
Sekarang mereka semua berada di meja makan menikmati hidangan makan malam yang sudah di persiapkan oleh Rangga sejak pagi tadi.
Nanda dan Bi Mus juga sengaja di minta untuk ikut bergabung karena makanan ini sangat banyak sekali dan tidak akan pernah bisa mereka habiskan.
Kiki makan dengan wajah sembab nya setelah drama pertumpahan air mata yang tidak bisa terelakkan lagi ketika berpelukan dengan kedua orang tua nya.
" Rat! Sungguh Aku kangen banget loh sama kalian semua.di sana Aku tidak punya teman lagi untuk berbagi resep masakan."keluh Ibu Nahla sambil menikmati makanan yang ada di dalam mulut nya.
" Aku juga kangen sama Mbak! Awal nya Aku pikir kita tidak akan lagi bisa bertemu karena seperti nya Mbak sangat betah berlama-lama di luar Negeri." jawab Ibu Ratna.
" Aku bukan nya betah Rat,tapi karena terpaksa dari pada Aku membiarkan Mas Budi sendirian di sana tanpa ada yang mengurus." sahut Ibu Nahla.
" Sebentar lagi kita tidak akan terpisahkan lagi Rat! Kiki akan menjadi menantu ku dan akan Aku boyong ikut bersama kami ke luar Negeri." imbuh nya lalu berpura-pura tidak menyadari tatapan tajam dari mata putra nya.
" Jangan ngawur deh Ma! Aku tidak akan membiarkan Kiki pergi tanpa izin dan pendampingan dari ku." ujar Rangga dengan wajah kesal.
" Kenapa Kamu yang protes,Mama kan hanya berandai,kalau tidak boleh ya nggak masalah." gerutu Ibu Nahla.
" Sudah-sudah! Nanti kita mengobrol lagi, sekarang nikmati dulu makan malam ini." tutur Pak Budi mengingat kan agar sang istri dan anak nya tidak lagi melanjutkan perdebatan yang sudah pasti akan semakin memanas.
"Mbak nggak kangen apa sama Aku?" tanya Riko dengan keadaan mulut mengembung terisi penuh dengan nasi yang baru saja dia masukkan.
" Riko! Habiskan dulu makanan di dalam mulut mu itu, kebiasaan banget deh."ucap Kiki ketika melihat sang adik ikut-ikutan mengoceh.
__ADS_1
" Kalian ini kalau sudah dekat begini pasti selalu berdebat,coba saja berjauhan seperti kemarin,tiap hari selalu telponan nanya kabar." ucap Ibu Ratna menengahi.
" Itu Mbak Kiki yang selalu menghubungi Riko,Bu! Kata nya kangen." ucap Riko tidak mau di salah kan.
" CK...Mana ada Mbak kangen sama Kamu!Yang ada Kamu yang selalu bikin rusuh dan menguras saku Mbak." Kiki ngedumel sambil membersihkan tangan nya karena sudah selesai menghabiskan makanan nya.
Semua orang yang melihat kedua Kakak beradik itu berantem hanya tersenyum.berkumpul dengan anggota keluarga dengan formasi yang lengkap seperti ini membuat semua nya merasa senang dan juga bahagia.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 suara tawa dari semua orang yang berada di lantai dua ini masih saja terdengar begitu nyaring dan semua nya sama sekali tidak mau menyudahi acara nongkrong dadakan ini.
" Sebaik nya Kamu istirahat saja sayang,Ibu hamil di larang bergadang, apalagi pinggang mu pasti sudah pegal sejak tadi karena selalu duduk." ucap Rangga mengingat kan.tangan nya dengan reflek memijit pinggang Kiki yang sudah sejak tadi menjerit kecapean.
" Tapi Bang."
" Baiklah,kalau begitu Kiki pamit ke kamar dulu ya semua nya.maafkan Kiki yang nggak bisa ikut bergabung lagi." pamit Kiki yang sebenarnya tidak enak meninggalkan tamu nya yang masih duduk manis sedangkan dia melenggang masuk ke dalam kamar.
" Iya sayang,ibu hamil memang harus lebih banyak istirahat." jawab Ibu Nahla penuh pengertian.
Kiki masuk ke dalam kamar nya dengan di antar oleh Rangga, mereka berdua sama sekali tidak menutup pintu kamar meskipun pendingin udara sedang bekerja mendinginkan suhu udara di dalam kamar kiki.setelah memastikan Kiki tidur dengan tenang dan posisi yang nyaman, Rangga lalu keluar dari kamar Kiki menemani keluarga nya.
