Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 73


__ADS_3

Butuh waktu beberapa jam agar mereka bisa sampai di pulau Kalimantan.Kiki nampak betah tidur di bahu Rangga.wanita hamil ini bahkan tertidur dengan sudut mata yang basah.mungkin kah permasalahan hidup yang dia alami sampai menganggu tidur nyenyak nya?


Saat tengah asyik tertidur, tiba-tiba saja perut Kiki bergejolak minta untuk di keluarkan,Kiki membuka mata nya menggoyang kan sedikit lengan Rangga lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi.


" Hoek..Hoek..Hoek.." Kiki mengeluarkan semua isi perut nya.


Rangga yang melihat Kiki berlari langsung mengikuti dan membantu mengelus punggung Kiki yang masih menunduk.


" Minum dulu." ujar Rangga memberikan satu gelas air mineral yang ada di tangan nya.


Kiki pun mengangguk lalu meminum habis isi gelas plastik itu.Kiki yang sudah merasa kan pusing yang teramat menyiksa langsung mencari tempat berpegangan untuk menopang tubuh lemah nya.Rangga yang mengerti dengan kondisi Kiki saat ini langsung menggendong Kiki masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di jet pribadi nya.


" Tidur lah,apa ada yang sakit?" tanya Rangga dengan wajah cemas nya.Rangga yang merupakan anggota polisi aktif tentu sudah sering menemui kejadian seperti ini.namun rasa nya sangat berat jika itu terjadi pada orang terdekat nya sendiri.


Kiki menggeleng kan kepala nya dengan mata yang terpejam.berulang kali terdengar helaan nafas panjang dari wanita yang sedang berbaring ini.entah apa yang dia rasakan saat ini.mulut nya masih terkunci rapat dan enggan membagi keluh kesah nya.


Di samping ranjang mungil ini ada Rangga yang masih setia menemani dia,satu tangan Rangga bahkan terulur memijat kepala Kiki agar terasa lebih ringan.


Setelah rencana busuk mereka gagal total dan tidak bisa di lanjutkan lagi.kedua wanita licik itu pulang ke rumah masing-masing menunggu dengan hati yang gelisah.tidak ada lagi komunikasi yang terjalin di antara mereka berdua,bahkan Bunda Yeni dengan sengaja memblokir semua akses komunikasi nya dengan Cindy.


Ancaman yang di berikan Teguh kepada mereka kemarin tak akan pernah main-main.


" Bun! Ada apa?" tanya Pak Heru saat melihat istri nya tidak berhenti berjalan sambil menggigit kuku nya.


" Ahh...Itu nggak papa Yah,Bunda cuman lagi kepikiran sama Ibu saja." kilah wanita gempal ini yang masih sanggup membohongi suami nya meskipun semua rencana indah telah terbongkar nyata.


" Kata nya Ibu sudah sembuh, kenapa di pikirkan lagi?" Pak Heru menatap dengan manik mata aneh nya.sejak kepulangan nya tadi malam secara mendadak,Pak Heru selalu melihat kalau istri nya seperti orang yang gelisah dan tengah memikirkan sesuatu.


" Buk-bukan begitu,yang nama nya mengkhawatirkan orang tua nya kan wajar saja Yah." jawab Bunda Yeni seadanya.

__ADS_1


Saat ini dia sedang cemas dan takut jika saja Teguh nekat mengadukan semua kelakuan nya selama ini kepada suami nya.Bunda Yeni sangat yakin Pak Heru pasti akan murka dan memulangkan dia kepada orang tua nya.


" Ya... terserah Bunda saja lah." Pak Heru langsung berdiri dan masuk ke dalam ruang kerja nya.melihat Bunda Yeni yang terus mondar mandir membuat kepala Pak Heru menjadi pusing tujuh keliling.


" Duh! Bagaimana ini?" ucap Bunda Yeni dalam hati nya.


" Apa Aku ajak pindah aja ya ayah dari sini? "


" Tapi mau pindah kemanapun pasti Teguh bakal menemukan keberadaan kami."


" Kenapa juga pakai acara ketahuan sebelum Aku mendapatkan semua nya.keparat!" kaki bulat dan berisi itu langsung menendang ujung sofa dan berakhir menyakiti diri nya sendiri.


" Aww...sial." imbuh nya merasa tidak terima.


Teguh melajukan mobil nya memilih pulang ke rumah nenek nya untuk mengadu kan semua masalah yang sudah terjadi dalam rumah tangga mereka.setelah memarkirkan mobil nya asal,Teguh berjalan menuju pintu utama dengan mata yang sangat merah.satu malam penuh pria ini tidak dapat memejamkan mata nya hanya karena takut Kiki semakin jauh dari jangkauan nya.banyak para penjaga dan maid yang ingin menyapa nya tetapi melihat wajah Teguh yang seperti nya sedang marah besar membuat nyali mereka menciut.


