TERJEBAK CINTA JANDA MUDA

TERJEBAK CINTA JANDA MUDA
53. Istri Muda


__ADS_3

Wisnu segera menepis perasaan yang terasa aneh itu. Wisnu memutus pandangannya dari arin. Ia meraih cangkir dari tangan arin.


"Aku bisa sendiri! ", kata Wisnu memecah keheningan .


" Benernya kata bibi kalau sekarang pak Wisnu itu jadi manja! ", sindir arin.


Itu semua gara-gara kamu! , jika kamu tak hadir dalam hidup ku, mungkin ini semua gak akan pernah terjadi.


"Enggak tuh! Ini buktinya bisa minum sendiri! ", kata Wisnu sambil kembali menyeruput kopinya.


" Iya sekang! Tadi? ", jawab arin sambil berjalan menuju lemari pendingin.


" Masih sakit? ", tanya Wisnu yang memperhatikan arin sedang minum.


" Lumayan ! Masih pusing. "


"Kok bisa sih bapak kenal sama dia? "


"Gila ya itu orang! Main jambak seenak jidatnya. ", kata arin kesal saat mengingat kejadian yang membuat dirinya malu.


" Aku pastikan dia gak akan ganggu kamu lagi. ", kata Wisnu.


"Kelihatan nya dia suka banget sama bapak? ",kata arin yang ingin tau tentang eva dan Wisnu.


"Udah lah jagan bahas dia lagi! ", ucap Wisnu dan kemudian meninggalkan arin.


••••


Di sebuah pulau tepatnya di sebuah villa mewah. Ada sepasang laki-laki dan perempuan sedang duduk santai di tepi kolam renang. laki-laki yang tak lagi muda itu memeluk pinggang wanita muda. sesekali laki-laki itu memberi kecupan di pipi bahkan di bibir wanita muda itu.


" Mas! Aku sudah merindukan keluarga ku! "


"Kapan aku bisa menemuinya? "


"Lagi pula ini hampir tahun ke-6 kamu sembunyikan keberadaan ku! ", kata wanita muda yang berumur sekitar 29thn itu.


" Merindukan keluarga mu atau merindukan kekasih mu itu? ", jawab nya ketus.


"Belum saatnya kamu keluar dari persembunyian! ", kata laki-laki itu.


" Lalu sampai kapan? ", tanyanya lagi.


"Tunggu waktu yang tepat! "


"Dan saat itu juga kamu harus melakukan apa yang aku perintahkan! ", ucap nya.


"Heemmm.... Baiklah! akan aku lakukan semua demi kamu mas!", jawab nya sambil bergelayut manja di lengan laki-laki itu.


Tangannya mengukir halus di dada biang laki-laki itu. walaupun sudah tak lagi muda laki-laki itu masih tampak gagah. apa lagi saat bertelanjang dada, nampak jelas otot-otot nya yang seperti roti sobek.


" kau mencoba menggoda ku sayang! ", tanyanya sambil mengecup bibir wanita itu.


"Tidak!", wanita itu mendongak melihat wajah laki-laki itu dengan senyum semanis mungkin.


" Tapi kau membuat dia tegang sayang! ", bisiknya di tepat di telinga wanita itu.


Tak menunggu lama laki-laki itu membopong tubuh wanita itu untuk menuju sebuah kamar. Selama berjalan menuju kamar kedua orang itu tak luput dari c*uman .


" Kamu harus tanggung jawab sayang! ", ucapnya dengan suara paruhnya.


Wanita itu hanya tersenyum dan mengangguk. Tangan bergelayut manja di leher laki-laki itu.


C*uman itu lama-lama menjadi c*uman yang panas dan menuntut yang lebih.

__ADS_1


Kedua manusia itu telah hanyut terbuai oleh nafsu.


Suara d****** menggema di kamar itu.


Entah berapa ronde yang mereka melakukan . Sampai malam menjelang pun mereka tak kunjung keluar dari kamar. Bahkan mereka telah melewatkan makan malam.


"Apa tuan dan yonya belum keluar dari kamar? ", tanya salah satu laki-laki yang berseragam serba hitam.


" Belum! ", jawab art .


" Biarkan saja! Tuan masih merindukan istri mudanya! ", kata salah satu temanya.


Ha-ha-ha


Terdengar gelak tawa dari mereka yang sedang menunggu tuannya.


" Iya... Benar ! Tuan kita akan menghabiskan malamnya, jadi kita juga bisa bersenang-senang . "


"Tapi ini ada kabar bagus! "


"Kabar bagus apa? "


Terdengar suara laki-laki yang baru keluar dari kamar dengan mengunakan jubah tidur.


"Tuan! ", kata mereka serempak.