" Abang keluar dulu ya,jangan ngapa-ngapain lagi, tidur saja." ucap Rangga mengelus kepala Kiki lalu mengecup dengan penuh kasih sayang wanita yang sudah lama dia cintai.
" Iya Bang." Kiki mengangguk patuh karena dia juga sudah tidak kuat lagi menahan rasa kantuk yang menyerang nya.
__ADS_1
Di pulau j sana Joko Mulyono beserta istri nya terus mengumpat kesal ketika sambungan telepon mereka tidak pernah bisa tersambung dengan ponsel putri nya.
Sudah dua bulan lebih mereka menunggu kabar dari Tania yang merupakan satu-satunya orang yang bisa mereka andalkan untuk melunasi semua hutang piutang akibat perusahaan mereka yang gulung tikar dan tidak lagi bisa terselamatkan.semua bencana yang menimpa keluarga mereka akibat ulah Teguh yang tidak terima dengan cara licik mereka sekeluarga menjebak dirinya dengan begitu jahat nya.
" Kemana sih pergi nya anak itu? Kenapa ponsel nya tidak pernah aktif,apa dia sengaja menjauhi kita karena sudah kaya?" ucap Joko Mulyono mengumpat kesal.di samping dia ada sang istri yang juga sedang gelisah memikirkan bagaimana cara nya mengembalikan seluruh sawah kedua orang tua nya yang sudah dia pinjam dan dia gadaikan untuk membayar cicilan hutang yang sudah jatuh tempo.
" Mungkin aja dia lagi sibuk ngurusin Teguh Pa, nanti setelah aktif Mama yakin dia akan menghubungi kita kembali." sahut wanita paruh baya itu yang merupakan Mama kandung dari Tania.
" Tidak mungkin Ma,ini sudah dua bulan berlalu, tetapi anak itu tetap saja diam dan tidak pernah menghubungi kita sama sekali.mana semua bukti sudah terhapus semua lagi, bagaimana ini?" Joko Mulyono ketar-ketir memikirkan masalah yang tidak berhenti menimpa dirinya,dia baru beberapa hari ini menyadari bahwa rekaman penjebakan yang dia lakukan kepada Teguh sudah terhapus dan tidak tersimpan lagi baik di ponsel dia atau pun istri nya.kepala nya semakin berdenyut hebat ketika menyadari bahwa cicilan hutang nya akan jatuh tempo lusa mendatang.
" Aakkkkkhhh." Joko berteriak sepuas hati nya melepaskan beban yang setiap hari dia pikul,dulu uang 100 juta bukan lah perkara sulit bagi keluarga nya,namun semenjak perusahaan nya bangkrut,uang sepuluh ribu saja sangat berharga sekali bagi Joko dan juga istri nya.
Beruntung nya saat ini mereka berdua sedang berada di ladang yang luas sehingga tidak ada orang yang bisa suara teriakan Joko.
Tania yang sudah beberapa kali merayu dan menggoda Teguh supaya suami nya itu mau menerima dan jatuh cinta kepada dia kembali dia buat menangis di dalam hati nya.bukan cinta yang dia dapatkan melainkan hinaan dan juga caci maki yang sangat melukai hati nya sebagai seorang wanita.
Menikah tanpa cinta itu ternyata sangat menyakitkan, apalagi Tania mulai menyadari bahwa selama ini Teguh masih sangat mencintai mantan istri nya,sakit? Pasti sangat sakit sekali,tapi sekarang Tania bisa apa,tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini kecuali diam dan pasrah menerima kenyataan pahit ini.
" Andai saja Aku tidak tergoda dengan harta yang di miliki oleh Teguh, pasti Aku tidak akan pernah menyetujui permintaan Papa yang gila itu.dan hubungan ku dengan Martin pasti masih baik-baik saja." ucap Tania lirih masih memegang sapu lidi untuk membersihkan taman belakang.ingatan Tania berputar kepada laki-laki yang dia tinggal kan begitu saja demi menggapai cinta dan juga harta Teguh.
Mpok Nur yang tidak sengaja menguping isi pembicaraan wanita ini mulai mengerti kenapa Teguh selalu memperlakukan Tania dengan sangat buruk.
" Jadi karena itu,Tuan muda membenci wanita ini. dasar murahan!" umpat Mpok Nur dalam hati ya lalu pergi mencari Rena untuk membahas tentang apa yang sudah dia dengar dari mulut Tania.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰🥰