
Di dalam Restoran yang terletak di batas kota,wanita paruh baya yang memiliki tubuh gempal tersenyum puas setelah melihat pesan yang dia kirim sudah bergaris 2 dan berubah menjadi warna Biru.
" Mampus Kamu! Sebentar lagi akan ada pertunjukan seru khusus untuk Kamu wanita miskin." batin Ibu Yolan tersenyum licik.
Wanita paruh baya ini sengaja mengambil foto Teguh dan Cindy yang duduk berdua sedang menikmati makanan,bahkan demi mendapatkan hasil bidikan kamera yang bagus, Cindy harus mengeluarkan akting sempurna nya dengan sengaja menjatuhkan diri ke atas pangkuan Teguh.dengan resiko harus rela mendapat kan amarah dari Teguh, tetapi mereka cukup puas setelah melihat gambar yang akan mereka jadikan alat untuk menganggu ketenangan hidup Kiki.
" Teguh,harus pergi sekarang juga Bun." ucap Teguh sambil berdiri dan mencium punggung tangan Bunda nya.
" Honey! Aku boleh ikut mobil Kamu ya." pinta Cindy memelas.
Namun Teguh seolah cuek dan dengan santai nya berjalan tanpa mau memberikan pendapat nya.
" Teguh! Izinkan Cindy ikut bersama Kamu Nak, Cindy harus segera sampai ke rumah sakit untuk menebus obat Bunda." ujar Bunda Yeni kembali mengeluarkan jurus andalan nya yaitu air mata dan wajah memelas.beliau sudah sangat paham bahwa Teguh tidak akan berani menolak jika sudah Bunda nya yang berbicara langsung.
" CK...Kenapa Kamu tidak naik mobil Kamu saja, Aku tidak akan sudi satu mobil dengan Kamu." tolak Teguh secara kasar.
" Nak,jangan seperti itu... Kali ini saja izinkan Cindy ikut bersama Kamu,ini demi obat Bunda Nak,satu jam lagi Dokter nya akan pergi ke luar negeri,dan akan kembali satu bulan lagi.jika Cindy menunggu sopir nya datang maka dia akan telat untuk sampai di sana." Bunda Yeni selalu berhasil merangkai kata-kata untuk membohongi putra nya.ocehan yang keluar dari mulut nya sungguh sangat manis sekali.
Teguh sama sekali tidak merespon ucapan sang Bunda dan langsung masuk ke dalam mobil nya.
" Pak Amin! Panggil wanita itu dan suruh dia duduk di kursi depan." ucap Teguh lalu kembali fokus dengan ponsel nya.
" Baik Tuan muda." jawab Pak Amin langsung keluar untuk menghampiri kedua wanita yang hampir putus asa.
Dengan tergopoh-gopoh Pak Amin berjalan agar tidak membuang waktu lagi,beliau sangat paham bahwa Tuan muda nya tidak suka menunggu dalam waktu yang lama.
" Permisi Nona,Tuan muda meminta Saya untuk memanggil anda ikut ke dalam mobil." ujar Pak Amin menjelaskan.
" Akhirnya kita berhasil sayang." bisik Bunda Yeni dengan kaki bergetar sambil menebar senyum.
" Iya Bun, Kita berhasil." balas Cindy masih dengan berbisik.
" Jangan lupa ambil foto Kamu bersama Teguh di dalam mobil. hasil nya harus bagus." imbuh beliau dan langsung mendorong Cindy masuk ke dalam mobil.
Sedang kan Pak Amin sudah berjalan terlebih dahulu dan langsung membuka kan pintu mobil depan untuk Cindy sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Tuan muda nya.
__ADS_1
" Silahkan Nona." Pak Amin mempersilahkan Cindy masuk untuk duduk di samping beliau.
Cindy yang memang dasar nya tidak tau malu langsung menerobos masuk ke pintu belakang yang sedang tertutup.
" Maaf Nona tempat duduk anda di depan." ucap Pak Amin mengingat kan.
Teguh yang sedang menerima telepon langsung mematikan sejenak sambungan telepon nya dan menatap tajam mata Cindy yang seolah tuli dan buta.
" Keluar!" bentak Teguh sambil mengibaskan tangan nya.
Namun Cindy yang sudah duduk masih enggan untuk berpindah posisi,dia sudah terlanjur nyaman duduk bersebelahan dengan pria yang pernah hadir dalam kehidupan nya.
" Jangan paksa Aku untuk bertindak kasar.keluar sekarang juga!" ucap Teguh dengan raut muka marah dan dingin.
" A-aku tidak bisa duduk di depan Honey! Waktu di luar negeri Aku sempat mengalami kejadian buruk dan meninggalkan trauma yang dalam untuk ku." jawab Cindy terbata-bata.
" Oh ****!" umpat Teguh sambil mengepalkan tangan nya.
Teguh tidak mungkin lagi untuk berdebat lebih lama dengan wanita yang sudah dia lupakan dalam hidup nya. waktu nya tinggal sedikit lagi,Bimo dan Ken akan kelabakan di buat nya jika Teguh kembali datang telat dan mengabaikan jadwal meeting.
