
Saat ini Kiki sudah tidak lagi tinggal di rumah Rangga, wanita hamil ini lebih memilih tinggal di lantai dua ruko yang mereka jadikan toko.
Kiki tinggal dengan di temani satu orang karyawan wanita nya dan satu asisten rumah tangga.
" Non Kiki,di bawah ada Den Rangga." ucap Bi Mus yang sengaja di minta Rangga untuk membantu Kiki di ruko nya.
" Sama siapa Bi?" tanya Kiki yang baru saja selesai mandi.
" Den Rangga nya datang sendirian aja Non." jawab Bi Mus.
" Oh..Ya sudah sebentar lagi Aku turun,tolong siapin minum sama cemilan nya ya Bi." pinta Kiki yang bergegas mengeringkan rambut nya agar Rangga tidak terlalu lama menunggu.
Setelah selesai berpakaian rapi dan membenahi penampilan nya.Kiki langsung turun ke lantai bawah dengan sedikit berhati-hati, kandungan nya yang sudah masuk usia 5 bulan membuat perut dan badan nya sedikit melebar dan membuat dia mulai kesusahan mengatur langkah kaki nya.
" Hati-hati dong sayang." titah Rangga begitu melihat Kiki menuruni anak tangga.
" Iya Bang,ini juga udah hati-hati." jawab Kiki dengan nafas yang sudah ngos-ngosan.
Rangga yang khawatir terjadi apa-apa kepada Kiki bergegas menghampiri nya lalu mengulurkan tangannya untuk menjadi pegangan Kiki.
" Abang baru pulang dari kantor?" tanya Kiki ketika melihat Rangga masih menggunakan setelan kantor nya.
" Iya,sekalian mampir ngantar titipan Om Dewa untuk Kamu." tutur Rangga menjelaskan dan langsung menggeser sebuah kantong putih yang berisi penuh aneka kue oleh-oleh dari negara tetangga.
" Banyak banget Bang!" seru Kiki menatap tidak percaya.
" Aku bakalan tambah gendut deh kayak nya." gumam Kiki pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Rangga.
" Ya ampun! Ibu hamil yang satu ini masih saja mikirin badan nya,nggak apa-apa sayang,Kamu malah kelihatan lebih cantik dari biasa nya." puji Rangga sambil tersenyum manis.
" Bohong banget sih! Abang udah makan belum?" tanya Kiki penuh perhatian.
" Belum ." jawab Rangga singkat dan sangat berharap Kiki menawarkan dia makanan enak.
" Mau makan nasi goreng nggak,tadi Aku cuman masak nasi goreng seafood." tawar Kiki.
" Boleh,soal nya perut Aku lapar banget." keluh Rangga sambil memegang perut nya.
" Hmm...Drama banget sih!" Kiki mencibir Rangga yang sedang berpura-pura di hadapan nya.
Hahahaha....
" Ketahuan ya." celetuk Rangga yang merasa malu di ledekkin oleh Kiki.
" Iya.." jawab Kiki asal lalu berdiri menuju dapur untuk memanaskan lagi nasi goreng yang sudah dingin.
Harum wangi nasi goreng buatan Kiki membuat hidung Rangga tidak berhenti mengendus bau nya.Rangga sudah seperti induk kucing yang sedang mencari ikan asin.
__ADS_1
" Bang! Ngapain sih?" tanya Kiki merasa aneh melihat tingkah Rangga.
" Bau nya wangi banget loh sayang." ucap Rangga dengan memejamkan mata nya lalu kembali mendekat kan hidung nya di piring nasi goreng buatan Kiki.
Dari arah dapur datang lah Bi Mus membawa kan air putih dan segelas teh hangat untuk Rangga.
" Permisi Den,ini minuman nya." ucap Bi Mus saat hendak meletakkan minuman itu di hadapan Rangga.
" Makasih ya Bi." jawab Rangga lalu mulai menyendok kan nasi goreng kedalam mulut nya.
" Kamu udah makan?" tanya Rangga saat melihat Kiki hanya memakan brownies panggang yang di sajikan oleh Bi Mus.
" Udah tadi,Aku kirain Abang nggak jadi datang kesini.maka nya Aku makan duluan." jawab Kiki sambil nyengir.
" Iya nggak papa,lain kali kalau kamu sudah merasa lapar, langsung makan saja,nggak usah pakai nungguin Aku datang." jawab Rangga penuh pengertian.
" Oke.." jawab Kiki yang sebenarnya sedang mabuk kepayang mendapatkan perhatian dan perlakuan manis dari Rangga.
tatapan mata Rangga membuat jantung nya terasa berbunga-bunga.
Hening...
Kedua manusia ini sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.sejak surat perceraian itu di kirim kan kepada Teguh,hati Kiki menjadi lebih tenang menjalani kehidupan nya.
" Besok jadwal Kamu USG kan sayang?" tanya Rangga yang memang sudah memasukkan jadwal kontrol Kiki kedalam jadwal pekerjaan nya.
" Iya Bang,kok Abang selalu ingat sih?" tanya Kiki merasa kepo.
" Makasih Bang,maafkan Kiki yang selalu saja membebani Abang,Kiki sampai bingung bagaimana cara membalas nya besok." ujar Kiki merasa sangat berdosa telah menganggu ketenangan hidup Rangga.
" Abang ikhlas membantu Kamu,cukup jadi wanita yang kuat untuk calon anak Kamu dan juga calon suami mu ini,sudah membuat Abang bahagia." tutur Rangga menjelaskan.
Pipi Kiki kembali di buat merah merona oleh ucapan Rangga.setiap kali pujian ataupun ungkapan kasih sayang yang di berikan oleh Rangga selalu saja bisa membuat wanita ini salah tingkah.
