihat ranjang tidur mereka kosong tak berpenghuni.lalu dia berputar ke arah balkon kamar tetap kosong,Teguh kembali membuka pintu kamar mandi, Kiki tetap saja tidak ada di dalam.dengan rasa putus asa dan gelisah yang berkepanjangan, Teguh membuka kasar pintu ruang ganti,mata Teguh di buat tercengang saat melihat sebuah lemari pakaian masih dalam keadaan terbuka dan isi di dalam nya sudah tidak ada lagi.
" Sial! Aku telat." ucap Teguh sambil meninju pintu lemari yang tidak punya salah apa-apa.
" Kamu kemana sayang? Kenapa memilih pergi tanpa mendengar kan penjelasan Aku dulu! Aku tahu Aku salah,tapi Aku bisa jelaskan." Teguh berteriak melepas kan rasa frustasi nya, firasat buruk yang sempat dia alami ternyata benar-benar terjadi.Kiki pergi sebelum dia sempat meminta maaf atas kesalahannya yang terlalu besar.
__ADS_1
Teguh memegang kepala nya lalu mengerang kesal dan berulang kali meninju lemari yang ada di depan nya.
" Mpok Nur! Rena! " teriak Teguh setelah sampai di lantai bawah.
Mpok Nur dan Rena yang mendengar suara menggelegar milik Teguh langsung berdiri di tempat dengan rasa takut dan juga cemas.kedua kaki wanita ini tampak bergetar.
" Mati Aku." batin Rena.
" Tamat lah riwayat ku." batin Mpok Nur.
Teguh menatap tajam kedua wanita ini dengan nafas nya yang sudah tersengal.
" Di mana istri ku?" teriak Teguh masih dengan emosi nya yang tinggi.
"Jawab! Jangan diam saja." bentak Teguh lebih kejam lagi.
" Nona- Nona muda tadi pergi dengan membawa satu koper besar." jawab Rena dengan suara bergetar.
" Bodoh.." teriak Teguh menatap silih berganti kedua wanita yang ada di hadapan nya.
" Mpok Nur! Kumpul kan semua para bodyguard suruh mereka ke sini." titah Teguh menatap sekilas lalu kembali fokus menatap layar ponsel nya mencoba menghubungi nomer Kiki.
" Sudah Tuan muda." ucap Mpok Nur di ikuti 10 bodyguard yang berbaris rapi di belakang dia.
" Bagus! " Teguh tersenyum tipis lalu berjalan dengan tatapan mata tajam nya.
" Nggak ada guna nya Aku menghabiskan uang untuk membayar gaji kalian semua,menjaga satu wanita saja kalian tidak becus.hari ini juga kalian semua Aku pecat." ucap Teguh santai tanpa perduli dengan tatapan terkejut dari semua pengawal nya.
" Maafkan kami Tuan muda! Kami pikir Nona muda pergi sudah meminta izin kepada Tuan muda." ucap seorang kepala pengawal yang bertanggung jawab untuk ini semua.
" Aku tidak menerima alasan apapun.bawa istri ku kehadapan ku sekarang juga! Maka kalian akan tetap Aku pertahankan." ucap Teguh lalu pergi masuk ke dalam mobil nya.
Semua bodyguard itu membubarkan diri dan mulai berpencar mencari keberadaan Nona muda yang lepas dari pengawasan mereka.
__ADS_1
Kiki yang sedang duduk di dalam taksi dengan lelehan air mata nya mengabaikan semua panggilan yang masuk ke dalam ponsel nya.
" Aku tidak mungkin pulang ke rumah Ibu,Aku tidak ingin menambah beban pikiran mereka."
" Kemana Aku harus pergi?"batin Kiki masih sibuk dengan lamunan nya.
" Kita mau kemana Nona?" tanya sopir taksi kepada Kiki yang tampak sedang termenung.
" Jalan saja dulu Pak, nanti Saya kasih tahu." jawab Kiki masih belum tahu kemana arah tujuan nya.
Perlahan Kiki membuka dompet nya lalu melihat isi nya yang hanya ada beberapa lembar uang merah.karena tidak ingin mengalami kesusahan dalam pelarian nya.Kiki memutuskan untuk berhenti di supermarket depan yang di sebelah nya terdapat sebuah mesin ATM.
"Berhenti di depan ya Pak." ujar Kiki dan bersiap - siap untuk turun.
" Siap Nona." sopir taksi itu pun menghentikan laju mobil nya tepat di sebuah supermarket terbesar.
" Ini Pak." Kiki membayar dengan sehelai uang merah lalu pergi begitu saja membawa koper nya.
" Kembalian nya Nona!" seru sopir taksi mengingat kan Kiki.
" Tidak perlu Pak,ambil saja." jawab Kiki sambil tersenyum ramah lalu pergi lagi melanjutkan perjalanan nya.
Kiki masuk ke dalam ruang kecil yang terdapat mesin ATM dan meninggalkan begitu saja koper besar nya di teras depan.
"Maafkan Aku yang terpaksa mengambil uang Kamu,nanti jika Aku sudah punya uang untuk mengganti nya akan Aku kembalikan." ucap Kiki pelan lalu mengambil uang yang sudah keluar dari mesin dan menyimpan nya di dalam dompet.
" Aku akan pergi jauh dari hidup mu dan tidak akan pernah lagi mengganggu hidup mu yang terlalu sempurna itu.akan Aku besar kan anak ini tanpa melibatkan Kamu." ucap Kiki kembali menyetop taksi lain yang sedang melintas di hadapan nya.
" Mau kemana Nona?" tanya sopir taksi menoleh kan kepala nya.
" Jalan saja dulu Pak,nanti Saya kasih tahu." jawab Kiki masih dengan jawaban yang sama.5 menit sopir ini membawa Kiki mengelilingi indah nya suasana ibu kota pada malam hari, tiba-tiba saja bayangan wajah seseorang melintas begitu saja di kelapa nya.
" Abang Rangga!" seru Kiki merasa bahagia punya harapan besar.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