
Karena sudah merasa lebih baikan,Kiki akhirnya memutuskan untuk pindah beristirahat ke kamar nya saja.
" Ren! Tolong bantu Aku pindah ke kamar." ujar Kiki sambil mendudukkan dirinya.
" Baik Nona muda." jawab Rena yang sudah bersiap mau mengambil ancang-ancang ingin menggendong Kiki, namun langsung di tahan oleh suara Kiki.
" Jangan di gendong lagi Ren, pegang tangan Aku aja.Kamu mentang-mentang punya otot besar mau main angkut aja." ucap Kiki kepada Rena.
" Maaf Nona muda, Saya pikir Nona muda masih belum bisa berjalan." jawab Rena pelan.
" Ayo Ren!" ajak Kiki dengan merangkul kuat tangan kekar milik Rena.
begitu juga dengan Rena,karena tidak ingin Nona muda nya kenapa-kenapa, Rena refleks memeluk pinggang belakang Kiki dengan begitu kuat.
" Terimakasih ya Ren, Kamu boleh keluar." ucap Kiki setelah sampai di dalam kamar nya.
" Baik Nona muda,jika nanti Nona muda membutuhkan sesuatu segera panggil Saya lewat interkom ini." ujar Rena mengajari Kiki yang belum tau tentang keberadaan benda canggih ini.
" Aman." sebuah acungan jempol Kiki persembahkan untuk Rena sang bodyguard setia nya.
Setelah kepergian Rena dari dalam kamar nya,Kiki memilih membaringkan tubuh nya di atas ranjang luas nya.
" Perut Aku ini sebenarnya Kenapa ya?" gumam Kiki sambil terlentang menatap langit -langit kamar nya.
" Biasanya kalau mau halangan... Aku tidak pernah merasakan sesakit ini? Ya ampun..." Kiki langsung lompat dari atas ranjang mengambil kalender yang terpajang di meja nakas.
Kiki mulai memeriksa tanggal terakhir kali tamu bulanan nya datang.mulut Kiki langsung menganga lebar ketika mengetahui masa periode bulanan nya sudah telat 2 Minggu dari tanggal biasa nya.selama ini Kiki tidak pernah telat datang bulan dan selalu tepat waktu.
" Hamil.." ucap Kiki sambil memeluk kalender yang menjadi patokannya.
" Apa benar di dalam perut Aku ini sudah ada penghuni nya?" Kiki masih tidak percaya dengan apa yang dia ketahui saat ini.
Dengan gerakan cepat, Kiki langsung mencari tahu informasi tentang tanda-tanda orang hamil melalui ponsel canggih nya,semua yang tertulis di layar ponsel ini telah Kiki alami beberapa hari ini.mulai dari mual, pusing dan sensitif sudah dia sadari sejak beberapa hari terakhir.
" Aku harus pergi ke apotek untuk membeli benda panjang itu." gumam Kiki dengan sebuah senyuman manis di wajah lembut nya.
__ADS_1
" Semoga saja dugaan Aku benar adanya." Kiki mengelus perut nya dengan penuh harap.
Karena terlalu larut dalam pikiran bahagia nya, sampai - sampai membuat Kiki tertidur tidak sadar waktu lagi.
Sedang kan di dalam perusahaan Sentosa group.Teguh mulai memasuki ruangan kerja nya setelah menyelesaikan meeting yang begitu menguras tenaga.
" Bimo! Tolong selidiki perusahaan H ini,kenapa mereka begitu ngotot mengajak kita untuk bekerja sama, padahal sudah beberapa kali kita tolak proposal yang mereka kirim." titah Teguh setelah dia berhasil mendarat kan tubuh nya di atas kursi kebesaran nya.
" Siap Bos." jawab Bimo langsung pamit keluar menuju ruangan nya.
Di saat Teguh ingin kembali fokus mengecek semua pekerjaan nya.getaran ponsel nya yang tergeletak di atas meja menyadarkan Teguh dari tatapan fokus nya.
" Siapa lagi sih yang menelpon di jam kerja begini?" kesal Teguh yang merasa terganggu dengan bunyi ponsel nya.
Karena sudah muak mendengar ponsel nya terus berdering, dengan sangat malas Teguh menggeser tombol hijau tanpa melihat nama yang tertera di layar ponsel nya.
" Halo.." ucap Teguh begitu dingin nya.
Wanita paruh baya yang berada di ujung sana, langsung terjingkat kaget mendengar suara menakutkan dari buah hati nya sendiri.
" Aku harus berhasil membujuk anak ini." gumam Bunda Yeni dengan senyuman licik nya.
