TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
97. Konser ala Wisnu


__ADS_3

Sesampainya di jakarta, Riyan di sibukkan dengan pekerjaan di kantor nya, belum lagi masalah Sifa. Riyan menghembuskan nafas kasarnya saat melihat banyaknya tumpukan berkas di meja kerja nya.


"Kapan gue dapat jodoh kalau kerjaan gue tiap hari segini banyaknya? " Gunam Riyan.


Riyan tak lagi menunda pekerjaan nya , ia segera mengecek berkas itu satu persatu. Riyan menghentikan kegiatan nya saat ponselnya berdering.


"Halo! " Ucap Riyan.


Riyan terdiam sejenak mendengarkan suara seseorang yang menelfon nya.


"Awasi terus! Saya segera ke sana! " Ucap Riyan dan langsung memutuskan telfon itu secara sepihak.


"Intan, kamu atur ulang jadwal hari ini. Saya ada urusan di luar kantor dan saya akan kembali... " Riyan melihat jam yang melingkar di tangannya, "setelah makan siang,sekitar jam dua " Lanjut Riyan.


"Baik Pak! Ada lagi yang harus saya kerjakan? " Tanya Intan.


"Tolong bereskan ruang saya! " Ucap Riyan dan setelah itu , dirinya langsung pergi.


♥*♡∞:。.。  。.。:∞♡*♥


"Mas bangun! " Arin menyiku Wisnu yang masih betah memeluk dirinya.


"Heemmm" Wisnu semakin memperoleh erat pelukannya.


"Aku mau bangun mas! Tangannya di singkirin dulu! " Arin berusaha melepas pelukan Wisnu.


"Jangan banyak bergerak! Nanti dia ngamuk " Ucap Wisnu dengan sura seraknya.


Arin menghembuskan nafas kasarnya, terpaksa Arin menuruti ucapan Wisnu karena ada sesuatu yang bergerak-gerak di bawah sana.


Sedangkan Wisnu tersenyum tipis dan mempererat pelukannya serta membenamkan wajahnya ke leher Arin.


Arin berusaha menahan gejolak saat nafas Wisnu menyapu lehernya . Namanya juga wanita normal apa lagi Arin yang sudah pernah menikah dan bercerai. Pasti dirinya juga merindukan akan sentuhan dari yang namanya suami.


Karena sudah tak tahan lagi Arin berbalik badan, " Mas! " Seru Arin dan mendorong Wisnu dengan kuat. Sehingga Wisnu pun terjatuh dari atas tempat tidur.


"Auw! Apa yang kamu lakukan Rin? " Tanya Wisnu sambil bangkit dan mengusap lengannya yang terasa sakit.


"Habisnya mas Wisnu nyebelin sih! Minggir aku mau ke kamar mandi! " Arin melewati Wisnu yang masih terbengong.


"Kenapa sih tuh orang? " Wisnu menggaruk kepalanya.


Tanpa pikir panjang ia kembali lagi ke atas tempat tidur. Wisnu kembali merebahkan tubuhnya di samping Yoga, dan di peluklah bocah itu.


"Gini ya rasanya tidur sambil meluk anak! Adem di hati " Ucap Wisnu lirih sambil tersenyum melihat wajah Yoga yang masih terlelap.


Setelah dari kamar mandi Arin tak kembali ke kamar nya. Arin memilih langsung terjun ke dapur membuatkan sarapan untuk Wisnu.


"Yoga mana Rin? " Tanya ibu Rosa.

__ADS_1


"Tadi masih tidur buk" Jawab Arin yang fokus membuat perkedel.


"Suami mi juga masih tidur? " Tanya bu Rosa lagi.


"Iya bu " Jawab Arin singkat.


"Kalian akan kembali ke jakarta kapan?" Tanya bu Rosa.


"Kalau gak siang ini ya nanti sore Bu" Jawab Arin.


"Buru-buru amat Rin" Ucap bu Rosa.


Arin menghentikan aktifitasnya, " Mas Wisnu harus kembali kerja bu! Mas Wisnu tak bisa berlama-lama meninggal kan kantor! " Jelas Arin.


"Kenapa waktu itu kamu bohong sama ibu jika Wisnu itu teman kerja kamu , padahal dia bos mu kan? " Ucap bu Rosa.


"Iya buk, maaf! Waktu itu aku pikir dia gak serius, jadi aku beri alasan palsu saja " Jelas Arin yang bohong.


"Rumah yang suami mu bangun itu sangat bagus! Di kampung kita belum ada bangunan rumah sebagus itu! " Ucap bu Rosa. Arin menoleh ibunya yang sedang tersenyum bahagia.


