
Mobil yang di kendarai oleh Rena masuk ke area parkiran kampus Kiki.
" Kita sudah sampai Nona muda." ucap Rena memberi tahu.
Kiki yang masih sibuk dengan rasa kantuknya sama sekali tidak mendengar apa yang di ucapkan oleh Rena.
" Nona.." panggil Rena sambil menyentuh lutut Kiki yang tengah bersandar di kursi belakang.
" Eh iya..." jawab Kiki sambil menggosok mata nya.lalu mengamati pemandangan yang ada di luar.
" Sudah sampai?" tanya Kiki yang baru sadar.
" Sudah Nona muda." jawab Rena langsung turun untuk membukakan pintu mobil di dekat Kiki.
" Silahkan Nona muda."
" Terimakasih, sebaik nya Kamu tidak perlu mengikuti Aku sampai ke dalam kampus.Kamu bisa tunggu di sini atau ngga pulang ke rumah aja, nanti kalau Aku sudah pulang akan aku telpon." Kiki merasa tidak nyaman jika selalu saja di ikuti oleh Rena.apalagi di kampus ini banyak teman dari berbagai jurusan,dia tidak ingin di anggap sombong atau menyalahgunakan kekuasaan suami nya.
" Saya tidak berani mengikuti perintah Nona muda,Tuan muda meminta Saya untuk tetap melihat, melindungi dan menjaga di manapun Nona muda berada." jawab Rena masih tetap pada tugas.
" CK..." Kiki langsung mengeluarkan ponsel nya lalu menghubungi nomor ponsel suami nya.
Dia tidak akan bisa konsentrasi mengikuti mata kuliah nya jika Rena terus menguntit kemanapun langkah kaki nya.
" Jika Aku masuk ke kamar mandi,apa Kamu juga ikut masuk ke dalam?" geram Kiki masih dengan ponsel yang berada di telinga nya.
" Benar Nona muda." jawab Rena jujur,tanpa perduli dengan rasa kesal yang menyelimuti hati Kiki.
" Mas?" teriak Kiki ketika sambungan telepon nya di angkat oleh sang suami.
" Iya sayang,Kamu sudah selesai kuliah nya?" tanya Teguh yang baru keluar dari ruang meeting.
" Belum ini baru sampai di depan kampus,kenapa harus pakai bodyguard segala sih Mas, Aku ngga nyaman dengan keadaan seperti ini." keluh Kiki mengeluarkan semua rasa yang mengganjal di benak nya.
" Aku tidak mau terjadi sesuatu kepada Kamu,maka nya Aku putuskan untuk mencari sopir sekaligus orang yang bisa bela diri agar dia bisa menjaga Kamu ketika berada jauh di samping Aku.apa Kamu mau bodyguard dengan jumlah yang banyak?"
" Bukan gitu Mas, ih.. Kamu sama ngeselin nya dengan si Rena.Aku jadi ngga bebas mau ngapain, Aku sih ngga masalah kalau di kasih bodyguard, tetapi jangan di ikuti terus Aku nya."Kiki mengeluarkan semua isi hati nya, berharap sang suami mau mengerti.
"Tugas bodyguard kan memang seperti itu sayang."jawab Teguh sambil menahan tawa,dia bisa membayangkan bagaimana jelek nya wajah Kiki ketika sedang marah.
" Pokok nya Aku ngga mau tau, Kamu telepon dia sekarang juga minta supaya jangan mengikuti Aku sampai ke dalam kampus, Aku malu Mas,kalau orang lain berpikir yang buruk tentang Aku bagaimana? Satu kampus ini bisa heboh dengan gosip yang mereka buat seenak jidat nya."Ucap Kiki sambil menatap Rena yang sedang celingukan mengecek situasi di sekitar mereka berdiri.
" Ya sudah,kasih ponsel Kamu dulu kepada dia,biar Aku bicara sebentar dengan Rena." Teguh akhirnya mengalah setelah mendengar alasan yang di beri oleh istri nya.dia tidak tega melihat istri nya menjadi bahan gosip teman-teman kampus nya.
" Ini suami Aku mau bicara sama Kamu." Kiki langsung memberi ponsel nya yang masih menyala kepada Rena.
__ADS_1
" Selamat siang Tuan muda." sapa Rena terlebih dahulu.
"Ya... Rena! Kamu tidak perlu mengikuti Kiki sampai ke dalam kampus, cukup tunggu di luar kampus saja.jika dalam keadaan ramai atau di suasana yang tidak memungkinkan untuk Kamu ikut ke dalam, Kamu cukup tunggu di luar saja.dan jangan lupa cepat laporkan kepada Aku jika terjadi sesuatu yang berbahaya kepada istri ku."
" Baik tuan muda." jawab Rena mengiyakan semua perintah yang keluar dari mulut Tuan muda nya,Kiki yang berdiri di samping Rena langsung bersorak bahagia mendengar apa yang di ucapkan oleh suami nya,dia sengaja membesar kan volume suara ponsel nya agar dia bisa ikut mendengar kan apa yang sedang suami nya perintah kan.
" Terimakasih Mas." ucap Kiki dengan girang.
" Ya sayang, Kamu baik-baik kuliah nya,nanti kalau ke rumah Ibu titip kan salam Aku untuk Ibu dan Ayah, maaf karena belum bisa berkunjung ke sana."
" Siap Suami ku,bye Suami ku." ujar Kiki langsung menutup sambungan telepon.
" Iya sayang." balas Teguh sambil geleng kepala dengan tingkah istri nya.
Kiki langsung menyimpan kembali ponsel nya.
" Kamu tunggu di sini aja Ren, Aku mau masuk dulu." titah Kiki kepada Rena.
" Baik Nona muda,jika terjadi sesuatu kepada Nona muda segera hubungi Saya ."