" Tumben Kamu datang ke sini?" ucap Nenek Kamila yang sengaja menyindir cucu tersayang nya.


Teguh terdiam terpaku menerima sindiran keras itu,Nenek Kamila yang melihat cucu nya tidak seaktif dulu lagi menjadi sangat curiga.


"Teguh! Ada ada dengan Kamu? Mana istri mu?" Kenapa Kamu hanya datang sendirian ke sini?" sangking merasa penasaran nya,Nenek Kamila langsung menyerbu Teguh dengan sekelebat pertanyaan menyelidik nya.


Belum ada satupun pertanyaan itu yang dia jawab,Teguh yang terkenal dingin dan kejam dalam hidup nya langsung berhambur memeluk tubuh Nenek Kamila dengan isakan tangis yang sangat memilukan.


Nenek Kamila yang melihat Teguh menangis langsung kaget sekaligus tidak percaya melihat Teguh yang begitu kuat ternyata bisa rapuh dan mengeluarkan air mata juga.Nenek Kamila pun langsung membalas pelukan cucu nya untuk menyalurkan semangat dan kekuatan nya.


" Ada apa?" tanya Nenek Kamila pelan setelah melihat Teguh sudah cukup banyak menghabis kan air mata nya.


Teguh yang merasa ragu untuk membuka suara nya akhir nya mulai menceritakan semua dari awal kedatangan Bunda nya dengan penyakit serius sampai harus menghabiskan waktu dan juga tenaga nya karena harus bolak-balik mengunjungi dan menuruti semua permintaan Bunda nya,sampai pada puncak nya Teguh rela melewati malam pertambahan usia nya karena di minta datang untuk menemani sang bunda berobat dan membuat dia harus membohongi istri nya dengan alasan pekerjaan.lalu Kiki tiba-tiba saja muncul di dalam apartemen itu memergoki dia sedang bersama wanita lain yang merupakan kekasih masa lalu nya.dan pergi meninggalkan dia dengan membawa serta anak yang masih berada dalam rahim nya

__ADS_1


Nenek Kamila yang mendengar cerita dari Teguh merasa terkejut sekaligus tidak percaya.


Nenek Kamila langsung berdiri dan mendorong kasar tubuh Teguh agar menjauh dari dia.


Plak.. Sebuah tamparan keras Nenek Kamila berikan di wajah sang cucu.


" Kamu itu bodoh atau memang sudah tidak punya otak lagi?"


" Ke-napa tidak Kamu selidiki dulu Teguhhhhh!" Nenek Kamila merasa sangat emosional melihat tingkah cucu nya yang dia anggap lalai menghadapi kedua wanita ular itu.


" Sekarang juga Kamu cari istri mu sampai ketemu,Nenek tidak mau tahu,apa Kamu lupa bagaimana licik nya kedua wanita itu kepada Kamu dulu.kenapa Kamu masih saja tertipu daya oleh hasutan mereka, kenapa?"


" Susah payah Nenek membantu Kamu mendapatkan Kiki, tetapi malah Kamu sia-siakan begitu saja, apalagi di dalam rahim dia saat ini ada anak Kamu yang juga merupakan cicit Nenek." wanita yang sudah sepuh ini menangis histeris membayangkan bagaimana hancur nya perasaan cucu menantu nya saat ini, kehamilan nya yang sangat rawan membuat Nenek Kamila semakin mencemaskan keadaan nya.


" Maafkan Teguh Nek,Teguh janji akan membawakan kembali Kiki beserta anak Teguh kehadapan Nenek." ujar Teguh ikut berlinangan air mata.


Para maid yang tidak sengaja melihat kejadian menegang kan ini hanya bisa diam dan ikut menyimak,mereka hanya bisa mengelus dada saat mendengar mantan Nyonya mereka dulu dengan tega nya menghancurkan rumah tangga anak sendiri.


" Cari lah istri mu Nak, temukan dia secepat mungkin." ucap Nenek Kamila dengan suara lirih nya


" Iya Nek, pasti." jawab Teguh lalu pamit keluar melanjutkan pencariannya.


Nenek Kamila menyeka air mata nya menatap lurus ke lantai yang dia injak.


"Yeni! Cindy!" gumam nya lirih.


Wajah Nenek Kamila semakin memerah, sorot mata nya pun terlihat mengerikan.ada kebencian dan kekecewaan yang terpancar dari kedua mata wanita ini.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰

__ADS_1


__ADS_2