Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 28


__ADS_3

Kiki pun mulai menjelaskan bagaimana awal mula pernikahan nya, Kenapa bisa terjadi dengan suami nya yang bernama Teguh, Bagaimana sulit nya mereka bertahan di tengah kuat nya guncangan badai yang menerpa jalinan kasih mereka.


Tanpa di sangka Ami menangis mendengar cerita pilu yang keluar dari mulut sahabat nya.


Kiki ternyata begitu pandai menyimpan masalah pelik kehidupan nya.Ami bahkan sama sekali tidak menaruh curiga sedikitpun tiap kali Kiki datang bekerja dengan muka dan mata yang sembab.


" Ternyata wajah sembab Kamu selama ini benaran karena menangis ?Bukan karena kurang tidur?" Ami di buat melongo dengan pernyataan Kiki.


Padahal tebakan nya selalu benar, tetapi Kiki selalu membantah dengan berbagai alasan yang masuk akal.


" Ya ampun Ki,kok tega banget sih Kamu bohongin Aku selama ini, padahal Aku percaya banget sama apa yang Kamu ucapkan.kalau saja Kamu mau berbagi cerita dengan Aku, Mungkin saja Aku bisa meringankan sedikit beban yang ada di kepala mu."


Ami kembali memeluk sahabat karib nya.walaupun merasa kecewa telah di bohongi oleh Kiki tetapi Ami tidak pernah menyimpan amarah kepada Kiki.dia sangat paham sekali alasan di balik berbohong nya Kiki selama ini.


Di belakang mereka berdua ada Rena yang selalu setia mengawasi pergerakan Nona muda nya,dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka bahas.


" Hmmm..Hmm..." Yuda sengaja batuk demi mengalih kan atensi kedua wanita yang sedang berpelukan manja.


" Eh..Pak Yuda." ucap Kiki dan Ami secara bersamaan.


Yuda lalu mengangguk kepala nya,dengan mata yang tetap mencuri pandang kepada Kiki.


" Saya pamit kebelakang dulu ya Pak,Ki." ucap Ami undur diri karena merasa tidak enak berleha-leha terlalu lama sedang kan semua teman nya sudah mulai bekerja kembali setelah bersalaman dan bertutur sapa dengan Kiki.


" Iya." jawab Kiki yang paham dengan posisi Ami.


Kini tinggal lah Kiki dan Yuda berdiri saling berhadapan.


Kedua nya sama-sama merasa canggung dan grogi dengan pertemuan yang seperti ini.


" Mmm..Pak Yuda."


" Ki.." kedua nya sama-sama angkat suara di waktu yang bersamaan.


" Kamu duluan aja." ujar Yuda salah tingkah memegang kepala nya yang tidak kenapa-kenapa.


" Pak Yuda saja..." balas Kiki yang gugup.


Huft..Yuda terlihat mengatur alur pernapasan nya yang terasa tercekat di dada nya.


" Ki... Sebaiknya kita mengobrol di ruangan kerja Saya saja." ucap Yuda merasa tidak nyaman berbicara dengan di lihat oleh banyak pengunjung restoran dan tentu nya Rena yang tidak berhenti menatap tajam ke arah nya, seolah-olah Yuda adalah seorang musuh yang harus di basmi kan.


" Baiklah." Kiki akhirnya setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Yuda,karena dia juga harus berpamitan kepada mantan Bos nya.


Yuda langsung mengajak Kiki menuju ke ruangan nya yang terletak di lantai dua.kedua nya beriringan sambil mengobrol santai menceritakan tentang kejadian selama Kiki tidak masuk bekerja.


" Rena! Kamu tunggu di luar saja.Aku ingin berbicara empat mata dulu dengan Pak Yuda." seru Kiki ketika Rena ingin melangkah masuk.

__ADS_1


" Tapi Nona.." Rena ingin membantah ucapan Nona muda nya.namun Kiki terlebih dahulu menyela ucapan nya dengan menutup sebagian pintu ruangan Yuda.


" Tidak akan terjadi apapun kepada Aku,dia adalah mantan Bos Aku dulu.Aku hanya ingin pamit kepada beliau.sebaiknya Kamu tunggu di depan sini saja." ujar Kiki menahan aksi protes Rena.


" Baiklah Nona muda,jika terjadi sesuatu di dalam sana yang membahayakan Nona muda,jangan lupa berteriak memanggil nama Saya." ujar Rena mengajari Nona muda nya.


" Iya terserah Kamu saja lah." balas Kiki yang langsung menutup pintu ruangan itu.


Di dalam sana sudah duduk Yuda menunggu kedatangan Kiki.


" Dia bodyguard Kamu Ki?" tanya Yuda ketika Kiki hendak duduk di depan sofa yang dia tempati.


" Iya pak." jawab Kiki sungkan.


" Saya bukan bapak Kamu, berhenti memanggil Saya dengan panggilan yang menyakitkan kuping Saya ini." hardik Yuda yang menolak atas panggilan yang di berikan oleh Kiki.


" Mm maaf Pak, Saya sudah terbiasa." jawab Kiki sambil nyengir kuda.


