Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 33


__ADS_3

2 bulan berlalu.


Pernikahan yang di jalani oleh Kiki dan Teguh berjalan seperti layak pernikahan orang pada umumnya.


Kedua orang tua Teguh pun tidak berani datang menganggu kehidupan mereka, setelah mendapatkan ultimatum keras dari Nenek Kamila.Bunda Yeni yang terkenal sebagai biang kerok,juga tidak berani bertingkah aneh karena mendapat kan ancaman keras dari sang suami.


Namun siapa sangka,1 hari yang lalu setelah pertemuan nya dengan mantan kekasih Teguh yang merupakan seorang anak pengusaha sukses membuat Bunda Yeni bangun dari tidur panjang nya.


Hukuman yang di berikan oleh Nenek Kamila dan juga peringatan keras dari suami nya ternyata tidak membuat Bunda Yeni gentar sedikitpun.


Sebuah rencana licik sudah beliau susun serapi mungkin.


Memiliki partner kerja yang kaya membuat Bunda Yeni semakin gelap mata,rasa tidak suka dan benci nya bertambah 10 kali lipat kepada Kiki yang dia anggap sebagai gadis pembawa sial untuk kehidupan keluarga nya.


" Kamu jangan takut sayang, Bunda akan membantu Kamu untuk mendapatkan kembali Teguh dari wanita miskin itu."


" Ok..Baiklah,kita harus lebih cepat bergerak sebelum Teguh semakin tunduk kepada wanita ****** itu." ujar Bunda Yeni dengan nada suara pelan.saat ini hanya ada beliau di dalam rumah, sedang kan Pak Heru pagi tadi sudah berangkat ke kantor.


" Sampai ketemu jam 10 pagi besok sayang." Bunda Yeni langsung menutup sambungan telepon nya.sebuah senyum kemenangan nampak nyata di wajah gembul nya.


" Aku akan merebut kembali putra ku dari tangan wanita ****** itu,sudah cukup lama Aku memberikan dia waktu untuk menikmati harta kekayaan putra ku.kali ini Aku tidak akan tinggal diam! Bersiap-siap lah,Kamu harus segera angkat kaki dari rumah mewah putra kesayangan ku ." batin Bunda Yeni dengan mata yang melotot besar.


***


"Mas! Bangun..Ini sudah jam sepuluh loh Mas,Kamu ngga jadi ikut meeting?" Kiki terus berusaha membangun kan suami nya yang pagi menjelang siang ini susah sekali untuk di bangun kan.


" 5 menit lagi sayang." jawab Teguh masih merasa ngantuk setelah lembur mengolah kawah basah milik istri nya hingga dini hari tadi.


Berpuasa selama satu Minggu lama nya, membuat Teguh tidak kuasa menahan rasa sesak yang menyerang pusaka sakti nya.


Begitu tahu sang istri sudah bisa di ajak berolahraga.Teguh langsung menyerang habis tanpa mau berhenti lagi.


Alhasil pagi ini dia harus rela tidak ikut meeting pada pukul 8 tadi karena tidak kuat menahan perih di mata nya.


Tepat pukul 11 siang nanti Teguh juga memiliki agenda meeting penting dengan client besar nya.Bimo sudah dari tadi mengingat kan nya melalui pesan singkat atau sambungan telepon langsung.


" Mas!" panggil Kiki untuk yang kesekian kali nya.


Karena sudah merasa kesal dan tidak tau lagi bagaimana cara membangun kan suami nya.kiki langsung berlari menuju kamar mandi dengan membawa satu gelas kecil yang berisi air dingin.

__ADS_1


Byur...


Dengan sangat terpaksa Kiki menyiram habis air dingin itu ke atas wajah sang suami yang terlelap .


" Rasain tuh! Siapa suruh susah di bangunin." Kiki terpaksa melakukan perbuatan ini karena sejak tadi Bimo tidak berhenti meneror dia melalui ponsel nya.dengan pesan yang sama, yaitu jangan lupa bilang sama Tuan muda kalau jam 11 siang nanti ada meeting penting yang tidak bisa di wakili oleh siapapun.


Teguh langsung terbangun dengan rasa terkejut nya,di saat dia tengah bermimpi indah.tiba-tiba saja sebuah guyuran air menyiram wajah nya dan juga kasur yang dia tempati.


" Bocor!" ucap Teguh seraya duduk dengan kasar dari pembaringan nya.


Nafas Teguh terdengar memburu cepat, sosok sang istri berdiri tepat di samping ranjang yang dia tempati,ketika dia hendak melayang kan sebuah pertanyaan,dengan cepat mata nya menangkap gelas yang di bawa oleh sang istri terlihat masih meneteskan air,ingin melakukan protes namun Kiki sudah terlebih dahulu berkacak pinggang sambil mengangkat dagu nya.


" Ada apa sayang? Kenapa kamu menyiram Mas?" tanya Teguh sambil mengusap wajah basah nya.


" Kamu masih nanya kenapa? Tuh lihat jam yang tergantung di dinding,30 menit lagi meeting akan di lakukan,kalau Kamu sudah tidak ingin bekerja lagi ya silahkan lanjutkan acara tidur nya,dan jangan lupa beritahu Asisten Bimo supaya tidak perlu lagi bolak- balik menghubungi Aku untuk mengingat kan Kamu.Aku capek kalau harus di telpon terus seperti ini." keluh Kiki sambil berlalu meninggalkan suami nya.


