Terhalang Restu Orang Tua

Terhalang Restu Orang Tua
Bab 99


__ADS_3

Saat masih berada di kantor entah kenapa perasaan Teguh sangat gelisah sekali, berulang kali pria ini meneguk air putih untuk menenangkan dirinya tetapi tetap saja tidak bisa,setiap detik rasa aneh itu semakin datang menyerang dirinya.


" Ada apa dengan Aku ini?" batin Teguh mengusap kasar wajah nya.


Teguh mulai mencoba fokus lagi dengan pekerjaan nya tetapi lagi dan lagi hati nya tetap tidak bisa tenang dan masih saja di hantui rasa bersalah.


Teguh bangkit dari kursi dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajah agar bisa segar dan lebih semangat lagi untuk bekerja.


Teguh keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dari sebelum nya.pria ini kembali duduk di atas kursi nya dan membuka berkas yang masih membutuhkan tanda tangan nya.


" Sial! Kalau seperti ini cara nya Aku nggak akan bisa konsentrasi kerja." ucap Teguh lirih lalu mematikan laptop dan membiarkan begitu saja berkas itu berserakan di atas meja kerja.


" Ken! Sampai kan kepada Bimo ,kalau Aku pamit pulang duluan ya.kalau ada apa-apa Kamu urus dulu." titah Teguh yang sudah membawa tas kerja nya keluar dari ruangan.


" Baik Bos." jawab Ken patuh.Ken yang hanya seorang pekerja tidak lagi berani banyak bertanya kepada Bos nya tentang alasan kepulangan nya yang sangat mendadak ini. padahal selama ini Teguh selalu memilih menghabiskan waktu nya lebih banyak berada di kantor ketimbang di rumah nya sendiri.


Teguh berjalan menuju ke lantai bawah dengan tatapan yang sulit untuk di artikan, beberapa karyawan yang mencoba menyapa ramah dirinya tetapi pria ini malah melengos begitu saja dan terkesan sangat cuek sekali.


Di pintu utama perusahaan Sentosa group sudah menunggu Pak Man dengan pintu mobil yang sengaja dia buka untuk menyambut kedatangan Tuan muda nya.


"Langsung pulang ya Pak." ucap Teguh ketika masuk ke dalam mobil.


" Siap Tuan." jawab Pak Man menutup pelan pintu bagian penumpang,lalu berlari menuju tempat duduk nya.


Selama di dalam perjalanan menuju ke rumah nya, Teguh memilih menidurkan tubuh nya di sandaran jok mobil ketimbang bermain ponsel atau sekedar menikmati suasana jalan yang masih sepi oleh pengendara mobil.


Mpok Nur dan juga Rena yang melihat Tuan muda pulang lebih awal mendadak bingung bagaimana cara menyambutnya.


" Selamat sore Tuan muda." ucap mereka berdua secara bersamaan.


Tania yang kebetulan baru keluar dari dapur memilih menghentikan langkah nya karena tidak ingin terjadi sesuatu kepada nya setelah ini.


" Hm." Teguh berdehem lalu berjalan menuju lift tanpa menyapa wanita yang sudah menjadi istri nya.


Mpok Nur dan Rena saling menoleh mencari jawaban namun sedetik kemudian sama-sama mengangkat bahu karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini.


Teguh masuk ke dalam kamar nya dengan langkah gontai.dia pejam kan mata nya menghirup dalam-dalam udara kamar mencari harum wangi bau tubuh mantan istri nya.namun sayang sekali beberapa bulan kepergian Kiki kamar ini sudah tidak sama lagi seperti dulu.


Teguh menatap meja rias,biasa nya dia selalu melihat Kiki duduk di sana.alat-alat make up Kiki masih tersusun rapi di atas meja itu.tatapan mata nya beralih ke arah lemari pakaian.Teguh berjalan mendekati lemari pakaian kemudian membuka nya.nampak baju-baju Kiki masih banyak yang tertinggal dan tersusun rapi di dalam nya.


Kiki pergi hanya membawa sedikit baju saja.

__ADS_1


Kegelisahan yang di alami Teguh sejak tadi ternyata bersangkutan dengan rasa rindu nya yang tiba-tiba saja menyeruak di dalam dada nya.


