Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 32


__ADS_3

Tepat pada pukul 01.30 dini hari,Teguh tiba di kediaman nya.hari kedua masuk kerja benar-benar membuat Teguh lelah dan harus menahan rasa kantuknya.


Di depan pintu besar itu sudah ada Mpok Nur beserta para penjaga yang menyambut kedatangan Tuan muda nya.


" Kenapa Mpok Nur masih belum tidur juga? Bukan kah kemarin sudah Aku ingat kan agar langsung tidur saja dan tidak perlu menunggu Aku pulang."ujar Teguh sedikit kesal sekaligus terkejut ketika melihat Mpok Nur masih tetap menyambut kedatangan nya, padahal ini sudah hampir pagi.


" Maaf kan Saya Tuan muda, tetapi Saya tidak akan bisa tidur jika belum melihat keadaan Tuan muda yang pulang dalam keadaan selamat dan tidak mengalami masalah apapun." jawab Mpok Nur sambil membungkuk kan badan nya.


" Lain kali ,Aku tidak ingin lagi melihat Mpok Nur menunggu kepulangan ku,ini menjadi yang terakhir kali nya! Mpok Nur langsung beristirahat saja." ucap Teguh memberitahu Kepala pelayan dengan nada suara tegas dan menakutkan.


Mpok Nur sudah bergabung dengan keluarga Rizaldi sejak Kedua orang tua nya menikah,bisa di bayangkan berapa usia Mpok Nur sekarang ini.


" Apa ada yang bisa Saya bantu Tuan muda?" tanya Mpok Nur sebelum masuk ke dalam kamar nya.


" Tidak ada,Aku mau langsung ke kamar saja,apa Kiki sudah pulang dari rumah orang tua nya?" jawab Teguh,lalu kembali melayang kan pertanyaan kepada Mpok Nur yang masih betah berdiri di tempat nya.


" Sudah Tuan muda,Nona muda sampai di rumah pada pukul 5 sore tadi.sekarang Nona muda lagi istirahat di dalam kamar." jawab Mpok Nur.


" Ya sudah Aku mau naik dulu! Mpok Nur boleh istirahat." Teguh berlari menuju lift.


Ketika dia hendak masuk ke dalam kamar, bertepatan dengan Kiki yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah menuntaskan hajat kecil yang mengganggu kenyamanan tidur nya.


" Sayang.."


" Mas.." panggil Kiki dan Teguh secara bersamaan.


Wajah Teguh langsung berseri bahagia,rasa lelah yang menyelimuti tubuh nya setelah seharian berkutat di kantor langsung hilang ketika melihat wajah sang istri yang begitu menenangkan jiwa nya.


" Kamu kenapa belum tidur sayang?" tanya Teguh sambil memeluk mesra tubuh yang sudah dia rindukan sejak pagi tadi.


" Kamu kenapa baru pulang jam segini Mas? Baru juga dua hari tinggal bersama,Aku udah di abaikan begitu saja." ketus Kiki merasa Teguh lebih mementingkan pekerjaan nya.


Bukan nya jawaban yang di dapat kan oleh Teguh, melainkan Kiki kembali melontarkan sebuah pertanyaan yang begitu menyudutkan posisi nya.

__ADS_1


Teguh langsung menghela nafas panjang nya,wajah tampan nya tetap memancarkan senyum hangat meskipun mendapatkan pertanyaan ketus dari sang istri.


" Aku mandi dulu ya! Nanti kita bicarakan lagi." Teguh langsung mengecup sekilas bibir Kiki,lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Kiki yang sudah tidak merasakan kantuk lagi , memilih menunggu suami nya dengan bersandar di kepala ranjang sambil bermain ponsel.


Kiki sangat kaget ketika terbangun dini hari tetapi suami nya masih tidak ada di samping nya.pikiran buruk menari-nari di kepala nya.


Karena tidak tahan ingin ke kamar mandi ,Kiki langsung memutuskan masuk terlebih dahulu ke kamar mandi setelah itu baru menghubungi suami nya.ketika keluar dari kamar mandi Kiki di buat kaget dengan kepulangan suami nya dengan pakaian yang masih sama seperti pagi tadi, tetapi dengan wajah yang sudah sangat lelah.


Ceklek..


Teguh keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk sebatas pinggang nya.


satu handuk kecil di gunakan untuk mengeringkan rambut hitam nya yang tidak terlalu panjang.


" Sayang! Bantuin.." Teguh merengek sambil menyodorkan handuk kecil kepada istri nya.