Dengan mata yang membulat sempurna.Teguh sangat terkejut melihat jam yang terus berputar di dinding kamar nya.itu arti nya dia hanya punya waktu setengah jam saja untuk bersiap - siap dan sampai tepat waktu di tempat yang telah di janjikan.


" Sayang... Tunggu." Teguh memanggil sang istri ketika melihat Kiki hendak pergi meninggalkan dia sendiri di dalam kamar.


" Apa lagi?" tanya Kiki dengan wajah kesal nya.


Kiki hanya menggeleng kepala nya sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar.karena merasa kasihan melihat wajah memelas sang suami,Kiki akhirnya mengalah tanpa mau berdebat lagi.Di saat Teguh sedang mandi ,Kiki dengan sigap menyiapkan semua pakaian yang dia butuhkan.


" Mas..Mandi nya jangan lama-lama." tegur Kiki ketika merasa suami nya terlalu lama menghabis kan waktu di dalam kamar mandi.


" Iya sayang, sebentar." jawab Teguh yang sedang mengelap badan nya.mandi pagi ini adalah mandi tersingkat yang pernah Teguh lakukan.pria ini di paksa menghemat waktu yang sudah semakin menipis.


" Ini baju nya Mas,jangan melamun lagi! Waktu nya terus berjalan dan ngga akan mau menunggu Kamu yang sangat lalai ini." lagi-lagi Kiki di paksa bertindak seolah seperti ibu tiri yang kejam.dia harus tegas mengingat kan suami nya yang terlalu menyepelekan waktu.


"Maaf sayang ku! Jangan marah-marah terus.harus nya Aku loh yang marah sama Kamu karena sudah jahat sekali menyiram suami nya yang sedang asyik tidur." Teguh mengecup indah pipi Kiki yang sedikit terlihat berisi.akhir- akhir ini Kiki juga lebih sering marah dan sangat sensitif sekali.


" Itu terpaksa Aku lakukan karena ulah Kamu sendiri yang susah di bangunkan.maka nya! Lain kali harus ingat waktu kalau mau bergadang."


" Baik istri ku tercinta.terimakasih bantuan nya." Teguh kembali mencium indah pipi Kiki.


Baju Teguh beserta dasi dan sepatu pantofel nya sudah terpasang sempurna di tubuh Teguh berkat kerjasama dengan sang istri.


" Aku berangkat dulu ya sayang." pamit Teguh sambil mengulurkan tangan nya.

__ADS_1


" Iya Mas,lain kali jangan di ulangi lagi.Kamu berangkat nya sama pak Amin saja." Kiki langsung menyambut uluran tangan suami nya, dia tidak ingin suami nya menyetir mobil dalam keadaan panik seperti ini.bukan meeting yang dia temui malah rumah sakit yang dia dapat kan nanti nya.


Teguh mengangguk lalu masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir indah di depan pintu utama.


Kiki melepas kan kepergian suami nya dengan hati yang deg-degan.


" Semoga saja...Mas Teguh sampai di tempat meeting dengan keadaan selamat dan tepat waktu." gumam Kiki sambil memegang jantung nya yang tidak beraturan.


Siang ini dia buat gelisah oleh tingkah suami nya sendiri.


" Aw..." keluh Kiki ketika merasakan sakit di bagian perut bawah nya.


Kepala pelayan dan Rena yang sedang berdiri tidak jauh dari posisi Kiki , langsung berlari menghampiri Nona muda nya.


" Nona muda? Anda kenapa?" tanya mereka panik ketika melihat wajah pucat dari Kiki.


" Perut A- ku sa-kit sekal-i, tolong ban-tu A-ku untuk berbaring di sofa sana." ucap Kiki dengan suara terbata-bata karena menahan rasa sakit yang teramat menyiksa di perut nya.


Dengan sangat hati-hati,Rena langsung menggendong Nona muda nya menuju sofa yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


" Tolong ambil kan air panas dan masukkan kan ke dalam botol ." ucap Kiki dengan mata yang masih terpejam.


Mpok Nur langsung berlari cepat menuju dapur.


" Ini Nona muda." ujar Mpok Nur memberikan apa yang di minta oleh Kiki.


Masih dengan mata terpejam Kiki menerima botol yang berisi air panas itu.


" Biar Saya saja yang mengompres nya Nona muda." Rena menawarkan diri nya.


Kiki hanya mengangguk kan kepalanya.rasa sakit yang menyerang perut nya membuat dia tidak bisa lagi berkutik.


Rena mulai menekan dengan pelan botol panjang itu di bagian perut Kiki.suara kesakitan dari mulut Kiki lama-lama mulai sirna dan menghilang habis.


" Bagaimana Nona muda? Sebaiknya kita ke rumah sakit saja?" tanya Rena yang masih mengkhawatirkan keadaan Nona muda nya.


" Tidak perlu Ren,sakit nya sudah hilang kok." jawab Kiki yang sudah merasa enakan.


Jangan lupa Like,Vote dan Berikan bintang 5 nya ya guys..😍🥰😍🥰

__ADS_1


__ADS_2