
" Silahkan di makan Rena,jangan sungkan..Bukan kah Kamu sudah menjadi anak Ibu!" seru Ibu Ratna ketika melihat Rena tidak menyentuh nasi yang ada di hadapan nya.
" Iy- iya Bu." jawab Rena yang masih merasa canggung,dia tidak ingin di anggap terlalu lancang , sementara Kiki sang anak kandung tuan rumah saja belum mengambil nasi untuk nya.
" Ambil saja Nak, jangan di tungguin Kiki nya mungkin saja dia masih lama." seru Ibu Ratna lagi ketika Rena masih saja betah menatap makanan yang berjejer rapi di depan mata nya.
" Iya Bu,Rena nunggu Nona muda saja,biar barengan." jawab Rena sambil menelan saliva nya yang terasa berlimpah ketika melihat makanan enak yang menggugah selera.
Kiki akhirnya keluar juga dari dalam kamar nya.entah apa yang lakukan wanita ini didalam sana,Rena yang sudah terlanjur kalap melihat makanan enak, mendadak geram sendiri karena Nona muda nya sangat lama menampakkan batang hidungnya.ingin marah namun Rena tidak berani untuk melakukan nya.dengan sangat terpaksa dia berteriak di dalam hati nya.
" Arghhh..."
" Apa yang sedang Nona muda lakukan di dalam sana,perut ku rasa nya sudah tidak sanggup lagi menahan rasa lapar ini!" gumam Rena sambil menekan perut nya.
" Kenapa belum makan Ren?" tanya Kiki tanpa merasa bersalah sedikit pun.
" Saya menunggu Nona muda." jawab Rena jujur,bukan karena lancang atau pun tidak tahu malu, tetapi inilah Rena yang sesungguhnya, selalu polos dan jujur jika di beri pertanyaan.
" Lain kali,tidak perlu menunggu Aku datang,jika Kamu sudah merasa lapar, langsung makan saja,jangan lagi menunggu ku seperti ini! Jika Aku ngga keluar-keluar? Apa kamu akan tetap menunggu juga?" Kiki mengingat kan Rena agar tidak usah bersikap kaku jika di rumah orang tua nya.
" Ini rumah orang tua Kamu juga,jangan samakan dengan rumah Tuan muda Kamu itu." sindir Kiki renyah, meskipun Tuan muda yang dia maksud adalah suami nya sendiri.
" Baik Nona muda." jawab Rena patuh.
Kiki dan Rena mulai mengambil nasi untuk diri masing -masing.sedangkan Ibu Ratna tengah menjalankan ibadah nya karena sejak tadi adzan Zuhur sudah berkumandang merdu.
Kedua wanita ini nampak lahap mengunyah makanan yang ada di hadapan mereka.Rena bahkan sudah dua kali menambah kan nasi ke dalam piring nya.begitu juga dengan Kiki.
" Masakan Ibu Nona muda sangat enak sekali." puji Rena sambil terus melahap isi piring nya.
" Beliau juga Ibu mu,itu pun kalau Kamu menganggap nya." Kiki mempertegas kembali atas apa yang telah mereka sepakati di depan rumah tadi.
" Iya Nona muda, terimakasih sudah menerima kehadiran Saya di dalam keluarga Nona muda.berarti mulai hari ini Saya adalah adik Nona muda." goda Rena yang sudah mulai berani bercengkrama luas dengan Kiki.
" Enak saja adik ku,umur mu jauh lebih tua dari umur ku." bantah Kiki tidak terima.
" Hahahaha..." Rena langsung tertawa lebar melihat muka judes milik Nona muda nya.
" Anda sangat lucu sekali Nona muda, walaupun suka judes tetapi hati anda sungguh selembut salju." Rena kembali memuji kebaikan yang di miliki oleh Kiki.baru beberapa jam bersama Kiki,Rena sudah mulai bisa mengenali bagaimana sifat dan watak sesungguhnya dari Nona muda nya.
" Aku bukan seorang komedian Ren!"balas Kiki sambil menyudahi acara makan nya, perut Kiki rasa nya sudah tidak mampu lagi untuk menampung makanan.
__ADS_1
Berbeda dengan Rena yang masih terus melanjutkan acara makan nya, padahal ini sudah piring ketiga untuk perut kebal nya.
" Bagaimana? Enak tidak masakan Ibu?" tanya Ibu Ratna ikut duduk di tengah-tengah kedua wanita muda ini.
" Enak!" seru mereka secara bersamaan.
" Sangking enak nya masakan Ibu ini, Saya sampai tidak bisa menghentikan mulut Saya ini." jawab Rena dengan mulut yang terisi penuh.
Ibu Ratna hanya tersenyum melihat tingkah Rena.tubuh Rena yang tinggi tegap membuat Ibu Ratna selalu ingin menatap nya.
" Kamu lapar atau doyan sih Ren?" tanya Kiki yang tiba-tiba merasa mual melihat cara makan Rena yang tidak mengenal kata kenyang.
" Dua-duanya." jawab Rena sambil nyegir.
Karena tidak ingin sampai muntah,Kiki memilih memainkan ponsel nya ketimbang memperhatikan Rena yang sedang makan dengan begitu semangat nya.
" Bagaimana cara nya tubuh Kamu bisa sebesar ini Nak?" tanya Ibu Ratna yang sejak tadi sudah penasaran.
