
Berhari-hari larut dalam kesedihan nya,berkat desakan dan dorongan dari Nenek Kamila,Teguh akhirnya memutuskan kembali bekerja dan mencari keberadaan istri nya.berdiam diri di dalam kamar itu membuat ingatan nya selalu tertuju kepada sang istri.
Nenek Kamila pun sengaja memilih menginap di rumah sang cucu agar bisa memantau sekaligus mengontrol keadaan cucu nya.dia tahu betul bagaimana perasaan cucu nya saat ini,hati mereka berdua sama-sama terluka karena kehilangan Kiki yang merupakan satu-satunya menantu perempuan di keluarga Rizaldi.
" Ada apa Bim?" tanya Teguh saat melihat Bimo masuk ke dalam ruangan nya.
" Berkas ini harus di tandatangani dulu Bos.kemarin Saya lupa membawa nya ke rumah Bos." jawab Bimo meletakkan dua buah berkas ke hadapan Teguh.
Tanpa berpikir panjang Teguh langsung membubuhi tanda tangan nya setelah membaca dengan seksama isi yang terdapat di dalam berkas itu.
" Apa ada kabar terbaru dari anak buah kita tentang istri ku?" tanya Teguh menatap penuh harap kepada Bimo.
" Belum Bos, masih belum ada,mereka kesulitan untuk mengejar jejak Nona Kiki,ada kekuatan besar yang berada di belakang Nona Kiki." jawab Bimo merasa ikut bersalah karena tidak bisa membantu Bos nya.
" CK... Sampai kapan sih? Kenapa lama sekali?" Teguh merasa sudah tidak sanggup lagi menahan rasa rindu nya.hidup nya seakan tidak berwarna lagi, dunia nya serasa runtuh tanpa punya pijakan lagi.
" Saya juga tidak bisa memastikan nya Bos,Saya yakin Nona Kiki pasti akan kembali lagi." tutur Bimo menenangkan.
" Hm..." jawab Teguh lemas dan menyerah kan secara kasar berkas itu ke tangan Bimo.
Kiki dan Rangga tengah menikmati sarapan pagi mereka dengan penuh canda tawa.dengan ada nya keberadaan Kiki di dalam rumah nya membuat hari-hari Rangga semakin bergairah dan selalu bersemangat menjalani hari-hari nya.
" Susu hamil nya jangan lupa di minum Ki." ucap Rangga mengingat kan.
" Iya Bang,Kiki boleh ngomong sesuatu nggak?" tanya Kiki sedikit ragu-ragu.
" Mau ngomong apa? Kenapa mesti izin segala?" ujar Rangga mengacak gemas rambut hitam Kiki yang di ikat ke atas.
" Jangan di acak-acak Bang! Kusut." keluh Kiki merasa kan rambut nya sudah berterbangan.
" Maaf! Habis nya Kamu lucu banget." sahut Rangga sambil nyengir.
__ADS_1
" Cepetan Kamu mau ngomong apa? Jangan ngambek gitu." imbuh nya lembut agar Kiki tidak larut dalam kekesalan nya.
" Suka banget sih bikin Aku kesel." balas Kiki.
" Aku mau minta tolong cariin pengacara terbaik Bang,untuk mengurus berkas perceraian Aku dengan Mas Teguh ." ucap nya menatap seksama manik mata Rangga yang sedang melotot kepada dirinya.
" Kamu serius?" tanya Rangga memastikan kalau dia tidak lagi salah mendengar.
" Aku serius Bang,ini semua demi anak yang ada di kandungan ku."
" Tolong bantuin Aku Bang,Aku punya kok simpanan uang untuk membiayai semua nya." sambung nya lagi.
" Abang akan membantu Kamu? Tapi kenapa nggak nunggu anak kalian lahir dulu? Kalau masalah biaya Kamu nggak usah memikirkan nya, Abang masih sanggup melakukan nya." jawab Rangga tersenyum.
" Lebih cepat lebih baik Bang,Aku tidak ingin nanti mereka memanfaatkan anak ku yang tidak berdosa ini."
Rangga mengangguk kan kepala nya membenarkan ucapan Kiki.
" Jangan pakai uang Abang terus,Kiki berhutang banyak sama Bang,kalau boleh Kiki juga mau cari kerjaan untuk membantu membiayai kehidupan Kiki kedepannya." imbuh nya mengungkapkan apa yang sudah dia pikirkan sejak malam tadi.
" Tapi Bang..."
" Abang nggak mau dengar lagi kalau Kamu selalu membahas biaya hidup,Abang masih mampu membiayai Kamu dan anak Kamu Ki, untuk apa lagi Kamu memusingkan itu? Apa Kamu merasa tidak nyaman atau kurang puas dengan semua yang sudah Abang berikan?" tanya Rangga terlihat mulai emosi.