" Kamu pergi kemana sayang? Kenapa tidak ada kabar." gumam Teguh sedih sambil mengusap wajah nya menggunakan sehelai dress yang sering di pakai oleh Kiki waktu berada di dalam rumah.dada pria ini kembali semakin terasa sesak dan sangat khawatir sekali setelah dia teringat pembicaraan nya dengan Bimo tentang Kiki yang selama masa pelarian nya sama sekali tidak pernah menggunakan kartu sakti pemberian nya.


"Pulang lah sayang! Beri Aku satu kali kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita." imbuh nya sambil memejamkan kedua mata nya.


Sementara itu di pulau K tepat nya di toko kue milik Kiki,kedua orang tua Rangga merasa terharu bisa bertemu dengan Kiki ,gadis kecil yang dulu sering mereka gendong dan sering mereka ajak bermain kini sudah dewasa dan sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.


Kiki yang kebetulan sedang duduk mengawasi pergerakan pegawai nya di buat kaget sekaligus takut dengan kehadiran mereka di toko kue nya.


" Tante...Om Budi...." ucap Kiki membulat kan mata nya tidak percaya.hati nya mulai was-was lalu menunduk kan kepala nya melihat perut nya yang sudah besar dan tinggal menunggu hitungan hari saja.


" Iya sayang, Kamu apa kabar?" Ibu Nahla mendekat lalu memeluk tubuh Kiki yang sedang membeku tidak mengerti lagi harus berbuat apa.


Sadar jika perut besar Kiki menghalangi acara berpelukan mereka berdua, Ibu Nahla sedikit meregangkan tangan nya agar tidak melukai calon cuci nya kelak.Ibu Nahla lalu mengusap lembut perut Kiki.


" Halo baby! Yang sehat ya Nak." bisik nya lalu menatap intens wajah Kiki yang sedang pias tak bertenaga lagi.


" Apa kabar Nak." sapa Pak Budi ketika menyadari tatapan mata sendu dari wajah Kiki.


" Baik Om." Kiki lalu mencium punggung tangan mereka secara bergantian.


" Mari masuk Tante,Om.maaf keadaan nya seperti ini ." ajak Kiki lalu membawa tamu nya naik ke lantai atas.dan tidak lupa meminta Bi Mus untuk menyiapkan minuman dan juga cemilan untuk menemani mereka mengobrol.


" Ini kue buatan Kamu sendiri ya sayang?" tanya Ibu Nahla sangat takjub dengan cara Kiki menjalani kehidupan nya.


" Iya Tante, ini berkat resep yang di berikan oleh Ibu dan juga berkat bantuan dari Abang Rangga." jawab Kiki jujur.


" Coba aja Ma, kue-kue nya enak-enak loh.Om Dewa aja kalau ke sini selalu memesan dengan jumlah yang banyak." ucap Rangga.


" Iya Tante,Om.silahkan di cicipi." sahut Kiki masih merasa canggung.


Kedua orang tua Rangga mengangguk,selama ini Dewa tidak pernah menceritakan kepada mereka jika Kiki membuka usaha kue yang sudah sangat maju sekali.di saat mereka datang saja begitu banyak antrian yang menunggu giliran untuk bisa mendapatkan kue enak ini.


" Mmm.ini beneran enak sekali loh sayang." puji Ibu Nahla yang nampak lahap memakan brownies panggang yang ada di tangan nya.


" Iya Nak,rasa nya lembut sekali dan manis nya juga pas ." sahut Pak Budi menimpali.


" Terimakasih Om,Tante.syukur lah jika kalian menyukai nya." jawab Kiki.


" Wah...Wah..Kamu dan Ibu mu benar-benar tidak bisa terkalahkan sayang, kalian sama-sama menguasai dunia perdapuran ." celetuk Ibu Nahla yang selalu ingin menambah brownies yang selalu habis masuk ke dalam mulut nya.

__ADS_1


Kiki tersenyum menanggapi hal itu.


" Om sama Tante kapan sampai nya?" tanya Kiki memulai pembicaraan.


