
Di dalam rumah pribadi Teguh yang sangat mewah,Mpok Nur sangat kaget melihat Rena pulang sendirian tanpa ada Kiki di dalam mobil nya.kepala pelayan ini langsung meninggalkan pekerjaan nya yang belum siap demi bisa bertanya kepada Rena.
" Mbak Rena! Di mana Nona muda?" tanya Mpok Nur merasa heran melihat Rena pulang kerumah hanya sendirian.Mpok Nur dan Rena akhir nya mengobrol berdua dan saling bertanya mengapa sang Nona muda pergi tanpa mendapatkan pengawalan.
" Nona muda sedang banyak tugas kampus Mpok,kata nya nanti kalau pulang langsung di telpon Saya." jawab Rena yang terpaksa berbohong menutupi keberadaan Kiki.Rena khawatir Mpok Nur akan langsung melaporkan peristiwa ini kepada Tuan muda nya jika tahu Kiki pergi ke suatu tempat tanpa mendapatkan pengawalan,bukan hanya Rena yang terkena imbas nya melainkan Kiki juga ikut terkena amukan Tuan muda.
" Baiklah..Nanti jangan lupa di jemput Nona muda ya Mbak Rena! Kasihan Nona muda harus pulang naik angkutan umum, apalagi sudah beberapa hari ini Nona muda seperti sedang tidak enak badan,wajah nya selalu pucat." ucap Mpok Nur menjelaskan tanpa merasa curiga dengan penyakit apa yang sedang di derita Kiki.
" Siap Mpok Nur,Saya mau ke kamar sebentar ya Mpok." pamit Rena yang tidak betah lama-lama mengobrol karena takut rahasia nya terbongkar oleh Mpok Nur.
" Iya silahkan Mbak Rena, Saya juga mau pamit kembali ke dapur lagi."
Kedua wanita yang menjadi tangan kanan Tuan dan Nyonya rumah ini berpisah kembali ke tugas mereka masing-masing.
"Bagaimana enak ngga?" tanya Rangga kepada Kiki yang sedang menyantap lahap makanan yang ada di depan nya.
" Enak Bang." jawab Kiki sambil mengangguk.
Aneh nya senja ini perut Kiki sama sekali tidak merasakan mual seperti biasa nya.
Makan di temani cowok ganteng membuat dedek bayi yang ada di perut Kiki tidak bertingkah aneh.dan membiarkan Kiki makan dengan tenang.
" Pelan- pelan dong Ki makan nya.ngga akan di minta kok makanan Kamu." seloroh Rangga menegur Kiki yang makan seperti orang kesurupan.
" Hehehe." Kiki hanya nyengir lalu mengubah cara makan nya lebih kalem lagi.
Tangan Rangga terulur membersihkan mulut Kiki yang sedang belepotan di sana- sini.
Kedua mata kedua nya saling bersirobok dan menimbulkan sebuah rasa yang aneh.
__ADS_1
" Di dagu Kamu ada sisa makanan." ujar Rangga menjelaskan.
" Iya Bang, terimakasih." ucap Kiki dan kembali melanjutkan acara makan nya.Kiki yang sudah terbiasa mendapatkan perlakuan manis seperti ini dari Rangga tidak mengambil hati apa yang dilakukan Rangga untuk nya.namun berbeda dengan Rangga yang justru merasa bahagia dan bersyukur bisa memiliki kesempatan untuk bisa dekat lagi dengan wanita yang dulu sempat terlepas dari genggaman tangan nya.
" Melihat wajah Kamu tersenyum seperti ini rasa nya Aku tidak ikhlas membiarkan Kamu hidup lebih lama lagi bersama dia." batin Rangga yang terus menatap lekat wajah Kiki yang sudah kembali cerah.
" Terimakasih ya Bang udah traktir Aku makan di tempat enak seperti ini." ucap Kiki sambil menatap Rangga .3 porsi makanan sudah habis oleh Ibu hamil ini.selera makan nya senja ini benar-benar berubah drastis.
" Iya..Abang akan lakukan apapun supaya Kamu mau makan banyak,kalau Kamu ngga sibuk, besok Abang juga rela melakukannya asal kan Kamu suka dan bahagia." balas Rangga lembut.
Melihat rambut hitam Kiki berantakan terkena hembusan angin sepoi-sepoi membuat Rangga reflek membantu menguncir kuda rambut hitam itu dengan sangat rapi.
" Selesai." ucap nya membanggakan diri.
" Aku bukan anak kecil lagi Bang,harus nya Abang tidak perlu melakukan ini untuk ku.malu!" ujar Kiki dengan bibir yang di majuin.
