
Ceklek.
Kiki membuka pintu kamar mandi dan berjalan keluar dengan wajah pucat nya. karena tidak ingin mengundang kecurigaan dari Teguh,Kiki langsung berjalan cepat mengayun kan kedua kaki nya agar bisa sampai ke dalam ruang ganti.Kiki juga tidak lupa mengunci pintu ruang ganti agar Teguh tidak bisa menerobos masuk ke sana.
Hiks...Hiks..Hiks..
Kiki menangis sambil menyandarkan tubuh nya di dinding ruang ganti.
" Kenapa di saat Aku sudah mulai bisa menerima semua ini! Tetapi Kamu malah datang lagi seolah tidak terjadi apa-apa Mas?"
" Hati Aku hancur,Aku berusaha sekuat yang Aku mampu,Aku sakit tetapi Aku berusaha menyehatkan tubuh dan pikiran ku.Aku mohon Jangan datang lagi jika hanya ingin bermain sandiwara palsu." batin Kiki terus memegang dada nya yang terasa semakin sesak.
Tidak ingin membuang waktu nya lebih lama lagi,Kiki mengeluarkan semua pakaian yang ingin dia kenakan.
Pagi ini Kiki memilih memakai baju kaos longgar di padu dengan celana jeans cutbray dan sneaker berwarna putih.
" Sayang! Ada yang ingin Aku bicarakan." ucap Teguh ketika melihat Kiki sudah selesai berganti pakaian.mata nya tidak berhenti menatap wajah Kiki yang terlihat semakin cantik tetapi sangat pucat sekali.
" Kamu sakit? Kenapa Kamu muntah-muntah sayang?" Teguh menghampiri Kiki dan ingin memegang wajah nya namun sayang langsung di tepis oleh Kiki sambil memundurkan langkahnya.
" Aku baik-baik saja,ngga ada yang perlu di khawatir kan." jawab Kiki setenang mungkin.meski mata sembab nya tidak bisa di sembunyikan lagi , tetapi Kiki berusaha keras terlihat baik-baik saja dan bahagia dengan hidup nya.
" Tapi Kamu pucat sayang! Mau Aku minta tolong Rena biar antar Kamu ke dokter?" tanya Teguh seolah tidak merasa berdosa.
" Aku bisa pergi sendiri,tidak perlu melakukan itu." jawab Kiki masih dengan nada dingin.
" Disini suami Aku bukan Rena Mas, tetapi Kamu! Apa segitu penting nya wanita itu sampai membuat Kamu melupakan Aku dan tidak sudi membagi waktu sedikit saja untuk ku?" batin Kiki menahan air mata yang hendak keluar.dia tidak ingin terlihat lemah di depan orang yang sudah menyakiti nya.Kiki beralih menuju meja rias dan mengambil sisir untuk merapikan rambut nya.
" Baiklah,nanti kalau terjadi apa-apa jangan lupa minta Rena untuk antar kamu berobat,Aku belum bisa menemani Kamu,karena pekerjaan Aku sedang banyak sekali sayang." ucap Teguh berdiri di belakang kursi Kiki.
Pria ini berbicara sangat santai.karena ingin berbicara serius kepada sang Istri,Teguh sengaja belum berangkat ke kantor dan memilih menunggu Kiki bangun terlebih dahulu.ingin rasa nya dia pergi begitu saja tanpa mengabari sang istri, tetapi hati nya tidak tega membiarkan sang istri cemas memikirkan diri nya.
Bisa Teguh lihat sendiri bagaimana sikap Kiki kepada dia hari ini, Teguh tidak mempermasalahkan itu karena dia tahu betul ini adalah akibat dari kesalahan-kesalahan yang telah dia perbuat.Teguh hanya menunggu waktu yang tempat untuk menjelaskan dan menyelesaikan semua ini.
Kiki terlihat sibuk sendiri dan mengabaikan ucapan yang keluar dari mulut suami nya.ingin sekali dia mencongkel mulut Teguh yang berkata tanpa merasa malu itu.
