Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 44


__ADS_3

Mobil yang di kemudikan oleh Rena nampak memasuki pekarangan rumah Teguh.tanpa menunggu Rena membuka kan pintu untuk nya,Kiki sudah terlebih dahulu turun dengan meninggalkan Rena yang masih tercengang melihat tingkah laku sang Nona muda.


Ketika Kiki hendak meraih beberapa kantong plastik yang berisi susu hamil nya,Rena langsung melarang keras aksi nekatnya itu


" Jangan Nona muda,ini sangat berat sekali!Biar Saya saja." ujar Rena sambil menahan tangan Kiki.


" Tapi Ren,ini tidak boleh sampai ketahuan sama Mpok Nur atau orang lain.bisa bahaya." jawab Kiki sedikit memelankan suaranya agar tidak kedengaran sama yang lain.


" Aman Nona muda! Ini biar Saya saja yang membawanya,nanti akan Saya antar langsung ke dalam kamar Nona muda." balas Rena tetap mempertahankan kantong plastik hitam ini.


" Ya sudah! Terserah Kamu saja, pesan Aku cuman satu! jangan sampai bocor ke telinga nya Mpok Nur,dia itu terlalu patuh kepada Tuan muda nya." bisik Kiki lagi di samping telinga Rena yang masih sibuk menurunkan semua belanjaan Kiki.


" Siap Nona muda.kalau buah-buahan ini di taruh di mana Nona muda ?" tanya Rena lagi.


" Separuh nya bawa ke kamar Aku, separuh nya lagi simpan di dalam kulkas belakang saja." jawab Kiki terlebih dahulu masuk sebelum Mpok Nur menyerbu dengan rentetan pertanyaan nya.


Belum sempat Kiki kabur menuju ke kamar nya,Mpok Nur terlihat tergesa-gesa keluar dari dapur dan berlari menuju ke arah nya.


" Selamat siang Nona muda." sapa Mpok Nur ramah.


" Siang Mpok Nur,Aku mau langsung ke kamar dulu ya Mpok,tolong siapin roti tawar 2 lembar ya Mpok,Aku tiba-tiba lagi ke pengen makan itu."ujar Kiki sambil menelan air liur nya.entah kenapa setiap membayangkan makanan yang sedang dia mau,Kiki tidak bisa lagi mengontrol Saliva nya yang sudah banjir di dalam sana.


" Mau pakai selai apa Nona muda?"tanya Mpok Nur takut salah bertindak.


" Cukup roti tawar saja Mpok,jangan pakai selai." jawab Kiki yang hendak masuk ke dalam lift.


" Baik Nona muda akan Saya siapkan." jawab Mpok Nur langsung berlari menyiapkan pesanan Nona muda nya.

__ADS_1


Kebetulan hari ini Kiki mendapatkan jadwal kuliah sore, sehingga membuat wanita ini harus rela mengikuti kuliah nya yang akan di pastikan sampai malam datang.


"Permisi Nona muda! Ini Saya." ucap Rena dari balik pintu kamar Kiki.


" Masuk Rena,dan nanti tolong siapkan mobil nya,karena Aku harus segera berangkat ke kampus." jawab Kiki dan langsung memberi perintah.


" Baik Nona muda, tetapi susu hamil nya mau di taruh di mana ini?" tanya Rena celingukan mencari tempat untuk menyembunyikan 5 kotak susu hamil yang telah mereka beli tadi siang.


" Bawa ke lemari baju Saya saja Ren,Mas Teguh tidak akan melihat nya." jawab Kiki yang tengah sibuk merias wajah pucat nya agar terlihat lebih segar dari sebelum nya.


Baju yang bau keringat tadi sudah Kiki ganti dengan baju kaos putih, celana jins panjang serta blazers berwarna navy.penampilan Kiki siang ini mampu menyilaukan mata setiap kaum Adam yang melihat nya.


" Anda cantik sekali Nona muda." ucap Rena memuji penampilan Kiki yang begitu sempurna di mata nya.


" Jangan membual Ren,Aku tahu Kamu sedang berbohong."jawab Kiki di iringi suara tawa nya yang begitu keras keluar.


" Saya pamit mau ke bawah dulu Nona muda,mau siapin mobil." sambung nya lagi langsung menutup kembali pintu yang dia buka tadi.


" Baiklah." jawab Kiki sambil tersenyum puas bisa mengerjai Rena yang sangat maskulin dan juga Maco.


Kiki mulai menyiapkan semua keperluan kuliah nya,mulia dari pulpen,pensil ,buku dan alat tempur lain nya sudah masuk ke dalam tas ransel kecil nya.termasuk bedak dan juga alat make-up lain nya.ketika hendak memindahkan ponsel genggam nya Kiki langsung teringat dengan sang suami yang sudah sejak kemarin tidak membalas telepon atau pesan yang dia kirim.