" Siap Nona Rena." ujar Kiki meniru ucapan Rena sambil berlari masuk karena waktu nya hanya tinggal 5 menit lagi.
" Nona jangan lari-lari seperti itu,bahaya!" Rena masih setia mengingat kan Nona muda nya dengan cara berteriak meskipun Kiki sudah jauh masuk ke area kampus.
" Nona muda terlalu lucu." gumam Rena kembali masuk ke dalam mobil.
Satu jam lama nya Kiki duduk diam mengikuti pelajaran yang sedang di jelas kan oleh dosen pengajar nya.
Dia terlihat sangat fokus menyimak apa yang sedang di jelas kan, meskipun tidak terlalu pintar, tetapi otak Kiki juga patut di perhitungkan,karena selama kuliah nilai nya selalu bagus.
" Ki.." teriak Lusi dan Hana dari arah kantin.
"Kamu mau kemana?" tanya Lusi heran melihat Kiki sudah memakai tas ransel nya.
" Mau pulang." jawab Kiki singkat langsung merebut minuman yang ada di tangan Lusi.
" Kiki! Masa istri seorang Teguh main tarik aja sih minuman orang! Beli sana." kekeh Lusi mempertahankan apa yang dia punya.
" Gue lagi buru-buru nih,ngga sempet mampir ke kantin."jawab Kiki cuek.
" Sok sibuk amat sih Ki." balas Hana yang tengah sibuk memakan cemilan yang ada ditangan nya.
" Aku mau ke rumah Ibu,takut kena macet. Kalian tau kan bagaimana memuakkan nya kemacetan di kota ini." balas Kiki.
" Emang nya kuliah Kamu udah siap,main pulang aja! Baru juga datang."sahut Lusi.
__ADS_1
" Udah dong,hari ini Aku cuman ada satu jadwal mata kuliah."jawab Kiki lagi.
" Enak banget sih Ki,kita masih ada dua lagi yang harus di tunggu.kalau ngga...Udah cus ikut Kamu ke rumah Ibu,kangen banget sama masakan enak Ibu."Lusi langsung memegang perut nya, membayangkan makanan enak di depan mata nya.
" Iya .. Tungguin kita berdua Napa Ki?"tawar Hana lagi.
" Yah ngga bisa, kelamaan deh kalau Aku harus menunggu kalian."
Dari arah luar datang Rena yang sedang was-was mencari Nona muda nya yang tidak kunjung masuk ke dalam mobil, padahal 20 menit yang lalu masuk pesan ke ponsel nya jika Nona muda nya sudah keluar dari kelas dan sedang otw menuju ke mobil.
" Nona muda." panggil Rena dengan suara keras nya.
Kiki yang tau siapa orang yang sedang memanggil dia langsung berdecak menahan rasa kesal untuk yang kesekian kali nya.
" Mau ngapain lagi sih? Kenapa harus masuk segala?" batin Kiki meronta ingin mencakar wajah lugu Rena yang sangat menyebal kan.
"Itu siapa Ki?" tanya Lusi dan Hana kompak.
" Aaaa..Dia..Dia itu.." belum sempat Kiki menjawab nya .Rena sudah terlebih dahulu membuka suara.
" Perkenalkan Saya Rena sopir sekalian bodyguard untuk Nona muda Kiki." sahut Rena tanpa permisi.
" Rena!" geram Kiki dengan mata yang menyala.
Rena langsung terdiam melihat Wajah Nona muda yang sudah berkabut marah,dia tau sudah melanggar aturan namun ini terpaksa dia lakukan karena rasa cemasnya.
" Maaf kan Saya Nona muda, Saya terpaksa masuk karena sudah 20 menit lebih Saya menunggu tetapi Nona muda tidak kunjung datang juga, akhirnya Saya memutuskan untuk masuk saja.Saya mengkhawatirkan keadaan Nona muda."Rena berbicara panjang lebar namun Kiki seolah tidak peduli karena sudah terlanjur merasa kesal.
Lusi dan Hana hanya bisa melongo dengan mulut yang menganga lebar mendengar Kiki sahabat karib mereka telah memakai jasa seorang bodyguard.
" Ini serius?" tanya Lusi tidak Percaya.
" Muka Kamu biasa aja Lus, ini semua ulah Mas Teguh, Aku juga ngga tau kalau ternyata seperti ini." adu Kiki kepada kedua sahabat nya.
" Enak banget sih jadi Kamu Ki, Aku juga pengen loh punya sopir dan bodyguard yang kapan pun bisa menemani kita kemanapun kita pergi,jadi ngga perlu kesepian lagi. suami Kamu perhatian banget sih Ki."sahut Lusi.
" Apaan sih,ngga jelas banget.Aku ngga suka di kekang begini.Aku cabut duluan ya." pamit Kiki langsung pergi dengan wajah marah nya.
" Harus nya Kamu bersyukur loh Ki, jangan marah-marah terus,belum dapat jatah Kamu yah?" goda Lusi dengan sedikit berteriak.
Kiki tidak menjawab apapun selain umpatan kesal yang keluar dari mulut nya.
Semua mata para mahasiswa yang sedang berada di kampus tertuju kepada Kiki dan juga Rena, terlebih lagi penampilan Rena sangat mencolok di banding kan yang lain, walaupun dia seorang perempuan tetapi otot -otot badan nya sama besar dengan punya laki-laki.
Tubuh nya tinggi menjulang ,mata nya tajam melihat ke depan.rambut pendek sebahu semakin menambah kesan tegas pada diri Rena.
__ADS_1
" Sial! Kenapa mereka semua malah lihatin Aku terus yah?"gumam Kiki terus melangkah cepat keluar menuju mobil nya.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys.🥰😍🥰😍