Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 70


__ADS_3

Setelah mengantar Kiki dengan selamat sampai ke hotel nya,Rangga langsung pamit lagi untuk menyelesaikan semua pekerjaan nya yang masih harus di urus sebelum berangkat besok pagi.


" Aku janji akan membahagiakan Kamu! Dan tidak akan pernah membiarkan air mata itu jatuh kembali membasahi wajah cantik mu." batin Rangga sambil masuk ke dalam mobil nya. setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya,Rangga bergegas kembali ke hotel karena tidak bisa tenang jika meninggalkan Kiki sendirian dalam keadaan genting seperti ini.


Teguh memilih diam tanpa kata dalam mobil mewah nya.kepergian Kiki malam ini sungguh membuat jantung nya berhenti berdetak.


" Jangan pergi sayang! Maafkan Aku."teriak Teguh merasa sangat frustasi bahkan pria ini dengan sengaja nya menjambak rambut nya sendiri.


" Seharusnya Aku tidak datang kesana mengikuti semua rencana busuk mereka, Aku salah..Aku yang salah sayang, Kamu boleh hukum Aku dengan cara apapun! Tapi Aku mohon sayang..Jangan pergi! Tetap lah berada di samping Aku.. Selama nya." suara teriakan Teguh bahkan sampai terdengar ke dalam rumah.Mpok Nur yang masih berada di teras depan ikut prihatin mendengar suara jeritan pilu itu.sedangkan Rena yang sebagai bodyguard Nona muda nya tengah sibuk menghubungi nomer ponsel yang sudah tidak aktif lagi.


" Aduh! Nona muda pergi kemana ya Mpok?" tanya Rena lirih.wanita maco ini sibuk mondar-mandir tak menentu dengan raut wajah gelisah nya.


" Ya mana Saya tahu Mbak Rena,kita berdua kan sama-sama berada di rumah." jawab Mpok Nur kesal,entah sudah berapa kali Rena bertanya dengan pertanyaan yang sama.kepala Mpok Nur bahkan jadi pusing melihat Rena yang sibuk memutari tubuh nya.


" Ahhha..." sambil berjingkrak bahagia bak mendapatkan sebuah undian berhadiah.Rena nampak terburu-buru membuka aplikasi hijau di ponsel nya lalu mengetik pesan singkat untuk seseorang yang sudah sangat dekat dengan dia.


" Mudah-mudahan saja Nona muda ada di sana." batin Rena dengan jantung yang berdebar-debar menunggu pesan balasan dari Riko adik kandung dari Kiki.


Ting...


Ketika suara ponsel nya berbunyi nyaring,Rena bergegas membuka namun detik berikutnya langsung murung setelah membaca pesan balasan itu.


" Riko lagi sendiri Kak,Ibu sama Ayah lagi ke tempat saudara ada acara keluarga." Riko tanpa merasa curiga langsung membalas pesan yang masuk dari Rena.


Untung saja Rena tidak langsung pada inti permasalahannya,Rena juga takut membuat Ibu dan Ayah angkat nya ikut kepikiran dengan masalah Nona muda nya.


" Yah..Nggak ada." ucap Rena lirih lalu menyimpan kembali ponsel nya ke dalam saku celana.


Hiks..Hiks..Hiks..Teguh kembali mengeluarkan air mata nya setelah sekian lama tidak pernah lagi menangis.lagi-lagi Teguh menangis karena Kiki.


" Bodoh nya Aku mempercayaimu kedua wanita ular itu yang jelas-jelas sudah terbukti licik nya."


" Bodoh..Bodoh.." ujar Teguh mengutuk diri nya sendiri yang tidak langsung menyelidiki semua ucapan yang keluar dari mulut Bunda nya.

__ADS_1


Dengan pipi yang masih basah oleh air mata,Teguh menghidupkan mesin mobil nya lalu pergi keluar untuk mencari keberadaan istri nya.tujuan pertama nya adalah rumah mertua yang sudah jarang dia datangi.


" Semoga saja Kamu ada di tempat Ibu." batin Teguh penuh harap.


Mobil Teguh saat ini sudah sampai di depan rumah orang tua Kiki, suasana di dalam tampak sunyi sepi, seperti tidak berpenghuni.


Teguh sengaja berdiam sejenak di dalam mobil nya untuk mengecek situasi secara diam-diam.


