Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 95


__ADS_3

Sampai tengah malam begini Tania masih di paksa untuk mencuci dua buah mobil Teguh.tidak ada yang berani menolong wanita malang ini dari perintah yang di berikan oleh Teguh,dan tidak ada juga yang berniat menolong nya karena sifatnya yang terlalu sombong dan suka menghina orang lain.bertubi-tubi penderitaan dan penyiksaan yang di berikan oleh Teguh kepada dia tetapi tidak mampu juga menyadarkan wanita itu dari sikap angkuh nya yang sudah mendarah daging.


"Pak! Tolong di awasi ya,kata Tuan muda, sebelum mobil nya bersih dan kinclong! Wanita ini di larang masuk ke dalam rumah atau sekedar beristirahat." ujar Mpok Nur kepada beberapa orang penjaga yang sedang berdiri di dekat pos penjagaan.


" Baik Mpok." jawab Mereka kompak.


Tania yang ikut mendengar suara Mpok Nur hanya bisa mendesah kesal.seumur hidup nya baru kali ini Tania di perlakukan buruk seperti ini.kehidupan mewah yang dia impikan selama ini ternyata hanyalah harapan semu yang tidak akan pernah bisa terwujud sampai kapanpun.tangan nya yang dulu lembut dan sangat mulus sekali,kini perlahan berubah menjadi kasar bagaikan tangan seorang kuli bangunan.kuku yang dulu terawat manja dengan berbagai bentuk warna kini patah tidak berbentuk lagi.miris sekali hidup wanita seksi ini sekarang,tidak ada satu pun manusia yang berani menolong dia dari hukuman penyiksaan yang di berikan oleh Teguh.


" Aku sangat menyesal sekali masuk ke dalam kehidupan pria brengsek itu,selama kami menikah saja Aku tidak pernah mendapatkan nafkah lahir atau pun batin." gumam Tania dalam hati nya.tangan nya tetap bekerja menggosok pelan body mobil milik suami nya.


"Boro-boro dia mau menyentuh Aku yang jelas-jelas sudah sah menjadi istri nya.untuk sekedar melihat ke arah Aku saja dia terlihat sangat jijik." imbuh nya dengan perasaan yang campur aduk.


Teguh yang diam-diam memperhatikan Tania dari jendela kamar yang mengarah langsung ke teras depan hanya bisa diam sambil berpangku tangan.


" Ini baru permulaan ******! Masih ada kejutan berikut nya yang akan Kamu dapatkan." gumam Teguh lalu mengalihkan pandangan mata nya menatap ke arah dinding yang terdapat lukisan foto dia bersama Kiki.wanita kesayangan yang selalu mengisi relung hati nya dari dulu sampai saat ini.


" Apa kabar Kamu malam ini sayang? Hati dan dan jiwa ku begitu sangat merindukan Kamu." ucap Teguh lirih sambil mengusap pelan wajah Kiki dengan di iringi tetesan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi.hampir 8 bulan mereka berpisah oleh jarak dan waktu.tidak lantas membuat Teguh mengubur rasa cinta nya yang terlalu tulus ini.


" Apa buah hati kita sudah lahir ke dunia ini? Kenapa Kamu tega memisahkan Aku dan juga dia yang tidak berdosa itu?" sambung nya di sela isakan tangis yang begitu pilu.hati nya kembali teriris kala menyadari bahwa buah hati nya yang selama ini dia tunggu-tunggu tidak bisa dia adzan kan dan tidak bisa dia timang untuk pertama kali nya.padahal dia lah ayah kandung dari bayi yang tidak berdosa itu.


Teguh meninju tembok yang ada di samping lukisan manis itu,darah yang menetes dari buku jari nya tidak lagi dia perduli kan kala mengingat hidup nya yang sudah hancur akibat di tinggal pergi oleh sang istri yang tanpa ada angin atau pun hujan sudah berubah menjadi mantan istri nya.tiba-tiba saja tangis itu berganti menjadi sebuah suara tawa yang keluar keras dari mulut Teguh.


Hahahaha...


" Aku ternyata sangat bodoh sekali bisa di tipu oleh dua manusia serakah itu, bisa-bisa nya Aku tertipu daya oleh omong kosong mereka berdua." ucap Teguh lalu kembali menertawai kesalahan yang telah dia perbuat.


Setiap hari, baik Teguh atau pun Rena sering kali mengintai pergerakan orang tua Kiki di depan rumah mereka secara sembunyi-sembunyi.tetapi dari pengintaian secara sembunyi-sembunyi itu sama sekali tidak membuahkan hasil sama sekali.


Bahkan Riko yang merupakan adik ipar nya juga ikut menjadi sasaran pengintaian Teguh dan juga anak buah nya.berulang kali juga Teguh berusaha mengorek informasi dari Riko dengan mengajak dia makan bersama dan jalan ke mall tetapi seperti nya Riko tetap bertahan dengan apa yang di minta oleh sang Kakak.

__ADS_1


Hari-hari yang di jalani oleh Teguh tidak lagi seindah hari nya dulu.kini tujuan hidup nya tidak jelas lagi dan sudah tidak tentu arah lagi.yang ada di dalam benak nya saat ini hanya ingin bertemu Kiki dan juga anak mereka.