" Sibuk Kamu bilang? Kamu pikir Aku ngga tahu apa yang Kamu lakukan di luar sana,cukup Mas! Aku sudah muak melihat nya.dan mungkin tidak akan lagi mau melihat nya." batin Kiki merutuki kebohongan yang sedang di mainkan suami nya.
__ADS_1
" Aku tahu itu! Dan Aku pun tidak akan meminta waktu mu lagi."jawab Kiki cukup pedas.
" Selagi Aku bisa sendiri maka akan Aku kerjakan sendiri." balas Kiki langsung berdiri dan mengambil tas yang sudah dia siap kan tadi malam.
" Aku harus berangkat ke kampus sekarang juga." ucap Kiki dan langsung berjalan menuju pintu kamar.
" Tunggu sayang! Aku belum selesai berbicara sama Kamu." Teguh menahan pergelangan tangan Kiki agar tidak keluar dulu dari dalam kamar mereka.
" Sayang ! Kamu masih bisa memanggil Aku dengan kata sayang? Dulu Aku sangat suka Kamu memanggil Aku menggunakan panggilan itu,tapi sekarang Aku terlanjur muak mendengar nya." gumam Kiki dan perlahan menghempas kan tangan nya agar terlepas dari genggaman tangan Teguh.
" Hoek.Hoek.." Kiki langsung membekap kuat mulut nya agar tidak menimbulkan suara dan muntah di depan Teguh.
" Aku mau ke kamar mandi sebentar." ucap Kiki dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.
" Hoek..Hoek..Hoek." Kiki sengaja menghidupkan air besar - besar dan berusaha memelankan suara nya.di situasi genting seperti ini entah kenapa dedek bayi nya malah memberontak seolah sedang mencari perhatian sang Papa.
" Mama mohon jangan bikin Mama mual dulu ya Nak,Mama tidak ingin rahasia kita sampai ketahuan sama Papa Kamu,Mama hanya takut mereka menyakiti Kamu nanti nya." batin Kiki sambil mengelus perut nya berharap sang cabang bayi mau mendengar kan nya.
Setelah merasa baikan dan mencuci mulut nya Kiki kembali keluar dan langsung berdiri di depan meja rias demi melihat penampilan nya.
" Kamu mau bicara apa? Waktu ku tidak banyak,dan Aku juga yakin waktu Kamu terlalu berharga untuk menunggu Aku yang bukan siapa-siapa ini." ujar Kiki setelah selesai merapi kan kembali penampilan dan riasan wajah nya.
" Apa kamu mengetahui sesuatu sayang?" batin Teguh menggeleng kan kepala.
" Kenapa Kamu terus muntah seperti ini?" imbuh nya menatap seksama wajah Kiki yang tidak lagi seceria dulu.
" Aku minta maaf sayang, Aku janji akan menebus semua waktu kita yang sudah terbuang ini.pekerjaan Aku benar-benar sedang menumpuk dan tidak bisa untuk di tinggal kan."
" Jangan bicara seperti itu lagi,Kamu segala nya untuk Aku dan tidak akan pernah tergantikan oleh apapun.selama nya." imbuh nya sambil menarik tangan Kiki lalu menggenggam nya kuat -kuat.
" Itu dulu! Tidak untuk sekarang." batin Kiki menertawai diri nya sendiri.
Sejak mengetahui permainan licik yang di lakukan oleh suami nya di belakang dia,Kiki perlahan mulai mengubur rasa cinta nya,dia tidak ingin terlalu sakit saat waktu melepas kan itu telah datang dan meminta dia untuk pergi sejauh mungkin.
" Aku sedang berusaha menata hati ku Mas,jangan khawatir Aku akan pergi dengan sendirinya setelah semua nya siap." Kiki terus menahan amarahnya yang ingin meledak sampai dia punya banyak bukti untuk keluar dari pernikahan yang sudah terasa sangat hambar.