" Kemarin siang,kami berdua sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan cucu kami." jawab Ibu Nahla yang berhasil membuat Kiki semakin bingung.


Kiki lalu menatap kepada Rangga yang juga sedang sibuk memakan kue sambil berbalas pesan dengan asisten nya.


" Jangan salah paham sayang! Calon cucu yang di maksud oleh Mama itu ya anak Kamu." sahut Rangga yang mengerti arti tatapan mata Kiki.


Saliva Kiki terasa tercekat dan tidak bisa lagi untuk di telan akibat syok mendapati kejutan yang benar-benar di luar prediksi nya.selama ini dia selalu berpikiran bahwa kedua orang tua Rangga pasti akan sangat sulit menerima kenyataan pahit ini.mereka tentu nya pasti menginginkan calon yang baik dan juga tentu masih single untuk putra semata wayangnya.


" Jangan takut! Tante sama Om sudah mengetahui semua nya." ucap Ibu Nahla sambil tersenyum.


" Jika kalian berdua ingin menikah, Tante dan Om tidak akan pernah melarang nya, tetapi pasti kan dulu kalian menyelesaikan semua yang bersangkutan dengan mantan suami Kamu." imbuh Ibu Nahla sambil menggenggam tangan Kiki yang terasa begitu dingin.


" Te-rima-ka-sih Tante." jawab Kiki terbata-bata.mendapat kan perlakuan seperti ini membuat hati Kiki tersentuh karena selama ini dia tidak pernah di perlakukan seperti ini keluarga mantan suami nya.


" Tante hanya tidak ingin ada orang yang memandang lain kepada kalian dan membuat mereka semakin salah paham, Tante tidak pernah memandang status, dari dulu Tante juga menginginkan Kamu menjadi menantu Kami."


" Iya Tante."


" Jangan panggil Tante lagi sayang, panggil Mama saja.karena sebentar lagi Kamu akan menjadi anak Mama juga.termasuk baby lucu ini." Ibu Nahla yang memang menyukai anak kecil tidak berhenti mengusap perut Kiki dan berharap bahwa calon cucu nya segera lahir ke dunia ini.


" Rangga! Apakah Kamu sudah memikirkan dengan matang ingin menikahi Kiki,Kamu tahu kan bagaimana keadaan Kiki saat ini,itu artinya Kamu harus siap dan ikhlas menerima kehadiran anak nya juga." ucap Ibu Nahla sebelum putra nya terlanjur jauh melangkah.


" Aku sudah menerima kehadiran nya Ma,bahkan sebelum dia lahir kedunia pun Aku selalu menjaga nya dengan sepenuh hati." jawab Rangga yang langsung mendapat kan anggukkan kepala dari Kiki.karena selama ini Rangga memang benar-benar menjaga mereka berdua dengan begitu tulus nya.


" Tapi ingat! Kalian berdua tidak boleh egois nanti nya,bayi ini masih memiliki ayah kandung dan kalian berdua tidak berhak memisahkan mereka berdua nanti nya,kalian harus segera mempertemukan mereka nanti karena mau bagaimana manapun juga anak ini butuh pengakuan dari ayah nya.walaupun sebenernya Papa yakin , Rangga akan sangat mampu menyanyangi dia sepenuh hati nya dan tidak akan pernah kekurangan kasih sayang sedikit pun." kali ini Pak Budi yang mencoba menasehati mereka berdua.


" Baik Om." jawab Kiki.


" Baik Pa." Rangga juga ikut mengiyakan ucapan sang Papa meskipun sebenarnya dia sama sekali belum berpikir sampai sejauh itu.


" Panggil Papa saja sayang." tegur Ibu Nahla yang sudah tidak sabar lagi menunggu Kiki menjadi menantu mereka.


Kiki,Rangga,Ibu Nahla dan juga Pak Budi bercerita panjang lebar sampai membuat waktu begitu terasa cepat berlalu.


" Sebentar lagi Aku akan memberikan kejutan yang kedua untuk mu sayang." batin Rangga terus menatap ke ponsel nya menunggu pesan balasan dari seseorang yang akan menjadi tamu spesial berikutnya untuk Kiki.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍😍

__ADS_1


__ADS_2