" Kenapa harus malu? Kamu tetap Kiki yang dulu,wanita paling berharga dalam hidup Abang,jangan perduli kan apa kata mereka, hidup ini kita yang jalani jadi tidak perlu meminta pendapat mereka."
" Jangan meledek! Sekarang pakai jaket ini,udara malam tidak baik untuk wanita hamil seperti Kamu ini." sahut Rangga yang sudah melepaskan jacket yang dia pakai lalu memasang kan kepada Kiki yang terlihat kedinginan.Rangga sebenar nya tidak sanggup mendengar ucapan Kiki yang hanya menganggap dia sebagai Abang nya.
Rena sedang gelisah menunggu kabar dari Nona muda yang tidak kunjung datang.sudah 3 jam yang lalu Rena berjalan mondar mandir menunggu pesan yang masuk dari nomer Nona muda nya.
" Aduh! Bagaimana ini,apa sebaiknya Aku saja yang menelpon duluan,kalau menunggu Nona muda takutnya kelamaan dan Tuan muda keburu pulang." gumam Rena dengan rasa gelisah bercampur takut.wanita Maco ini memilih tetap berada di dalam kamar nya demi menghindari Mpok Nur yang super cerewet tentang Nyonya muda nya.
Kiki dan Rangga terlihat asyik bercanda dan saling bertukar cerita kehidupan.Tawa kedua nya begitu membuat iri semua orang yang melihat nya.mereka berdua terlihat begitu serasi dan sangat cocok sekali.
Drt...Drt..Drt...
" Ponsel Aku bunyi terus! Siapa sih yang menelpon?" batin Kiki.
__ADS_1
" Ponsel Kamu bunyi tuh Ki, kenapa ngga di jawab?" ujar Rangga memberi tahu.
" I-Iya Bang." bukan nya mengambil ponsel nya yang terus berbunyi,Kiki malah menarik tangan kiri Rangga yang terdapat jam tangan di pergelangan tangan nya.Kiki merasa terkejut melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.dan dia sudah menghabiskan waktu nya terlalu lama di luar rumah. Kiki mengecek ponsel nya dan melihat nama Rena yang tertera di sana.
" Mikir apa sih Kamu Ki! Dia ngga akan pernah menghubungi Kamu lagi, jangan lagi berharap lebih kepada dia." gumam Kiki berusaha memberikan peringatan kepada diri nya sendiri.
" Kenapa? Udah di cariin ya?" tanya Rangga yang bisa menebak isi hati Kiki.
"Iya Bang, ini dari bodyguard Aku yang suka ngantar kemana pun Aku pergi." jawab Kiki menjelaskan agar Rangga tahu siapa yang sedang memperdulikan keadaan nya.
" Bodyguard? Abang pikir suami Kamu."
" Dia nggak akan mungkin mencari Aku lagi Bang, untuk apa? Sedang kan di samping dia sudah ada wanita yang lebih segala nya dari Aku." jawab Kiki berusaha memberikan senyuman terpaksa nya.
" Ngga boleh ngomong seperti itu,kalau Kamu sudah tidak kuat lagi hidup bersama dia.lebih baik mundur dari sekarang sebelum perut Kamu besar dan dia menjadi tahu tentang kehamilan Kamu."
" Aku lagi memikirkan nya Bang."
" Baiklah,Abang cuman bisa berdoa Kamu bisa mengambil keputusan yang tepat untuk hidup Kamu dan calon anak Kamu." Rangga mengelus lembut kepala Kiki yang sedang mengangguk membenarkan ucapan nya.
" Oh ya! Dimana bodyguard yang Kamu bilang tadi? Dan sejak kapan Kamu mulai memakai jasa pengamanan?"
" Dia sudah Aku suruh pulang duluan,Dia mulai menemani Aku sejak awal menikah sampai sekarang."
"Wisss the real sultan ini mah!" goda Rangga sambil menyenggol pelan lengan Kiki yang berada di samping nya.
" Jangan meledek,ayo kita keluar dari sini Bang,Aku harus pulang sekarang juga, sebelum bodyguard Aku datang menjemput."ajak Kiki kepada Rangga.
" Abang antar aja ya Ki, sekalian Abang pengen tahu Kamu tinggal di mana sekarang."tutur Rangga yang langsung menggandeng tangan Kiki menuju ke mobil nya yang sedang terparkir.
__ADS_1
" Baiklah." jawab Kiki menerima tawaran dari Rangga, sebenar nya dia masih belum ingin pulang ke rumah itu,berada sendirian di rumah sebesar itu membuat Kiki semakin mengingat bagaimana jahat nya Teguh yang sudah menduakan cinta nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰😍🥰🥰