Yuda langsung geleng kepala melihat tingkah lucu dari kiki.senyuman manis yang terbit dari bibir Kiki masih mampu menggetarkan jantung nya .


" Cantik banget sih Kamu Ki." puja Yuda di dalam hati nya.


" Saya datang ke sini mau minta maaf atas ketidakhadiran Saya selama beberapa hari ini Pak,sekalian Saya juga mau pamit resign dari restoran Pak Yuda." ujar Kiki mulai menjelaskan maksud dari kedatangan nya ke restoran milik Yuda.


" Jangan panggil Pak terus Ki! Apa Saya sudah terlalu tua hingga Kamu terus memanggil Saya seperti itu." tegur Yuda lagi.


" Itu jauh lebih baik dari pada sebelum nya."


" Benaran Kamu mau resign dari restoran kecil Saya ini?" sambung Yuda lagi.di iringi tawa kecil yang keluar dari mulut nya.


" Iya Kak, sebentar lagi Aku mau ujian akhir,jadi harus fokus dulu ke kuliah." jawab Kiki asal.


" Bukan karena larangan dari suami Kamu ?" canda Yuda kembali dengan tawa renyah.


" Bukan Pak." jawab Kiki menahan malu.dia tidak ingin menjawab dengan sejujurnya.sudah pasti dia akan mendapatkan ledekkan dari Yuda.


" Aku ngga bisa melarang jika Kamu ingin resign,karena itu seutuhnya menjadi hak Kamu,semoga ujian nya sukses dan selamat atas pernikahan Kamu. boleh kan kita berbicara menggunakan Aku dan Kamu saja,jangan terlalu formal."


Yuda sebenar nya berat sekali melepas kan Kiki dari restoran,hanya ini cara nya agar mereka selalu bertemu dan bertukar cerita, namun dia sadar kehidupan Kiki sekarang ini sudah jauh berubah dari sebelumnya,uang bukan lagi masalah besar bagi Kiki.


Senyum manis Kembali terbit dari bibir chery Kiki.


" Boleh dong Kak, terimakasih atas pengertiannya.kalau begitu Aku langsung pamit karena harus segera ke kampus." ujar Kiki mengulur kan tangan untuk berjabat tangan dengan Yuda.


Belum sempat kedua tangan mereka menempel,suara ketukan pintu menggagalkan rencana indah itu.


" Nona muda..Apa anda baik-baik saja di dalam." suara Rena terdengar menginterupsi dari luar.

__ADS_1


" Rena!" geram Kiki dengan mengumpat kesal.


Haha....


Yuda langsung tertawa melihat Kiki yang kesal dengan ulah bodyguard nya.


" Maaf kan atas ulah dia." ujar Kiki sambil memonyongkan bibirnya.


" Bodyguard Kamu lucu juga ya Ki." sindir Yuda kepada Kiki.


" Dia sungguh menyebalkan." ujar Kiki pelan.


Hahahaha...


Yuda masih sibuk menertawai nasib Kiki.


" Ihhh...Kakak sama nyebelin nya dengan Rena.sebaik nya kalian menikah saja." kesal Kiki langsung membuka pintu yang masih di ketuk-ketuk oleh Rena menggunakan tenaga super nya.


" Aku mau nya Kamu Ki." ucap Yuda dalam hati ,lalu berlari mengejar Kiki.


Pintu yang sudah terbuka, kembali di tutup oleh Yuda menggunakan kaki nya.


" Bolehkan Aku peluk Kamu untuk yang terakhir kali nya sebagai tanda perpisahan di antara kita." ucap Yuda yang sudah mendekap erat tubuh mungil Kiki.


Kiki hanya bisa pasrah, untuk menolak pun percuma karena Yuda sudah terlanjur memeluk badan nya.beruntungnya pintu sudah tertutup,jika Rena melihat kejadian ini dia pasti akan mengadu kepada Tuan muda nya.


" Jika Kamu butuh pertolongan, Aku akan selalu ada untuk Kamu." bisik Yuda pelan kepada Kiki.


" Terimakasih Kak." balas Kiki berusaha menyudahi acara berpelukan ini.karena sebenar nya dia merasa tidak nyaman berdekatan terlalu intim seperti ini.


" Aku pamit ya Kak." ucap Kiki langsung keluar menghampiri Rena yang terlihat mengkhawatirkan keadaan nya.


" Apa terjadi sesuatu kepada anda Nona muda?" tanya Rena sambil meraba seluruh badan Kiki.


Yuda yang masih berdiri di dekat pintu hanya diam sambil menahan tawa geli nya.


" Rena! Hentikan." tegur Kiki atas ulah Rena.


" Saya harus memastikan keadaan Nona baik-baik saja, Tuan muda pasti akan marah jika anda terluka." jawab Rena terus menelisik keadaan Nona muda nya.


" Selalu saja Tuan muda Kamu yang menjadi alasan nya,sudah ayo pergi." Kiki langsung melangkah pergi menuju pintu keluar dan mengabaikan Rena yang berlari mengikuti nya dari belakang.


Jangan lupa Like,Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys.


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.

__ADS_1


Terimakasih semuanya.😍🥰😍🥰


__ADS_2