Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 38


__ADS_3

" Bunda...." Cindy langsung bereaksi terlebih dahulu.


Mendengar Cindy memanggil nama Bunda nya.Teguh langsung mengangkat wajah lelah nya.


" Bunda kenapa?" tanya Teguh setelah melihat keadaan Bunda yang tidak sedang baik-baik saja.


Tidak ingin drama mereka ketahuan, Cindy dan Bunda Yeni langsung mengelap lembut obat pembersih luka itu agar terkesan benar nyata.


" Apa yang sedang Bunda rasakan? Bagian mana yang sakit?" tanya Teguh khawatir.


Sejak tadi ponsel Teguh yang berada di dalam saku jas nya terus menyala pertanda ada notifikasi yang masuk.karena Teguh sengaja meredam kan suara ponsel milik nya, alhasil dia tidak bisa mendengar jika ada puluhan pesan dan panggilan masuk yang datang dari istri nya.


" Kepala Bunda sakit sekali Nak." jawab Bunda Yeni dengan suara lemas nya.


" Tapi hidung Bunda mengeluarkan darah Bun! Sebaik nya kita ke rumah sakit saja,ini tidak bisa di diamkan lagi Bun." tawar Teguh yang begitu larut dalam sandiwara yang di mainkan oleh ibu kandung nya.


Tubuh Bunda Yeni dan Cindy langsung merespon hebat ,kata dokter yang keluar dari mulut Teguh,jika saja Teguh berhasil membawa Bunda Yeni ke rumah sakit,tamat lah riwayat mereka berdua malam ini juga.


"Ja-jangan Nak, Ti-tidak perlu,Bunda hanya butuh istirahat dan minum obat saja.setelah itu akan sembuh dengan sendirinya.dokter di kota ini sudah tidak ada yang sanggup lagi mengatasi penyakit serius ini.Bunda pun sudah terlanjur pasrah menerima kenyataan pahit ini."


jawab Bunda Yeni dengan wajah sendu nya.


" Tapi Bun.."


Ucapan teguh langsung di bantah dengan cepat oleh sang Bunda.


"Jangan khawatir Nak, setelah minum obat nanti kepala Bunda akan segera membaik,waktu Bunda tidak lama lagi Nak, Bunda mohon kabulkan permintaan Bunda untuk yang terakhir kali nya."melihat wajah teguh yang sedang cemas dan sangat khawatir, Bunda Yeni kembali memainkan peran nya.


" Jangan ngomong seperti itu Bun,tidak ada yang boleh pergi dari hidup Teguh.kami masih sangat membutuhkan kehadiran Bunda di tengah -tengah keluarga kita, Teguh akan segera membawa Bunda ke luar negeri demi bisa mendapatkan pengobatan terbaik, Bunda jangan khawatir, Teguh akan selalu mendampingi Bunda sampai Bunda di nyatakan sembuh total." Teguh langsung mendekap erat wanita yang sudah melahirkan dan membesarkan dia ke muka bumi ini.


" Percuma Nak,itu tidak akan berhasil,semua dokter sudah tidak ada yang mampu menemukan obat penyembuh penyakit serius ini.karena sudah terlanjur parah menggerogoti tubuh Bunda,andai saja..... Bunda tau dengan cepat,pasti nya tidak akan sampai menjadi separah ini.sekarang Bunda hanya berharap bisa menghabiskan waktu singkat ini bersama dengan Kamu."ujar Bunda Yeni dari balik dekapan tubuh Teguh yang kembali terdengar meyakinkan putra nya agar mau menuruti semua keinginan nya.


" Sebaiknya kita makan dulu,supaya Bunda bisa langsung minum obat." sahut Cindy membuka suara setelah terdiam karena mendapat kan bentakan keras dari pria yang masih dia harapkan.


Teguh langsung mengikuti saran dari Cindy tanpa mau membuka suara .


Senyum licik terbit dari kedua wanita yang berada di sisi kiri dan kanan Teguh.


Melihat Teguh yang menurut patuh,hati kedua wanita ini sangat senang sekali, padahal Teguh mengangguk patuh karena memang perut nya yang sudah terasa sangat lapar.


" Kiki pasti sedang menunggu Aku!" saat ingin mengambil makanan,Teguh mulai mengkhawatirkan tentang istri nya.

__ADS_1


" Di makan dong Nak, makanan nya! Ini makanan kesukaan Kamu 'kan? Cindy sendiri loh yang memesan kan makanan ini untuk Kamu." ucap Bunda Yeni yang masih berusaha mempromosikan calon menantu kaya yang sederajat dengan keluarga mereka.


"Dia sangat mengerti sekali dengan selera makan Kamu sayang." imbuh nya lagi yang tidak berhenti memuji sikap Cindy di depan Teguh.


" Ya jelas dong Tante! Hubungan kita berdua bukan hanya sekedar satu bulan atau dua bulan, tetapi 3 tahun lama nya.sudah pasti Aku sangat hapal betul makan dan tempat yang menjadi favorit nya Teguh." jawab Cindy sambil tersenyum menatap dalam wajah Teguh yang enggan melirik wajah ke arah nya.


Keberadaan Cindy di dalam ruangan ini benar-benar tidak berarti bagi Teguh.


" Sial! Berani - berani nya dia mengabaikan Aku seperti ini!" geram Cindy sambil meremas tissue di bawah meja.


" Akan Aku pastikan rumah tangga mu akan hancur bersama wanita miskin itu.dan Kamu akan kembali menjadi budak cinta ku." sambung nya menatap tajam Teguh melalui ekor mata nya.