Ketika Teguh hendak keluar dari mobil nya,dari arah belakang ada sebuah suara milik laki-laki yang sudah di kenali oleh Teguh.


" Mas Teguh!" seru Riko sedikit berlari menghampiri Teguh yang baru menurun kan kaki nya keluar.


" Riko." balas Teguh merasa beruntung bisa bertemu Riko di luar rumah.


Teguh pun bergegas turun dari mobil nya demi bisa mengorek informasi dari adik ipar nya.


" Mas Teguh dari mana?" tanya Riko yang baru sampai di depan rumah nya.


" Aaa..Itu tadi Mas Teguh kebetulan habis bertemu rekan bisnis Mas Teguh di cafe yang ada di simpang gang depan,jadi sekalian mampir saja." jawab Teguh berusaha menutupi maksud kedatangan nya yang mendadak malam ini.


" Kak Kiki nggak ikut ya?" tanya Riko yang sejak tadi tidak melihat wajah sang Kakak turun dari mobil.


Deg..


Kegelisahan Teguh kembali menyeruak saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut bocah yang masih duduk di bangku SMA ini.


" Mmm Kamu dari mana?" bukan nya menjawab pertanyaan dari adik ipar nya, Teguh malah sengaja memberikan pertanyaan lain untuk menutupi kebohongan nya.


" Riko dari warung depan, beli cemilan buat nemenin belajar Mas,soal nya Ayah sama Ibu lagi pergi ke tempat saudara,jadi nggak ada yang bisa masak buat Riko." jawab Riko panjang lebar.


" Alhamdulillah.. Syukur lah Ibu sama Ayah lagi pergi,jadi Aku tidak perlu menambah dosa lagi karena membohongi mereka." batin Teguh merasa lega.


" Jadi Kamu di rumah nya sendirian?" tanya Teguh memastikan.

__ADS_1


" Iya Mas! Ayah sama Ibu pulang nya lusa." jawab Riko.


Melihat pintu yang tergembok dari luar, membuat Teguh yakin kalau Kiki tidak mungkin pulang ke rumah orang tua nya.


" Mas boleh numpang ke toilet sebentar ngga Rik?" tanya Teguh lebih ingin memastikan jika orang yang dia cari benar-benar tidak berada di dalam.


" Boleh Mas." jawab Riko langsung mengeluarkan kunci dari saku celana nya lalu membuka dengan cepat gembok yang terpasang di pintu rumah nya.


" Silahkan Mas." ucap Riko membuka pintu lebar-lebar.


" Terimakasih kasih." Teguh langsung menuju dapur belakang yang terdapat kamar mandi.


Saat merasa Riko lengah dan sedang tidak berada di ruang tamu,Teguh mengintip sebentar ke dalam kamar Kiki yang dalam keadaan gelap gulita.


" Kamu di mana sih sayang?" batin Teguh menatap sekeliling dan tidak menemukan sosok istri tercinta.


Teguh bergegas keluar dari kamar Kiki lalu duduk di sofa menunggu kedatangan Riko.


" Mas langsung pulang ya Rik, terimakasih atas tumpangan nya." ujar Teguh saat Riko sudah berada di samping nya.


" Buru-buru amat Mas,pasti Kak Kiki sudah menelpon nyuruh pulang ya?" Riko menebak asal atas kepulangan Teguh yang dia rasa sangat terburu-buru sekali.


" Mmm...Nggak Kok.Kamu hati-hati di rumah nya ya,jangan lupa kunci pintu." ucap Teguh mengingat kan dan merangkul pundak Riko mengajak dia untuk ikut keluar.


" Ini uang jajan untuk Kamu." Teguh memberikan 5 lembar uang ratusan kepada Riko.


" Tidak perlu Mas,Ibu sudah menitipkan uang saku untuk Riko sebelum pergi kemarin." tolak Riko merasa sungkan menerima pemberian kakak ipar nya.


" Tidak apa-apa,nanti Kamu tabung saja dulu." Teguh terlihat memaksa Riko untuk menerima pemberian nya.


" Mas pulang dulu ya, Kamu masuk saja sana." ujar Teguh lalu meninggal kan pekarangan rumah mertua nya.


" Apa Kiki ada di rumah Teman-teman nya ya?" gumam Teguh masih tidak menyerah mencari keberadaan istri nya.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰


__ADS_2