" Katakan berita bagus apa? "


"Orang suruhan kita sudah berhasil membuat proyek vila itu tertunda! "


"Otomatis para investor kan menarik semua sahamnya dari perusahaan Mahardika Grup. ", jelas nya.


" Bagus! Itu yang saya mau. "


" Baik tuan ! "


Lihat saja! Aku akan membuat mu lebih hancur lagi, saat wanita pujaan hati mu hadir kembali.


Terlihat jelas senyum jahat dari laki-laki itu.


•••••


Terdengar suara panggilan masuk di ponsel Wisnu.


"Siapa sih pagi-pagi sudah telfon! ", gunam Wisnu. Dengan mata yang masih terpejam, tangan Wisnu meraba -raba mencari ponsel nya.


" Hemmm... Ada apa? ", dengan malas Wisnu mengangkat panggilan itu.


.....


" Apa kamu bilang? ", Wisnu langsung tersadar dan duduk dengan sempurna, saat mendengar penjelasan dari Riyan lewat telfon.


.....


" Iya... Aku akan segera ke kantor! Kita harus segera tinjau ke lokasi pagi ini juga! ", ucap Wisnu yang bangkit dari duduknya.


Biasanya Wisnu akan menunggu arin menyiapkan air hangat untuknya. Tapi kali ini dia tak bisa lagi menunggu. Ia harus segera ke kantor.


Arin di buat heran saat memasuki kamar Wisnu. Tempat tidur yang sudah kosong.


Arin melangkah kedalam terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.


Dengan cekatan arin menyiapkan pakaian Wisnu.

__ADS_1


Arin menoleh saat mendengar pintu kamar mandi terbuka.


"Pak ini baju nya sudah saya siapkan! "


"Saya mau ke dapur dulu! ", tanpa menunggu jawaban Wisnu , arin sudah berlalu pergi karena ia tak mau lama -lama melihat pemandangan yang membuat dirinya bertrefeling kemana - mana. Ya... Bayangkan saja Wisnu yang keluar dari kamar mandi hanya mengunakan handuk yang terlilit di pinggangnya.


"Rin! ", sapa Wisnu saat berada di meja makan.


" Iya! ", arin mendekat dengan segelas susu dan roti bakar.


" Hari ini kamu di rumah saja! "


"Aku ada urusan ke luar kota dengan Riyan. ", kata Wisnu sambil makan roti bakar.


" Iya! , boleh keluar gak? Akau mau beli keperluan ku! ", ucap arin.


" He'em. Tapi jangan jauh-jauh! Takutnya kamu nyasar lagi! , nanti siapa yang cariin kamu! "


"Kemungkinan aku pulang malam ! ", kata Wisnu yang bangkit dari duduknya.


" Aku berangkat! ", pamit Wisnu.


" Ini gak di habisin pak? ", tanya arin.


" Enggak! Aku buru-buru! ", jawab Wisnu yang sudah berjalan meninggal kan ruang makan.


Dengan secepat kilat arin memasukan roti bakar ke kotak makan. Arin berlari mengejar Wisnu.


" Pak tunggu! Ini di bawa ya? Bisa di makan nanti pas di mobil! ", kata arin menyerahkan kotak makan, dan di Terima oleh Wisnu.


Setelah keberangkatan Wisnu ke kantor, arin melanjutkan kegiatannya memasak. Dengan cekatan arin menyelesaikan beberapa menu masakan. Arin menyajikan masakan nya di meja makan .


" Ini semua kamu yang masak? ", tanya mariyam.


" Iya eyang! ", jawab arin.


" Bibi keman kok kamu yang masak? "


"Bi retno sedang nyuci baju, kalau bi sumi pergi ke pasar. "


"Eyang mau sarapan pake apa biar saya ambilkan! ", tawar arin.


"Pake ayam kecap dan sayur itu! "


Dengan telaten arin mengambilkan sarapan mariyam.


"Wisnu mana kok belum turn? ", tanya mariyam yang tidak melihat tanda-tanda ke beradaan Wisnu.


"Mas Wisnu sudah berangkat eyang! Katanya ada urusan di luar kota dengan kak Riyan. ", jelas arin.


"Tumben kamu gak di ajak? ",Tanya mariyam.


"Hehehe... Enggak eyang! ", jawab arin sambil senyum kuda.


" Bagus lah! Nanti kamu bisa ikut eyang! ", ucap mariyam.


" kemana? ", tanya arin.


" kerumah anak eyang! ", jawab mariyam yang di tanggapi arin dengan anggukan kepala.


"Temani eyang sarapan! ", tatih mariyam saat melihat arin akan meninggalkan meja makan.


Mariyam dan arin menikmati sarapan. Dengan sesekali mengobrol ringan .

__ADS_1


Ada rasa senang di hati mariyam saat melihat arin yang sopan dan apa adanya.


__ADS_2