" Oh..Ini karena latihan khusus Bu, di markas besar,kami selalu di latih dengan latihan fisik yang keras.mau wanita ataupun pria,itu sama saja." jawab Rena sambil bersendawa kekenyangan.
"Ughhh." suara kekenyangan itu lolos begitu saja dari mulut Rena.
Kiki yang mendengar nya hanya geleng-geleng kepala.walaupun memiliki tubuh kekar dan wajah seram, ternyata kelakuan Rena sama dengan manusia lain nya.
" Ayah sama Riko Kemana Bu?" tanya kiki yang sejak tadi belum melihat keberadaan kedua lelaki kesayangan nya.
" Riko masih di sekolah, sedang kan Ayah tadi pergi menemani Pak Ridwan melihat kebun yang ingin beliau beli di ujung jalan sana." jawab Ibu Ratna.
Belum siap ibu Ratna menghela nafas nya setelah menjawab pertanyaan dari sang putri.
Suara deru motor milik Riko terdengar bertalu-talu di pekarangan rumah.
" Tuh! Orang nya sudah pulang,panjang umur sekali dia." ujar Kiki yang mengenali bunyi motor nya.
Semenjak Kiki menikah, motor kesayangan milik nya,telah di wariskan kepada Riko sang adik satu-satunya.
Dengan Riko memiliki motor sendiri, sehingga Ayah nya tidak perlu lagi bersusah payah mengantar jemput dia untuk pergi menuntut ilmu.
" Assalamualaikum." ucap Riko ketika masuk ke dalam rumah.
" Wa alaikum salam." jawab mereka semua.
__ADS_1
Mobil hitam mewah yang berada di depan rumah nya, membuat Riko penasaran ingin melihat siapakah pemilik nya.
" Mobil bagus itu punya Kakak?" tanya Riko sambil mencium punggung tangan Ibu dan Kakak nya secara bergantian.
" Bukan! Punya nya Mas Teguh, Kakak hanya di kasih pinjam." jawab Kiki tidak ingin menyombongkan diri nya.
" Sama aja kali Kak,susah banget sih bilang iya nya.Riko juga ngga akan meminjam ataupun meminta nya." kesal Riko karena tidak mendapat jawaban yang memuaskan hati nya.
" Lah ngambek.kenapa Kamu pulang nya telat Dek?"
" Tadi Riko ada les tambahan, karena sebentar lagi mau ujian akhir Kak." jawab Riko sambil mencomot tempe dan ikan secara bergantian.
" Riko! Ngga sopan banget sih,cuci tangan dulu sana,baru makan." tegur Kiki yang tidak suka melihat tingkah Adik nya.
" Galak amat sih Kak, melebihi nenek lampir." balas Riko ngacir berlari menjauh.
" Dasar Adik durhaka Kamu ya Rik, berani-berani nya Kamu mengatai Kakak nenek lampir.awas Kamu." ucap Kiki yang tengah bersiap-siap ingin berlari mengejar sang adik yang sudah masuk ke dalam kamar.
Namun suara besar milik laki-laki paruh baya membuat pergerakan Kiki berhenti bagaikan tersambar petir besar.
" " Assalamualaikum." ucap Pak Agus dari depan pintu.
Kiki langsung berlari berbelok arah menghampiri sang Ayah.
" Wa alaikum salam Ayah." jawab Kiki senang.
Rena yang sedang duduk di dekat meja makan kembali di buat iri oleh kehangatan keluarga Kiki.melihat Kiki yang sedang memeluk Ayah nya Membuat jiwa sedih nya juga ingin merasakan pelukan hangat seorang Ayah.
" Kamu kapan sampai Nak?" tanya Pak Agus sambil mengusap kepala sang putri.
" Sudah satu jam yang lalu Yah, tetapi Ayah malah ngga ada di rumah! Ayah dari mana saja? Kenapa lama sekali?" tanya Kiki sambil bermanja - manja di pelukan Ayah nya.
" Ayah dari kampung sebelah,ada keperluan sebentar.itu siapa?" tanya Pak Agus kepada putri nya ketika melihat sosok wanita muda yang baru dia lihat keberadaan nya.
" Dia Rena Yah,orang yang di tugas kan oleh Teguh untuk menemani kemanapun putri kita pergi,dan mulai hari ini,Rena juga sudah menjadi bagian keluarga kita." Bukan Kiki yang menjawab nya ,melain kan Ibu Ratna.
Dengan sangat hati-hati Ibu Ratna mulai menceritakan semua kisah hidup Rena Kepada suami nya.dengan tangan terbuka Pak Agus pun menerima kehadiran Rena di tengah keluarga mereka.Riko yang baru keluar dari kamar nya pun terlihat asyik bercengkrama dengan Rena, berbagai pertanyaan lucu dia tanyakan kepada Rena, sehingga menimbulkan gelak tawa dari semua anggota keluarga.
Semua nya terlihat kompak seperti keluarga utuh yang sempurna.Rena tidak kuasa membendung rasa bahagia dan juga haru nya yang bercampur aduk memenuhi ruang dada nya.
" Nikmat sekali berada di posisi keluarga seperti ini.terimakasih ya tuhan, sudah memberikan Aku kesempatan untuk merasakan hangatnya keluarga bahagia." gumam Rena menatap haru kedua orang tua angkat nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys..
Pencet juga bintang 5 untuk menambah semangat author dalam menulis.😍😍