" Tidak usah capek-capek membuat janji,toh Aku juga tidak mengharapkan waktu Kamu lagi." jawab Kiki berusaha setenang mungkin meskipun di sudut mata nya sudah menggenang air besar.
__ADS_1
Janin yang ada di dalam perut Kiki juga mulai tenang dan tidak lagi membuat sang ibu merasa tidak nyaman.seakan-akan dia mengerti apa yang sedang di ucapkan Mama nya kepada dia.
" Apa masih ada lagi yang mau Kamu bicarakan? Aku sudah sangat terlambat?" imbuh nya sambil melirik pergelangan tangan nya.
Dada Teguh sebenar nya juga sakit melihat Kiki berbicara dingin dan tidak lagi lemah lembut seperti dulu.bahkan dari sorot mata Kiki bisa Teguh lihat tidak ada lagi tatapan cinta atau pun memuja,yang tersisa hanya lah benci dan juga amarah.
" Sebentar sayang!" Teguh langsung menarik tubuh Kiki dan memeluk nya sekuat mungkin.
" Aku minta maaf,Aku tidak menyalahkan Kamu untuk membenci dan marah kepada Aku.tetapi perlu Kamu ketahui rasa cinta ku tidak pernah berubah untuk Kamu dan selalu Kamu." bisik Teguh di dalam pelukan yang sudah lama tidak mereka lakukan.
Hati Teguh masih berdesir hebat bersentuhan kulit dengan sang istri namun apa boleh buat.semua harus tertunda dulu demi membantu kesembuhan sang Bunda.
" Tolong lepaskan kan Aku! Sesak." ucap Kiki berusaha mendorong dada Teguh agar tidak menghimpit janin yang ada di dalam perut nya.
" Lepas Mas!" pinta Kiki sedikit menaikkan volume suara nya.
" Maaf !Jika pelukan ku membuat Kamu tersakiti,Aku sangat senang sekali bisa memeluk Kamu lagi.Aku sangat merindukan Kamu sayang." ujar Teguh sambil membelai wajah dingin Kiki.
Kiki menahan nafas nya dan berusaha menetralkan detak jantung yang mulai tidak normal lagi.sekuat tenaga wanita ini mengenyahkan rasa itu dan tidak ingin lagi membuat diri nya semakin jatuh lebih dalam lagi.
Kata- kata puitis yang keluar dari mulut Teguh dia abaikan begitu saja,semua yang sudah terjadi sudah semakin membuat mata dan juga hati nya terbuka lebar.
Seberapa banyak pun Teguh mengeluarkan puisi manis nya untuk dia,Kiki tidak akan pernah merasa tersanjung lagi.bukti dan sikap Teguh selama ini sudah membuat wanita ini sadar diri.
" Jangan membuang waktu lagi! Cepat katakan saja apa yang ingin Kamu ucapkan." titah Kiki memundurkan sedikit langkah dengan berpura-pura mengambil tissue yang jatuh.jantung nya tidak akan aman jika terus berada sedekat ini.
" Aku..Aku mau izin pergi ke luar kota selama 2 hari dan paling cepat 1 hari,ada proyek baru yang harus Aku tangani di sana.dan nanti sore Aku langsung berangkat dari kantor." Teguh akhirnya mengatakan juga apa yang ingin dia sampaikan.sejujur nya hati Teguh terasa berat untuk mengatakan kebohongan ini,namun dia tidak ingin Kiki semakin salah paham dan semakin mencurigai nya.
Drt...Drt...Ponsel yang ada di atas nakas berdering dan menampilkan pesan yang masuk ke kontak nya.
" Cindy _ Jangan lupa datang nanti malam ya honey.... Jemput Aku di tempat biasa.see you." pesan ini tidak sengaja terbaca oleh Kiki yang memang sedang berdiri tepat di samping meja kecil itu.
" Benar - benar bajingan Kamu Mas!" umpat Kiki tersenyum tipis.
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰
Bijak lah dalam membaca nya,jika tidak sesuai dengan selera boleh di skip ya guys..
__ADS_1
Author juga manusia..butuh semangat dan dukungan..