
" Lusi! Hana!"seru Kiki yang berhasil membuat kedua gadis yang berjalan sambil tertawa cekikikan langsung menghentikan langkah mereka dan memutar badan mencari sumber suara.
" Nyonya Rizaldi...."balas Lusi yang langsung berlari menghampiri Kiki terlebih dahulu.
" Jangan di kuat-kuat peluk nya Lus,ntar perut Aku ke pencet, kasihan adek bayi nya!" sahut Kiki yang langsung cepat-cepat membungkam mulut nya yang keceplosan ngomong.
" Kamu ngomong apa Ki? Seriusan di sini ada dedek bayi nya?" jawab Lusi sambil menggoyang-goyang kan tubuh Kiki yang sedang terpaku menyesali kesalahannya sendiri.
Untung saja di antara mereka tidak ada Rena yang ikut ke dalam,jika saja Rena sampai melihat kejadian ini,sudah di pastikan tangan Lusi akan di patah habis oleh Rena yang jago bela diri.
" Aduhhh! Mulut ku ini kenapa bisa ember banget sih!" keluh Kiki sambil memukul pelan mulut nya.
" Ki..Kiki...Woy Kamu kenapa sih?" Lusi kembali menggoyangkan tubuh Kiki yang sedang sibuk mengomel sendiri.
" Kalian berdua lagi ngapain sih?" tanya Hana yang ikut turun tangan melerai aksi tidak masuk akal dari kedua sahabat nya.
" Kiki hamil loh Han!" seru Lusi membocorkan apa yang sedang mereka bahas.
" Serius?" tanya Hana langsung memeluk tubuh Kiki yang sedang memperhatikan kedua nya ,namun tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
Niat hati ingin memberi tahu semua orang pada acara ulang tahun sang suami,namun karena mulut nya yang sudah terlanjur kelepasan membuat Kiki hanya bisa menghela nafas sesak nya. jika saja bisa menarik kembali kata yang sudah terlanjur terucap,sudah sejak tadi Kiki lakukan,namun kedua teman nya sudah terlanjur mengetahui rahasia ini.
" Suttt.." sahut Kiki sambil meletakkan jari telunjuk nya di depan mulut.
" Kamu kenapa sih? Aneh banget deh.udah berapa bulan?" tanya Lusi yang sudah tidak sabaran mendengar cerita dari Kiki.
" Jangan keras-keras Lus,ini masih rahasia." jawab Kiki dengan volume suara yang sangat pelan dari biasa nya.
" Emangnya kenapa sih Ki? Kenapa harus di rahasiakan? Pernikahan Kamu loh resmi! Ini bukan lah sebuah aib,heran Aku?" sungut Lusi begitu dramatis nya.jiwa kepo nya membuat Lusi mengurung kan niat nya yang sejak tadi sudah heboh minta masuk ke dalam kelas.
" Nanti Aku ceritain, sekarang kita ke kelas dulu, sebentar lagi ada ujian 'kan?" ajak Kiki langsung menggandeng paksa tangan kedua gadis ini.
" Aku ngga mau,nanti aja ke kelas nya, sekarang cerita dulu,atau kita ke kantin saja." ujar Lusi memberi saran konyol nya.
__ADS_1
Kiki dan Hana yang gregetan melihat tingkah dari sang sahabat, langsung menghadiahkan dua kali timpukan keras di lengan dan juga kepala Lusi yang sedang memakai bando kelinci.
" Sakit bangkeee." teriak Lusi sambil mengelus kedua anggota tubuh nya yang menjadi sasaran amukan massa.
" Sebentar lagi jam kuliah akan di mulai,Kamu mau ngapain ke kantin lagi sih Lusiiiii Esmeralda." sahut Hana memberi tahu Lusi si kepala batu dan super kepo.
" Nanti aja Lus, Aku janji sepulang kuliah nanti akan ceritakan semua nya kepada kalian,sekalian ajak Gita juga gimana? Sudah lama 'kan kita nggak nongkrong bareng." balas Kiki menenangkan Lusi yang ingin mengeluarkan tanduk pendek nya.Kiki akhirnya memutuskan untuk menceritakan semua nya kepada ketiga sahabat nya,dari pada mereka bertanya langsung kepada Teguh yang belum tahu sama sekali tentang kabar bahagia ini.
Lusi menghentakkan kedua kaki nya karena merasa kesal dengan Kiki dan Hana yang seolah mengulur waktu, padahal jiwa penasaran nya sudah terlanjur berapi-api.
" Ngga asyik banget sih kalian berdua." gerutu Lusi langsung mencubit kecil pipi Hana dan Kiki secara bersamaan,lalu berlari masuk terlebih dahulu ke dalam kelas dan meninggalkan Kiki dan Hana yang sedang terkejut dengan tingkah Lusi yang tidak pernah berubah sejak dulu.
" Tuh anak ngga ada dewasa- dewasa nya deh,udah mau jadi calon istri orang juga! Masih aja kekanakan." ucap Hana sambil mengelus pipi nya yang terasa perih.
