
Teguh yang baru saja terbangun dari tidur nya hanya bisa geleng-geleng kepala, berdecak pelan. melihat Nenek Kamila yang terus saja memangku Noah mengajak bocah kecil itu bermain bahkan sampai rela menyuapi mengganti kan peran baby sitter yang sudah di usir mengerjakan pekerjaan yang lain nya.
" Nek!Sini giliran Aku lagi." rengek Teguh ketika usaha nya selalu di gagal kan oleh sang Nenek.
" Udah Kamu sana dulu! Lebih baik Kamu mendekati Mama nya dulu, urusan Noah serahkan saja kepada Nenek." ucap Nenek Kamila kembali melanjutkan menyuapi Noah yang tampak tersenyum manis menatap keluarga baru nya.
Pak Agus,Bu Ratna dan Kiki tertawa kecil melihat perdebatan panjang yang terjadi antara cucu dan Nenek itu.
" Cicit eyang kenapa ganteng sekali sih?" Nenek Kamila membelai pipi Noah yang mengembung terisi penuh oleh nasi.
" Ya iya dong eyang,Papa sama Mama Noah kan juga ganteng dan cantik." jawab Noah mulai ketularan virus sombong yang di miliki oleh sang ayah.
" Kamu sungguh duplikat Papa mu yang nakal itu." bisik Nenek Kamila tidak ingin kedengaran oleh sama yang lain nya.
Noah hanya mengangguk kan kepala nya karena sudah fokus dengan mobil-mobilan yang ada di tangan nya.
Pagi ini wajah Teguh tampak lebih segar dari biasa nya, semenjak kepergian Kiki dari 3 tahun yang lalu,baru malam tadi Teguh merasa tidur nya sangat nyenyak bahkan seakan enggan terbangun karena takut jika ini hanya lah sebuah mimpi di tengah malam.
" Bu,Yah! Teguh ingin berbicara serius mengenai hubungan Teguh dan juga Kiki." ucap Teguh ketika mereka sedang berkumpul di meja makan.sedangkan Riko yang sedang menabuh genderang perang sudah berangkat pagi-pagi sekali karena harus mengikuti meeting bersama client.
" Bicara lah Nak. selagi kita sedang berkumpul seperti ini." jawab Bu Ratna buka suara.
" Teguh mau minta izin menikahi Kiki,Teguh ingin menebus dosa yang sudah lalu,Teguh ingin membesarkan Noah bersama-sama seperti keluarga lain nya." Teguh berbicara dengan menatap wajah Kiki yang sedang menunduk.sejujurnya dalam hati Kiki tidak pernah terbesit sedikit pun rencana untuk menikah dan memulai kehidupan baru setelah kepergian Rangga beberapa bulan yang lalu.jauh sebelum kedatangan Teguh ke hadapan nya dia hanya ingin fokus membesarkan Noah.namun semua rencana itu terbantah kan oleh suara rengekan lembut milik Noah yang tidak berhenti meminta ingin tidur di kamar lengkap dengan sang Papa.Noah bahkan tidak berhenti menangis memanggil sang Papa karena ingin seperti teman-teman yang lain nya.
" Ibu sama Ayah tidak bisa menjawab apapun,semua nya kami serahkan kepada Kiki yang akan menjalani nya." jawab Bu Ratna lepas tangan tidak ingin ikut campur.
" Sebaiknya kalian berdua mengobrol empat mata terlebih dahulu.selesai kan masalah yang belum selesai dan seterusnya kami serahkan kepada kalian berdua yang sudah sama-sama dewasa." sahut Pak Agus menimpali.
__ADS_1
" Baiklah,Bu, Yah,Kamu mau kan sayang keluar sebentar bersama Aku." ajak Teguh yang sudah tidak sabar lagi ingin kembali membina rumah tangga seperti dulu kala.bayangan wajah cantik Kiki selalu berhasil membuat detak jantung Teguh tidak bisa normal kembali.
Kiki mendadak gugup ketika Teguh selalu memanggil dia dengan panggilan sayang.
" Sayang." Teguh bahkan berani menggenggam tangan Kiki yang saling bertautan di atas meja makan.
Kiki mendongak kan Kepala merasa kan getaran aneh yang menyelimuti dada nya.
" Baiklah! Aku mau." jawab Kiki yang memang merasa perlu menyelesaikan masalah mereka berdua dan menjelaskan tentang masa lalu nya setelah mereka berdua resmi bercerai.
" Jam 10 nanti Kamu harus sudah siap-siap ya,Aku sudah tidak sabar lagi menunggu nya." goda Teguh mengedipkan sebelah mata nya.