" Besok pagi Abang jemput Kamu jam 10 ya,soal nya jam 7 Abang ada meeting dulu dengan client." papar Rangga menjelaskan.
" Iya Bang,nggak papa." jawab Kiki pasrah mengikuti apapun ucapan Rangga.
Di saat kedua nya tengah asyik mengobrol, tiba-tiba saja Bi Mus datang berlari membawa ponsel Kiki yang berdering kuat.
" Permisi Non,ponsel Non Kiki dari tadi bunyi terus." ucap Bi Mus sembari menyerahkan ponsel berwarna putih itu kepada Kiki.
" Makasih ya Bi." jawab Kiki lalu segera melihat siapa yang sedang menghubungi nya.
" Ibu!" seru Kiki begitu melihat ada nama Ibu nya yang muncul di layar ponsel nya.
"Angkat." celetuk Rangga sambil menghabiskan sisa nasi yang masih tersisa di piring nya.
__ADS_1
" Assalamualaikum Bu." ucap Kiki begitu melihat wajah Ibu nya muncul di layar ponsel nya.
" Wa alaikum salam Nak, bagaimana kabar mu?" tanya Ibu Ratna sedang kan di samping nya ada Pak Agus yang ikut menyaksikan interaksi mereka berdua.
" Alhamdulillah sehat Bu,cucu Ibu juga sehat,Ayah di mana Bu?" tanya Kiki yang belum mengetahui kalau di samping Ibu nya ada sang Ayah yang sedang menguping.
" Ini Ayah lagi duduk di samping Ibu,Riko lagi belajar di kamar nya." jawab Ibu lalu mengarah kan kamera ponsel nya kepada sang suami.
" Apa Kamu sudah makan Nak?" tanya Pak Agus ketika tatapan mata mereka sudah bertemu.
" Sudah Pak,baru aja selesai,nih ada Bang Rangga yang juga baru selesai makan." tutur Kiki memberitahu.
" Halo Bu,Yah!Kapan main kesini?" goda Rangga yang sudah mengetahui kalau Ibu Ratna sangat anti berpergian jauh,masalah nya beliau tidak terbiasa untuk naik pesawat.
" Jangan Ibu yang kesana,kalian berdua saja yang datang kesini." sergah Ibu Ratna cepat.
Rangga lalu menggeser posisi duduk nya berpindah ke samping Kiki agar kedua orang tua Kiki bisa melihat dengan jelas wajah mereka berdua tanpa harus terpisah.
" Kiki lagi hamil besar loh Bu! Nggak bisa naik pesawat dulu,nanti pas Kiki lahiran pokok nya Ibu harus datang kesini dan nggak boleh nolak lagi." ucap Kiki angkat suara,dia sebenarnya masih terasa berat untuk melangkah kan kaki nya di ibu kota sana,hati nya masih sangat takut untuk bertemu pria yang sudah menjadi masa lalu nya.
" Jangan khawatir Nak,nanti Ayah yang akan menemani Ibu mu menemui Kamu di sana, sekarang Kamu fokus saja dengan kehamilan mu,begitu kehamilan mu mendekati hari persalinan,Ayah yang akan memaksa Ibu untuk pergi kesana." ucap Pak Agus yang sebenarnya juga sudah rindu dengan anak perempuan nya.
" Makasih ya Yah,Kiki tunggu loh." seru Kiki.
" Iya Nak, bagaimana toko kue mu di sana? Apa sudah semakin berkembang?" tanya Pak Agus yang lebih aktif bertanya sedang kan Ibu Ratna sudah berkeringat dingin mendengar bahwa sebentar lagi dia akan di bawa naik pesawat oleh suami nya.
" Alhamdulillah toko kue Kiki sudah semakin dikenal oleh masyarakat Yah, setiap hari kue yang mereka buat selalu habis terjual tanpa ada yang tersisa satu pun." jawab Rangga.
" Bagus dong Nak,semoga saja selalu seperti itu." ucap Pak Agus penuh harap.
" Ini berkat resep kue pemberian Ibu, makasih ya Bu! Sudah bantu Kiki."
" Iya Nak,nanti akan Ibu ajarkan lagi resep kue yang lain nya kepada Kamu,tapi nanti setelah Kamu lahiran, untuk sekarang cukup segitu dulu,Ibu takut Kamu kelelahan mengerjakan semua nya." sahut Ibu Ratna yang dulu memang pernah mencicipi bangku les privat membuat kue.
" Oke Bu! Akan Kiki tunggu,sudah dulu ya Bu,ini sudah malam,Abang Rangga sudah mau pamit juga." tutur Kiki yang memang selalu membatasi jam kunjungan Rangga agar tidak menimbulkan fitnah di antara mereka.
" Iya Nak,jaga kesehatan dan juga kandungan Kamu ya." balas Ibu Ratna tersenyum manis saat melihat putri nya sudah bisa bangkit menata kehidupan baru nya.
" Assalamualaikum." ucap Kiki.
" Wa alaikum salam." balas Ibu Ratna dan juga Pak Agus.
Begitu sambungan telepon berakhir,Rangga juga langsung berdiri dari tempat nya karena harus segera pulang ke rumah nya.rumah besar itu tanpa kehadiran Kiki lagi kembali terasa sepi dan sangat memprihatinkan.
Rangga hanya menumpang tidur saja di sana, selebih nya dia lebih banyak menghabiskan waktu nya di kantor dan juga ruko yang di tempati oleh Kiki.
" Hati-hati ya Bang." ucap Kiki melepas kepergian Rangga.
__ADS_1
" Kamu juga hati-hati,jangan lupa minum susu hamil nya sebelum tidur.naik tangga nya yang pelan ya." balas Rangga lalu masuk ke dalam mobil nya.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