Kiki masih tetap menunggu kedatangan suami nya di ruang santai lantai bawah.di samping dia ada sepuluh asisten rumah tangga yang dia minta untuk menemani nya menonton film kartun yang sangat lucu dan juga menjadi favorit nya.


Tawa lucu terdengar dari mulut mereka semua.


" Sebenar nya Mas Teguh ini kemana sih? Apa dia mulai larut lagi dalam kesibukan nya?" batin Kiki sambil mengetik pesan yang tak kunjung mendapatkan balasan.


To Mas Teguh


" Kamu lagi di mana Mas? Kenapa ngga kasih kabar dari siang tadi?"


Usia mengirim pesan untuk yang kesekian kali nya kepada sang suami, Kiki kembali melanjutkan acara menonton televisi.


" Kasihan Nona muda,makan nya pun jadi terbengkalai." gumam Rena ikut sedih melihat raut wajah cemas Nona muda nya.


To Mas Teguh


" Mas..."


" Mas..."


Dua pesan beruntun Kiki kirim dalam waktu yang bersamaan.sejujur nya Kiki ingin sekali menangis menjerit karena merasa terabaikan.namun rasa malu nya menghalau jauh air yang sempat menggenang di pelupuk mata nya.


Huft... Helaan nafas gusar terdengar keluar dari mulut Kiki yang sedang duduk di sofa.


Karena belum merasa tenang dan terus mengusik pikiran nya,Kiki kembali mengambil ponsel yang berada di atas meja lalu mencari kembali kontak suami nya.


Panggilan video yang di lakukan Kiki kembali tidak mendapatkan jawaban dari sang suami. Karena merasa lelah dan putus asa,Kiki akhirnya memilih menghibur diri nya dengan kembali larut dalam film kartun yang sedang berputar.


Satu jam,dua jam berlalu sampai 6 jam lama nya,namun Teguh masih belum datang juga.hingga Kiki sampai tertidur pulas di atas sofa besar yang terdapat di ruang santai keluarga.

__ADS_1


Semua asisten rumah tangga sudah masuk terlebih dahulu ke kamar mereka masing-masing setelah mendapatkan persetujuan dari Mpok Nur.10 Asisten rumah tangga itu cukup terhibur setelah ikut menonton dengan Nona muda mereka.perlakuan baik Kiki sangat menyentuh di hati mereka semua.


" Bagaimana ini Mpok Nur?" tanya Rena yang masih setia mendampingi Nona muda nya.meskipun dia sendiri sudah sangat mengantuk karena hari sudah larut malam.


" Saya juga tidak tau Mbak Rena! Apa sebaiknya kita bangun kan saja Nona muda? Kasihan jika Nona muda harus tidur seperti ini, tempat ini tidak akan aman dan nyaman untuk tubuh Nona muda." jawab Mpok Nur sambil melirik ke kanan dan juga ke kiri.


Di ruang santai ini, hanya tersisa mereka bertiga saja.sedangkan di depan sana ada banyak penjaga yang sedang bertugas mengamankan rumah dan para penghuni nya.


" Memang sebaik nya seperti itu Mpok Nur." jawab Rena mengangguk sebagai tanda setuju.


Mpok Nur langsung berjalan menuju sofa yang di tempati oleh Kiki,wajah cantik ini terlihat tenang dalam mimpi indah nya.suara Mpok Nur dan Rena yang sedang berbicara sama sekali tidak mengusik ketenangan tidur nya.


" Nona muda!" panggil Mpok Nur sambil mengelus lembut lengan Kiki yang menjuntai ke bawah.


Kiki langsung mengerjap kan mata nya sambil menggeliat kan tubuh ketika merasa terganggu dengan panggilan Mpok Nur.


" Mpok Nur! Ada apa? Kenapa ada di dalam kamar Aku?" tanya Kiki dengan terkejut.kesadaran nya belum sepenuhnya terkumpul.


" Itu Nona muda..Saya hanya mau membangun kan Nona muda agar pindah tidur ke dalam kamar saja,ini sudah pukul 11 malam Nona muda." ujar Mpok Nur sambil memperlihat kan layar ponsel nya yang terdapat perputaran waktu.


" Ya ampun...Jadi Aku ketiduran di luar,bukan di dalam kamar?" tanya Kiki sambil melihat benda-benda yang ada di sekitar nya.


" Ruangan santai." gumam Kiki sambil menggosok wajahnya menggunakan kedua tangan.


" Pantesan saja Aku merasa kurang nyaman saat ingin berbalik badan, ternyata sofa ini yang menjadi pengganti ranjang empuk ku." batin Kiki terkekeh geli dalam hati nya.


" Mas Teguh belum datang juga ya Mpok?" tanya Kiki berdebar-debar.


" Belum Nona muda, sebaiknya Nona muda segera masuk ke dalam kamar." sahut Mpok Nur memperingati.


" Baiklah." jawab Kiki dengan perasaan sedih nya. bukan kah di antara mereka sudah ada perjanjian agar saling mengabari jika sedang berada di luar rumah, tetapi lagi-lagi Teguh mengingkari janji yang di buat sendiri.


" Hmm..." Kiki mendesah panjang dengan mengangkat sedikit bahu nya.


Dengan langkah gontai Kiki masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan menuju kamar nya yang terletak di lantai 3 rumah besar ini.


Kiki langsung masuk ke dalam kamar nya dan mengganti kan baju nya dengan baju tidur yang sangat nyaman digunakan.


Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys.


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Terimakasih semuanya 😍🥰😍😍


__ADS_2