"Ibu bahagia kamu mendapatkan laki-laki dan suami yang baik dan mau menerima keadaan kita yang seperti ini! Bu hanya bisa berdoa agar rumah tangga kalian langgeng terus, sakinah mawadah dan warohmah" Ucap bu Rosa.


Arin menyeka sudut matanya yang tiba-tiba berair dan mengucap, "amin ".


" Biar ibu yang teruskan! Kamu bangunkan Yoga dan suami mu! Suruh bangun dan sarapan! "Tatih bu Rosa.


" Iya bu" Arin meninggalkan dapur dan menuju kamarnya.


"Yoga sayang! Sudah bangun? " Ucap Arin.


"Udah" Sahut Yoga yang pandanganya fokus ke acara kartun yang di bintangi duo bocah berkepala gundul itu.


"Ayah belum bangun? " Tanya Arin. Yoga pun menggeleng.


"Ya udah ibu tinggal dulu ya? Yoga duduk diam di sini! " Ucap Arin.


Arin membuka pintu kamarnya pelan. Setelah masuk Arin mendekati Wisnu yang masih berada di bawah selimut.


"Mas bangun! " Arin menarik-narik selimut Wisnu.


"Sebentar lagi! " Sahutnya dengan nada malas.


"Sudah siang mas! Buruan bangun! " Ucap Arin sambil membuka gorden jendela kamarnya.


"Kenapa di buka sih Rin? Silau! " Ucap Wisnu yang mengintip dari balik selimut.


"Makanya! Ayo bangun! " Arin mengguncang tubuh Wisnu.


"Udah dari tadi bangun " Jawab Wisnu asal.

__ADS_1


Arin menautkan kedua aslinya.


"Udah jangan di pikir! " Wisnu mengacak rambut Arin sebelum turun dari tempat tidur. Wisnu memutuskan untuk bangun karena benda miliknya terus meronta-ronta.


Wisnu keluar kamar dan menuju kamar mandi untuk konser solo karir.


(pengantin baru kok konser solo karir bang! 🤣🤣)


Setelah menyelesaikan konser solo karir nya, Wisnu menemani yoga bermain.


"Yoga mau ikut ke rumah papa gak?" Tanya Wisnu.


"Mau " Jawab Yoga dengan semangat.


"Yoga akan tetap tinggal di sini mas! " Ucap Arin dari arah dapur.


Wisnu menoleh, "kenapa? Di sana kita bisa menyekolahkan Yoga di sekolahan yang bagus! Dan kamu setiap saat bisa bersama Yoga! Lalu apa masalahnya? " Ucap Wisnu.


"Gak ada masalah mas! Biarkan Yoga tetap tinggal di sini! Lagi pula nanti aku masih harus ikut ke kantor untuk bantu-bantu Intan " Jelas Arin.


"Nanti aku carikan pengasuh buat Yoga! " Sahut Wisnu.


"Enggak mas! " Ucap Arin.


"Ayo lah Rin! Kita bawa Yoga! " Wisnu berusaha membujuk Arin.


Arin menggelengkan kepalanya pelan sebagi jawaban. Arin mempunyai alasan tersendiri mengapa dirinya tak mau mengajak Yoga.


"Rin" Ucap Wisnu yang menyusul ke kamar.


"Apa mas? " Arin menoleh Wisnu sekilas dan melanjutkan menata baju ke dalam koper.


"Kita ajak Yoga ya? " Wisnu duduk di samping Arin.


"Enggak mas! Yoga akan tetap tinggal bersama ibu ku di sini! " Sahut Arin.


"Ayo lah Rin! " Ucap Wisnu yang memohon.


"Mas!" Arin menghentikan aktifitas nya, "aku juga ingin Yoga ikut dengan ki! Tapi, aku juga mau kalau sampai Yoga melihat kamu dengan Sifa " Lanjut Arin.


Wisnu hanya terdiam tak bisa membalas ucapan Arin.


"Kenapa mas diam? Aku hanya tidak mau membuat Yoga sedih! Kamu bisa lihat kan dia sangat bahagia saat kamu menjadi ayah nya? Aku gak mau merusak itu semua dengan aku membawa Yoga . Biarkan dia tetap di sini dan tetap menganggap kamu sebagi Ayah nya walaupun kita sudah pisah nanti" Ucap Arin lagi .


"Maaf! " Wisnu meraih tangan Arin yang kembali melipat baju.


bersambung.......


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian!

__ADS_1


Beri dukungan like dan komen jangan lupa hadiah juga vote nya.


__ADS_2