
Kiki langsung terbangun dari tidur nya karena merasa terganggu dengan silau sinar matahari yang menyelinap masuk ke kamar mereka.
Teguh yang berada di samping dia pun ikut terbangun juga.
" Huam...." Kiki menguap dengan mulut yang terbuka lebar,kedua tangan nya dia bentang kan ke atas.
" Huffttt...Capek banget." gumam Kiki pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Teguh yang sedang berpura-pura memejamkan mata nya.
Saking enak nya berada di posisi duduk nya,Kiki di buat kaget ketika merasa kan ada sebuah tangan masuk menyelusup ke dalam selimut yang dia pakai untuk menutupi tubuh polos nya.
" Aaaaaa...." teriak Kiki kaget.
Teguh yang tidak ingin membuat anggota keluarga nya datang dengan sejuta pertanyaan, langsung menarik lembut tubuh Kiki hingga terlentang kembali di atas tempat tidur,lalu dengan secepat kilat dia membungkam bibir manis Kiki supaya tidak kembali berteriak.
"Mas..!" kesal Kiki sambil memukul-mukul dada Teguh.
Melihat pukulan yang dia berikan tidak mempan untuk suami nya,Kiki langsung memainkan jurus kedua nya.
" Awww..." teriak Teguh lagi setelah merasakan sakit di bibir nya akibat di gigit oleh Kiki.
" Sakit yank!" ujar Teguh sambil memperlihatkan bibir nya yang yang sudah bengkak dan sedikit mengeluarkan darah.
Ingin sekali kiki meniup atau pun mengelus bibir sakit itu,namun karena sudah terlanjur kesal dengan ulah suami nya yang terobos saja,membuat Kiki mengurung kan niat nya,lalu diam tanpa mengacuhkan rengekan dari suami nya.
" Yank." panggil Teguh lagi.
"Kamu kok tega banget sih sama Aku?" tanya nya.
" Biarin aja, biar kapok! Lain kali jangan langsung main nyosor aja,bikin Aku jantungan aja,lagian kita kan belum mandi Mas!"
" Sudah sah sayang,mau kamu belum mandi atau apalah,Aku tidak perduli,kalau mau cium ya tinggal cium aja.jangan galak- galak! Kamu ngga kasihan sama bibir ini, padahal karena ulah dia loh Kamu sampai kejang-kejang tak karuan tadi malam." jawab Teguh semakin tak terkendali.
" Lupa ya?" cecar Teguh lagi.jari telunjuk nya terus mengarah ke wajah kesal sang istri.
" Apaan sih Mas, pagi-pagi Kamu udah ngesellin banget." jawab Kiki sambil memegang telunjuk suami nya.
" Biarin aja,yang penting ganteng dan setia." jawab Teguh sambil berdiri membusungkan dada nya.
" Ya Allah Mas, barang Kamu itu mbok ya di tutup dulu kek." tegur Kiki geleng kepala tidak percaya.
Saliva nya terasa tercekat ketika membayangkan ganas nya pusaka suami nya tadi malam,hampir 4 jam mereka melakukan berulang kali.
" Panjang dan besar." gumam Kiki dalam hati nya.
__ADS_1
Teguh yang tau jika mata Kiki tidak pernah pindah dari belalai gajah nya, langsung kembali memanfaatkan keadaan lengah sang istri.
Dengan nakal nya dia meremas kuat dua buah gundukan gunung Merapi milik istri nya.
Hingga membuat Kiki kembali hanyut dalam permainan jari nakal nya.
" Mas." ucap Kiki dengan wajah merem melek nya.
" Iya sayang." bisik Teguh sambil menggigit manja telinga istri nya.
Jari manis milik Teguh dengan sengaja menyentuh bibir Kiki,lalu ******* habis bibir itu dengan lembut dan penuh penghayatan.Kiki pun tidak tinggal diam, perlahan dia pun ikut membalas permainan sengit di dalam rongga nya.
Kiki kembali di buat menegang pagi ini, Meskipun dalam keadaan belum mandi ,kedua pengantin baru ini kembali melanjutkan aksi malam pertama mereka.
Penyatuan indah itu kembali terjadi dan mengantar kan kedua pengantin baru ini ke dalam indah nya surga dunia.
" Terimakasih sayang." ucap Teguh berbaring di samping istri nya yang masih ngos-ngosan.
" Hm.." jawab Kiki dengan langsung menyembunyikan wajah nya di dalam pelukan suami nya.
Suasana hati Kiki terasa sangat bahagia sekali,bisa tidur sambil berpelukan dengan pria yang sudah sah menjadi suami nya.
" Manja banget sih sayang nya Aku ini." ujar Teguh sambil mengecup mesra pipi istri nya.
" Mas,jangan di cium terus,nanti ular piton Kamu bergerak lagi." tegur Kiki yang tidak ingin lagi di gempur suami nya karena masih terasa lelah.
