
Ucapan Arin bagai tamparan untuk Wisnu. Hatinya terasa tercubit saat mendengar ucapan Arin, dirinya menjadi bersalah karena telah melibatkan anak kecil yang tak tau apa-apa.
Wisnu meraih tangan Arin yang sudah kembali sibuk melipat baju, "Maaf! " Ucap Wisnu lirih.
Arin menoleh Wisnu dan tersenyum getir, "bersiaplah ! Travel yang mengatakan kita ke bandara akan segera datang " Ucap Arin.
"Kamu marah? " Wisnu memegang kedua pundak Arin.
"Aku gak marah mas! Sudah sana cepat bersiap! " Tatih Arin.
Tak ingin membuat kecewa Arin, Wisnu pun keluar dari kamar .
Setelah Wisnu keluar dari kamar, Arin pun duduk termenung dengan mata yang berair.
Arin buru-buru menyeka matanya dengan tangan saat pintu kamar nya terbuka.
"Biar aku lanjutkan! Kamu bisa bersiap lah! Wanita kan suka lama kalau dandan " Kekeh Wisnu.
"Ini sudah beres semua kok! " Sahut Arin.
Arin pun beranjak dari duduknya dan menuju kamar mandi.
Arin menyelesaikan ritual mandinya, ia pun masuk ke kamar untuk merias wajahnya.
Arin masuk kamar tanpa Wisnu sadari. Karena dirinya sedang fokus menatap layar HP nya.
Wisnu sadar jika ada orang selain dirinya di kamar saat tanpa sengaja liftik Arin jatuh. Wisnu pun menoleh ke sumber sura.
"Sejak kapan kamu di situ? " Wisnu menatap Arin yang sedang merias wajahnya.
"Dari tadi! Saat kamu fokus ke HP " Ucap Arin tanpa menoleh Wisnu.
"Maaf! Tadi aku sedang membalas pesan dari Riyan " Ucap Wisnu.
"Ouhhh... " Ucap Arin yang terus memoles wajahnya.
"Kok oh sih! Kamu gak tanya apa gitu? "
"Tanya apa? Itu urusan pribadimu mas aku gak berhak ikut campur " Ucap Arin.
"Emangnya kamu gak penasaran aku sedang chatingan dengan siapa? " tanya Wisnu.
"enggak! kan tadi kamu sudah bilang, jika kamu membalas pesan kak Riyan" jawab Arin.
Sebenarnya aku juga penasaran mas! Apa isi pesan dari kak Riyan sehingga kamu begitu fokusnya. Batin Arin.
Aku tuh pengan kamu kepo dengan urusan pribadi ku Rin! Batin Wisnu.
__ADS_1
Buat apa juga aku kepo dengan urusan mu mas! Itu akan membuat hati ku sakit saja! Batin Arin.
"Kamu cantik banget Rin pakai baju itu!" Puji Wisnu sambil tersenyum manis melihat Arin.
Arin pun menoleh Wisnu yang sudah pindah tempat duduk di kursi.
"Jangan melihat ku seperti itu! Ini baju pemberian eyang " Ucap Arin.
"Kamu cocok pakai itu! " Sahut Wisnu.
Tatapan Wisnu ke Arin yang sedang memoles wajahnya.
♥*♡∞:。.。 。.。:∞♡*♥
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di gedung apartemen mewah di kota itu Riyan sedang mengintai di unit yang di tempati oleh Sifa.
"Apa kamu sudah pastika jika di unit itu benar-benar Sifa yang kita cari? " Tanya Riyan ke pada orang suruhannya.
"Benar bos! Saya tak mungkin salah lihat! " Jawabnya.
Riyan bersembunyi di salah satu unit yang ada di dekat unit milik Sifa. Orang suruhan Riyan juga sudah memasang mini cem , sehingga dengan mudah Riyan memantaunya dari dalam tanpa ada yang curiga.
"Bos lihat ada yang datang! " Ucap anak buah Riyan.
Di luar sana terlihat ada seorang laki-laki yang sudah berumur masuk ke dalam unit milik Sifa.
"Rasanya aku tak asing dengan laki-laki itu! Tapi siapa? " Riyan bergunam sendri.
"Orang itu lah yang dari kemarin bersama dengan nona Sifa " Ucap dari salah satu anak buah Riyan.
