
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam menggunakan jet pribadi milik keluarga nya.Rangga akhirnya berhasil membawa Kiki pergi tanpa meninggalkan sedikitpun jejak.jet pribadi yang membawa mereka sudah mendarat cantik di bandara udara internasional Syamsudin Noor.di bawah sana sudah ada mobil milik Rangga yang telah siap sedia membawa mereka pulang ke rumah.segala hal yang berkaitan dengan Kiki sengaja dia tutup rapat sesuai dengan permintaan Kiki tadi malam,mereka tahu betul siapa yang tengah mereka hadapi saat ini.lengah sedikit saja Teguh dengan mudah akan menemukan keberadaan Kiki.
Selama beberapa jam berada di dalam jet pribadi ini, entah sudah berapa kali Kiki mengeluarkan isi perut nya, sehingga membuat wanita hamil ini menjadi lemas dan tak berdaya lagi.
" Aku senang bisa berdekatan seperti ini sama Kamu Ki,rasa nya sangat bahagia sekali,Aku memilih pura-pura lupa jika Kamu sudah menjadi milik orang."
" Aku janji akan membantu Kamu merawat dan melalui kehamilan mu."
Cup..
Rangga yang sudah tidak tahan lagi ingin mengecup kening Kiki akhirnya langsung mendarat kan bibir nya di kening yang sedang berkeringat itu.dia tidak perduli jika aksi nya ketahuan sama sang empunya.yang jelas dia ingin melakukan nya.
Karena keadaan Kiki yang sedang tertidur lelap, akhir nya Rangga memutuskan untuk menggendong Kiki turun sampai ke dalam mobil yang akan membawa mereka menuju kediaman pribadi nya,Rangga bagaikan seorang suami idaman.jika orang lain yang baru melihat mereka mungkin mereka akan mengira jika kedua insan ini adalah sepasang suami istri.perhatian dan kasih sayang yang di berikan oleh Rangga tidak kalah dari yang di berikan oleh Teguh kepada Kiki.
Rangga sudah meminta Asisten pribadi nya untuk menghubungi Dokter kandungan agar standby di rumah dia sebelum mereka sampai,pria ini sangat khawatir sekali dengan kondisi kandungan Kiki yang terus saja bereaksi selama mereka berada di atas udara.
Kini mobil yang di tumpangi oleh Rangga dan Kiki sudah sampai di pekarangan rumah Rangga yang sangat luas.siapa yang tidak mengenal Rangga jika sudah berada di pulau K ini.selain berprofesi sebagai polisi aktif,Rangga secara terang-terangan memiliki dua buah perusahaan raksasa yang bergerak di bidang tambang batu bara dan juga otomotif.
Semua ini Rangga bangun dengan keringat nya sendiri tanpa meminta bantuan kepada siapapun termasuk kedua orang tua nya.
" Selamat siang Bos." sapa asisten Rangga yang sudah menunggu kedatangan Bos nya.
" Hm.."Rangga hanya berdehem lalu melewati begitu saja Asisten yang bernama Nanda itu.
" Dokter nya sudah menunggu di ruang tengah Bos." ujar nya lagi terus mengikuti Rangga dari arah belakang.
" Suruh langsung ke kamar Aku saja, sekalian bilang sama maid minta bawain semua barang-barang yang ada di dalam mobil tadi." jawab Rangga lalu menaiki anak tangga menuju kamar pribadi nya.
Rangga sengaja membawa Kiki ke rumah nya agar dia lebih mudah memantau kondisi kehamilan dan kesehatan Kiki.dia sangat yakin wanita ini pasti akan menolaknya namun dia akan berusaha sabar memberi pengertian nya.
Rangga lalu merebah kan perlahan tubuh Kiki di atas kasur empuk nya.karena merasa terganggu dengan guncangan yang dia rasakan.wanita ini akhirnya mengerjabkan kedua mata nya.
Kiki meneliti setiap sisi yang dia lihat,semua seperti sempurna dan sangat indah sekali.
__ADS_1
" Kamu sudah bangun?Maaf Aku tidak sengaja membangun kan mu." ucap Rangga mengambil posisi duduk di tepi ranjang nya.
" Nggak papa Bang,Kiki yang harus nya minta maaf sudah merepotkan Abang sampai sejauh ini, pasti tadi tenaga Abang terkuras habis karena harus menggendong Kiki." kata Kiki menatap penuh tanya kepada Rangga.
" Nggak kok,siapa bilang tenaga Abang habis,kalau Kamu minta gendong sekali juga masih bisa.gimana mau coba?" Rangga menggoda Kiki menaik turun kan alis nya.seperti nya pria ini mulai menyukai mainan baru nya.