Setelah mereka semua selesai menyantap sarapan pagi,Teguh bergegas kembali masuk ke kamar dan terlebih dahulu mengecup pipi gembul sang buah hati.
" Bimo! Aku titip perusahaan dulu ya, Aku akan berada di sini sampai waktu yang tidak bisa di tentukan." titah Teguh sebelum mereka memulai acara meeting.
" Siap Bos!" jawab Bimo santai karena ada Ken dan juga Pak Heru yang akan membantu nya.
Hampir 2 jam lebih Teguh mengikuti meeting secara virtual dan hanya berdiam diri di dalam kamar Riko dengan kaca mata dan laptop yang berada di hadapan nya.saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 tepat,Teguh bergegas menyimpan laptop dan meraih ponsel yang tergeletak di atas meja lalu keluar menemui Kiki untuk mengajak nya ke suatu tempat.
" Maaf! Sudah membuat Kamu menunggu lama."ucap Teguh mengusap lembut kepala Kiki.
" Nggak papa Mas." jawab Kiki salah tingkah.
" Noah di mana? Kita berangkat sekarang ya. tapi Aku harus pamit dulu sama jagoan Aku." Teguh menggenggam tangan Kiki membawa dia menemui buah hati mereka yang sedang bermain mobil balap bersama nenek, kakek dan eyang tercinta nya.tawa bahagia tidak pernah padam dari wajah putih bersih milik Noah.kehadiran Noah di dalam keluarga ini mampu mengalihkan atensi seluruh anggota keluarga.
" Papa minta izin keluar sebentar sama Mama ya sayang." bisik Teguh menggendong tubuh Noah sambil memutar nya.
__ADS_1
" Mau temana Pa?" tanya Noah penasaran.
" Papa mau menjalankan misi agar kita bisa tinggal bersama dan tidur bersama." bisik Teguh supaya tidak kedengaran oleh Kiki yang berdiri di belakang mereka.
" Benelan Pa?" tanya Noah memastikan.
" Benar sayang,tapi Papa harus membujuk Mama supaya hati Mama senang dan mau menerima Papa kembali." Teguh terus saja mendoktrin sang anak untuk membantu dia meluluhkan hati Kiki.tanpa mereka semua sadari, sejak awal pertama bertemu Teguh sudah meminta Noah agar membujuk sang Mama agar mau tidur satu kamar dengan nya.Teguh sangat paham sekali kalau Kiki tidak akan pernah bisa menolak permintaan dari buah hati yang sangat berarti bagi hidup nya.
"Baiklah,tapi nanti pelgi nya jangan lama-lama ya,dan jangan lupa belikan Noah mainan mobil-mobilan yang bagus."
" Oke." jawab Teguh lalu kembali menurunkan Noah untuk bergabung dengan para nenek-nenek.
" Ma! Nanti malam kita tidur bertiga kan Ma?" tanya Noah bergelayut manja menarik baju Kiki.
Kiki yang tidak tahu harus menjawab apa pun atas pertanyaan putra nya hanya bisa memejamkan mata sambil menghela nafas berat.
" Jangan sekarang ya Nak,tapi nanti." jawab Kiki pelan dan tidak ingin menyakiti hati Noah.
" Yah..." Noah mundur lalu memeluk nenek nya dengan berurai air mata.
Kiki yang hendak berjalan membujuk Noah langsung di tahan oleh Teguh.
" Biarkan saja sayang,lebih baik kita berangkat sekarang agar pulang nya tidak kesorean."
" Ya sudah." Kiki hanya bisa pasrah toh di rumah ini ada banyak anggota keluarga yang akan menenangkan kegundahan hati putra nya.
" Yes! Pasti Kiki tidak akan berani mengatakan tidak setelah melihat Noah menangis." Teguh bersorak gembira meskipun harus rela melihat sang anak menangis sesenggukan.jahat memang tapi ini lah taktik licik yang Teguh pilih untuk memenangkan peperangan.
__ADS_1
" Bagaimana ini! Noah seperti nya sangat berharap sekali kami bisa bersatu kembali,tapi bagaimana dengan Mas Rangga?" kepala Kiki mendadak terasa mau pecah.di satu sisi dia tidak ingin kedua orang tua Rangga menganggap dia jahat dan melupakan kebaikan Rangga selama ini, tetapi di sisi lain ada mental dan psikis Noah yang harus dia jaga agar tidak merasa kekurangan kasih sayang.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 😍🥰🥰