"Jalan saja Pak,biar saja wanita ini di belakang." ucap Teguh mengalah.
" Yes! Ngga sia-sia Aku belajar akting sama wanita gendut itu." batin Cindy sambil menggenggam tangan sebelah kiri nya yang tidak terlihat oleh Teguh.
Pak Amin langsung melajukan mobil nya agar segera sampai ke tempat tujuan.di dalam mobil ini tidak ada yang berani membuka suara.Teguh terlihat acuh dengan keberadaan Cindy dan lebih memfokuskan mata dan pikiran nya ke ponsel genggam nya.
Sedang wanita yang duduk di sebelah nya sedang sibuk ber-selfie dengan angel yang sangat bagus.seolah- olah terlihat dia sedang bersandar manja di bahu Teguh.tanpa sepengetahuan Teguh,Cindy sudah mendapatkan banyak gambar yang akan kembali di gunakan untuk meneror istri nya.
" Bagus! Hasil nya sangat bagus sekali." batin Cindy dan tersenyum saat mengintip layar ponsel nya.
" Ini akan menjadi senjata kedua untuk merusak rumah tangga Kamu, honey!Dan Aku akan menggantikan posisi nya di hati Kamu." batin Cindy yang tidak berhenti berniat jahat terhadap rumah tangga Teguh.
" Langsung ke kantor saja dulu Pak." ucap Teguh angkat suara.
" Siap Tuan muda." balas Pak Amin cepat.
__ADS_1
" Kamu ngga jadi ngantar Aku ke rumah sakit ya Honey? " tanya Cindy yang sudah terlanjur berharap besar.
" Jangan pernah Kamu memanggil Aku dengan sebutan itu lagi,kepala ku langsung sakit mendengar nya.waktu ku terlalu berharga untuk menjadi sopir mu." jawab Teguh kesal,dia sengaja menekan setiap kata yang dia ucap agar Cindy tahu diri dan tidak lagi agresif kepada nya. dia harus lebih keras lagi agar Cindy tidak semakin melampaui batas nya.
" Bruk..." Teguh menutup pintu dengan cara membanting kuat,bahkan Pak Amin yang berada di kursi depan saja sampai lompat dari kursi sangking kaget nya,begitu juga Cindy yang langsung gemetaran memegang ponsel nya.kalau sudah seperti ini Cindy tidak mampu lagi bersuara dan membantah nya.
" Kamu jauh berubah Honey."Cindy menatap sendu punggung Teguh yang terus menatap ke depan tanpa perduli dengan dia.
Pak Amin terpaksa harus mengantarkan wanita yang sedang duduk manis di kursi belakang.Pak Amin masih ingat betul siapa wanita ini.sejujur nya beliau sangat tidak menyukai wanita yang sombong dan juga angkuh ini,karena ulah dia juga Tuan muda nya sampai mengalami depresi berat .
Di sisi lain Kiki benar-benar kacau,mood sensitif nya kembali bangun sampai membuat kepala nya terasa ingin pecah.begitu mobil berhenti Kiki langsung turun dengan cepat dan meminta Rena untuk pulang dan meninggalkan dia sendiri.
" Rena! Kamu pulang duluan saja,Aku masih mau di sini dan menyelesaikan semua urusan ku." ucap Kiki pelan berharap Rena mau mengerti suasana hati nya.
" Dan..Satu lagi jangan lupa tutup mulut tentang hari ini dan tempat ini.Aku ingin sendiri dulu." imbuh nya menjelaskan.
" Tapi Nona muda! Tempat ini sepi sekali,Saya sangat khawatir jika meninggalkan Nona muda sendiri di sini tanpa ada yang menemani dan menjaga Nona muda." jawab Rena menolak, membujuk Rena tidak semudah yang Kiki bayangkan, meskipun dia sudah meminta dengan wajah sedih dan memohon dengan sangat, tetapi Rena tetap kekeuh pada prinsip dan kewajiban nya.
" Aku mohon dengar kan Aku satu kali ini saja Rena,Aku benar-benar butuh waktu untuk memenangkan pikiran ku.jangan membantah lagi." tegas Kiki menampilkan wajah kesal nya.
" Pulang! Atau Aku pergi dan Kamu ngga akan bisa menemukan Aku lagi." ucap Kiki mengancam sedikit meninggikan volume suara nya.
" Baik lah Nona muda,Saya akan pergi sesuai permintaan nona muda, Tetapi tolong segera kabari Saya jika terjadi sesuatu kepada Nona muda." Rena terpaksa menyanggupinya dari pada semakin menambah masalah.
Di saat Kiki hendak pergi menjauh,suara Rena lagi-lagi menahan langkah kaki nya.
"Tapi bagaimana jika Tuan muda dan orang rumah bertanya tengah keberadaan anda Nona muda?"tanya Rena yang tidak ingin masuk dalam kubangan masalah besar.
" Dia tidak akan melakukan itu,Kamu aman." jawab Kiki santai dan genangan di sudut mata nya sudah melimpah ruah.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.
Mampir juga di novel terbaru saya.
" Rumah Tangga Ku Hancur di Tangan Ibu Mertua."
__ADS_1
Terimakasih semuanya 😍🥰😍😍