Biasa nya rumah berlantai 4 ini akan terasa sangat sepi sekali,hanya ada para maid yang menghuni nya, sedang kan pemilik rumah nya selalu sibuk bekerja,menjadi lelaki bujangan membuat Rangga lebih menyibukkan diri nya di kantor dan kantor.setelah tugas negara nya selesai Rangga langsung menuju ke perusahaan milik nya.meskipun sudah ada asisten nya yang membantu dia mengelola perusahaan, tetapi Rangga tetap turun tangan untuk mengawasi perkembangan nya.
" Nggak usah.. Terimakasih." jawab Kiki mencebikkan bibir nya.
Hahahaha....Rangga tertawa puas melihat wajah lucu Kiki.
Tok..
Tok..
Tok..
" Permisi Tuan,ini Dokter nya sudah Saya bawa ke sini." ucap Asisten Nanda sambil menunjuk ke belakang nya.
" Baiklah, silahkan masuk." Rangga menggeser duduknya lalu mempersilahkan Dokter wanita yang memakai jas putih nya untuk menganalisa kesehatan Kiki.
Dokter wanita ini tersenyum ramah kepada Kiki lalu mulai memainkan stetoskop nya di dada dan perut Kiki.
Rangga memilih tetap berdiri di samping Kiki,meski sudah di usir keluar oleh Kiki karena dia tidak nyaman membuka baju nya walaupun hanya sebatas perut.
" Mata nya Bang! Jangan di lihatin terus." tegur Kiki saat melihat Rangga menatap genit ke perut nya yang mulai buncit.
" Emang nya kenapa sih Ki? Dulu Abang sudah melihat nya loh,Abang yang sering bantu Kamu pakai baju kalau Ibu lagi pergi,Kamu lupa?" ucap Rangga mulai membawa-bawa masa kecil mereka dulu.
"Ya beda kali Bang! Waktu itu kita masih kinyis-kinyis belum mengerti apa-apa.sekarang kita sudah dan...."
" Stt..." Rangga langsung menaruh jari telunjuk nya di dekat bibir Kiki,supaya wanita ini tidak lagi melanjutkan ucapan panjang nya.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan istri Saya Dok?"tanya Rangga sengaja menekan kata istri untuk membuat Kiki marah.
" Abang!" seru Kiki dengan tatapan mata yang sulit untuk di jelaskan.mendengar Rangga yang mengakui dia sebagai istri nya , membuat Kiki merasa tidak enak hati,dia tidak ingin mereka salah paham dan menuduh dia yang tidak baik-baik.
" Diam Ki! Suka banget sih teriak-teriak,kasihan dedek bayi nya." tegur Rangga yang sebenarnya ingin tertawa melihat keterkejutan Kiki.
Dokter wanita dan Asisten Nanda tertawa kecil melihat tingkah lucu kedua nya.
" Anda semakin sering tertawa Bos! Ternyata jodoh memang berada di tangan Tuhan."
" Semoga saja Anda berhasil menarik simpati Nona cantik ini."batin Nanda yang sudah tahu tentang Kiki dan juga perasaan Rangga terhadap dia.Rangga sering bercerita tentang Kiki kepada Nanda.
" Tau ah.." jawab Kiki kesal memilih membuang wajah nya ke arah lain.
Dokter wanita yang sudah selesai melakukan tugas nya membereskan semua peralatan yang dia bawa, Dokter ini masih menunggu waktu dari kedua manusia ini.dia merasa sungkan untuk menyela ucapan mereka.wanita ini bangkit dari tepi ranjang dan memegang tas kerja nya.
" Jadi bagaimana Dok? Apakah semua baik-baik saja?"tanya Rangga lagi.sedang kan wanita yang di periksa hanya diam sambil menunggu Dokter membuka mulut nya.
" Semua baik-baik saja Pak Rangga, kondisi ibu dan janin nya dalam kondisi sehat,detak jantung nya juga normal,tidak ada yang perlu di cemaskan untuk saat ini." ujar Dokter menjelas kan.
" Tapi tadi dia muntah-muntah terus Dok? Apa tidak berpengaruh kepada janin nya?" tanya Rangga yang sangat mengkhawatirkan Kiki melebihi suami aslinya.
"Mual atau muntah bagi ibu hamil apalagi di bulan pertama ini sangat lumrah terjadi, setiap wanita akan mengalami yang nama nya morning sikcness."
" Ibu hamil tidak boleh stres dan banyak pikiran, kondisi mental nya benar-.benar harus di jaga.tidak boleh makan sembarangan, susu hamil nya tidak boleh terlewati termasuk juga vitamin nya." ucap sang Dokter menjelas kan panjang lebar kepada mereka yang masih awam dengan kata hamil.
" Baik Dok." jawab Rangga mengerti.
" Kalau tidak ada yang mau di tanyakan lagi,saya permisi kembali ke rumah sakit dulu."
" Terimakasih ya Dokter." seru Kiki yang cuek-cuek tapi diam-diam ikut menyimak pembasahan yang terjadi di antara Rangga dan juga sang Dokter.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰
__ADS_1