
"Mas" Pekik Arin saat Wisnu berjalan mendahuluinya.
Wisnu menghentikan langkah nya,Wisnu menggandeng tangan Arin saat Arin mendekat, tujuannya supaya Arin bisa mengimbangi langkahnya yang lebar.
Di mana teman saya? " Tanya Wisnu ke pada wanita yang duduk di kursi tunggu dengan posisi menunduk.
Merasa di tanya wanita itu mengangkat kepalanya . Wanita itu langsung berdiri dari duduknya saat melihat mereka berdua.
"ARIN"ucap Suci.
"SUCI"lirih Arin.
Suci pun berhambur memeluk Arin, teman yang selalu ia rindukan.
" Kamu beneran Arin kan? " Tanya Suci setelah melepaskan pelukannya.
"Iya, dia memang Arin! " Bukan Arin yang menjawab melainkan Wisnu, "di mana teman saya? " Tanya Wisnu.
"Teman anda ada di dalam " Suci menunjuk ruang UGD.
"Katakan apa yang sebenarnya terjadi? " Wisnu menatap Suci dengan tatapan mengintimidasi.
"Cepat katakan! " Bentak Wisnu.
"Mas jangan gitu, nanti dia takut" Bisik Arin.
"Begini tuan! Saat saya dalam perjalan pulang kerja, tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kencang. Karena mobil itu melaju dengan cepat sehingga keluar jalur dan menabrak pohon. " Jelas Suci yang mengingat kejadian itu.
Memang saat itu Suci sedang dalam perjalanan pulang kerja. Karena warung makan tempat ia kerja sudah kehabisan dagangan, maka Suci bisa pulang lebih awal dari biasanya.
Suci memilih berjalan kaki sambil menikmati indahnya malam. Karena saat itu sedang terjadi bulan purnama.
Saat asik berjalan tiba-tiba saja ada mobil yang menabrak pohon.
"Jadi team saya mengalami kecelakaan tunggal? " Tanya Wisnu. Suci pun mengangguk.
"Sepetinya teman anda sedang terpengaruh oleh minuman keras dan itu yang membuatnya kecelakaan" Ujar Suci.
__ADS_1
"Hati-hati ya kalau bicara! Teman saya tak mungkin mabuk! " Ucap Wisnu dengan yakin. Karena Wisnu tau betul dengan kehidupan Riyan.
"Mudah-mudahan saya salah menganalisa" Ucap Suci.
"Iya, memang anda salah" Ketus Wisnu.
Masak sih indra penciuman ku sudah tak berfungsi dengan baik? Tadi kan bau alkoholnya sangat menyengat. Batin Suci. Ia ingat betul saat dia menolong Riyan. Bahkan Suci sampai menutup hidupnya karena bau alkohol yang menempel di tubuh Riyan.
"Dokter gimana keadaan teman saya? "Wisnu menghampiri dokter yang baru keluar dari ruang UGD.
" Anda saudara pasien? " Wisnu pun mengangguk dengan cepat.
"Luka pasien tidak terlalu parah. Pasien juga belum sadar, mungkin itu pengaruh dari alkohol yang pasien konsumsi" Jelas sang dokter.
"Maksud dokter teman saya... "
"Iya, teman anda mengalami kecelakaan itu akibat pengaruh alkohol yang ia minum" Jelas sang dokter.
"Gak mungkin dok" Wisnu menggeleng, "saya tau betul dengan teman saya! Teman saya tak pernah menyentuh minuman haram itu!" Ucap Wisnu.
"Tapi itulah kenyataan nya! Anda bisa menanyakan langsung saat teman anda sadar nanti! Kalau begitu saya permisi dulu " Dokter itu pun meninggalkan ruang UGD.
"Mas" Arin menepuk pundak Wisnu.
"Riyan pasti menyembunyikan sesuatu dari ku! " Gunam Wisnu.
"Mas yang tenang dulu ya ! Kita tunggu sampai kak Riyan siuman " Ucap Arin.
"Suci! Terimakasih ya sudah menolong kak Riyan" Arin meraih kedua tangan Suci.
"Sama-sama Rin! Aku gak nyangka banget bisa bertemu dengan mu lagi " Ucap Suci.
"Aku juga gak nyangka akhirnya kita bisa bertemu lagi. Aku sempat berfikir kalau kamu tertangkap oleh manisa botak itu" Arin kembali memeluk Suci.
"Sama, aku pun berpikir demikian. Lalu saat ini kamu tinggal di mana? Kamu kerja apa ? " Tanya Suci yang melepas pelukan Arin.
"Aku kerja di rumah orang " Jawab Arin lirih.
__ADS_1
"Maksud mu jadi art? " Tanya Suci lagi. Arin pun mengangguk sebagi jawaban.
"Lalu, kamu sendri ? " Tanya Arin.
"Aku ngekost! Dan, kalau sore aku kerja di warung, kalau paginya aku mengajar anak-anak di panti " Jelas Suci.
"Kenapa waktu itu kamu larinya misah? Kamu tau aku sangat takut, untung saja ada orang baik yang sudi menolong ku " Arin melirik Wisnu sekilas.
Orang yang di lirik Arin terlihat sangat cuwek. Tapi, Wisnu tetap menyimak obrolan mereka.
"Yang terpenting kita bisa lolos dari mereka" Ucap Suci.
Arin pun mengangguk.
"Lalu apa kamu juga sudah baikan sama suami mu itu? " Tanya Suci yang kepo.
"Aku sudah resmi bercerai dari nya " Jawab Arin.
"Wah bagus dong , jadi aku bisa ngenalin kamu sama anaknya ibu kost ku. Dia juga duda lo! " Ujar Suci .
"Gak perlu! " Ucap Wisnu, yang tiba-tiba hatinya memanas saat Suci berniat menjodohkan Arin .
Arin dan Suci pun menoleh ke sumber suara.
"Kenapa? Apa ada yang salah? " Tanya Suci.
"Jelas ada yang salah " Ketua Wisnu.
"Dia siapa kamu sih Rin? " Suci menendang pelan kaki Arin.
"Hehe.. Dia itu bos ku " Jawab Arin sambil nyengir.
"Oh... Cuma bos yoh! " Sahut Suci.
"Memang kenapa kalau cuma bos? Asal kamu tau ya? Aku ini bos sekaligus calon suami dari temen mu ini! " Wisnu mengecup kening Arin tanpa permisi.
Jangan lupa like , komen
__ADS_1
Favoritkan juga agar kalian tidak ketinggalan bab selanjutnya. Thanks for reading, see you in the next chapter😉