"Kamu sudah selidiki siapa orang itu? " Tanya Riyan.
"Sudah bos! Saya juga sudah mengirimkan laporan tentang orang itu ke email anda" Jelasnya.
"Benarkah? Aku belum membukanya! " Ucap Riyan dan langsung membuka aplikasi e-mail yang di ponsel nya.
Riyan membaca dokumen litu dengan teliti dan jeli . Riyan terlihat kaget saat mengetahui identitas orang itu.
"Enggak! Ini gila benar-benar gila! " Riyan mengusap wajahnya dengan kasar, "apa kalian bisa mempertanggung jawabkan atas laporan ini? " Riyan menunjukan ponselnya.
"Bisa bos! Kami tak mungkin salah orang " Jelasnya.
"Jika Wisnu tau ini semua pasti akan sangat marah " Ucap Riyan.
"Bos harus memperingatkan sahabat anda agar tidak mengharapkan wanita itu lagi! Saya khawatir jika mereka merencanakan sesuatu untuk sahabat anda bos" Ucap dari salah satu anak buah Riyan.
__ADS_1
"Iya! Ucapan mu benar. Aku tak akan biarkan Wisnu kembali dengan wanita ular itu" Ucap Riyan.
"Lihat bos mereka keluar!"
Riyan langsung mengamati layar monitor itu. Mata Riyan membuat sempurna, bahkan bola matanya keluar dari tempat saat dirinya mengenali laki-laki itu.
Riyan menggelengkan kepalanya, "gila! Benar-benar gila" Gunam Riyan lirih.
"Perintahkan teman kalian yang ada di luar untuk mengikuti mereka!" Tatih Riyan sambil memijat pelipisnya.
"Baik bos! " Anak buah Riyan pun langsung menghubungi temannya sesuai dengan perintah sang bos Riyan.
♥*♡∞:。.。 。.。:∞♡*♥
Wisnu dan Arin sedang berpamitan dengan kedua orang tua Arin sebelum berangkat ke bandara.
"Bu, pak! Kami berangkat dulu! " Wisnu pun menjabat tangan kedua mertua nya secara bergantian.
"Kalian hati-hati ya! " Ucap bu Rosa.
"Titip Yoga ya buk! Saya dan Arin akan usaha kan sering pulang ke sini! " Ucap Wisnu.
"Iya, jangan khawatir kan Yoga " Sahut bu Rosa.
"Buk Arin pamit! " Arin memeluk ibunya dan bergantian memeluk bapaknya, "Arin pamit ya pak! Bapak jaga kesehatan jagan capek-capek ya! " Ucap Arin sambil menyeka sudut matanya.
"Yoga sayang ibu berangkat kerja dulu ya? Yoga gak boleh nakal, oke! " Arin menciumi seluruh bagian wajah Yoga tanpa ada yang terlewatkan.
Yoga kecil pun mengangguk, "Papa" Ucap Yoga yang langsung memeluk Wisnu.
"Papa kerja dulu ya sayang? Papa janji nanti akan sering-sering nengokin Yoga " Ucap Wisnu sambil membalas pelukan dari bocah cilik itu.
Bocah kecil itu kembali menganggukkan kepalanya , sehingga membuat orang yang melihatnya menjadi gemes.
Wisnu tersenyum dan mencubit ke dua pipi Yoga dengan gemes.
Setelah berpamitan Wisnu dan Arin pun menuju bandra dengan menggunakan travel. Perjalanan dari desa Arin ke banda membutuhkan waktu sekitar empat sampai lima jam.
Perjalanan panjang itu membuat mereka bosan, Wisnu memilih untuk membuka e-mail di ponselnya. Membaca laporan-laporan yang telah di kirim oleh Intan maupun Riyan.
Sedangkan Arin memilih untuk memejamkan matanya. Arin mengunakan bahu Wisnu sebagai bantal.
Wisnu tersenyum melihat Arin yang memejamkan matanya, Wisnu juga merapikan rambut Arin yang menjuntai ke depan. Setelah merapikan rambut Arin, Wisnu kembali fokus ke layar ponselnya.
bersambung.......
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian!
__ADS_1
Beri like , komen dan vote juga hadiah buat author. Dan, jangan lupa untuk tekan tanda love agar tidak ketinggalan bab berikutnya. Terimakasih🙏