" Cium boleh,tapi jangan sampai kebablasan lagi, Aku benar-benar capek." ujar Kiki lirih.
Tanpa melihat jam lagi,kedua pasangan yang masih hangat -hangat nya kembali melanjutkan tidur pagi mereka.
Sedang kan di lantai bawah, tepat nya di dalam restoran.setelah menyelesaikan acara sarapan,semua anggota keluarga Teguh dan juga Kiki sedang duduk bersantai menikmati indah nya suasana pegunungan.meskipun sudah pukul 11 siang, tetapi cuacanya masih terasa sangat dingin dan menyejukkan.
Masing-masing dari mereka terlihat menggunakan jacket tebal atau pun sweater untuk menghangatkan tubuh mereka.
" Lama banget sih pengantin baru nya keluar,pasti malam pertama nya sampai pagi tadi." ujar Lusi yang tidak berhenti celingak-celinguk menunggu kedatangan Kiki.
" Kamu kayak ngga paham aja bagaimana nikmat nya jadi pengantin baru." balas Hana.
" Ya ngga paham lah,orang Aku belum menikah,gimana mau ngerti!"
" Maka nya buruan nikah! Biar tau bagaimana enak nya di keloni sama suami nya,maka nya Kiki betah di kamar terus." sahut Rega ikut nimbrung pembicaraan kedua gadis ting-ting ini.
" Yang ngomong kebanyakan bacot deh! Pengen gue kasih sambel juga tuh mulut yang ngga punya saringan."ujar Lusi kesal karena Rega berbicara seolah tidak berkaca pada diri nya sendiri yang masih jomblo berkarat padahal sudah memasuki usia kepala 3.
__ADS_1
" Sabar Neng! Abang kan cuman kasih tau aja,jangan nyolot begitu dong!" balas Rega.
Masih ingat kan siapa Rega? Rega adalah Abang kandung dari Gita,dan juga sahabat dari Teguh.
" Kasih tau sih boleh aja,tapi jangan terlalu menggurui sesama jomblo." sindiran Lusi cukup pedas ,dan membuat semua orang yang berada di dekat mereka ikut tertawa melihat wajah pasrah dari Teguh karena kalah berdebat dengan Lusi.
" Hahahaha..." tawa Reza paling keras terdengar.
Masih ingat juga kan dengan sosok Reza Wijaya Kusuma,dia adalah suami dari Gita,yang merupakan sahabat terdekat dari Kiki.
" Masa Kamu bisa kalah dari Lusi?Biasa nya Kamu selalu menang dalam berdebat dengan rekan bisnis." sindir Reza secara halus.
" Jangan ikut campur urusan orang lain." tegur Rega tidak suka.
Karena hari sudah semakin siang,dan besok mereka harus kembali beraktivitas seperti biasa nya.setelah selesai makan siang, mereka semua memutuskan untuk pulang ke ibu kota tanpa berpamitan kepada pengantin baru ,karena pengantin baru itu terlalu betah berada di dalam kamar mereka.
" Bimo! Sampaikan kepada Teguh kalau kami harus segera pulang, terimakasih atas liburan gratis nya." ucap Reza.
" Baik Pak Reza.nanti saya sampaikan."jawab Bimo .
" Satu lagi,ingat kan kepada Teguh,jangan terlalu bersemangat,kasih waktu bernafas untuk Kiki." ujar Rega sambil tertawa renyah.
" Siap Pak Rega." balas Bimo.
Setelah berpamitan kepada Bimo, satu persatu mobil mewah milik keluarga Teguh dan juga Kiki,mulai keluar dari parkiran Villa mewah ini,di dalam iringan mobil mewah itu,sudah termasuk Ibu Ratna,ayah Agus , Riko beserta Nenek Kamila.
Sedang kan di dalam kediaman keluarga Ahmad, kegelisahan masih terus menyelimuti hati Bunda Yeni,sampai pagi ini beliau tidak berhenti mondar mandir,bahkan para asisten rumah ikut menjadi pelampiasan rasa kesal nya.
" Bibi..." teriak Bunda Yeni dengan suara nyaring nya.
Pak Heru yang ingin masih berada di atas tangga ikut berjingkat karena kaget mendengar suara Tarzan berteriak di pagi buta.
"Jangan teriak-teriak Bun,ini masih pagi ! Memang nya ada apa?" tanya pak Heru yang sudah duduk di samping istri nya.
" Ngga papa Yah, Bunda cuman lagi melampiaskan rasa kesal Bunda saja." jawab Bunda Yeni tanpa merasa berdosa.
Sudah sepuluh kali beliau berteriak seperti itu pagi ini, bahkan semua asisten rumah tangga menjadi terganggu karena harus berlari ketika mendengar teriakkan dari Nyonya rumah.
" Aneh kamu Bun." ucap Pak Heru geleng kepala.
Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
__ADS_1
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Terimakasih semua nya.