Kiki yang tidak tega melihat suami nya sampai masuk angin karena rambut nya yang masih basah, akhir mengangguk patuh menerima uluran handuk kecil.


Meminta bantuan mengeringkan rambut adalah trik Teguh supaya Kiki tidak ngambek lagi.


Di saat Kiki tengah menggosok-gosok kepalanya, Teguh tidak berhenti menatap wajah Kiki yang sangat cantik di mata nya.


" Terimakasih sayang." ucap Teguh ketika Kiki sudah berhasil mengeringkan rambut nya.


" Hm.." jawab Kiki singkat.lalu kembali berbaring di atas ranjang.


Teguh langsung melepas paksa handuk yang menutupi bagian bawah nya lalu menggantikan dengan celana boxer.


Kiki yang sempat salah tingkah melihat kelakuan suami nya langsung mengalihkan perhatiannya kepada ponsel yang berada di tangan nya.


" Sayang! Kamu marah?" tanya Teguh yang sudah ikut naik ke atas ranjang.

__ADS_1


Satu tangan nya sudah memeluk pinggang sang istri.


" Ngga kok, cuman Aku kesal aja sama Kamu! Bisa ngga sih Kamu kabari Aku dulu jika Kamu harus pulang telat atau ngga pulang sekalipun ." ketus Kiki memalingkan wajah nya dari Teguh yang terus menyerang pipi nya.


" Hei..Lihat Aku dong sayang." ujar Teguh berusaha memutar pelan wajah Kiki agar menghadap ke arah nya.


" Di kantor tadi Aku benar-benar lagi sibuk banget sayang,ponsel Aku juga kehabisan daya karena ngga sempet di charger. Aku minta maaf ya." Teguh memilih mengalah dari pada harus larut dalam suasana menegangkan ini.


" Mau sesibuk apapun Kamu, seharusnya nya Kamu tidak boleh sampai lupa mengabari Aku jika terjadi sesuatu kepada Kamu, kabari Aku jika Kamu masih menganggap Aku penting di dalam hidup Kamu!Apa karena Kamu sudah mendapatkan segalanya, sehingga membuat rasa cinta Kamu sudah tidak ada lagi untuk ku?" entah kenapa pertanyaan gila itu terlintas di kepala nya Kiki.


" Berapa tahun Kamu mengenal Aku,sudah jutaan hari yang kita lewati bersama.dan Kamu masih meragukan rasa cinta ku untuk Kamu.keterlaluan!" Teguh berujar sambil menggeleng kan kepala nya.lalu tertawa ngakak mendengar pernyataan yang tidak masuk akal dari mulut wanita yang sudah memiliki sepenuhnya hati dan jiwa nya.


" Kamu mau Aku membuktikan nya." tantang Teguh yang langsung menggelitik tubuh Kiki di dalam selimut tebal itu.


" Sayang..Aku menginginkanmu." ucap Teguh setelah melepas kan ciuman yang berselimut gairah.


Kiki menarik senyum,detik itu juga wanita ini langsung mengangguk , sebagai pertanda jika dia juga menginginkan suami nya dan memberikan izin penuh kepada suami nya atas semua yang ada pada tubuh nya.


Kemarahan yang di perlihatkan oleh Kiki tadi tidak sampai ke ubun-ubun nya,buktinya dengan di rayu sedikit saja oleh Teguh,hati wanita ini sudah melunak dan bahkan sudah terlihat seperti biasa nya.


Teguh langsung membawa sang istri berlayar menjemput kenikmatan secara bersama-sama.


Suasana hening malam ini di kacau kan oleh ******* nikmat dari pasangan halal ini.


Peluh keringat membasahi tubuh polos kedua nya.Kiki yang sudah sampai terlebih dahulu menuju puncak surga dunia nya langsung mengerang kuat sambil membalas ciuman dari suami nya.tidak berlangsung lama,suara erangan dari Teguh juga terdengar menggema memenuhi ruangan kamar.


" Capek?" tanya Teguh sambil mengusap peluh yang menetes di dahi Kiki.


Hanya anggukan kepala yang di berikan oleh Kiki, sementara mulut dan mata nya sudah tertutup rapat ketika rasa kantuknya sudah menyerang begitu saja.


" Terimakasih sayang, tidur lah." ucap Teguh sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.

__ADS_1


Berikan juga bintang 5 untuk mendukung novel ini ya.


Terimakasih semuanya 😍🥰🥰🥰


__ADS_2