" Mas Teguh lagi ngapain ya?"gumam Kiki sambil menyalakan ponsel nya yang sengaja dia matikan supaya tidak ada orang yang tahu tentang kemana pergi nya tadi pagi.


Karena sudah tidak tahan lagi menahan rasa rindu yang melanda hati dan juga perasaan nya,Kiki kembali mencoba menghubungi nomor kontak Teguh dan hingga panggilan ketiga berlangsung masih saja belum mendapatkan balasan dari suami nya.


" Kamu kenapa sih Mas? Kenapa jadi aneh begini? Berangkat nya pagi! Pulang nya larut malam.nomor Kamu selalu aktif,tapi tidak satupun pesan yang Aku kirim Kamu balas,di telpon juga ngga Kamu angkat!Kamu mau nya apa sih Mas? Jangan diam terus." gumam Kiki menahan sesak di dalam dada nya.Kiki lalu membuang pandangan nya ke arah luar. setelah merasa cukup tenang,Kiki langsung melangkah turun keluar dari kamar dan mengabaikan susu dan roti tawar yang telah di sediakan oleh Mpok Nur.

__ADS_1


Mulai hari ini Kiki mengganti minuman pagi nya dengan susu hamil yang sengaja di taruh oleh Rena ke dalam kotak besar, sedang kan bungkus nya sudah terlebih dahulu di buang oleh Rena supaya tidak ketahuan oleh Mpok Nur dan asisten lain nya.


"Saidah! Apa Nona muda sudah berangkat?" tanya Mpok Nur yang baru keluar dari gudang dan mendapati segelas susu dan roti tawar masih utuh di atas meja.


" Sudah Mpok Nur,mobil yang di tumpangi oleh Nona muda baru saja keluar." jawab Mbok Saidah yang kebetulan sedang menyapu halaman depan.


" Aduh! Terus roti sama susu nya bagaimana?" tanya Mpok Nur kepada diri nya sendiri.


" Sebaiknya nya Saya buang saja lah,tidak baik susu di diam kan begitu saja dalam jangka waktu lama.nanti kalau Nona muda minta akan Saya ganti dengan yang baru." ujar Mpok Nur manggut-manggut sendiri sambil berjalan kembali ke dalam gudang yang sedang di rapikan.


Di dalam mobil Kiki terus berdiam diri dengan segala beban pikiran yang datang silih berganti.Di saat seperti ini dia butuh sekali dukungan dari suami nya,namun orang yang dia harapkan malah mengabaikan nya sejak hari kemarin.jadwal kuliah nya mulai padat.sedangkan pagi hari Kiki selalu menderita mual-mual yang tidak kunjung hilang .rasa mual ini akan bertambah kuat apabila dia Kiki selalu menyebut atau pun mengingat wajah sang suami.


" Kita harus kuat ya Nak,bantu Mama untuk tegar melewati semua cobaan ini." batin Kiki sambil mengelus perut rata nya.seolah sedang berbicara kepada calon buah hati nya yang masih berukuran kecil.


Berbeda dengan Teguh yang sedang tertatih mengatur waktu nya sebaik mungkin,sudah 2 kali jam makan di lewatkan oleh Teguh begitu saja,hanya air putih yang masuk sebagai pengganti sarapan dan juga makan siang nya.


Teguh selalu di buat kalang kabut mengikuti semua keinginan Bunda nya.bahkan kesehatan nya sendiri menjadi jaminan nya.


" Aduh! Perut Aku perih sekali." gumam Teguh di tengah acara meeting yang sedang berlangsung, keringat dingin sudah mengalir deras di dahi nya.tangan kekar nya tidak berhenti memegang perut nya yang terasa semakin sakit dan sangat menyiksa.selepas menemani Bunda nya makan siang dan meminum obat, Teguh langsung tancap gas menuju ibu kota tanpa mengisi terlebih dahulu perut nya yang sudah kosong sejak tadi pagi.


" Anda kenapa Tuan muda?" tanya Sekretaris Ken ketika menyadari sesuatu yang berbeda dari raut wajah Tuan muda nya.


" Tidak apa-apa Ken,kamu fokus ke meeting nya saja." ujar Teguh sambil menghela nafas berat nya.


Sekretaris Ken yang menyadari bahwa Teguh tidak berhenti memegang perut nya mendadak khawatir setelah mengintip menggunakan ekor mata nya.


" Anda kenapa Tuan muda,kenapa anda terus memegang perut seperti itu? Wajah anda juga sangat pucat sekali." batin Sekretaris Ken tanpa berani bertanya secara langsung.sedangkaj tangan nya mengetik pesan yang lalu di kirim ke nomer ponsel Bimo yang juga sedang melakukan meeting di tempat yang berbeda.

__ADS_1


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys..😍🥰😍🥰😊😊


__ADS_2