" Hahahaha..."
Kiki langsung tertawa melihat Hana yang masih terkejut dengan tingkah Lusi yang sudah sangat mereka hapal sejak dulu kala.
Baru satu langkah masuk ke dalam kelas dengan suasana yang sudah ramai dengan teman-teman nya yang lain,perut Kiki kembali bergejolak hebat ketika mencium sebuah aroma yang tidak mengenakkan untuk hidung nya.
" Han! Aku mau muntah." ucap Kiki langsung berlari menuju toilet dan meninggalkan begitu saja tas beserta beberapa perlengkapan nya di dalam dekapan Hana.
" Muntah?" Hana langsung konek dan berlari menyimpan tas mereka berdua.setelah itu langsung menarik kuat tangan Lusi untuk ikut bersama dengan nya.
" Hana...Kamu mau ngapain sih? Aku mau belajar dulu woii." teriak Lusi di samping telinga Hana yang sedang menatap lurus jalan depan.
" Hana !" teriak Lusi lagi menggunakan suara nyaring nya.
" Jangan teriak-teriak Lus,ikut aja kenapa sih,Kiki lagi butuh bantuan kita." sahut Hana dengan wajah kesal nya melihat tingkah Lusi.
Sesampai nya di toilet kampus,Hana langsung menghampiri Kiki yang sedang terduduk lemas sambil mengelap mulutnya yang masih kotor oleh sisa isi perut nya.wajah Kiki sangat pucat sekali,Hana dan Lusi yang melihat itu hanya bisa pasrah sambil mengusap punggung Kiki agar terasa lebih nyaman.
" Kamu ngga papa kan Ki?" tanya Lusi dengan suara lembut serta dengan wajah kasihan nya.
__ADS_1
" Aku ngga papa kok,ini biasa di alami oleh setiap wanita yang sedang hamil,kalian ngga perlu khawatir." jawab Kiki menjelaskan kepada kedua sahabat nya yang nampak mengkhawatirkan keadaan nya.
" Tapi wajah Kamu pucat banget Ki,sebaik nya Kamu telpon bodyguard Kamu aja,biar bisa pulang sekarang juga,nanti kita berdua yang akan meminta izin untuk Kamu kepada Pak Pasha." ujar Hana sambil menatap wajah Kiki dengan seksama.
" Ngga perlu Han,Aku masih kuat kok,kalian tidak perlu khawatir begitu, sebentar lagi rasa mual ini juga akan hilang dengan sendirinya, sebaiknya kita segera kembali ke dalam kelas sebelum pak Pasha masuk terlebih dahulu dari kita bertiga."
" Tapi Ki..."
" Udah nggak papa, Aku masih sanggup dan masih kuat kok." jawab Kiki langsung memotong ucapan Lusi yang masih mau membuka suara.
Kedua gadis ini akhirnya menuruti permintaan Dari Nyonya Rizaldi, meskipun sejujur nya mereka masih sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Kiki,namun apa boleh buat,Kiki selalu ngotot ingin kembali ke dalam kelas dan tetap melanjutkan ujian yang akan di gelar hari ini.
Perut Kiki kembali bergejolak hebat ketika baru menampakkan batang hidungnya di depan pintu kelas,tidak ingin kembali mengalami kejadian muntah-muntah dan berakhir di suruh pulang oleh kedua sahabat nya,Kiki memilih berdiam sejenak mencari ide yang mampu menyelamatkan diri nya sore hari ini.
"Aku kayak nya butuh masker deh!" seru Kiki yang sukses membuat kedua sahabatnya membalikkan badan menatap intens ke arah nya.
" Masker?" beo kedua sahabat nya secara bersamaan.
" Hm.." jawab Kiki sambil mengangguk kan kepala,kedua mata indah nya sengaja di mainin untuk menarik simpati kedua sahabat nya.
" Mau cari di mana lagi si masker itu? Aku ngga punya,kalau Kamu Han?" tanya Lusi sambil menghela nafas lelah nya,belum sempat dia belajar untuk mengulang semua mata pelajaran nya,kali ini Kiki kembali menambah beban pikiran nya.
" Aku juga ngga punya Ki, buat apaan sih? Buruan masuk, bentar lagi Pak Pasha juga mau masuk." jawab Hana.
Kiki pun langsung menjelaskan semua nya kepada Hana dan juga Lusi.dengan gerak secepat kilat,Lusi langsung berlari membeli masker untuk sahabat nya yang sedang sensitif dengan bau yang aneh-aneh.
" Nih! Lain kali jangan lupa bawa dari rumah,sesak nafas Aku kalau harus lari seperti ini setiap hari." keluh Lusi sambil menyodorkan 5 helai masker yang masih tersegel rapi di dalam plastik bening.
" Terimakasih aunty Lusi." balas Kiki dengan menirukan suara anak kecil.
" Jangan terimakasih aja,nanti jangan lupa bagi jawaban nya untuk Aku." sahut Lusi yang langsung kabur takut kena omel kedua sahabat nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰
__ADS_1