" Bukan gitu Bang,Kiki cuman merasa bersalah sudah merepotkan Abang,apa kata orang lain dan keluarga Abang kalau mereka tahu kita tinggal serumah seperti ini?" papar Kiki mulai merasa sungkan kepada keluarga Rangga.
" Setelah surat perceraian Kamu keluar,kita akan langsung mengucapkan ijab qobul agar tidak ada lagi yang perlu Kamu takuti.Abang akan menjadi ayah untuk anak mu itu.kita akan membesarkan dia berdua sampai dia besar nanti." ucap Rangga tenang sambil menggenggam tangan Kiki.
Wanita ini langsung salah tingkah mendengar tawaran Rangga.tidak pernah sedikit pun Kiki punya pikiran agar Rangga mau menikahi nya dan menjadi ayah dari anak yang berada di rahim nya.selama ini Kiki selalu menganggap Rangga seperti Abang nya sendiri tidak lebih.
" Kita ini sudah seperti Abang dan adik,kenapa harus menikah?" tanya Kiki sambil membalas tatapan mata Rangga.
__ADS_1
" Di dalam darah kita tidak mengalir DNA yang sama, tidak ada hukum yang melarang kita untuk menikah,Abang sudah lama menunggu Kamu sampai lulus sekolah bahkan rela menunggu kamu sampai lulus kuliah, tetapi nyata nya penantian itu sia-sia dan Kamu lebih memilih bersama dengan pria itu,sejak kecil rasa suka dan rasa cinta Abang ini tidak pernah berubah sedikit pun untuk Kamu Ki,asal Kamu tahu,Abang bahkan rela menolak perjodohan yang di lakukan oleh Mama dengan kenalan nya di luar negeri sana karena Abang masih sangat berharap kita bisa hidup bersama,ternyata Tuhan mewujudkan impian itu meskipun dengan cara yang berbeda." jawab Rangga cukup melebar tetapi mampu membuat Kiki semakin merasa bersalah.
" Pokok nya, setelah berkas perceraian itu keluar,Kamu harus menjadi istri Abang,tidak ada lagi penolakan atau pun permohonan.Abang pasti kan Kamu tidak akan bisa lagi mengelak dari momen itu." imbuh nya tenang dan sangat santai.
" Kiki nggak bisa Bang, pernikahan itu bukan sebuah permainan yang bisa di paksa kan.Kiki nggak mau lagi gagal untuk yang kedua kali nya." jawab Kiki mencoba menggagalkan niat Rangga yang ingin mempersunting nya.
" Abang akan belajar menjadi suami yang baik untuk Kamu Ki, Abang nggak bermaksud memaksa,demi anak Kamu dan masa depan dia.Abang beri Kamu waktu sampai anak ini lahir, selama itu pula,kita akan menjadi sepasang kekasih untuk lebih mengenal satu sama lain.kalau sampai di hati mu belum juga tumbuh rasa cinta untuk Abang,Kamu boleh menolak pernikahan itu." usul Rangga.
" Pacaran?" tanya Kiki kaget.
" Hmm.mulai hari ini dan detik ini juga,Kamu sudah resmi menjadi pacar Abang.nggak boleh mengelak lagi.kalau tidak! Mantan suami mu itu akan datang menjemput Kamu." ancam Rangga tersenyum puas saat mengetahui kelemahan Kiki adalah mantan suami nya.
" Abang! Kenapa sih ancaman nya selalu itu ke itu saja,suka banget bikin orang jantungan." gerutu Kiki kesal.
Hahaha....
" Abang berangkat dulu ya sayang! Jaga anak kita dengan baik,jangan macem-macem,disini banyak pengawal yang akan menjaga Kamu." ucap Rangga mengedipkan sebelah matanya.
" Baik-baik ya sayang nya Papa,jangan bikin Mama muntah lagi,kalau Mama nakal nanti kasih tahu Papa aja." imbuh nya tanpa merasa sungkan mengelus perut Kiki.
" Abang!" Kiki langsung menepis tangan Rangga menggunakan tangan kanan nya.
Cup.
Rangga bahkan sengaja mencium kening Kiki yang terlihat sedang kesal.
" Assalamualaikum sayang." ucap nya lalu berlalu dengan membawa tas kerja.
" Wa alaikum salam." jawab Kiki pelan.
" Astaga! Kenapa dengan dia?" gumam Kiki lirih.
__ADS_1
Para maid dan kepala pelayan yang melihat semua pertunjukan ini ikut tertawa kecil menyaksikan drama dari kedua orang itu.
Jangan lupa Like Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