" Ya tuhan! Izin kan Aku untuk bertemu mereka meskipun itu hanya dalam mimpi saja,ada banyak hal yang ingin Aku jelas kan dan banyak cerita yang harus Aku sampaikan kepada dia.tolong bantu Aku! Kali ini saja." pinta Teguh sambil memejamkan mata nya dengan menengadah kedua tangan nya ke atas langit.


Sebelum menemani Kiki untuk berbelanja pakaian bayi nya.Rangga terlebih dahulu mengajak Kiki untuk kembali melakukan pemeriksaan kandungan nya yang sempat bermasalah beberapa hari ini.


" Bagaimana keadaan anak Saya Dok?" tanya Rangga kepada dokter wanita yang sedang menulis resep obat dan juga vitamin yang wajib di konsumsi oleh Kiki.


" Keadaan dedek bayi nya sehat dan sama sekali tidak berpengaruh dengan keluhan yang di rasakan oleh Nona Kiki, tetapi tetap harus waspada dan kurangi aktivitas yang berat." jawab Dokter Ema ramah.


" Apa prediksi kelahiran nya masih sama?" tanya Rangga begitu antusias sekali.semua jadwal meeting nya di bulan ini sudah mulai dia kurangi demi bisa menemani Kiki melewati masa-masa menegang kan dalam hidup nya.


Dokter wanita yang memakai kaca mata bulat nya lantas tersenyum menanggapi pertanyaan yang di berikan oleh calon bapak muda yang satu ini.


" Perkiraan kelahiran ini bisa saja maju atau pun mundur Pak,Saya tidak bisa memastikan secara pasti." jawab Dokter Ema sambil menyerahkan sebuah buku dan juga selembar kertas yang harus di baca oleh Rangga.


Kiki yang merasa nervous menanti proses kelahiran nya hanya bisa meremas kuat ujung baju yang dia kenakan.


" Makasih Bang." jawab Kiki tersenyum tipis.


Dokter Ema merasa iri melihat kemesraan yang mereka tampilkan di depan matanya.


" Jangan lupa di minum vitamin nya dan sampai bertemu 1 minggu lagi." ucap Dokter Ema.


" Terimakasih Dokter." balas Rangga dan Kiki secara bersamaan.


Setelah mengambil Vitamin yang di resep kan oleh dokter kandungan Kiki,Rangga bergegas menuntun Kiki berjalan menuju ke mobil nya.


" Langsung ke mall cahaya terang ya Nan." titah Rangga kepada asisten nya yang dia minta khusus untuk mengantar nya sore ini.

__ADS_1


" Siap Bos." jawab Adnan lalu menjalankan mobil menuju ke tempat yang di perintahkan oleh Rangga.


Jarak mall dan rumah sakit yang mereka datangi tidak terlalu jauh dan hanya membutuhkan waktu 10 menit saja untuk mereka sampai di tempat tujuan nya.


" Hati-hati sayang." ucap Rangga sambil meletakkan tangan nya di atas kepala Kiki agar tidak terbentur ke mobil nya.


" Terimakasih Bang." jawab Kiki menerima uluran tangan Rangga.yang di balas sebuah senyuman manis dari lelaki yang sedang menggenggam tangan nya.


Mereka berdua jalan beriringan masuk ke dalam mall dengan Adnan yang sengaja mengikuti mereka dari belakang.


" Mau kemana dulu sayang?" tanya Rangga begitu mereka sudah mulai menginjak kan kaki di dalam gedung mall yang sedang ramai oleh pengunjung.


" Ke toko itu dulu yok Bang,kayak nya barang -barang bayi nya lucu." seru Kiki ketika melihat ada banyak pernak-pernik bayi yang bergantung di besi pajangan toko.


" Baiklah, untuk Kamu apa sih yang nggak." sahut Rangga mengikuti kemana pun langkah kaki Kiki.


Mereka berdua tampak antusias memilih semua pakaian yang mereka rasa cocok untuk calon bayi yang berjenis kelamin laki-laki.setelah puas dengan toko pertama,Kiki beralih menuju ke toko kedua untuk mencari perlengkapan yang dia anggap masih kurang.


Sudah 5 toko yang mereka berdua jelajahi sampai malam begini,Adnan sang Asisten pun sudah bolak balik naik turun eskalator untuk mengantar hasil belanjaan kedua orang tua yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan juga ibu.


" Bang! Sudah,ini terlalu berlebihan sekali." ucap Kiki yang hanya di minta duduk di atas kursi sedang kan Rangga sibuk memilih baju dan juga sepatu yang dia anggap lucu .


" Sebentar lagi sayang, tanggung." jawab Rangga berkilah.


Huft...Kiki menghela nafas berat nya.


" Kenapa Abang Rangga terlalu excited sekali ya? Padahal dia bukan lah ayah dari bayi ini." gumam Kiki merasa bahagia sekaligus terharu melihat kepedulian Rangga terhadap diri nya dan juga bayi nya.


" Maafkan Mama yang terpaksa harus memisahkan Kamu dengan Papa kandung mu Nak, tetapi ketahuilah kalau ini adalah jalan terbaik untuk kita semua." gumam Kiki sambil mengelus perut besar nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


__ADS_2