" Teguh ini Bunda,Kamu lagi apa Nak?Bunda sangat rindu sekali sama Kamu Nak,sudah 2 bulan lebih kita tidak bertemu,apa Kamu tidak menganggap lagi Bunda sebagai Ibu mu ? Mengapa Kamu tidak pernah datang menemui Bunda yang sedang sakit ini Nak?" ucap Bunda Yeni dengan suara sedih yang di buat-buat.
" Ini Bunda ya? Maaf Bunda! Tadi Teguh lagi sibuk kerja, jadi ngga sempet melihat nama penelpon nya."jawab Teguh sungkan.
Walaupun Bunda nya sudah berbuat tidak baik kepada hidup nya,sebagai anak Teguh sudah tidak menyimpan dendam atau pun amarah lagi kepada wanita yang telah melahirkan nya.
Bukan karena tidak sudi datang menemui Bunda nya, tetapi karena dia memang sangat sibuk sekali satu bulan terakhir ini.
Hati Teguh ikut tersentuh mendengar kata sakit dari mulut Bunda nya.Teguh sangat merasa berdosa sekali sampai tidak mengetahui kondisi kesehatan wanita yang telah berjuang melahirkan dia di muka bumi ini.
" Bunda sakit apa Bun? Maafin Teguh yang belum sempat mengunjungi Bunda.Teguh lagi sibuk sekali Bun, Bunda tau sendiri jarak dari kota ke perusahaan cabang sana cukup jauh sekali Bun."ujar Teguh berusaha menjelaskan situasi nya.
Ya Teguh sudah mengetahui semua tentang masalah pengusiran kedua orang tua nya dari rumah megah keluarga Rizaldi. Teguh pun tidak bisa berbuat apa-apa karena ini semua sudah menjadi keputusan sang Nenek.
__ADS_1
" Bunda mohon! Temui Bunda untuk yang terakhir kali nya, mungkin setelah itu kita tidak akan bisa bertemu lagi." ucap Bunda Yeni yang sangat pintar memainkan akting nya.di samping Wanita paruh baya ini ada seorang gadis cantik yang merupakan mantan kekasih Teguh yang bernama Cindy Claudia.
Cindy mengukir senyum tipis di wajah nya ketika mendengar Bunda Yeni yang tengah berusaha membujuk putra nya dengan sejuta akal bulus nya.
" Wanita tua ini bisa Aku manfaatkan demi bisa kembali bersama dengan Teguh." ucap Cindy dalam hati nya.
" Bunda jangan ngomong seperti itu Bun, kirim kan saja alamat nya ke ponsel Teguh,nanti akan Teguh usahakan datang kesana." ujar Teguh yang tidak tega menolak permintaan Bunda nya.
" Kamu harus datang sendirian ya Nak,jangan mengajak siapapun,karena Bunda hanya ingin mengobrol empat mata dengan Kamu." ujar Bunda Yeni lagi dengan suara sendu nya.
" Iya Bunda..Teguh tutup dulu ya Bun telepon nya,nanti Teguh usahakan datang tepat waktu."
" Iya Nak.Bunda tunggu kedatangan Kamu."
" Assalamualaikum."
" Wa alaikum salam." Bunda Yeni tertawa lepas setelah memastikan ponsel nya tidak tersambung lagi dengan ponsel putra nya.
" Hahahaha..."
" kita berhasil sayang.Bunda pastikan Sebentar lagi Teguh akan menjadi milik Kamu seutuhnya." Bunda Yeni langsung memeluk tubuh calon menantu nya.Cindy yang merasa sesak atas pelukan Bunda Teguh hanya bisa pasrah sambil menahan rasa geli nya.
Tubuh gempal milik Bunda Yeni membuat Cindy ingin tertawa keras ketika tubuh nya bersentuhan dengan lemak yang bergelayut manja di setiap otot -otot badan nya.
" Kenapa juga Om Heru masih mau mempertahankan wanita raksasa ini.sudah jelek, gendut lagi." gumam Cindy yang tidak suka dengan sifat norak Bunda Yeni.dia terpaksa bersikap ramah dan baik demi mencapai tujuan utama nya.
" Terimakasih ya Tante." ucap Cindy membalas ucapan wanita bertubuh gempal ini.
" Aduh sayang! Jangan panggil Tante dong! Panggil Bunda saja biar sama seperti Teguh." tutur Bunda Yeni dengan begitu manis nya.
" Ba- baik Bunda." Cindy langsung membuang muka nya dengan lidah yang di julur kan keluar seolah -olah sedang mengejek ucapan yang keluar dari mulut Bunda Yeni.
" Kalau bukan karena ingin mendapatkan anak nya, Aku tidak akan sudi memanggil wanita jelek dan bodoh ini dengan sebutan sebagus itu, tubuh gendut nya ini tidak pantas di panggil dengan panggilan itu." Cindy terus mencaci maki wanita paruh baya yang menjadi partner kerja nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.🥰😍🥰
__ADS_1